Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda

Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda
412


__ADS_3

Malam harinya aku dan kedua asistenku keluar dari hotel sekedar jalan-jalan keliling kota, karena besok baru ke proyek jadi kesempatan untuk lihat pemandangan pada malam hari di kota ini ada satu tempat untuk biasa di kunjungi oleh orang-orang yang berlibur ke kota ini. Bukan hanya satu tempat si sebenarnya banyak tempat rekseasi hanya saja katanya tempat yang satu ini tempat special jadi setiap kita berlibur atau perjalanam bisnis ke kota ini kalau tidak datang ke tempat yang satu ini tidak seru.


Jadi aku berencana untuk mengajak kedua asisten ku sekretaris Dani dan asiaten Arfan untuk pergi ke tempat itu, namun kata mereka tempatnya agak jauh dari hotel dimana kami nginap. Aku juga merasa kalau jauh tidak perlu karena besok juga kerja jadi lebih baik keliling saja terus pulang.


"Asisten Arfan, Sekretaris Dani...kita ke tempat yang katanya terkenal disini dimana ya? soalnya ini pertama kali aku kesini jadi aku tidak tahu tempat-tempat disini. Kalau sekretaris kan sudah perna kesini jadi pasti tahu lah semua tempat yang paling bagus disini?" Tanyaku.


"Sebenarnya banyak tempat yang bisa kita kunjungi Tuan muda, hanya saja agak jauh dari sini dan jalan yang akan kita gunakan untuk masuk kedalam itu melalui tebing jadi kalau perjalanan mana agak sedikit berbahaya, disini kebanyakan para wisatawan datang ke tempat itu pada pagi atau siang hari. Karena itu juga tempat yang satu ini tidak buka malam Tuan muda karena kalay sudah mulai sore jam empat menjelang malam itu di tutup kabut sehingga sering terjadi kecelakaan, apalagi ini sudah malam.


Dan karena saya ambil hotel dekat dengan proyek dimana kita bekerja Tuan jadi tempat kunjungan pada jauh semua, lebih baik kalau Tuan muda ingin kunjungi ketempat-tempat rekreasi besok-besok saja, kalau kita selesai cek proyek nanti sekalian Tuan muda bawakan nona muda dan nyonya besar oleh-oleh, cobak Tuan muda bilang dari awal kalau kita ada jalan-jalan kesana tadi sampai langsung pergi masih sempat tadi itu" ujar sekretaris karena sekretaris sudah perna kesini dengan pak Erik.


"Wah...ide bagus tuh sekretaris aku suka itu, nanti belikan oleh-oleh untuk nona Dinda dan nyonya Ziya hehehe...oh, ya, Sekretaris aku minta secepatnya sekretaris mengatur semua untuk kita segerah membangun hotel di kota ini tapi dekat dengan tempat-tempat rekreasi, " ujar ku, memang setelah aku sampai di kota ini aku melihat banyak sekali peluang untuk membangun bisnis di sini, karena kota ini memang tidak begitu besar tapi kelihatan kota maju jadi banyak sekali orang kaya berbondong-bondong untuk membangun bisnis disini.


"Itu ideh bagus Tuan saya juga setujuh karena ini peluang besar para pembisnis selalu berkunjung ke kota ini Tuan makanya di sini tempat rekreasi sangat bagus dan indah, Tuan Adrak pintar mendapatkan tempat ini untuk proyek besar, Tuan jangan hanya bangun hotel disini tapi peluang juga untuk Tuan bangun mall dan restoran. Karena di kota ini ada banyak sekali anak muda Tuan jadi yang pasti mereka suka ngemall dan restoran paling aman untuk bersantai bagi anak muda yang lagi kasmaran." Ujar sekretaris Dani.


Wah....pikiran sekretaris Dani sangat cemerlang sekalih, dia berikan ide yang luar biasa aku suka cara berpikirnya memang benar kata sekretaris Dani ini tempat bagus jadi aku harus bagun mall, restoran dan juga hotel lagian ayah juga punya lahan besar disini....hampir tiga hektar jadi bisa bangun hotel, mall dan restoran.


Tidak sia-sia aku datang kesini walaupun aku harus jauh dari anak dan istriku tapi aku dapat ide bagus setelah aku sampai disini, soal ini aku harus diskusikan dulu dengan ayah, ibu dan Dinda aku tidak bisa mengambil keputusan sendiri, karena harus buat konsep lagi.


"Makasih ya sekretaris Dani sudah memberikan wawasan yang bagus untuk membangun usaha disini, aku akan membicarakan ini dengan Tuan besar dulu biar kita rancang bersama, sekarang kita keliling saja dan pulang kita harus banyak istirahat karena besok pekerjaan kita sangat menguras tenanga, aku tidak mau nanti di antara kita ada yang sakit karena kecapean atau kurang istirahat." ujarku

__ADS_1


"Baik Tuan muda memang seharusnya kita tidak keluar dari hotel karena besok kita harus turun lapangan, banya juga gadis disana siapa tahu asisten Arfan kepincut dengan salah satu gadis disini hhehehe"


Kami hanya kelilinga aja setelah itu kami langsung kembali ke hotel untuk sebelum kami keluar sudah selesai makan jadi pulang tinggal ganti baju dan istirahat, untung tadi waktu sampai di hotel aku tidak buang-buang waktu sehingga aku langsung mengerjakan semua pekerjaan yang tertunda sehingga, malam aku tidak pusing lagi tinggal istirahat dan besok masuk kerja.


