Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda

Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda
408


__ADS_3

Setelah selesai aku jailin ayah mertua aku mengakhiri panggilan dengan mertua dan kembali memeriksa file yang belum juga selesai, baru aku periksa satu file pintu ruangan kembali di ketuk dari luar, ternyata yang masuk sekretaris tandanya meeting segera di mulai.


"Maaf Tuan muda meeting segerah di mulai sembilan menit lagi, semua menunggu di ruang meeting Tuan" ujar sekretaris.


"Baiklah kita akan segerah kesana lima menit lagi" ujarku karena je ruang meeting tidak jauh dari ruangan saya.


Aku segerah matikan leptop dan segerah bangkit dari duduk ku dan gegas ke ruang meeting bersama sekretaris. Karena memang hari ini pembahasan pasti alot karena bahas mengenai proyek dan juga penjualan marketing di pasaran.


"Selamat siang semuannya, jadi kita langsung saja meeting kita hari ini mengenai proyek yang baru saja di menangkan oleh perusahaan Adinata grup. Kita tahu bahwa sekarang ini banyak perusahaan memiliki bisnis sama seperti perusahaan kita juga ada banyak pesaing bisnis, sekarang ini perusahaan Adinata grup berjalan dalam dua bisnis sekaligus, satu untuk bagian proyek besar seperti pembangunan dan satu lagi kita berkecimpung dalam dunia bahan pokok jadi sekali jalan dua macam bisnis.


karena rencana akan membangun satu perusahaan baru lagi agar memisahkan kedua bisnis ini karena akan terpengaruh, jadi kedua bisnis ini tidak bisa di gabung tapi disini kita sengaja melakukannya agar pada saat pembukaan perusahaan baru proyek ini sadah bisa berjalan. Disini kita patner tidak ada bos tidak ada karyawan jadi saya berikan kesempatan untuk boleh berikan saran dan pertanyaan, jangan takut bertanya atau pun berikan saran saya akan mendengarkan semua dan kita memilih saran terbaik untuk menangani masalah ini.


Awalnya perusahaan ini hanya berkecimpung di bahan pokok aja sehingga setiap ada produk baru yang perusahaan kita produksi selalu meningkat penjualan di pemasaran tapi setelah kita mengambungkan dengan proyek dalam dunia pembangunan, semua itu berimbas ke bisnis lain jadi penjualan tiga bulan kedepan agak sedikit menurun hanya saja justru yang berkembang sekarang ini adalah kita selalu mendapatkam proyek besar jadi keuntung juga sangat sangat besar."


"Maaf Tuan muda saya juga pengen bertanya dari awal saya kerja di disini perusahaan ini hanya berkecimpung di bahan pokok, kenapa satu tahun ini, justru perusahaan ini bekerja sama dengan perusahaan yang memiliki bisnis di proyek seperti tender besar apakah ini tidak pengaruh dengan yang lain? tidak bisa satu perusahaan berjalan dalam dua bisnis yang berbedah karena nanti kita binggung, saya mendengar Tuan Adinata membangun satu perusahaan baru lagi apakah perusahaan baru itu akan berkecimpung di bagian proyek dan properti dan yang ini akan tetap di produk dan mengeluarkan bahan pokok saja."


Semua pembahasan hari ini sunggu alot karena banyak yang tidak setujuh jika perusahaan ini, berjalan sekaligus dua bisnis. Tapi aku juga setuju dalam masalah ini kalau perusahaan pusat tetap memproduksi bahan pokok dan akan mengeluarkan produk-produk makanan baru untuk menarik perhatian masyarakat dan akan di terjungkan ke pasaran dengan promo yang mengiurkan.


Setelah perdebatan panjang akhirnya meeting selesai hampir dua jam pembahasan kami hari ini, karena sudah lama aku tidak memimpin meeting jadi hari ini tuntaskan semua. Rasanya cepak sekali sudah beberapa hari ini istirahat tidak teratur, jadi pengen merebahkan tubuh ini di atas tempat tedur.

__ADS_1


Aku dan sekretaris kembali ruangan ternyata asisten Arfan sudah menyediakan kopi dan juga cemilan seperti cake kesukaan ku, asisten Arfan tahu dari mana ya kesukaan ku kalau kopi hitam aku tidak begitu suka tapi kalau kopi yang lain aku suka jadi asisten Arfan menyediahkan sesuai dlselerah ku.


Setelah sampai di dalam ruangan aku tidak langsung membuka file dan meminum kopi itu, aku rebahkan tubuh di atas sofa dengan menutup mata sejenak untung tadi pas meeting tidak ada yang bertantangan dengan pembahasan hari ini jadi tidak menguras emosi kalau tidak capenya itu minta ampun.


Setelah aku rasa sudah cukup aku bangun dan kembali membuka leptop untuk memeriksa file yang tidak kelar-kelar aku periksa tadi sepertinya malam aku harus lembur untuk mengerjakan file ini takutnya tidak selesai...karena file ini secepatnya harus kirim ke Tuan Adrak masih banyak berkas yang menumpuk di atas meja untuk di bumbui tanda tangan lagi, tapi bukan hanya sekedar tanda tangan harus di baca dulu...sekretaris ingin menghukum ku mungkin karena sudah beberapa hari ini aku masuk kantor juga hanya sekedar saja jadi sekalih aku di antar berkas pengen pingsan.


