
Tuan Adinata tersadar dari lamunannya karena mengingat kembali kejadian yang menimpah putrynya balasan tahu yang lalu membuat Tuan Adinata kembali meneteskan air matanya.
"Putry kesayangan ayah kalau seandainya kamu masih ada mungkin kamu sudah bahagia bersama dengan suami kamu bahkan bisa jadi kamu sudah punya anak, adik kamu saja sudah menikah istrinya juga gak kalah cantik dari kamu sayang. Bahagia di sorga sana ya putri kesayangan ayah"
Tuan Adinata mengelus foto yang ada di layar hpnya. Selama ini Tuan Adinata menyimpan foto putrynya di hp tapi di kunci jangan sampai nyonya Ziya tahu dsn membuka foto itu bisa saja nyonya Ziya kembali mengingat masa lalu yang kelam dan kembal syok.
Sekarang ini Tuan Adinata bertekat untuk kembali menyelidiki bos dari pelaku pembunuhan putrynya yang sempat terhenti karena Tuhan Adinata lebih fokus ke kesehatan istri dan anaknya. Tuan Adinata juga ingin menyelidiki kakak angkatnya ia mencari tahu keberadaannya.
Karena sekarang Tuan Adinata paham kalau dengan hilangnya kakak angkatnya itu bisa jadi dia dalang dibalik semua itu karena dia benci dan iri kepada Tuan Adinata.
Ternyata jadi pembisnis terkenal tidak muda karena dengan banyaknya pesaing, justru disitu juga banyak musuh yang harus di hadapi. Jika kita lemah makan musu yang akan menghasai namun jika kita kuat berarti kita yang menjadi pemenang, begitu juga yang di alami oleh Tuam Adinata dulu Tuan Adinata lemah sehingga ia kehilangan arah dan di injak tapi sekarang Tuan Adinata bukan orang yang lemah jadi tidak muda di injik.
Tuan Adinata menyimpan kembali hpnya kedalam tasnya dan keluar dari ruang meeting Kris yang melihat Tuan nya baru keluar dari ruang meeting sampai heran. Karena tumben Tuan nya bertahan di ruangan itu biasanya kalau selesai meeting itu Tuan Adinata langsung keluar dari ruangan itu dan kembali ke ruangannya.
"Tuan Adinata kenapa ya sepertinya ada sesuatu yang menambah beban pikirannya"
Karena sekarang sudah jam makan siang jadi Kris pergi ke restoran perusahaan untuk pesan makanan untuk Tuan nya karena sebentar lagi Tuan Adinata akan turun ke lantai bawah untuk makan ada ruangan tersendiri untuk Tuan Adinata.
Sedangkan untuk karyawan mereka sudah disediakan kursi dan meja untuk mereka.
Setelah selesai pesan makanan Kris kembali ke lantai atas menemui Tuan Adinata untuk menyampaikan bahwa sebentar lagi makanan segera di hidangkan jadi Tuan Adinata segera makan siang.
Tok tok tok!
"Ada apa Kris" tanya Tuan Adinata.
"Maaf Tuan makan Siang sudah tersedia" ujar Kris memberitahu Tuan Adinata untuk makan siang
__ADS_1
"Oh baiklah saya segerah datang kesana, kamu pesan juga untuk kamu biar kita makan bersama."
Kris yang mendengar perkataan Tua Adinata tercengang karena ini sejarah dalam hidupnya makan bersama dengan seorang bos besar. Kris yang hendak menolak langsung di bantah oleh Tuan Adinata karena, Tuan Adinata bisa membaca pikiran Kris sehingga Tuan Adinata tahu kalau Kris pasti menolak.
"Tapi....Tu."
"Pergi dan pesanlah saya tidak suka penolakan ini perintah" ujar Tuan Adinata
Kris susa payah menelan salivanya mau gak mau Kris melakukan perinta itu dan pergi pesan makanan tambah satu porsi lagi. Dan menyuruh Chef menyajikannya bersamaan dangan punya Tuan Adinata.
Tidak lama kemudian Tuan Adinata datang dan bersama dengan Kris masuk kedalam ruang private, namun Kris masih engan untuk duduk. Tuan Adinata memandang Kris dan berkata.
"Kris duduklah saya ini bos kamu bukan musu kamu, kamu kayak takut sama saya hehe" ujar Tuan Adinata
Akhirnya Kris duduk dan makan bersama dengan Tuan Adinata semua makanan yang di pesan oleh Kris untuk Tuan Adinata, Tuan Adinata tidak makan sendiri tapi juga membagi untuk Kris.
