Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda

Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda
193


__ADS_3

Sampai kapan pun aku tidak akan membiarkan ada yang menyakiti hati istriku lagi, jika ada yang berani maka harus berhadapan dengan aku, setelah kami berdua selesai makan aku menyuruh pengawal dan yang lain ikut makan juga. Ini sudah malam kalau mereka tidak makan terus kenapa-kenapa aku juga yang akan bertanggung jawab terhadap mereka semua. Aku hanya jalan aja karena semua sudah di atur dan di persiapkan oleh asisten pribadi.


"Mas...kita berapa hari di paris jangan lama-lama disana ya, kasian ayah mengurus perusaha-an memang ada pak Erik tapi mas tidak boleh lepas tanggung jawab begitu. Ayah Evan juga pasti menunggu kepulangan kita untuk bisa bergerak cepat mengambil alih perusaha-an, karena mas tahu sendiri sekarang perempuan itu hanya sibuk dengan mengeluarkan banyak uang untuk selingkuhannya ketibang mengurus perusaha-an karena dia yakin ayah pasti membantu menyuntikam dana keperusaha-an makanya dia santai"


Aku heran dengan penuturan istriku tahu dari mana bu Anjani sering menemui selingkuhan dan memberikan uang kepadanya. Rasa penasaranku sudah mulai muncul lagi kalau soal penasaran aku nomor satu. Lagian dia jarang keluar tapi kok bisa dia tahu.


"Tunggu dulu, sayang tahu dari mana kalau bu Anjani suka berikan uang untuk selingkuhannya, bukankah bu Anjani itu pelit tidsk mau mengeluarkan banyak uang" tanyaku pada Dinda.


"Maaf ya mas, kalau Dinda tidak memberitahu mas soal ini, sebenarnya Dinda mengutus seorang pengawal untuk mengawasi gerak-gerik ibu selama ini, jadi kata pengawal itu kemarin ibu baru pergi ke rumah selingkuha nya dan akan memberikan uang satu dua miliyar kepada selingkuhannya. Pengawal itu juga yang memberikan informasi mengenai apa yang selalu terjadi di kediaman keluarga Winata jadi Dinda tahu semua mas."


Pintar juga istriku ini padahal aku tidak berpikir sampai disitu justru dia diam-diam memantau pergerakan bu Anjani, baguslah biar kami tahu tentang informasih yang ada di keluarga Winata. Aku membawah Dinda kedalam pelukanku dan mencium keningnya.


"Wah....istriku memang sangat pintar bisa berpikir begitu, mas selalu mendukungmu sayang apapun yang kamu lakukan jika itu yang terbaik makan lakukanlah. Terus apalagi sayang informasih yang sayang dapat."

__ADS_1


"Aku tadi pagi di telpon sama ayah Evan saat mas ngobrol dengan ayah di ruang kerja, katanya selingkuhan bu Anjani sudah sakarat di rumah sakit karena semalam dia kenah tembakan di pingang sebelah kiri, jadi belum tahu info selanjutnya sudah mati atau masih hidup, kalau Dinda di tanya jangan biarkan dia mati keenakan dia jadi biarkan dia menderita dan pada akhir hidup mereka berdua masuk bersamaan kedalam penjara, orang seperti itu tidak perlu di kasihani, dia di tembak setelah selesai memadu kasih dengan perempuan itu"


Mas tahu tidak, ternyata sih Ogen itu hanya memanfaatkan Anjani tapi tidak mencintainya, karena info yang Dinda dapat kalau Ogen punya seorang pacar cantik yang umur kisaran dua puluhan. Menurutku sangat menyenangkan biar perempuan itu tahu bagaimana rasanya dia dikhianati begitu juga ayah rasakan, kadang Dinda berpikir mas, perempuan itu tidak tahu bersyukur menikahi ayah dengan bergelimpang harta dan kasih sayang yang ayah berikan kepadanya. Tapi toh itu belum cukup untuknya sampai dia menghianati ayah inilah akibat dari perbuatanya, biarkan saja dia hancur sendiri tapi sampai kapanpun Dinda tidak sudih memanggilnya ibu."


