
Akhirnya aku pulang ke rumah bersama dengan pak Erik dan pengawal ternyata benar kata pak Erik, mobil baru saja masuk gerbang ternyata di pekarangan rumah sudah ada satu mobil baru terparkir dengan sempurna didepan rumah berarti Rafa dan tante Siksa sudah datang dan mobil ayah juga sudah ada berarti ayah juga sudah pulang.
Aku langsung keluar dari dalam mobil dan melangkah masuk kedalam rumah baru saja sampai di depan pintu aku sudah disambut dengan suara tawa mengelegar dari dalam astaga sudah kayak pasar malam rumah ini ribut kali.
Baru muncul di pintu istri cantik ku sudah menunggu dengan senyuman khasnya manis tanpa gula.....hahah lebay.
"Mas sudah pulang...tuh ada tante Siska dan Teman mas yang namanya Rafa...dari tadi nyariin mas mulu tapi ibu bilang mas belum pulang."
Aku mengandeng tangan istriku dan gegas ke ruang tengah dan benar saja teman yang sudah lama menghilang muncul lagi di hadapanku, tapi bedah banget penampilannya dulu dengan sekarang dulu penampilannya agak berantakan kayak tidak terurus tapi sekarang rapi banget sudah parsis kayak bos besar ya memang sih Rafa orang kaya karena tante Siska juga bukan orang sembarangan.
Bisninya juga dimana-mana sehingga Rafa yang melanjutkan semua bisnis itu sama sepertiku.
"Hay kawan....wah....kamu makin ganteng aja penampilan kamu makin mantap deh...tapi sayangnya datang masih nebeng dengan tante Siska seharusnya datang dengan gandengan. Ini justru datang sendiri gimana sih tanpan- tanpan gini masih sendiri" ujarku ngeledek.
Aku dengan Rafa berpelukan sambil meledek dia karena datang hanya dengan tante Siska gak bawah pasangannya.
"Ah sue lo kawan masa bicara begitu makanya cariin dong....soalnya zaman sekarang cari perempuan yang setia dan tidak cinta harta itu susa bro. Banyak sih di luar negeri tapi aku maunya yang lokal saja lebih bagus."
Kami tertawa bersama kebiasaan Rafa dari dulu sampai sekarang tidak perna beruba aku suka dari Rafa adalah dia orangnya humoris dan tidak muda tersinggung apalagi dia sudah tahu aku orangnya seperti apa.
__ADS_1
"Raf sama tante duduk dulu ya dengan ibu dan ayah aku mandi dulu takutnya nanti bau pulak"
"Nah kamu sadar Dav memang dari tadi kamu sudah bau kok hanya saja aku teman yang baik jadi bisa jaga perasaan kamu makanya aku diam saja" ujar Rafa mengundang tawa semua orang yang ada di ruang tengah tapi dari tadi mata ku selalu memperhatikan lirikan mata Rafa yang selalu tertuju kepada Ririn yang duduk tidak jauh darinya.
Walaupun Ririn cuek tapi bedah dengan Rafa...humm aku punya ide...mulai deh timbul ide gila di otakku untuk majomblang mereka berdua karena kalau Ririn nikah sama Rafa aku sangat setuju karena aku tahu banget siapa Rafa, dia paling benci dengan namanya mendekati cewek sebenarnya kami berdua sama bedahnya aku dulu suka minum kalau Rafa gak.
Nanti saja aku sengaja pancing Rafa kalau memang dia menyukai Ririn biar aku yang atur karena aku juga tidak mau adik perempuan ku salah memilih laki-laki Rafa laki-laki yang tepat untuknya.
"Loh bukannya tadi katanya mau mandi mala bengong awas loh kesambet hantu nanti" ujar Rafa menyadarkan aku dari lamunanku
"Tahu nih anak ganteng ibu katanya mau mandi kok mala masih duduk santai"
Setelah sampai di kamar Dinda langsung menyiapkan pakian untuk ku dan air hangat untuk mandi istriku sangat luar biasa dia tahu apa yang suaminya butuhkan.
"Mas ini pakian ganti mas terus aku siapkan air hangat untuk mas mandi lah aku tunggu disini kasian teman kamu mas sudah datang pasti banyak yang ingin dia bicarakan dengan kamu mas mengenang masa lalu yang bilang dulu mas agak bandel hahaha"
Astaga Rafa benar-benar deh....bisa-bisanya dia membongkar kedokku haahha tapi itu dulu yang lalu biarlah berlalu aku sudah melupakan semua itu.
"Ah sayang jangan dengarin Rafa dia memang teman gak ada akhlak hahaha...."
__ADS_1
"heheh iya mas bercanda sana mandi gih jangan lama-lama sebentar lagi makan malam jangan sampai yang lain menunggu kita di meja makan."
Aku gegas kekamar mandi untuk membersihkan diri karena memang badan agak sedikit lengket mungkin karena dari pagi gak ganti baju...biasanya aku bawah baju ganti didalam mobil tapi entah kenapa tadi gak kepikiran untuk ganti baju.
Aku membuka semua pakian ku satu persatu sampai tidak tersisa sehelai benang pun di tubuh ini baru lah aku masuk kedalam bakhtub dan merendam diri, kalau seandainya Rafa dan tante Siska tidak ada disini dan juga ini saat ini bukan waktu makan malam mungkin aku merendam didalam kamar mandi sampai sejam karena wangi sabu aroma terapi sangat sejuk sekali jadi rasanya tidak ingin beranjak dari dalam bakhtub.
Humm terpaksa deh harus cepat selesaikan mandi karena tidak enak nanti di tungguin di bawah apalagi istriku paling jaga perasaan orang, Dinda tidak mau seisi rumah salah paham sehingga apapun yang Dinda lakukan dia mau semua yang terbaik padahal ayah dan ibu tidak memerlukan hal itu.
Setelah selesai rutinitasku di kamar mandi aku segerah keluar dan mendapati istriku berbaring diatas tempat tidur, awalnya aku pikir dia berbaring biasa saja namun saat aku hendak menyuruhnya bangun biar turun ke bawah ternyata dia tertidur. Mungkin dia sangat kecapean karena seharian dia gak istirahat apalagi melawan dua penjahat itu dan setelah pulang sampai di rumah bukanya istirahat justru pergi ajarin Ririn seni belah diri. Kasian istriku biarkan saja dia istirahat gak tega aku bangunkannya nanti kalau dia bangun baru makan saja.
Aku bersiap dan turun ke bawah sebelumnya aku menyelimuti Dinda takutnya kedingian, saat aku turun ke bawah semua mata tertuju kepada ku entah apa yang mereka lihat oh..pasti mereka heran karena Dinda gak ikut turun.
"Nak mana Dinda kok gak ikut turu"? Tanya ibu.
"Sepertinya istriku kecapean bu tadi dia nungguin Dava di kamar saat Dava keluar ternyata dia sudah ketiduran Dava mau bangunin dia tapi gak tega"
"Jangan bangunin dia nak biarkan saja kasian dia seharian gak istirahat, biarkan saja nanti setelah dia bagun baru makan, ayuk kalau begitu kita makan dulu setelah itu baru kita lanjut ngobrol lagi nak Rafa Sis "
Kami semua bergegas ke meja makan untuk makan bersama, karena jujur aku memang sudah sangat lapar jadi harus isi dulu perut ini agar bisa memiliki tenanga, nanti saat aku naik keatas baru aku saja yang membawah makanan untuk istriku biar pas dia bagun langsung makan.
__ADS_1