Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda

Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda
212


__ADS_3

Aku menenangkan Istriku!....tidak lama kemudian pelayan yang kami bawah masuk kekamar bersama seorang staf hotel membereskan semua barang-barang bawaan kami, apalagi sekarang kondisi Dinda masih lemah jadia aku biarkan saja...tidak lama pintu kembali terbukan ternyata Sabrina yang datang bersama sang suami. Baguslah Sabrina jadi datang kesini memang teman terbaik istri ku , hanya mendengar kami mau pulang bentar malam dia langsung datang.


"Hay...bestie sayang kamu kok lemas banget sih kamu sakit, sudah minum obat belum bukankah kalian kesini bersama seorang dokter?" Tanya Sabrina kelihatan sekalia dia kuatir dengan kondisi Dinda.


"Duduk dulu bestie...masih berdiri juga sudah banyak pertanyaan aku tidak tahu mau jawab yang mana duluan." Ujar Dinda.


Sabrina langsung duduk sedangkan sang suami aku temani ngobrol di sofa yang disediakan, tapi teligaku tetap mendengar apa yang dibicarakan oleh Dinda dan Sabrina.


"Rin aku hamil makanya aku juga baru tahu tadi setelah aku di periksa dokter priadi, tadi badan ku lemas banget tapi untung aku sudah minum vitamin makanan sudah lumayan...maaf ya mendadak aku menyuruh kamu kesini karena kami harus pulang malam ini." Sabrina langsung peluk Dinda


Dengan kuat sangking senangnya mendengar kalau sahabat baiknya itu hamil.


"Astaga Din...aku bahagia banget mendengarnya akhirnya kamu hamil juga semoga anak kita nanti berjodoh ya biar kita berbesan sepertinya seru deh..."

__ADS_1


Hehehe...belum tahu anakqu jenis kelamin apa Sabrina sudah menjodohkan anaknya aku juga tidak tahu anak Sabrina cowok atau cewek, karena waktu kami ketemu sampai dia datang kesini tidak membawah anak mungkin anaknya sama susternya.


Aku melihat istriku senyum bahagia walau aku tahu dalam hatinya tidak tenang karena memikirkan penculikan Elsa sampai sekarang baik ayah maupun ibu belum ada yang hubungi kami, bahkan bibi belum kasih kabar sama sekali...aku sudah pesan kepada Gama jika Elsa sudah ditemukan segera menghubungi aku. Biar aku bisa tenang tapi aku sangat yakin yang dalang di balik penculikan Elsa ini sama dengan orang sudah menghabisi nyawah mbak Hawari.


Aku yakin betul ini ula pria tua bangka itu, benar kata Dinda kami harus segerah pulang sebelum ayah melakukan sesuatu di luar nalar aku tahu ayah sangat pintar tapi kalau menyangkut nyawa keluarga agak sedikit oleng. Karena ayah juga sudah trauma dengan kejadian itu....pasti manusia purba itu akan meminta tebusan dan bahkan bisa jadi ini kesempatan besar untuknya meminta harta warisan peninggalan Kakek...kalau itu terjadi aku punya ide cemerlang...aku bisa kelabuinya.


Aku tidak mau Dinda masuk dalam masalah ini, aku tahu istriku sangat hebat tapi disini dia lagi hamil kandungannya masih kecil jadi aku tidak mau kandungan istriku bermasalah.


"Rin...kapan kamu datang ke tanah Air jangan lupa kabarin aku ya biar kita bisa ketemu kalau tidak datang kerumah saja ...nanti kalau kamu dengar kabar dari Tasya tolong suruh Tasya hubungi aku ya, ...aku kangen sama kalian..seharusnya kita sama-sama saja tinggal di tanah air agar kita selalu ketemu." Ujar Dinda.