Jujur aku tercengang mendengar penuturan dari istriku mungkin karena sibuk kerja jadi aku tidak fokus tapi aku yakin pak Erik pasti sudah mengetahui semuanya, karena file yang di kurim pak Erik tidak ada satu pun yang aku buka jadi aku belum tahu apa isinya.


Aku menarik nafas panjang memikirkan sikap mertuaku mau bagaimanapun bu Anjani tetap lah mertua walaupun aku tidak mengakuinya.


"Pantas saja hari ini dia belum ke kantor sayang untuk meminta bantuan karena sibuk ketemuan dengan selingkuhannya, padahal mas terimah laporan dari pak Erik jika kemarin dia pergi ke kantor tapi tidak jadi. Tenyata itu penyebabnya"


Kok jadi aku yang merasa lucu mendengar bibi Lya menghajar bu Anjani, tapi memang sih dari semenjak aku tinggal di sana aku melihat bibi Lya memang tidak menyukai bu Anjani.


Kami berdua keasyikan gobrol sampai tidak sadar kalau sudah jam dua belas malam tapi mata ini belum ngantuk begitu juga Dinda, mungkin karena dia baru bangun tidur makanya masih terjaga kalau aku karena lebih seru ngobrol sama istri makanya membuat mata ini tidak bisa tertutup. Aku mengambil hp dan foto kami berdua aku meminta asisten untuk foto kami karena aku lihat dia juga masih terjaga padahal dari tadi aku menyuruhnya istirahat saja karena didalam pesawat jadi mau ngapain juga apalagi perjalanan masih panjang.

__ADS_1


Setelah banyak sekali foto yang kami berdua ambil aku ganti di wallpaper, sebenarnya aku dan Dinda punya sosial media tapi aku tidak suka posting foto kami jadi hanya koleksi di hp saja menjadi kenangan.


"Sayang, lihat deh bagus-bagus loh fotonya simpan saja di hp biar jadi kenangan" ujarku menunjukan semua foto yang ada di hp.


"Wah...bagus banget mas fotonya kirim dong ke hp Dinda mas soalnya Dinda mau posting di sosial mediaku"


"Jangan sayang, jangan posting nanti dilihat para lekaki hidung belang, mas gak mau kecantikan istriku di lihat pria lain." Perkataan ku membut Dinda terkejut dan menatap aku


"Mas....aku ini istrimu hanya milikmu lagian siapa juga yang mau melirik Dinda yang sudah punya buntut, mas bilang tidak suka pria lain memandang Dinda tapi Gama dan Rafa lihat tuh."


"Memangnya kamu lupa sayang, mas perna bilang mau cungkil mata mereka saat melihat kamu"


Mana mau aku biarkan istriku dilihat oleh orang lain enak saja dia hanya milikku sampai kapan hanya milikku. Dinda memandang aku dengan intens sambilng mengelengkan kepala melihat tingkahku.

__ADS_1


"Hay Tuan muda Dava Parmadi Adinata. Jangan risau karena istrimu ini tahu diri kalau sudah punya suami yang paling tanpan dan kaya raya. Akun sosial media Dinda itu tidak ada orang lain yang berteman denganku mas, bahkan aku itu aku privasi jadi tidak ada yang tahu. Hanya keluarga Winata yang berteman dengan Dinda jadi Dinda mau buat Lexza dan Anjani panas dinging" hummm aku tahu apa maksud isttiku baiklah aku akan ijinkan dia.


"Ya, sudah sayang silakan kalau mau posting yang penting kamu senang mas juga turut senang, mau posting yang mana semua atau sebagian saja atau mau mas fotoin kamu sendirian di dalam pesawat biar hatimu ssenang sayang" tanyaku justru dia tersenyum.


__ADS_2