
Aku sengaja berkata begitu karena aku mau tahu seperti apa raksi ayah melihat kedua putrynya sangat terpukul dengan kenyataan pahit yang mereka ketahui, aku tahu ayah mertua memiliki hati yang lembut jadi pasti ayah mertua tidak tega melihat kedua putrynya sedih.
Aku perhatikan ayah mertua yang masih setia melihat video tadi dengan eskpresi yang sendih, selama ini seberat apapun masalah yang menimpahnya ayah mertua selalu terlihat tegar dan tersenyum tapi baru kali ini aku menyaksikan sendiri seorang pria setegar ayah mertua meneteskan air mata hanya karena menyaksikan kedua putrynya terpukul dengan kepergiannya.
Aku dengan pak Reno hanya diam dan menunggu perintah dari ayah mertua karena aku yakin setelah ini pasti ada perintah atau permintaan dari ayah mertua untuk aku atau pak Reno lakukan.
Hampir lima belas menit ayah mertua menangis dalam diam hanya menunduk kepala dan mengalir air mata begitu saja aku yang agak sedikit cengeng ikutan menangis heheh....ayah mertua mendongkak kepalanya dan menatap aku. Tapi belum bicara apa-apa jadi aku masih diam menunggu apa yang mau ayah mertua sampaikan.
"Nak...kedua putry ayah sangat menderita kalau Dinda ayah tahu dia sudah bahagia bersama dengan kamu karena kamu dan keluarga sangat menyayangi Dinda, tapi Dea kelihatan sekali dia sangat tertekan dan banyak sekali beban yang dia pukul...ayah sudah sangat berdosa terhadap kedua putry ayah..sebenarnya ayah tidak bermaksud membuat mereka sedih, ayah mau menenangkan diri dulu sebelum bertemu dengan mereka dan ayah juga harus mempersiapkan segala kemungkinan yang terjadi".
"Tapi setelah ayah melihat hancurnya hati mereka berdua membuat ayah tidak kuat membiarkan mereka berdua seperti itu, ayah mau ketemu dengan mereka berdua tolong atur dalam waktu terdekat ayah bisa ketemu dengan mereka berdua, tapi menurut ayah setelah selesai resepsi kalian saja atau setelah resepsi kalian mau pergi bulan madu. Jadi lebih baik besok saja ayah tidak mau menganggu acara bulan madu kalian walaupun sudah terlambat tapi tidak apa-apa nikmati hidup kalian berdua."
__ADS_1
Ah akhirnya ayah mertua mau bertemu dengan kakak Dea dan Dinda juga baguslah karena itu yang aku inginkan, kasian istriku dan kakak ipar mereka berpikir kalau ayah mertua sudah meninggal, tapi aku agak sedikit ragu sehingga aku bertanya sekali lagi kepada ayah mertua.
"Ayah yakin mau ketemu dengan Dinda dan Kakak Dea ayah gak takut nanti diantara keduanya salah satu membocorkan keberadaan ayah ke orang lain terutama bu Anjani? Padahal ayah belum siap untuk bertemu dengan orang itu apalagi Tahir, kita belum tahu Tahir sekarang di pihak siapa apakah di pihak kita atau di pihak bu Anjani, karena waktu kakak Dea datang ketemu dengan aku dan Dinda sepertinya Tahir juga gak tahu rencana kakak Dea."
Aku bukannya mau ngajarin ayah mertua hanya saja harus waspada karena dulu Tahir sangat menghormati bu Anjani jadi takutnya kakak Dea tiba-tiba keceplosan dan kasih tahu Tahir kalau ayah masih hidup bisa kacau, walaupun sebentar lagi ayah mertua akan tunjuk dirinya setidaknya sekarang jangan dulu.
Pak Reno yang dari tadi hanya diam saja sekarang turut menyuarakan pendapatnya dan juga membenarkan perkataanku mungkin dari tadi pak Reno nyimak saja kali ya.
