
Bibi Lya tidak takut kalau seandainya benaran bu Anjani lapor polisi, bibi Lya bisa masuk penjara. Karena bibi Lya tahu bu Anjani tidak akan berani melaporkannya.
Saat ini saja walaupun kondisi bu Anjani sudah lemas dan tidak punya tenaga...bibi Lya belum turun dari atas tubuh bu Anjani bahkan tangannya masih memengang rambut bu Anjani dan memukul wajah bu Anjani sehingga hidung dan bibirnya mengeluarkan darah segar.
Paman Gibran yang melihat bu Anjani sudah tidak bergerak karena pingsan langsung panik, namun justru bibi Lya hanya santai saja tidak merasa takut apalagi merasa bersalah. Paman Gibran meminta istrinya berhenti karena takut bu Anjani bisa mati sudah keluar darah segar dari bibir bu Anjani hal itu membuat Lexza dan Kenedy seketika panik padahal tadi mereka berdua masa bodoh.
"Sayang turun dari situ bisa mati perempuan sialan itu, sepertinya sudah pingsan dia tuh biar tahu rasa mulutnya memang tidak bisa diajarin."
"Bi, hentikan ibu bisa mati kalau bibi terus menghajarnya lihat ibu sudah tidak bergerak" pekik Lexza panik, padahal tanpa mereka sadari itu hanya trik bu Anjani saja agar bibi Lya bisa melepaskannya kalau tidak bisa mati. Namun bibi Lya tahu kalau bu Anjani hanya pura-pura saja.
Bibi Lya serigai licik dan bangkit berdiri ia gegas ke arah kulkas pelayan dan bibi Lya keluarkan es batu yang sudah di cairkan oleh pelayan tadi. Dengan jalan santai bibi Lya bawah air es datang mendekati bu Anjani dengan senyum tipis di bibirnya.
Lexza, Kenedy dan paman Gibran binggung kenapa Bini Lya ambil Air es di kulkas pelayan.
"Sayang untuk apa Air es sebayak itu, jangan banyak minum es sayang"
"Ihhssss...diam aku mau siram ular kobra. Yang suka mengigit manusia biar usir dari sini saja itupun kalau di belum kapok dia akan tetap bertingkah"
Byuuereerrrrr.....
__ADS_1
Air es terjun bebas dari dalam teko dan mengenai seluruh tubuh dan wajah bu Anjani sontak bu Anjani berteriak dan bangkit dari lantai.
"Ah....gila..siapa yang berani lakukan ini padaku, dingin."pekik bu Anjani
" yups....sorry Aku tadi mau uair ular kobra tapi ternyata aku salah. kenapa? mau marah. Biar aku hajar lagi dengar ya, masih bagus aku siram kamu dengan air es biar semua iblis, sifat egois, sifat congkak itu keluar semua dari tubuhmu, dari pada aku pake air panas dan langsung kirim kamu ke neraka."
Astsga ternyata kalau bibi Lya marah lebih seram dari bu Anjani, benar yang di katakan bibi Lya memang selama ini Bibi Lya jahat juga sama Dinda tapi bibi Lya tidak perna memukul Dinda kalau kata-kata iya perna.
Seusai bibi Lya menyiram aor es ke bu Anjani dengan santai bibi Lya mengandeng tangan paman Gibran dan mengajaknya pergi meninggalkan bu Anjani masih basah kuyuk di lantai, Lexza dan Kenedy tidak menghiraukan sang ibu dan gegas pergi karena ada keperluan mereka sudah terlambat.
"Yuk mas kita pergi biarkan saja dia disitu kakak ipar sombong mati kau disitu"
"Lexza tolong ibu napa...kamu ya anak pembangkang tidak ada kasian sama sekali sama ibu kamu sendiri. Sialan kau Lya aku akan membuat perhitungan danganmu bisa-bisanya kamu memperlakukan aku seperti ini. Aku laporkan kalian ke anak mantuku yang kaya raya itu pasti kalian dapat hukuman."
Hahah ngarep banget punya mantu kaya raya dulu kamu dimana Anjani? sekarang baru ngakui Dava anak mantu kamu semua sudah terlambut.
