Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda

Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda
378


__ADS_3

Pak Erik dan asisten Arfan juga ikut terkejut, padahal bukan baru kali ini mereka melihat Dinda menyiksa orang, sudah berulang kali Dinda membunuh dan menyiksa orang di hadapan kami semua itupun pak Erik masih terkejut. Ya sama juga seperti aku, aku saja masih terkejut melihat aksi istriku yang begitu begis menyiksa orang. Aku tidak salahin Dinda karena siapa pun dia kalau kehidupannya di nganggu makan dia juga akan emosi.


"Ya Tuhan nona muda sadis benar, saya aja ngerih lihat keganasan nona muda kalau sudah marah, kok bisa nona muda tahu kalau kita menyekap Tuan Angga disini? " ujar pak Erik.


Ya jelas Dinda tahulah dari ku tadi pagi Dinda merayuku untuk memberitahunya dimana tua bangka itu di sekap, sehingga aku memberitahunya tak ku sangka ternyata setelah aku pergi ke kantor Dinda datang kesini dan menyiksa ketiga orang itu.


"Aku yang memberitahu nona muda pak Erik soalnya tadi pagi nona muda menanyakan dimana om Angga di sekap sehingga aku beritahu. Tak ku sangkah ternyata nona muda datamg kesini dan menyiksa mereka" ujarku


"Tu...Tuan muda..sa..saya tidak di siksa kan disini? saya benar-benar menyesal karena sudah mengikuti dan mendengar ancaman pria tua itu tolong jangan menyiksa saya Tuan, saya tidak sanggup di siksa seperti itu saya janji saya akan mengabdi kepada Tuan menjadi pengawal nona muda juga tidak masalah Tuan. Karena saya juga seorang yang pintar berkelahi dan saya juga perna belajar seni bela diri Tuan. Saya siap mempertaruhkan nyawah demi menjanga nona muda"ujar Rara berarti Rara juga pintar dalam seni bela diri banguslah dia tidak perlu kerja lagi di perusahaan kalau begitu.


"Husss....nona Rara mohon tenang tidak ada yang ingin menyiksa anda disini jadi jangan briksik nanti nona muda menyadari kita ada disini" ujarku.

__ADS_1


Dinda ternyata tidak berhenti sampai disitu Dinda mengambil air dan menyiramkan di samping ketiga orang itu barulah Dinda menyetrom mereka membuat mereka bertiga berteriak kesakitan. Aku masih ternyiang dengan penuturan Rara katanya dia juga jago bela diri kalau memang itu benar biarkan saja Rara menjadi pengawal pribadi Dinda saja.


"Bajingan perempuan murahan, kamu berani menyiksa kami awas aja kalau berani aku keluar dari sini aku akan membunuh kamu dan kedua anak mu, dasar perempuan rendahan untung kamu jual diri kamu ke Tuan muda Dava sehingga kamu juga di angkat derajat kamu kalau tidak kamu juga gembel bukan siapa-siapa. Jangan kamu pikir sekarang kamu sudah menang jadi suka-suka kamu menyiksa kami, ini tidak seberapa kami tunggu saja" Bentak om Angga sambil berteriak menahan sakit.


Perkataan pria tua bangka itu mengundang emosi Dinda jadi Dinda makin mengila, Dinda menghentikan stromnya dan langsung menendang peruk pria tua bangka itu sehingga menghasilkan bunyi yang sangat kuat.


Bukkkkkk.....plakkkk!


"Jaga bicara anda pria tua, asal anda tahu sebelum aku menikah dengan Tuan muda aku sudah berasal dari keluarga kaya, dan satu hal yang perlu anda tahu waktu aku menikah dengan Tuan muda Dava aku tahu Tuan muda Dava adalah seorang pria pekerja bangunan bukan seorang Tuan muda...aku rela di siksa, dihina dan tidak punya harga diri di mata keluarga besarku karena demi memilih Tuan muda Dava ketimbang menikah dengan orang kaya yang di jodohkan oleh ibu aku dulu.