"Tuan maaf jika saya lancang tapi kalau menurut saya yang di katakan Tuan muda ada benarnya Tuan harus memikirkan matang-matamg sebelum ambil keputusan karena ini menyangkut nyawa Tua, takutnya nona Dea kenapa-kenapa."
"Jadi menurut kalian berdua saya harus bagaimana? saya juga tidak mungkin berdiam diri begini melihat kedua putryku tertekan dalam memikul beban berat ini. Mungkin setelah mereka mengetahui kalau saya masih hidup mereka tidak terlalu memikirkan tentang saya. Dan saya juga sangat yakin kalau Dea tidak akan membocorkan masalah ini kesiapa pun karena saya sangat mengenal putry saya baik suaminya sekalipun kalau masalah itu belum kelar dia tidak akan beritahu Tahir."
__ADS_1
"Jadi tolonglah bawah mereka berdua datang kesini ya nak ayah akan menunggu mereka berdua disini. Cukup penderitaan mereka sampai disini saja biar saya sebagai ayah mereka akan memikul semuanya, soal pembalasan terhadap perempuam itu biar saya saja yang melakukan jangan sampai mereka berdua yang turun tangan, karena saya tidak mau tangan kedua putryku ternodai karena membunuh perempuan ****** itu biar bagaimana pun dia adalah ibu kedua putryku"
"Baiklah ayah Dava akan melakukan seperti yang ayah mau, semoga besok kakak Dea punya waktu dan mau diajak ketemuan takutnya kakak Dea sibuk ngurus restoran, oh ya, ayah. Tadi kakak Dea buru-buru pulang katanya ia mau mengambil semua sertifikat dari semua bisnis atas nama ayah dan meminta Dava untuk mengantikan nama ayah menjadi nama mereka berdua yaitu kakak Dea dan Dinda jadi menurut ayah bagaimana apakah Dava ambil saja terus kasih ke ayah atau bagaimana?"
"Nah itu ide bagus nak biarkan saja Dea mengambil semua sertifikat itu, karena ayah memang merencanakan sesuatu jadi biar nanti semuanya di ambil saja kalau nanti Dea kasih ke kamu ambil saja nanti kasih ke ayah untuk mengalihkan semua ."
Aku harus cari cara untuk bisa mengajak Dinda keluar besok begitu juga kakak Dea karena pasti mereka senang apalagi pas ketemu dengan ayah, mereka pastk sangat bahagia.
Aku tidak bisa bayangkan reaksi mereka setelah tahu kalau ayah mertua masih hidup, apalagi mereka berdua sangat merinduhkan ayah mertua, semoga besok tidak ada kendala ya Tuhan agar aku bisa membawah kakak Dea dan Dinda kesini ketemu dengam ayah.
"Ayah nanti kalau sampai kakak Dea ketahuan mengambil sertifikat itu bagaimana ayah, Dava jadi kuatir dengan keadaan kakak Dea Dava takut nanti kakak Dea kenapa-kenapa, karena saat ini kakak Dea dalam perjalanan pulang le rumah untuk mengambil sertifikat itu."
__ADS_1
"Hahah kamu tenang saja nak Dea itu sebenarnya bukan perempuan yang lemah dan dia juga pintar, dia memiliki banyak cara untuk mengelabui semua orang yang ada di rumah itu termasuk perempuan ****** itu. Jadi dia bisa menjaga diri apapun yang dia lakukan percaya deh tidak akan ketahuan justru nanti jika perempuan sinting itu membuka brangkas dan tidak ada semua sertifikat bisa jadi gila dia...memang dia perempuan gila harta."
"Dia bisa melakukan segala cara untuk memenuhi keinginannya tercapai bahkan saya suaminya sendiri saja ia merencanakan kematian saya apalagi Dea atau Dinda, perempuan punya hati iblis begitu tidak memikirkan sesuatu sebelum bertindak tapi ujung-ujungnya dia juga yang hancur."