
Dinda meminta ku untuk menunggu sampai jam dua belas karena Dinda pengen makan bareng bersama ku, ya tidak mungkin aku menolak aku juga pengen makan siang bareng istriku jadi jelas aku mau. Aku ingin romantis bersama istri tercintaku dia jantung hatiku yang selama ini selalu memberikan semangat kepadaku, apalagi Grey dan Gretta sudah besar jadi mereka shdah punya kesibukan sendiri.
Setiap kali mereka pulang dari sekolah, banyak sekali tugas yang harus di kerjakan sehingga lebih banyak mereka di kamar ketimbang keluar, kedua anak ku setiap kali mereka belajar hp mereka di simpan nanti setelah selesai belajar baru bisa pengang hp, mereka tidak sembarang pengang hp ada waktunya.
"Tidak masalah sayang mas juga sama pengen makan siang bareng kamu, lagian sudah lama juga kita tidak makan bareng jadi hari ini mas menemani kamu sayang disini nanti pas pulang kita jemput langsunh si kembar saja bagaimana? Pasti mereka berdua sangat senang mobil sayang tinggal aja disini nanti besok mas antar sayang baru mas ke kantor. Kalau tidak bisa di bawah pulang oleh pengawal tidak masalah bukan?" ujarku.
"Serius mas mau temani Dinda disini? memangnya hari ini tidak ada meeting penting di kantor mas takutnya mas sibuk Dinda jadi menganggu, kalau mas ada pekerjaan tidak masalah nanti kalau ada waktu baru kita makan bersama, " ujar istriku manja.
"Sayang apapun yang mas lakukan hanya untuk kamu, jadi semua itu mas bisa atasi yang penting bersama kamu, membahagiakan kamu adalah suatu impian terbesar mas, jadi sayang tidak perna menganggu mas kok, tenang saja sayang mas tidak merasa ternganggu." ujarku
"Makasih ya mas sudah begitu perhatian sama Dinda selama ini, mas sudah beeikan kebahagia,an selama ini kepada Dinda, tidak ada pria lain yang berani melakukan sesuatu demi membahagiakan istrinya tidak semua pria melakukan itu, tapi mas sudah melakukannya bahkan perusaha-an ini berkembang pesat seperti ini karena campur tangan mas juga yang sudah melakukan kerja sama dengan benerapa peeusahaan dan iklan yang sudah mas buat tanpa pengetahuan Dinda" ujar Dinda
Aku bahagia mendengar perkataan Dinda, Aku dan Dinda bicara dengan para tamu yang hadir, sambil menyaksikan shoting yang di lakukan oleh artis iklan itu. Hanya shoting iklan saja pembayaran bukan sedikit tapi aku yakin produk ini akan laris di pasaran karena produk sangat bagus.
"Selamat ya nona muda atas launcingnya produk baru beauty G2, pasti laris banget di pasaran apalagi bahannya dari bahan-bahan terbaik wangi banget lagi. Lebih wangi dari pada parfum sangat menyejukkan hati " ujar salah satu seller tetap di perusahaan ini.
"Iya betul saya juga ikut-ikutan beli karena wangi sekali, tadi saya pake sedikit di kulit tangan saya saja sangat lembut, saya juga sekarang pakek produk dari nona muda dan selama ini saya tidak perna beli produk dari luar karena saya tidak tahu kualitasnya saya takut kulit wajah saya rusak makanya selama ini saya pakek produk dari sini." sambung temannya.
Aku bahagia mendengar semua komentar positif dari semua tamu yang hadir karena mereka sudah merasakan khasiat dari produk yang di produksi oleh perusaha-an Beauty G2. Banyak yang mengatakan jika kulit mereka sangat cocok bahkan pada saat mereka berhenti pakek pun kulit mereka tetap aman tidak bergantung dengan produk itu, karena ada banyak produk di luar sana yang saat di pakek wajah sangat glowing dan bagus tapi setelah berhenti wajah menjadi buruk.
"Iya saya sangat senang bisa di pilih untuk menjadi seller tetap di perusaha-an ini, saya sengaja satu bulan ini tidak memakai tapi cobak lihat wajah kulit ku tetap bagus dan lembut, soalnya saya menyesal pernah beli dari luar memang awalnya bagus tapi setelah saya berhenti kulit wajah saya merah dan terkelupas, kayak kulit mati gitu mulai dari situ saya ketakutan padahal murah, nah pas saya lihat produk dari beauty G2 awalnya agak ragu tapi akhirnya saya coba ternyata khasiatnya luar biasa, akhirnya saya memilih jadi seller tetap disini selain cantik kita juga dapat penghasilan yang lumayan"
Aku tersenyum mendengar setiap komentar tentang produk kecantikan istriku, luar biasa usaha tidak menghianati hasil ide-ide cemerlang istriku yang membuat istriku menjadi seperti ini luar biasa.
__ADS_1
"Wah...makasih semuanya sudah berikan komentar terbaik semoga produk baru ini juga tetap menjadi kesukaan semua orang bukan hanya untuk wanita saja tapi berguna untuk pria dan untuk bumil juga jadi jangan perna ragu untuk membelih karena sangat bagus." ujarku.
