Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda

Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda
419


__ADS_3

Kami dalam perjalanan ke tempat dimana aku akan membawah Dinda, satu jam perjalanan akhirnya kami sampai juga tapi sebelum aku membawah Dinda masuk aku menutup mata Dinda dulu. Kalau di biarkan bukan kejutan namanya


"Sayang sebelum kita masuk sayang pakek ini dulu ya sebentar aja kok," ujarku.


"Untuk apa mas, masa pakek nutup mata segala kalau hanya makan malam doang"? Ujar Dinda


"Ya tidak masalah sayang hanya sebentar aja kok tidaka lama" ujar ku akhirnya Dinda juga mau


Dinda tidak banyak komentar Dinda langsung menutup matanya dan aku menuntun Dinda kedalam, banyak taburan bunga dan lilin sudah bertebaran di lorong masuk kedalam kami masik melalui ruangan dulu baru naik ke atas karena acaranya di atas, luar biasa persiapa pak Erik padahal pak Erik belum menikah tapi pintar membuat suasana begitu romantis. Aku begitu tersanjung dengan semuanya dua orang pelayan menunjukan jalan untuk aku dan Dinda kedalam karena acaranya diatap gedung restoran jadi saat kami berdua sampai di pintu masuk aku begitu terpanah, waow....sangat indah....bagus banget.


"Mas kita sebenarnya mau ngapain sih kita kesini, bukannya kata mas hanya makan malam kenapa sepih banget"" tanya Dinda.


"Sayang nanti juga kamu tahu, sekarang kamu sudah siap belum sayang, mas buka mata kamu ya siap-siap sayang, satu, dua, tiga. Tadarrrrrrr"


Siuttttttt...........siuttttttttt...prokkkkk...prokkkkkk


Dinda menatap kelangit dan dari nyalah petasan berbentuk love itu bertuliskan happy brithday sayang, I love you.


Happy brithday to you....


happy brithday to you ....


happy brithday.....


happy brithday.....


happy brithday to you.


"Sekarang tiup lilinnya, satu, dua, tiga...."

__ADS_1


Prokkkk..prokkkk.


Mata Dinda terpanah sampai menutup mulutnya dengan kedua tangan, Grey dan Gretta yang sementara di gendong oleh Ririn dan Rafa justtu tersenyum.


bunyi petasan bersahutan karena para pelayan dan sebagian pengawal bertugas untuk menyalakan petasan, saat Dinda datang begitu juga bunyi biaolah sudah mulai menghipnotis semua orang yang ada.


Happy brithday sayang. Maafnya dari tadi mas tidak ucapakan selama untuk mu karena mas sudah menyiapkan ini jauh-jauh hari." Ujarku mrncium kening istriku.


Dinda membulatkan matanya dan membuka lebar mulutnya melihat semua keluarga juga hadir tidak ada satu pun yang tidak hadir. Aku tahu biarpun dari kecil Dinda lahir dari keluarga terpandang tapi Dinda tidak perna merasakan yang namanya momen bahagia di ulang tahunya bersama orang tua dan keluarga, ayah mertua dan kakak Dea perna bilang kalau pas Dinda ulang tahun paling ayah bawah dia makan diluar seperti biasa saja karena bu Anjani tidak perna peduli dengannya.


Sehingga aku berjanji bahwa ulang tahu kali ini aku akan membuat istriku bahagia, biarpun itu tidak seberapa tapi aku mau mengembalikan momen special yang dulu tidak perna dia rasakan sekarang Dinda harus merasakan saat bersama ku.


"Mas....ibu, ayah....jadi kalian semua disini? Pantas saja sangat sepih, dan apa ini kenapa si kembar disini sejak kapan kalian keluar dari kamar bawah kabur kedua bayiku.? Mas ayah, ibu dan semuanya makasih...makasih atas kasih sayang kalian yang sudah menyiapkan kejutan di hari bahagiaku, padahal tadi Dinda pikir mas lupa dengan ulang tahun Dinda, pantas aja tadi waktu turun dari atas rasanya sepih banget tidak ada orang ternyata semua ada disini astaga." Ujar Dinda.


"Sayang happy brithday ya" ujar ibu


"Sayang...jadi waktu kita keluar dari kamar si kembar mas sempat bicara dengan suster untuk membawah si kembar keluar dari rumah jam lima nanti barengan sana ayah dan ibu, kalau kakak Dea dan mas Tahir langsung dari rumah." Ujarku.


"Selamat ulang tahun ya adik kesayangan kakak, kamu sehat-sehat ya" ujar Rafa sambil peluk Dinda.


Di ikuti kakak Dea dan mas Tahir dan lanjut yang lain, pak Erik juga menyewah seorang penyanyi dan pemain biola bunyinya sangat indah sekali suasana romantis.


Jadi sebelum aku pulang dari luar kota aku sudah meminta pak Erik untuk mempersiapkan semuanya ini untuk Dinda, dan saat aku meminta saran dari ayah dan ibu ternyata ada dan ibu juga sangat setujuh jika ulang tahu menantu kesayang mereka di rayakan dengan mewah, aku bukan mengundang keluarga saja tapi ada juga kerabat yang aku untuk bahkan kado terindah buat Dinda adalah aku sanggup menghadirkan kedua sahabatnya Sabrina dan Tasya.