"Wah...senang gak sih sekretaris Kris bisa di ajak makan bersama dengan bos besar, kalau itu saya mungkin sangat bahagia berada di posisi itu, tapi jujur ini baru pertama kali loh saya lihat bos besar makan bersama dengan sekretarisnya." ujar karyawan yang duduk di luar
"Iya aku juga baru lihat, biasanya sekretaris Kris makan bersama dengan kita diluar memang sih mejanya juga bedah dari kita karyawan biasa tapi bagiku sekretaris Kris sudah di istimewakan. Nah sekarang lihat justru makan bareng bos besar iri banget tahu." sambung temannya.
"Pengen sih jadi sekretaria bos besar tapi sayangnya bos besar tidak mau sekretaris seorang wanita takutnya sekretaris ganjeng kayak di cerita novel-novel itu loh."
"Hello kalian nih ya kerjanya gosip mulu, hati-hati loh kalau bos besar dengar tamat riwayat kalian, lagian nih menurutku tidak masalah karena sekretaris Kris memang tangan kanan bos, ya patutlah mereka makan bersama, jujur aku kerja disini saja dapat gaji gedeh aja sudah syukur, seharusnya kita bersyukur bisa lolos di terimah di sini karena tidak semua orang dapat masuk kesini"
"Nah aku setuju dengan pendapat kamu An syukur-syukur kita dapat di terimah disini jadi pergunakan kesempatan ini untuk memberikan yang terbaik ya, gak?. Lagian posisi kita disini juga bukannya rendahan kan kita tidak kalah juga dari posisi sekretaris Kris."
Hmmm para karyawan sudah mulai gibahin bos mereka awas aja nanti kalau Tuan Adinata mendengar baru tahu rasa, sudah dapat pekerjaan yang enak bukannya bersyukur justru masih pengen seperti sekretaris Kris untuk makan bersama dengan Tuan Adinata.
__ADS_1
"Kris habiskan semua makanan yang ada biar kamu gemuk sedikit lihat badan kamu kayak tidak pernah makan, apa selama ini saya berikan kamu pekerjaan yang sangat berat Kris sehingga kamu banyak pikiran." tanya Tuan Adinata sambil menatap Kris.
"Maaf....Tuan tidak perna berikan tugas berat kepada saya hanya saja memang seperti ini badan saya Tuan" jawaban Kris sepertinya tidak masuk akal menurut Tuan Adinata.
"Atau kamu lagi sakit kalau kamu sakit biar saya panggilkan dokter untuk periksa kamu jangan paksakan diri kamu untuk kerja karena takut sama saya. Jangan takut tidak dapat gaji karena kalau saya yang suru berarti gaji kamu tetap jalan walaupun kamu tidak masuk bisa kamu mengambil cuti kamu selama ini kamu belum perna cuti kan?" tanya Tuan Adinata.
"Iya Tuan belum perna hanya saja saya yang tidak mau ambil cuti dan makasih Tuan atas perhatian Tuan tapi memang saya tidak sakit"
"Baiklah tapi kalau ada apa-apa jangan sungkan untuk memberitahu saya, saya bertanggung jawab atas kamu dan semua karyawan yang ada disini"
"Makasih banyak Tuan"
Setelah Kris dan Tuan Adinata selesai makan mereka keluar dari restoran dan kembali ke ruangan masing- masing untuk melanjutkan pekerjaan. Saat sampai di ruangan Tuan Adinata kembali merai hpnya dan menelpon seseorang.
"Hallo...saya punya tugas baru untuk kamu" ujar Tuan Adinata
"Tugas apa itu tuan" tanya orang di seberang telpon.
"Tolong kamu cari tahu seseorang yang akan saya kirim nanti fotonya, cari tahu tempat persembunyiannya sampai kamu dapat dan juga kamu cari tahu tentang kehidupannya dan apakah sudah berkeluarga belum"
"Baik Tuan akan saya kerakan anak buah saya untuk mencari keberadaan orang tersebut, kalau seandainya sudah ketemu apa yang harus saya lakukan untuk orangnya Tuan" tanya orang tersebut.
"Jika kamu sudah tahu tempat persbunyiannya kamu diam saja dan sampaikan kepada saya dan tugas kamu selesai jangan sampai kamu ketahuan, takutnya kamu yang terjebak bukan mereka yang kita bunuh tapi kamu yang di bunuh oleh mereka"
"Baik Tuan akan saya lakukan perintah dari Tuan, jadi Tuan tenang saja saya tidak sebodoh itu" jawab orang itu.
Kira-kira siapa lagi ya yang di cari oleh Tuan Adinata.?
__ADS_1