
Di tempat lain Tuan Evan lagi duduk santai di kursi kebesarannya tiba-tiba ada telpon masuk dari seorang anak buahnya, yang ternyata selama ini Tuan Evan diam-diam mengutusnya untuk menjaga Dinda dari jauh melaporkan jika ada beberapa orang yang menyerang Dinda di tengah jalan membuat Tuan Evan murka.
"Hallo Tuan maaf ada berita sangat penting Tuan ini soal nona Dinda"
"Ia nona Dinda kenapa ada yang menganggunya"? Tanya Tuan Eva.
"Itu dia bos yang mau saya sampaikan kalau tadi saat saya ikuti nona Dinda dari rumah sakit ternyata ada dua mobil mengikuti mereka Tuan, dan saat mobil mereka memasuki ke jalan sepih ternyata kedua mobil itu menghimpit mereka dan menabrak mereka dari belakang. Belum selesai sampai disitu Tuan mereka juga menabrak mobil Tuan Dava dari samping jadi mobil agak sedikit oleh"
"Apa......siapa kecoak mati itu yang berani menyentuh anak saya, saya tidak akan membiarkan dia bernapas sampai besok pagi kalau sampai anak saya kenapa-kenapa jangan sampai putri saya kenapa-kenapa. tterus sekarang kondisi putry saya bagaimana dia tidak kenapa-kenapa kan"?
"Tuan tenang saja, nona Dinda sangat hebat dalam memengang senjata dan juga hebat dalam melakukan trik untuk mengelabui kecoak-kecoak itu Tuan. Jadi satu mobil itu terjun bebas masuk kejurang setelah nona Dinda berhasil menembak sopir yang mengemudikan mobil musuh, dan terbakar sedangkan tinggal satu mobil lagi Tapi nona Dinda juga berhasil membunuh dua orang, dan satu dibiarkan hidup untuk menjadi tahanan mereka saya yakin nona Dinda sengaja membiarkan yang satu itu masih tetap hidup karena mau di interogasi."
Tuan Evan menarik napas dalam-dalam karena tadi Tuan Evan sempat murka kirain putry cantiknya terluka ternyata sangat hebat dalam menangani masalah.
Membuat Tuan Evan seketika tersenyum bahagia mau bagaimanapun tidak sia-sia perjuangannya memasukan putrynya ke pelatihan seni belah diri, ternyata ada hasilnya juga buktinya putry cantiknya bisa melumpuhkan semua para musuh dan menawan salah satu.
" Terus apalagi yang kamu tahu dari kecoak yang berani menyerang putry dan menantu saya itu mereka dari klan mana?"
__ADS_1
"Mereka dari klan bintang bos karena saya tidak sengaja mendengar nona menyebut tanda yang ada di lengan pelaku."
"Kurang ajar memang benar kecoak kecil itu berani menganggu putry saya, tapi kira-kira siapa yang yang mengutus mereka saya tahu klan itu jadi mereka tidak sembarangan menyerang kalau tidak ada perintah."
"Maaf Tuan sejauh ini saya tidak tahu siapa dalang dibalik penyerangan itu tapi sepertinya bukan nona yang mereka incar Tuan, tapi Tuan muda Dava, tapi karena saat itu Tuan muda Dava yang menyetir mobil dan nona yang kosong akhirnya nona yang menyerang mereka karena mereka yang duluan menabrak mobil nona makanya nona marah Tuan."
"Baiklah terimah kasih kamu sudah kasih informasi yang sangat penting ini, nanti kamu ngawasi terus nona Dinda ya jangan sampai kamu lenga kalau kamu tidak sanggup kasih tahu biar saya kirim satu pengawal lagi biar kamu punya teman."
"Baik Tuan saya sekarang ada di sekitar kawasan peumahan untuk menjaga-jaga takutnya ada apa-apa tapi saya yakin Tuan, disini aman karena Tuan Besar Adinata tidak akan membiarkan nona pergi sendiri karena setahu saya Tuan. Kalau Tuan dan nyonya Adinata sangat menyayangi nona Dinda jadi mereka menjaga nona Dinda kayak jaga barang berhaga"
Ssetelah selesai Tuan Evan mengakhiri panggilannya.