Dalam satu bulan memang aku sibuk tapi aku melacak keberadaan Tasya, sampai dapat nomornya dan aku sampai menghubunginya meminta dia datang bersama Sabrina untung Tasya juga senang akhirnya bisa mengetahui tentang Dinda dan bersedia datang.


"Mas...jujur Dinda tidak tahu mau bicara apalagi dengan mas Dinda tidak bisa mengungkapkan dengan kata-kata sangking bahagianya mas, mas tahu selama Dinda hidup sebesar ini baru kali ini Dinda bisa merasakan kasih sayang penuh dari kalian semua mas, ayah ibu kalian yang terbaik" ujar Dinda langsung memeluk satu persatu.


"Sayang sebelum sayang membuka semua kado sayang, masih ada kado terindah untukmu mas yakin pasti kamu kaget dengan kado ini" ujarku.

__ADS_1


"Apa itu mas"? Tanya Dinda.


"Keluar......"ujarku.


Betapa terkejutnya Dinda melihat siapa yang keluar dari bali pintu, Dinda langsung berteriak dan memeluk kedua sahabatnya itu.


"Tasya......Sabrina....ya Tuhan kalian berdua disini , terutama kamu Tas...kok bisa kamu disini kamu tahu dari siapa aku ada disini, dan kamu juga Sab kok bisa kalian berdua ada disini"?tanya Dinda tapi matanya menatap ke arahku.


"Memangnya lo tidak senang Din kami berdua ada disini kamu tahu tidak aku sangat merinduhkan kamu, selama ini aku cari nomor telpon kamu tapi aku tidak ketemu, luar biasa hebat suami kamu Din demimembahagiakan kamu suami kamu rela cari nomor ku sampai dapat dan suami kamu juga yang menyuruh aku kesini untuk kejutan"


Mereka bertiga berpelukan, Sabrina memberikan hadia begitu juga Tasya memberikan hadia sambil memeluk Dinda.


"Din jujur aja...kamu dulu dan sekarang bedah jauh, dulu memang kamu suka rawat diri tapi seperti tertekan jadi tidak ada pancaran kebahagiaan dari wajah kamu, sehingga akan kelihatan tua, tapi sekarang semua terlihat cerah wajah kamu bersinar penuh kebahagiaan, itu karena kamu punya suami yang sangat baik dan keluarga yang sangat menyayangi kamu, mertua yang sangat mencintai kamu, Happy brithday ya sahabatku, kamu bahagia untuk selamanya"


"Makasih banyak ya Tas, Sab kalian berdua luar biasa sahabat terbaik ku dan apa yang kamu katakan tadi benar adanya aku tidak bisa menyangkal itu Tas, karena memang betul yang kamu katakan, sekarang hidupku dipenuhi oleh kebahagiaan dan aku juga hidup di kelilingi oleh orang-orang yang sangat menyayangiku terutama keluarga dan orang tua"


Setelah semua sudah selesai barulah kami semua makan, makanan yang sudah di siapkan tidak ada perbedaan di antara kami semua baik pelayan, baik pengawal kami semua tamu dis restoran ini jadi kami semua yang di layani, malam ini pelayan yang ada di rumah libur masak karena ulang tahu Dinda jadi kami semua makan di luar.


"Hayo semuanya pengawal makan jangan takut, kita disini tamu semua jadi para pelayan disini yang melayani kita, di rumah bedah dengan di luar kalau di rumah kalian sibuk dengan pekerjaan masing-masing tapi jalau disini kita sama-sam" ujarku ayah juga menyuruh pelayan dan pengawal makan.


Padahal ini di restoran kami juga tapi memang anggap saja kami ini tamu bukan pemilik. Semua para tamu yang aku undang mereka lagi asyik makan, sambil di mainkan biolah dengan romantis aku ingin berdansa dengan istriku, aku mengajak Dinda berdansa sambil melihat tamu yang menikmati hidangan. Setelah puas dansa aku mengajak Dinda makan kami makan sepiring berdua saja aku ingin menyuapi Dinda.


" Bu...lihat putra kita sangat romantis dengan istrinya kayak papa juga ke ibu, mungkin Dava ketularan dari papa," ujar ayah aku mendengar tapi diam saja


"Hmm kapan ya Gama bisa romantis seperti kakak Dava dan kakak ipar ya, jadi iri deh sama kakak Dava dan sebentar lagi justru Ririn yang nyusul terus Gama kapan? Gama tidak mau nanti di katain jomblo akut" ujar Gama.


"Makanya kakak Gam...jangan suka pilih-pilih pasangan padahal gadis yang waktu di acara Grey dan Gretta itu Ririn pikir sudsh jadian tahunya tidak, aduh ganteng-ganteng jomblo tidak takut ya kakak Gam di tinggal nikah semua"


Hmmm Ririn kalau ngomong suka benar deh....tapi aku sependapat dengan Ririn awalnya aku pikir Gama pacaran dengan gadis itu ternyata tidak. Nasib Gama apes banget lagian Gama cuekin gadis itu mana mau gadis itu dengan pris yang dingin dan begitu cuek aku aja seandainya di posisi cewek itu juga tinggalin cowok cuek kayak gitu. Sekarang justru dia ngelu karena tidak ada pasangan.

__ADS_1


__ADS_2