Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda

Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda
98:98


__ADS_3

Hala...kayak gak tahu saja seperti apa sikap Anjani pikirannya itu hanya harta...harta dan harta lihat lah baru sadar dari kritisnya tapi langsung menanyakan semua bisninya lancar atau gak.


Dia tidak memikirkan kenapa saat ini dia ada di rumah sakit dan apa motifnya orang itu sampai menembaknya tapi justru yang bu Anjani takutkan adalah reputasinya yang buruk, karena masyarakat tahu kalau bu Anjani masuk rumah sakit akibat penembakan terjadi oleh seseorang yang tidak di kenal bahkan hanya sekedar tahu wujubnya saja tidak bisa.


Dea yang mendengar perkataan bu Anjani hanya menghela napas berat karena pikirnya orang tua ini didalam pikirannya tidak lepas dari harta dunia, padahal kalau seandainya bu Anjani meninggal apa yang ia bawah tidak ada sama sekali karena harta itu akan tertinggal didunia.


Walaupun Lexza sudah memaksa bu Anjani untuk istirahat namun bu Anjani tidak mengindahkan perkataan Lexza membuat Lexza sedikit emosi.


Sedangkan Dea tidak mau banyak berkomentar karena sudah dari tadi Dea sudah berusaha untuk membujuk bu Anjani agar istirahat saja, jangan banyak pikiran dulu namun ternyata bu Anjani tidak mengindahkan sama sekali memang dasar bu Anjani keras kepala.


Karena Lexza sudah emosi akhirnya mengeluarkan semua amarahnya melihat bu Anjani tidak mau mendengarkan mereka sama sekali.


"Bu kami ini dari kemarin sampai gak bisa tidur karena menjaga dan merawat ibu disini memang ya ibu sama sekali tidak menghargai perjuangan kami sama sekali, kalau tahu kayak gini dari kemarin kami tidak akan capek-capek menjaga ibu disini".

__ADS_1


"Kalau seandainya tembakan itu membuat ibu meninggal apakah semua harta yang ibu miliki saat ini ibu bawah juga ke alam kubur sana heran deh sama ibu, sudah sakit begini bukannya mikirin kesehatan tapi hanya mikirin harta...harta terus" sangking emosinya Lexza tidak berpikir lagi untuk menjaga perasaan bu Anjani sampai mengatain meninggal lagian jadi orang tua kok bandel banget.


Dea yang mendengar perkataan Lexza tersenyum karena sudah mewakili isi hatinya, padahal bu Anjani sudah mau mati juga bukannya mikirin kesehatan justru mikirin perusahaan dan bisnis lainnya.


Bu Anjani yang mendengar perkataan Lexza juga ikut emosi karena menurutnya sekarang Lexza sudah berani kurang ajar dengannya sampai ngatain meninggal.


"Lexza kamu sekarang sudah mulai kurang ajar ya dengan ibu siapa yang ngajarin kamu kurang ajar begitu, kamu mau doain ibu meninggal begitu kah, seharusnya kamu mendukung ibu karena kalau bisnis kita semua bangkrut kita makan apa kamu jangan gila deh Lexza, lagian ibu kayak gini juga semua ini ula kalian karena kalian sama sekali tidak mau menderkan perkataan ibu."


"Pokoknya ibu harus tahu perkembangan perusahaan dan bisnis lainnya baru ibu bisa tenang dan satu lagi, ada gak media yang tahu soal apa yang terjadi dengan ibu? karena ibu takut masalah itu akan berimbas ke perusahaan kalau semua pemengang saham tahu ibu mengalami masalah ini mereka pasti berpikir ulang untuk kerja sama dengan perusahaan Winata grup. Jangan sampai para penanam saham tahu tentang hal ini nanti mereka bisa menarik kembali saham mereka berarti perusahaan dalam masalah besar."


Makanya bu Anjani jadi istri itu jangan licik dan buta harta, padahal aslinya dari orang miskin juga, itulah efeknya jadi perempuan serakah akhirnya belum apa-apa sudah kena karma, bahkan hanya demi menguasai semua harta benda suaminya sampai rela dan tidak punya hati bersekongkol dengan orang lain untuk membunuh suaminya sendiri.


"Bu jangan bilang semua yang ibu lakukan itu untuk kami karena itu tidak perna terjadi, aku rasa selama ini ibu terobsesi dengan semua harta itu bukan untuk kami semata deh tapi semua hanya untuk ibu, buktinya restoran yang aku kelola selama ini saja itu sebenarnya warisan dari ayah tapi buktinya aku cape kerja namun saat uang masuk, bukan masuk ke rekening aku tapi masuk semua ke tabungan ibu apakah itu yang namanya ibu kerja untuk kami begitu, kalau untuk kami tidak mungkin penghasilan dari restoran juga ibu mengait semua dan kami tidak dapat apa-apa."

__ADS_1


"Jadi sekarang ibu stop untuk berbicara soal bisnis itu karena aku sudah malas bu, tapi kalau ibu mau mengelola sendiri restoran itu juga tidak apa-apa Dea serahkan kembali ke ibu karena Dea juga sudah cape, dengan semua ini ibu lakukan seoalah untuk kami tapi ternyata ibu lakukan demi diri ibu saja."


Mampus kamu bu Anjani dulu kamu selalu di sanjung dan dibelah oleh anak-anak yang sangat menurut karena kamu sudah berhasil mendoktrin pikiran mereka, mereka bertahan sama kamu karena kamu selalu mengunakan kekuasaan untuk menekan mereka.


Kamu mempergunakan mereka sebagai alatmu, tapi sekarang lihatlah mereka sudah balik menyerang kamu, kamu pasti kanget dong melihat perubahan sikap setiap anak kamu, apalagi Dea memang Dea sangat beruba setelah kedatangan Dinda kerumah sakit, Dea langsung sadar sehingga dia tidak mau lagi mengikuti semua apa yang dilatakan bu Anjani.


Kalau Lexza semarah apapun dia ujung-ujungnya ia tetap mengikuti apa kata bu Anjani, karena memang hanya bu Anjani yang menyayanginya dan Lexza juga pengen cari tahu siapa ayah kandungnya.


Pasti Lexza tidak bisa menerima kondisi ayah kandungnya nanti, tapi mau bagaimana lagi memang itu sudah takdir jadi tidak bisa dipungkiri lagi.


"Dea kamu bicara apa sih sekarang kamu juga sudah ikut-ikutan ya dengan kakak kamu membangkang dengan ibu, siapa sih yang sudah mengotori pikiran kalian sehingga kalian jadi seperti ini, ibu tidak perna mengajarkan kalian untuk melawan orang tua, atau jangan-jangan anak miskin itu sudah meracuni pikiran kamu." bentak bu Anjani membuat Dea murka karena bu Anjani sudah menyebut nama Dinda.


"Cukup bu jangan coba-coba merendahkan adik saya, jika ibu mau di hargai, hargai terlebih dulu orang lain seharusnya ibu sadar kenapa dia bisa seperti itu, bukankah dia seperti itu karen ajaran ibu juga lagian dari kecil juga Dinda tidak perna dapat kasih sayang dari ibu kok."

__ADS_1


"Ibu tidak lihat ya sekarang hidupnya sangat bahagia setelah dia keluar dari rumah itu bu, kenapa ibu yang selalu menilai dia miskin bukankah dulu sebelum ibu nikah dengan ayah, ibu berasal dari keluarga miskin juga ibu tidak usa sombong karena apa yang ibu miliki saat ini adalah hasil dari ibu menjebak ayah."


Hahaha kena kamu bu Anjani.


__ADS_2