Pengen aku umpetin sekretaris dalam hati tapi itu tidak mungkin karena memang ini pekerjaan yang harus aku kerjakan. File ini yang buka tanda tangan adalah di rektur utama jadi untuk apa aku marahin sekretari kalau memang seharusnya aku kerjakan.


"Asisten Arfan dapat cake dari mana kok asisten Arfan sangat tahu makanan kesukaan aku dan juga minuman kesukaan aku, padahal tadi cepa banget tapi rasanya segar setelah minum kopi dan maka cake ini"


"Itu kiriman dari noma muda Tuan, mungkin nona muda tahu kalau Tuan muda cape dan banyak pikiran makanya nona muda mengirim ini untuk Tuan muda tadi di antar sama pengawal" ujar asisten Arfan


Hati ku bergirang saat mendengar kalau istri tercintaku yang mengirim minuman ini, rasanya sangat nikmat istriku paling tahu kalau aku sangat kelelahan, makasih istri cantiku kamu yang terbaik dalam hidup mas dan anak-anak sayang, padahal kamu masih sibuk ke rumah sakit tapi masih sempat mengirim minuman ini untuk mas makasih ya sayang. Ah aku jadi kangen dengan istriku lebih baik aku telpon aja deh.


"Hallo sayang tumben hubungi mas di jam kerja, rindu ya sebentar lagi juga mas sudah pulang kok," ujarku.


"Iya mas, Dinda hanya mau tanya kiriman Dinda untuk mas sudah sampai belum, maaf mas Dinda telat kirim karena tadi Dinda buru-buru pulang ke rumah hanya untuk buatkan cake untuk mas, itu cake buatsn Dinda sendiri ya cobak mas makan enak tidak"


Luar biasa istriku dia sudah sampai di rumah sakit tapi bela-belain pulang lagi kerumah hanya demi buatkan aku cake dan kopi ini, kamu terbaik sayang...istri yang paling terbaik aku jadi terharu dengan perjuangan istriku.

__ADS_1


"Sayang enak sekali, ini cake yang paling terenak yang perna mas makan luar biasa enaknya sayang, kamu buat cake penuh cinta makanya rasanya tidak ada duanya makasih banyak ya saysng. Kamu sudah mengirim makanan terlezat untuk mas...tunggu mas pulang ya, oh ya sayang sekarang kamu ada dimana, di rumah atau di rumah sakit."


"Wah....makasih ya mas sudah menyukai cake buatan Dinda...sekarang Dinda sudah kembali ke rumah sakit sekalian antar cake untuk ayah dan ibu...Dinda bawah lebih nanti kalau Gama dan Rafa ke rumah sakit biar mereka ikut mencicipinya."


"Ok baik saya kalau begitu makasih ya, mas mau kembali bekerja nanti mas pulang langsung ke rumah sakit dulu baru antar sayang pulang ke rumah."


"Mas lebih baik kalau mas masih menginap di rumah sakit untuk menjaga ayah lebih baik saat pulang dari kantor langsung ke rumah saja, setelah mandi dan ganti pakian baru datang ke rumah sakit, Dinda bawah mobil sendiri jadi biar Dinda pulang bareng ibu, Elsa dan bibi karena mereka masih disini kalau mas kesini terus antat pulang nanti balik lagi kesini kasian mas sangat capek." ujar Dinda.


Jujur aku tidak tahu harus bicara apalagi sama istriku begitu baik dan perhatian sam aku, aku salut sama daya pikirannya sangat dewasa sekali. Akhirnya aku dan Dinda mengakhiri panggilan dan lanjut makan cake yang di kirim Dinda ternyats lumayan juga di kirim Dinda jadi aku bagi asisten Arfan dan sekretaris. Aku makan sambil memeriksa kembali file yang sempat tertunda tadi.


Setelah aku selesai periksa beberapa file tidak terasa jam pulang tiba, astaga pekerjaam aja belum setengah juga selesai memang aku harus lembur di rumah sakit nantinya.


Aku kembali menurup leptop dan dengan santai minum kopi dan makan cake karena kalau makan sambil kerja rasanya kurang nikmat karena tidak menikmati makanan justru lebih fokus pekerjaan.


"Asisten Arfsn tolong panggilkan sekretaris datang kesini" ujarku.


Tak lama kemudian sekretaris datang bersama asisten, dengan wajah tengang pikirnya aku mau marahinnya kali.


"Maaf Tuan muda ayah yang bisa saya bantu"? Tanya Sekretaris.

__ADS_1


"Iya aku butuh bantuan sekretaris dengan asisten Arfan silahkan duduk jangan pasang muka tenang begitu aku ini bukan seorang penjahat jadi mau tenang kaluan berdua, duduk lah makan cake bersama aku soalnya nona Dinda kirim cake dua kotak jadi sangay banyak kalau aku sendiri yang makan tidak akan habis" ujatku


Sekretaris langsung menatap asisten Arfan dengan tajam sedangkan yang di tatap justru cengegesan, ternyata asisten Arfan memanggil sekretaris katanya aku memanggil sekretaris untuk memarahinya karena sudah buat kesalahan makanya wajah sekretaris sangat tengang .


__ADS_2