"Hehehe....makasih ya Rin kamu dari dulu sampai sekarang tidak perna berubah ya...kamu sangat baik dan perhatian aku bersyukur punya teman sebaik kamu tahu...makanya waktu kamu dan Tasya pergi aku benar-benar sangat sedih."


"Kamu juga teman yang paling baik Din...aku juga bersyukur punya sahabat polos seperti kamu, dulu dari kita bertiga hanya kamu yang tidak mau pacaran padahal ada cowok yang ngejar-ngejar kamu. Walaupun kamu sudah menolak berkali-kali, oh ya, pria itu kemana ya...sudah hilang apa dia tahu kamu sudah menikah Din"

__ADS_1


"Aku tidak tahu dan tidak mau tahu Rin...itu urusan dia lah lagian aku tidak perna punya hubungan special dengan pria itu, memang dia kaya tapi entah kenapa aku tidak tertarik dengannya justru saat aku ketemu dengan suamiku jatuh cinta pada pandangan pertama, padahal aku ketemu dengan suamiku kehidupannya bukan seperti sekarang tapi aku tidak melihat dari harta itu aku melihat dari ketulusan cinta dan perjuangannya terhadap aku waktu itu, membuat hatiku luluh dan sangat mencintainya."


Curhatan hati istriku membuat hatiku maleleh kayak lilin kena panas terus langsung maleleh, kalau aku mendengar pengakuan cinta Dinda membuat hatiku berbunga-bunga memang istriku terbaik, mungkin dia pikir aku asyik ngobrol dengan suami Sabrina jadi aku tidak mendengar apa yang mereka bicarakan.


Tapi aku juga bersyukur memiliki seorang istri cantik dan setulus Dinda mencintai aku dulu...dia relah di hina dan di caci maki hanya karena ingin membela ku, mana mungkin aku sekejam itu menyakiti perasaan hati wanita yang sangat aku cinta ini.


"Aku sangat terharu tahu Din! mendengar perkataan kamu...semoga kamu bahagia ya jangan lupa bersyukur kepada Tuhan agar Tuhan memberikan perlindungan kepada kamu dan semua keluarga kamu. Terkhusus suami kamu terhindar dari pelakor secarakan suami kamu selain tanpa dan juga kaya raya, perempuan siapa yang tidak mau dapat pria kaya cobak banyak yang ingin merebut posisimu Din...jadi jaga suami kamu dengan baik"


"Haha...aku tahu itu Rin, tapi mas Dava pria setia dan sangat baik jadi aku yakin mas Dava tidak mungkin menghianati aku...kalau berani pelakor datang mengoda suamiku gampang saja Rin aku patahkan kakinya biar dia tidak bisa berjalan. Hah disitu dia pasti akan berhenti mengoda pria beristri termasuk suamiku...lagian pelakor sekarang merasa paling tersakiti dan merasa paling di butuhkan cantik juga tidak, masih cantikan aku dibawah kemana-mana tahu"


Ya Tuhan, ternyata kedua wanita ini membahas tentang bagaimana memjauhkan pelakor dari suaminya, sadis sekali istriku mau patahkan kaki orang agar tidak bisa berjalan...seperti inilah kalau punya istri senih bela dirinya kuat bisa jantungan aku menghadapinya ..


Aku lihat Dinda sangat bahagia dengan kedatangan sahabat baiknya. Ternyata benar kata Dinda Sabrina sahabat yang sangat baik.

__ADS_1


"Astaga Din sadis banget kamu mau patahksn kaki orang...tidak apa-apa kasih pelajaran tapi jangan sampai patahkan kakinya dong...kasian dia tidak bisa jalan lagi hahaha."


"Lah sadis yang mana Rin nganggu suami orang padahal sudah tahu punya istri, makanya kalau tidak mau kaki patah lebih baik cari yang masih singel agar aman dari amukan istri sah...tapi kalau mau dapat hajar ya silahkan saja cari pria beristri agar kamu merasakan hidupnya di hajar oleh istri sahnya.


__ADS_2