Tuan Evan yang mendengar perkataan pengawalnya sangat bahagia karena Tuan Evan tidak salah merestui pernikahan putrynya denang Dava. Walaupun awalnya memang Tuan Evan benar-benar tidak tahu kalau Dava anak orang kaya, tapi entah kenapa Tuan Evan langsung jatuh hati dengan Dava sebagai menantunya walaupun semua keluarga menentang pernikaha itu termasuk bu Anjani tapi Tuan Evan tidak menghiraukan. Karena Tuan Evan yakin Dava akan membahagiakan Dinda.
Dan sekarang Tuan Evan tahu kalau ternyata pilihanya adalah yang terbaik, Dava adalah seorang laki-laki yang baik dan bukan hanya itu tapi juga putra tunggal orang terkaya nomor satu di negara ini.
saya bahagia melihat putri bungsu saya bahagia tapi apakah putry kedua saya juga sudah bahagia atau sekarang masih dalam tekanan ibunya yang tidak punya hati itu, lagian perempuan kurang ajar itu masih di rumah sakit.
__ADS_1
Semoga setelah Dea melihat kehidupan Dinda dan Dava segerah keluar dari rumah itu pasti mereka bahagia, dan membuat Tahir dan Dea bisa ambil keputusan untuk ikut keluar dari rumah itu. Karena sebentar lagi rumah itu akan pindah tangan terserah perempuam sinting itu dengan anak manjanya itu tinggal dimana terserah yang penting sekarang saya sangat bahagia.
"Tuan Evan menatap Reno yang setia menemaninya dari tadi sembari berkata lirih" Ren sini deh, tolong kamu telpon Jaston dan suruh dia kesini ada yang mau saya bicarakan dengannya. Tapi bilang sama dia nanti datangnya malam saja jangan sekarang, dan kamu Ren saya boleh minta tolong kamu pergi ke rumah sakit dan cari tahu perkembangan perempuan itu sudah bagaimana, dan satu lagi tolong suruh anak buah kamu salah satu pantau nona Dea ya"
"Saya mau tahu bagaimana kehidupan nona Dea setelah masalah yang bertubi-tubi menimpah mereka, saya takut dia menjadi tertekan dan sakit kasian dia hidup dengan penuh tekanan, Dinda sudah bahagia jadi sekarang saya mau fokus dulu dengan memantau Dea."
"Saya ingin secepatnya Dea keluar dari rumah itu jadi tolong cari tahu tentang kehidupan Dea dan Tahir saat ini, semoga mereka berdua bisa secepatnya mengambil keputusan yang tepat dan tidak perlu berhubungan dengan perempuan itu lagi"
"Baik Tuan saya akan melakukan apa yang Tuan perintahkan tapi apa tidak sebaiknya anak buah saya saja yang di suruh kesana Tuan karena nyawa Tuan juga lebih penting lagian sekarang saya percaya nona Dea dan Tuan Tahir baik-baik saja"
Ya jadi sekarang Tuan Evan mulai mengkuwatirkan keadaan Tahir dan Dea, bukan karena Tuan Evan tidak peduli dengan kehidupan Dinda tapi menurut Tuan Evan Dinda sudah bahagia jadi Tuan Evan lengah karena Tuan Evan yakin Tuan Adinata tidak akan tinggal diam jika sesuatu terjadi terhadap Dinda dan Dava.
Jadi biar sekarang Tuan Evan fokus memperhatikan Dea dan Tahir Tuan Evan mau pastikan kalau Dea dan Tahir baik-baik saja.
Tuan Evan memang seorang ayah dan suami yang baik, tapi sayangnya menikah dengan seorang perempuan licik seperti bu Anjani.
Tapi sekarang Tuan Evan sudah tidak peduli sama perempuan licik itu dan juga tidak juga anak haramnya semoga secepatnya mereka akan mendapatkan karma.
__ADS_1