"Makasih ya para seller semoga produk ini membawah rejeki terbesar untuk para seller semua, yang penting jangsn merasa lelah untuk menjual dan promosikannya"
"Tenang nona muda, kami tetap semangat untuk bekerja karena dari sinilah kami dapat keuntungan yang besar dan juga datang gaji tetap lagi dari perusaha-an"
Karena keasyikan ngobrol tidak terasa sudah jam dua belas dan saatnya makan siang, aku dan Dinda masuk ke ruangan Dinda dan meminta Mawar asisten Dinda untuk mengantarkan makanan ke ruangan, karena kami ingin makan siang berdua orang dinner malam ini kami berdua dinner di perusaha-an siang-siang hehehe.
"Asisten Mawar tolong siapkan makanan di ruangan saya saja karena saya segera makan sjang bersama suami" ujar Dinda.
"Baik nona muda, saya segera siapkan" ujar Mawar.
"Mas yuk kita ke ruangan Dinda saja untuk makan disana, tunggu Mawar dan Ob menyiapkan makanan untuk kita, dan sekalian Dinda ingin menunjukan salah satu produk baru yang ingin Dinda cobak produksi tapi ini masih gambaran Dinda saja mas kalau bagus di lanjutkan, tapi kalau tidak Dinda buat rencana yang lain, tadi yang launcung itu hanya untuk wajah, rencana Dinda mau buat untuk seluruh tubuh, seperti luluran untuk mengangkat sel kulit mati dan bisa mencerahkan kulit" ujar Dinda.
Aki mengandeng tangan istriku dan kami keluar dari aula, masuk ke ruangan Dinda harus naik lift lagi karena aula ada di lantai bawah sedangkan ruangan Dinda lantai paling atas.
Ruangan Dinda sangat mewah tak kalah mewah dari ruangan ku Dinda juga punya kamar tidur dan kamar rahasia sama parsis kayak punyaku yang bedahnya itu adalah Dinda punya Dinda punya interior yang lebih bagus dan ada meja rias segala macam didalam, ada juga dapur kecil.
Setelah sampai kami berdua melangkah masuk kedalam ruangan Dinda ternyata asisten Mawar sudah menyiapkan makanan didalam, dan mempersilahkan aku dan Dinda makan asisten Mawar keluar dari ruangan dan pergi bersama asisten Arfan dan sekretaris Dinda makan di restoran karena memang ini jam makan jadi semua pada istarahat untuk makan siang.
"Silahkan Tuan dan nona, jika ada yang kurang boleh panggil saya" ujarnya.
"Tidak asisten Mawar semua sudah lengkap, boleh asisten Mawar, asisten Arfan dan sekretaris silahkan pergi makan tidak perlu menunggu disitu" ujar Dinda.
__ADS_1
"Baik nona, Tuan saya parmisi" ujar asisten Mawar berlalu pergi meninggalkan kami.
Aku dan Dinda langsung duduk dan mulai ambil makan, tapi kali ini Dinda ambil satu piring saja, istriku sudah mulai menunjukkan manjanya dia mau makan satu piring denganku tidak masalah justru aku senang karena bisa menyuapinya lagi.
"Mas makan satu piring aja ya tidak apa-apakan? Dinda mau makan satu piring dengan mas Dinda mau disuapin" ujar Dinda membuat aku makin gemas melihat tingkahnya tapi aku suka.
"Hehehe justru mas senang sayang kita makan satu piring berdua, setiap hari bersama kamu juga mas tidak perna bosan" ujarku.
Karena aku gemas dengan istriku ku kecup bi**rnya, kami berdua makan dengan nikmat selain karena makanannya enak aku bahagia karena bisa makan berdua dengan istriku, seperti inilah kalau sudah punya perusaha-an masing-masing dan sudah pada sibuk jarang bersama, paling bersama hanya di rumah saja pergi pagi pulang sore baru ketemu dirumah.
Aku menyuapi Dinda sambil aku makan ruangan Dinda sangat nyaman aku saja sangat betah disini.
"Sayang banyak makam, lihat deh sayang sibuk dengan pekerjaan sampai badan sayang agak sedikit turun pasti siang lupa makan ya, sampai badan sayang turun begini pokoknya sayang harus banyak makan biar mas yang suapin nanti kalau sayang sakit bagaimana" ujarku.
"Iya mas, maaf ya saking sibuknya Dinda selalu lupa makan siang Dinda pikir masih lagi ternyata sudah lewat jam makan siang" ujar Dinda.
Loh memangnya asisten Mawar tidak mengingatkan istriku makan sampai lupa makan, apa sih yang di lakukan asisten Mawar nanti alu menegornya biar tidal teledor nanti kalau Dinda sakit gimana. Tapi kadang aku juga sama kayak istriku kalau sudah sibuk kerja pasti lupa makan, tapi untung asisten terbaik ku selalu mengingatkan aku untuk makan.
Hampir tiga puluh menik kami berdua makan akhirnya selesai juga, asisten Mawar kembali membereskan piring kotor dan membawah keluar dari ruangan, aku dengan Dinda mulai meneliti produk baru yang ingin Dinda produksi lagi.
*******
Assalamualaikum, para pembaca setia terimah kasih sudah sejauh ini masih setia membaca karya saya, walaupun masih banyak kekurangan.
__ADS_1
Sebentar lagi karya ini akan tamat, jangan lupa mampir ya ke karya yang sudah tamat. MANTAN ISTRIKU TERNYATA SEORANG CEO. dan satu yang sekarang masih lancar upnya, AKU KEMBALI UNTUK MEMBALASKAN SAKIT HATI KU. Tidak kalah seru dari yang lain.