"Sialan bagaimana aku bisa pergi kekantor sedangkan kondisi aku begini...gila benar nih sih Lya gak takut aku mati dan masuk penjar dia wajahku kenapa babak belur begini astaga lembam dimana-mana...auh.....sakit kali pinggangku bangun susa banget.."
Selain wajah bu Anjani lembam karena pukulan dari bibi Lya pinggang bu Anjani juga sakit akibat tendangan keras dari bibi Lya. Bu Anjani berusaha bangkit dari duduknya.
__ADS_1
Setelah berhasil bangkit berdiri dengan penuh perjuangan, bu Anjani dengan langkah terseot-seot menyeret kakinya menepati tangga untuk naik keatas biarpun susa tapi bu Anjani berusaha. Hingga sampai di lantai dua bu Anjani terpaksa urun ke kantor karena bagaimana mau sedangkan kondisinya saja sudah begitu.
Sedangkan di tempat lain di kantor pak Erik yang ada di ruangannya mendengarkan semua pertengkaran yang terjadi antara Maya, bu Anjani dan bibi Lya.
Pak Erik hanya tersenyum saja karena kebetulan Dava tidak masuk kantor jadi pak Erik simpan saja video dan rekaman itu, pak Erik juga rencana mau keluarkan Maya dari kediaman keluarga Winata tapi kata Maya nanti saja sebelum bu Anjani belum masuk penjara Maya belum keluar dari situ.
Di lain tempat di sebuah ruangan seorang pria kembali ngamuk karena rencana untuk menghancurkan acara nikahan Dinda dan Dava gagal total, bahkan anak buanya ada yang meninggal ada yang masuk penjara.
"Argrrrr bajingan....kau Edy aku akan menghancurkan semua keluargamu, bisa-bisanya kamu memperlakukan aku begini...hahaha...putry kamu sudah aku habisi dengan cara tidak terhormat, jadi aku yakin menantu kesayangan kamu itu akan aku buat dia menderita setelah itu baru aku buat kamu mati dan semua harta kekayaan jatuh ke tanganku.
Aku sudah menunggu bertahun-tahu tapi belum berhasil sampai semua anak buah yang aku bayar dengan uang hasil rampokan mati semua, sedangkan uang aku juga sudah habis mau bayar pake apa lagi tidak mungkin sih bos kasih anak buahnya sia-sia tanpa bayaran, bagaimana aku harus mempertanggung jawabkan mereka pada bos apa yang harus aku lakukan agar aku bisa dapat uang banyak lagi. Apakah aku harus kembali merampok tapi kalau ketangkap bagaimana.
Sialan....Edy...bajingan kamu akan ku bunuh putra dan menantu kamu lihat saja nanti biar mereka menyusul putrymu Hawari. Kamu mau main-main sama aku kenapa kamu tidak serahkan saja semua harta itu kepadaku biar masalah selesai sudah dari dulu aku menanti masa itu. Enak sekali kamu jadi Ceo di perusahaa. sedangkan aku hanya menjadi direktur pembantu aku tidak bisa menerima itu. Biarpun aku hanya anak angkat setidaknya aku dijadikan direktur utama bukan hanya sebagai pembantu saja."
Huhuhu.....ternyata oh ternyata yang meneror keluarga Adinata selama ini adalah Admaja kakak angkat Tuan Adinata yang tidak tahu diri itu hanya anak pungut juga sok-sok,an mau berkuasa enak aja.
Masih bangus Tuan Adinata menyayanginya dan memberikan pekerjaan yang paling bagus ini masih minta lebih lagi makan tuh nanti mati berdiri...belum tahu siapa Dinda jadi mau coba-coba menyengolnya. Sudah banyak anak buahnya mati tapi belum kapok juga tunggu nsnti nyawannya sendiri yang dihabisi oleh Dava.
Sudah berapa banyak nyawa menghilang karena ulanya, namanya anak angkat tidak tahu diri begitu mau jasi orang serakah sudah dikasih hati mau jantung. Sudah di berikan air susu dibalas dengan air ketuban.
__ADS_1
Sampai kapanpun kamu tidak akan menang melawan keluarga Adinata...karena pertahanan keluarga Adinata sangat kuat jadi lebih baik anda berhenti mengusik mereka. Dari pada nyawa anda melayang dan menyesal seumur hidup.