Anda pikir aku sama seperti anak gadis anda yang murahan ini, dia datang dan rela menjajakan tubuhnya ke semua pria termasuk ingin menjajakan gratis ke suami aku hanya demi harta, begitu kah anda bilang kalau putry anda itu adalah putry yang terhormat? Anda pikir saya tidak tahu bahwa selama ini karena keegoisan anda sebagai seorang ayah rela menjual anak gadis anda demi keserakahan anda mendapatkan banyak harta.

__ADS_1


He...pria tua dengar ya, kalau aku dengan putri anda tidak ada apa-apanya di bandingkan dengan aku, putry anda ibarat barang bekas, yang setelah di pakai dan tidak berguna lagi disitu di buang menjadi sampah jadi tolong anda harus bedahkan mana menantu yang berkualitas dan mana menantu yang buruk kualitasnya, saya menikah dengan suami saya masih virgin sehingga aku membuat suamiku sangat puas makanya didalam pikiran suami ku hanya aku dan asal anda tahu suami ku itu sangat mencintai ku sama seperti aku mencintainya" ujar Dinda.


Awalnya Aisya memanggil Dinda dengan sebutan nona muda namun setelah mendengar kata hinaan dan kata-kata merendahkan dari mulut Dinda, Aisya kembali emosi dan sikap asli Aisya kembil lagi sehingga Aisya mulai merendahkan Dinda, memang perempuan ini tidak ada takutnya sama sekali pada hal wajahnya sudah mulai gosong dengan rambutnya karena dari tadi di strom oleh Dinda begitu juga ibunya Aisya tapi yang membuat aku heran, kenapa ibunya Aisya tidak banyak bicara hanya diam dan sekali-sekali aja mengeluarkan suara. Berbedah dengan Aisya dan ayahnya.


"Dasar perempuan tidak berguna apa kamu bilang, aku perempuan rendahan dan suka menjajakan tubuhku? Jaga kata-kata kotor kamu itu ya. Tahu dari mana kamu kalau aku gadis seperti itu, asal kamu tahu aku ini gadis berkelas hanya sama Dava aku ingin bercinta dengannya karena aku memang mencintai Dava, hanya saja Dava bodoh dan buta sehingga dia memilih perempuan rendahan seperti kamu yang tidak berguna sama sekali, aku yakin kamu menyiksa kami seperti ini karena Dava dan Tuan Adinata tidak tahu, kalau Tyan Adinata dan Dava tahu kamu bisa di siksa karena sudah berani menyekap dan menyiksa kami bertiga apalagi ayah ku teman baik Tuan Adinata."


Hahaha mimpi, siapa yang membantunya justru kami datang untuk bantu Dinda menyiksa mereka, Rara yang kami bawah sebenarnya rencana kami menyuruh Rara untuk menyiksa mereka ternyata Dinda sudah duluan tapi ini belum selesai, sepertinya aku harus pakek cara ayah mertua yang di perlakukan terhadap bu Anjani waktu itu, aku pengen lihat bagaimana reaksi om Angga dan istrinya saat melihat banyak pria mengiring putry satu-satunya di depan mata mereka.


Aku masih emosi dengan perkataannya tadi katanya ingin membunuh kedua bayiku, apa salah mereka sehingga mereka selalu di incar oleh orang jahat, kakau memang mereka benci terhadap aku dan Dinda seharusnya kami berdua yang di incar bukan kedua anak ku.


"Sayang....kamu ngapain disini kan mas sudah bilang jangan kemana-mana" ujarku.

__ADS_1


Dinda terkejut mendengar suaraku langsung membalikan badan dan menatap ke arah kami, namun justru keterkejutan itu hanya sementara aja setelah itu Dinda berkata kakau dia datang ambil bagiannyq sebelum di eksekusi.


"Mas...ayah, kok ada disini juga? Ya Dinda datang kesini untuk mengambil bagian Dinda sebelum mas dan yang lain mengeksekusi manusia-manusia tidak punya hati ini, lantaran kenapa mas datang kesini dan siapa gadis ini mas" tanya Dinda menatap nyalang ke arah Rara membuat mental Rara seketika ciut dengan tatapan Dinda katanya dia seorang pengawal kok takut.


__ADS_2