Karena badan ini terasa sangat lelah jadi aku langsung merebahkan tubuhku di atas kasur tidak lama kemudian aku tertidur lelap.


Saat aku membuka mata ternyata sudah setengah tujuh karena rencana ke proyek jam sembilan dan proyek tidak jauh dari sini jadi tidak terburu-buru, saat aku membuka hp ternyata ada kiriman foto dari istriku dia mengirim fotonya yang sudah cantik dan kedua anak ku membuat hati ku sangat merindukan mereka.


Ada juga ucapan selamat yang menurut ku sangat manis dan romantis dari istriku. Membuat hati ku berbunga-bunga...yaelah kenapa aku jadi ketularan ayah ya, katanya saat dekat dengan ibu jantungnya berdebar hehehe.


("Good Morning papi tanpan Gretta dan Grey dan suami tercintaku, jangan lupa makan ya semangat kerja mas" )


Semangatku kembali berlipat-lipat setelah aku baca pesan dari Dinda manis sekali istriku aku langsung membalas pesan dari Dinda.


Aku langsung bangkit dari tidurku dan gegas ke kamar mandi untuk mandi, karena aku rencana nanti makan aja di restoran dan langsung berangkat, hampir tiga puluh menit aku mandi akhirnya keluar juga dari kamar mandi rasanya segar banget. Karena asisten Arfan sudah menyiapkan pakian yang akan aku pakai untuk ke proyek.


Setelah bersiap aku langsung turun kebawah untuk makan ternyata sekretaris Dani sudah mentiapkan makanan untuk ku. Kami bertiga langsung sarapan setelah sarapan kami berangkat ke proyek dengan mobil berbedah dan aku yang duluan datang sedangkan sekretaris Dani masih mengurus makanan untuk mengurim ke proyek.


Ternyata dari hotel kr protek hanya tiga puluh menit tidak begitu jauh, jadi disini awalnya kami rencana datang jam sembilan jadi majuin aku sengaja datang jam delapan karena aku ingin mengetahui pengerjaan di lapangan.

__ADS_1


Akhirnya aku sampai juga dan langsung turun dari mobil aku pakek helem kerja ternyata ada dua orang karyawan yang sementara duduk lemas di atas pasir, saat aku datang pengawl juga aku menyuruh mereka menjauh sehingga tidak ada yang mengetahui jika aku bos mereka. Apakah mereka belum sarapan karena karyawan ini mereka tinggal di dekat proyek jadi perusahaan tanggung makan mereka jam segini seharusnya mereka sudah sarapan.


Aku datang mendekati mereka dan menyapah mereka, ternyata kedua pekerja ini menyambutku dengan ramah, bahkan mereka bertanya apakah aku seorang karyawan baru disini kalau emang iya lebih baik tidak perlu buang-buang waktu untuk bekerja di proyek ini karena parcuma gaji tidak sesuai dengan perjanjian.


"Selamat pagi mas, maaf saya mau tanya apa mas-mas kerja disini"? Tanyaku.


"pagi juga mas, iya kami berdua karyawan disini sudah satu bulang kami kerja, tapi kami berencana mau keluar dari pekerjaan ini, apakah mas karyawan baru disini soalnya saya baru melihat mas. Saran saya lebih baik mas jangan kerja disini sayang buang-buang waktu gaji tidak sesuai dengan perjanjian." ujar salah satu


Aku begitu terkejut mendengar penjelasan kedua karyawan ini jadi benar yang di katakan oleh sekretaris kalau gaji karyawan di korupsi. "Jangan emosi Dava...kamu harus tahan kalau kamu emosi nanti berantakan" aku nenahan amarahku mendengar keluhan kedua karyawan ini, kalau aku lihat mereka berdua masih muda bisa jadi mereka belum menikah. Aku mulai memancing mereka untuk bercerita karena aku yakin mereka pasti tahu pelaku utamanya.


"Loh kok bisa...bikankah jika sudah ada surat perjanjian soal gadi tidak bisa di potong ya, memangnya berap gaji kalian sebulan dan berapa yang kalian terimah."


"Di surat perjanjian gaji enam juta tapi saat kami terimah hanya tiga juta yang di transfer mas, memangnya mas siapa yang tolong jangan aduin kami ke bos Riko ya mas takutnya mala gaji kami tidak di kasih sama sekali."


"Kurang ajar kamu manajer Riko, kamu memang benar-benar kurang ajar...gaji karyawan satu bulan sepuluh juta tapi justru kamu korupsi tujuh juta mungkin kamu sudah bason kerja disini" gumam ku dalam hati.


"Biasanya bos kalian datang jam berapa"? Tanyaku penasaran.


"Tidak menentu datangnya mas, tergantung saja kalau ada yang datang dari perusahaan pusat baru di sengaja cari muka dengan datang masih pagi kalau tidak ada yang datang kadang jam sebelas baru datang tapi datang dengan cewek yang suka gonta-ganti perna aku memergoki mereka berdua melakukan halnya suami istri padahal saya tahu perempuan itu bukan istrinya.

__ADS_1


Yang kami tahu kami juga dapat jatah makan dari perusahaan tapi selama ini kami tidak perna di kasih sarapan pagi, hanya siang tapi itu pun hanya sedikit nasih dengan tempe terus sayur seadanya. Jadi saran kami berdua lebih baik mas pulang saja masih banyak kerja di luar sana" ujar mereka berdua.


Aku tersenyum sarkas, aku tidak bicara apa-apa soal identitas ku aku juga tidak menghubungi sekretaris untuk menelpon manajer biarkan saja aku tunggu sampai dia datang.


__ADS_2