Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda

Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda
294


__ADS_3

Jujur aku kanget saat mendengar suara ayah mertua, sejak kapan ayah mertua datang kok pak Reno tidak kelihatan dan bahkan asisten Arfan juga tidak beritahuku kalau ternyata waktu aku memimpin meeting ayah mertua datang bersama pak Reno. Ternyata mereka sengaja bersembunyi didalam kamar jadi tidak ada yang curiga kalau ayah mertua datang, dan bahkan tidak ada seorang karyawan pun yang membicarakan kalau ayah mertua masuk kantor hari ini benar-benar ajaib ayah mertua bisa mengendalihkan semua.


Aku menatap asisten Arfan dengan tatapan intimidasi tapi justru asisten Arfan senyum tanpa dosa, awas ajah kamu ya asisten Arfan kamu berani bersekongkol dengan ayah mertua mengerjain aku.


"Siapa yang dari tadi mencari saya, saya sudah datang saya adalah direktur utama di perusahaan ini. Dan ini perusahaan saya jadi siapa yang bilang dia bos disini apakah sudah ada ijin".Ujar ayah mertua


Sedangkan bu Anjani membekuh di tempat nampak sekali ketakutan di wajahnya sampai mundur beberapa langkah kebelakang tapi itu hanya berlangsung beberapa dekit, tahu sendiri ular betina jadi dia bisa membolak- balikan semuanya.


"Mas Evan!....ma...mas ma...masih hidup! Benaram ini kamu mas, tidak....tidak....mas sudah meninggal, ini pasti hanya halusinasi aku aja ini benar aku tidak percaya kalau mas Evan masih hidup.


"Plaaak.....!


"Argarh....sakit!"

__ADS_1


" Bagaimana sakit tidak? Kalau sakit itu tandanya kamu tidak halusinasi tapi memang ini kenyataan kalau saya masih hidup, kenapa Anjani? Kok kayak ketakutan begitu? Apakah kamu tidak merinduhkan saya suami kamu?" tanya ayah mertua melayangkan satu tamparan di pipi bu Anjani. Seketika bu Anjani mengaduh sakit.


" Ya ampun mas sakit, berarti benaran ini kamu mas, aku tidak mimpi? kemana aja sih mas aku kangen sama kamu mas. Aku pikir mas sudah meninggal kenapa mas tidak pulang ke rumah mas aku menunggu mas. Kalau memang mas tidak meninggal terus siapa yang kami makamkan hari itu mas? dan mas kemana selama ini mas tahu betapa menderitanya ibu saat tahu mas sudah meninggal.


Mas bohongi kami semua mmemanipulasi kematian mas, seolah-olah mas itu sudah meninggal mas pikir itu hal yang bagus tapi untug mas sudah kembali jadi aku senang karena semenjak mas tidak ada semua berantakan mas, perusahaan ini mau di akuisisi oleh perusahaan Adinata grup dan semua aset sudah disita oleh bank, katanya mas memiliki banyak hutang dibank sehingga semua aset disitu ibu tidak mau jadi gembel mas." Pekik Bu Anjani pura-pura sedih di tambah panik, dan hendak memeluk ayah mertua tapi dengan tegas ayah mertua menyuruhnya berdiri dan jangan mendekat.


"Stop disitu Anjani jangan cobak-cobak menyentuh saya karena kita bukan suami istri lagi mulai sekarang aku talak kamu, dan ini surat cerai kita kamu tidak perlu cape-cape urus surat surat cerai karena aku sudah menyediakan semuanya, kamu tinggal menerima saja karena aku tidak mau hidup bersama dengan wanita iblis dan pembunuh seperti kamu" bentak ayah mertua membuat bu Anjani dan Usman terkejut.


"Mas maksud kamu apa? Siapa yang pembunuh mas, masa istri sendiri dituduh seorang pembunuh bagaimana sih mas jangan bercanda deh, aku salah apa mas sampai mas bisa melakukan ini terhadap aku mas, aku tidak akan mau cerai dari mas, aku tidak terimah di perlakukan seperti ini, atau jangan-jangan mas punya selingkuhan diluar makanya mas sengaja memanipulasi kematian mas dan menceraikan aku yakan mas jawab" bentak bu Anjani


Wajah ayah mertua merah merona karena menahan amarah, ya aku bisa merasakan perasaan ayah mertua pantas aja ayah mertua melarang aku membawah Dinda karena ada maksudnya.


Walaupun ayah mertua sudah berkata demikian tapi bu Anjani masih tetap dengan pediriannya pura-pura tidak mengerti, ternyata seperti ini ya orang jahat sudah ketangkap basah aja masih mengelak dan pura-pura tidak tahu.

__ADS_1


" Mas, kamu salah paham mas, aku tidak perna melakukan apa-apa di belakang mas aku benar-benar mencintai mas, kalau mas tidak percaya tanya sama Dava waktu mayat itu datang kerumah seperti apa ibu terpuruk aku merasa sangat kehilangan kenapa mas bicara begitu ayok mas, jangan bicarakan hal tidak jelas sekarang perusahaan dalam masalah jadi biar kita membangun kembali mas jangan seperti ini"


"Ternyata kalau seorang pembunuh walaupun sudah tertangkap basah masih juga tidak mau mengakui, kamu mau aku berikan bukti? bukankah tadi kamu baru bilang kalau tua bangkah itu sudah kamu lenyapkan? dan kamu ingin menguasai semua hartanya. Oh ya, Usman silahkan kamu keluar dari ruangan saya tapi sebelum itu saya pecat kamu dari perusahaan ini tanpa pesangon dan gaji kamu di tahan sampai audit selesai, sekarang aku minta kamu penghianat keluar dari sini"


Usman mau membantah tapi karena ayah mertua sudah membentaknya jadi dia langsung keluar meninggalkan bu Anjani yang berdiri gemetaran di dekat kursi ayah mertua, wanita ular ini ternyata tahu takut juga, saat Usman keluar justru dia menahan Usmqn tapi Usman tidak mengindahkannya dan berlalu pergi.


"Usman jangan pergi, mas kamu jangan egois begitu Usman sudah lama kerja disini dia sudah banyak berjasa disini kok mas berubah banget sih, mas Evan yang dulu baik dan lembut berubah drastis kasar dan suka marah-marah, mas siapa yang membuat kamy berubah begini"


"Hahaha....kamu mau tahu sayang! Siapa yang sudah membuat aku berubah dari baik, lembut menjadi kasar dan jahat seperti ini? apa kamu benaran mau tahu aku beruba karena siapa? He wanita ja***ng kamu ternyata belum sadar juga ya semua perubahan dalam diriku dikarenanakan karena kamu yang membuat perubahan ini terjadi.


Reno bawah cambuk itu datang kesini dan kunci semua pintunya, sebelum aku memberitukan apa kesalahan kamu dan sebelum aku mengantarkan kamu untuk menemui pujaan hati kamu, aku ingin bermain-main dengan


Wanita hina seperti kamu, setelah itu barulah aku antarkan kamu ke hotel bintang lima aku mau kamu tahu betapa sadisnya seseorang yang sudah kamu meremcanakan kematiannya."

__ADS_1


"Reno mana? Cepat tidak perlu ikat dia biarkan darahnya berceceran disini"


Betapa terkejutnya aku tahu sifat ayah dan Dinda tidak bedah jauh ya ampun ayah bawah cambuk dari rumah sadis banget ayah mau menyiksa bu Anjani aku lihat kemarahan saja seram bergidik ngeri.


__ADS_2