Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda

Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda
297


__ADS_3

Aku mengikuti langkah kaki ayah mertua dan kami masuk kedalam Lift sebelum kami masuk Lift, kami berpapasan dengan sekretaris Alea dan sempat menyapah kami namun saat kami turun semua karyawan memandang aku dan ayah mertua dengan tatapan terkejut, aku heran bukankah tadi ayah mertua datang sudah ada semua karyawan disini masa mereka tidak melihat ayah mertua itu mustahil.


Aku dan ayah mertua kembali mendengar beragam komentar dari karyawan tapi kami diam saja. Tidak ada rangapan dari ayah mertua.


"Eh kamu tahu tidak, aku sangat terkejut tahu melihat Tuan Winata, bukankah terdengar rumor kalau Tuan Wianata sudah meninggal, kenapa bisa ada disini berarti berita itu bohong dong?" ujar salah satu karyawan.


"Iya sebenarnya dari tadi aku juga pengen menanyakan hal itu tapi aku tidak berani aku takut saat kedengaran sampai di teliga Tuan Winata kita justru di pecat"


"Kamu salah, jangan selalu berpikir buruk tentang bos kita karena bos kita tidak seperti itu kecuwali istrinya nyonya Winata dia itu sombong dan suka merendahkan karyawan, sebenarnya aku tidak suka dengannya kalau bukan karena aku sangat butuh uang mungkin aku tidak akan mau kerja disini"


"Oh, ya? Yang benar aja? Maklum aku kan anak baru disini dan belum sejara aku ketemu dengan nyonya Winata, ruangan aku kan agak jauh dari sini jadi aku tidak perna lihat bos kita datang dan juga pergi hanya saja aku juga banyak dengar rumor seperti itu,"


Banyak karyawan membicarakan ayah mertua dan juga bu Anjani, aku dengan ayah mertua bawah mobil masing-masing yang pasti asisten Arfan sama aku karena bu Anjani sudah di apit oleh pengawal bu Anjani, bu Anjani di perlakukan seperti bukan manusia itulah akibatnya jadi orang jahat, ayah mertua adalah suami yang sabar dan baik tapi justru di jahatin sekaranh orang baik berubah menjadi orang jahat itu sangat sadis tadi aku yang menyaksikan kemarahan ayah mertua terhadap bu Anjani merasa ngeri.


Asisten Arfan mengemudikan mobil dengan kecepatan normal mengikuti lajuh mobil ayah mertua, sedangkan pak Reno dan pengawal yang lain sudah duluan membawah bu Anjani pergi.

__ADS_1


Hampir satu jam perjalanan kami, akhirnya kami sampai juga dimana Ogen di kurung, aku dan ayah mertua turun dari mobil sedangkan bu Anjani belum di keluarkan dari dalam mobil.


"Reno keluarkan perempuan sialan itu dari dalam mobil tadi kalian tutup kepalanya kan? dan bawah kedalam ruangan" pintah ayah mertua pak Reno langsung keluarkan bu Anjani dari dalam mobil dan membawahnya kedalam ruangan aku, dan ayah mertua memgikuti dari belakang aja setelah sampai didalam ruangan kami mendapati Ogen di ruangan itu dan dengan tidak punya hati pak Reno mendorong bu Anjani kehadapan Ogen membuat Ogen terkejut.


"Buka penutup kepalanya biarkan dia melihat dan mengenal siapa yang ada di sampingnya" ujar ayah mertua saat pak Reno membuka tutup kepala bu Anjani mereka berdua sama-sama terkejut, bu Anjani tidak percaya kalau orang yang dia cari selama ini ternyata dia di kurung di ruangan itu, sedangkan mungkin Ogen terkejut karena kenapa bu Anjani bisa ada disana dengan sekujur tubuhnya penuh dengan luka bahkan Ogen tidak segan menunjukan perhatiannya kepada bu Anjani didepan ayah mertua.


Ayah mertua sebenarnya tidak cemburu dengan dih Ogen lebih tepatnya emosi melihat kedua oranh itu.


"Mas...mas...kok kamu ada disini jadi selama ini kamu di kurung disini sama mas Evan , sejak kapan kok tidak beritahu aku, ya ampun mas bagaimana kita bisa keluar dari sini aku tidak mau mati disiksa begini aku juga tidak mau masuk penjara." Ayah mertua berjalan mendekati Ogen dan bu Anjani sambil tersenyum aku tidak tahu apa arti dari senyuman ayah mertua.


Pak Reno kembali membawah cambuk itu dan menyerahkan kepada ayah mertua sehingga bu Anjani kembali ketakutan karena ikatan tali bu Anjani sudah di lepaskan sehingga dengan bebas bu Anjani memeluk Ogen hal itu membuat ayah mertua tersenyum sarkas.


"Mas aku mohon jangan menyiksa aku lagi mas....aku benar-benar memohon tolong ampuni aku mas, aku akan meninggalkan mas Ogen untuk hidup bersamamu mas yang penting mas maafkan aku mas ampuni semua kesalahanku."


"Tidak ada kata maaf untuk manusia menjijikam seperti kalian berdua rasakan ini"

__ADS_1


Bukkkkk...bukkk!


"Argh......"


Satu kali ayah mertua mengayunkan tanganya kena mereka berdua dan suara teriak dari kedua mulut mereka memgemah, ayah mertua benar-benar sadis padahal luka yang ada di tubuh Ogen belum sembuh, hari ini ayah kembali memberikan cambukan kepada mereka berdua.


"Inilah resikonya bagi seorang penghianat, karena sebentar lagi kalian berdua akan masuk penjara jadi aku mau beritahu kamu sesuatu Anjani, bahwa sebenarmya semua aset yang di sita oleh bank itu tidak benar, itu hanya akal-akalan aku saja agar kamu dan putry kamu yang tidak tahu diri itu terusir dari ruman dan rencana aku itu di ketahui oleh Tahir dan Dea mereka juga sudah lama mengetahui kalau sebenarnya aku tidak meninggal.


Aku juga sengaja menarik semua dana dari perusahaan dan bekerja sama dengan penanam saham untuk tidak bekerja sama dengan perusahaan Winata grup, jadi semua kejadian yang kamu alami seperti penembakan teror dan semua harta yang hilang di brankas aku yang melakukan itu.


Awalnya aku pengen langsung menghabisi kamu tapi aku rasa tidak seru kalau orang jahat seperti kalian berdua cepat meninggal, makanya aku sengaja main-main sama kalian dam hal itu di ketahui juga oleh Dinda dan Dea"


Mendengar semua penjelasan ayah wajah bu Anjani terlihat sangat terkejut mungkin bu Anjani tidak percaya jika ayah mertua sudah mrnyusul rencananya sangat apik sampai mereka tidak mengetahuinya.


"Kamu jejam mas, kamu adalah suami yang sangat kejam kenapa kamu melakukan hal itu kepadaku mas kenapa, seharusnya mas biarkan aku dan Lexza tetap tinggal di rumah itu dan harta itu tidak perlu di sita agar kita kembali hidup seperti semula ternyata semua harta mas masih ada, kamu tega mas membohongi aku selama ini, pokoknya aku tidak pisah dengan mas, aku tidak rela mas nikah dengan wanita lain enak aja dia hidup bergelimang harta,vhauo mas kita bisa perbaiki semuanya jangan begini."

__ADS_1


__ADS_2