
Karena aku juga memang sudah ngantuk aku langsung tidur aja, membiarkan Rafa dan Gama duduk sambil main Game di tambah lagi asisten Arfan jadi mereka bertiga cocok. Aku tidak peduli lagi mereka keasyikan yang penting alu bisa ambil darah sedikit apalagi tadi tenangaku sudah habis terkuras di rumah.
Aku langsung naik ke atas ranjang dan memajamkan mata akhirnya aku terlelap, saat aku sadar dari tidurku ternyata Gama tidur di sampingku dan Rafa tidur di satu tempat tidur sedangkan asisten Arfan tidur di sofa, sejak kapan ketiga orang ini tidur katanya mereka tidak akan tidur, karena lebih enakan main game ternyata setelah aku tidur mereka kembali mengantuk dan ikut tidur.
Matahari pagi terbit menyinara seluruh bumi, begitu juga dengan manusia ciptaan Tuhan yang sudah bersiap untuk berangkat ke tempat kerja masing-masing untuk mencari nafkah, aku Rafa dan Gama juga harus ke kantor karena itu kami bertiga mulai bersiap untuk pulang. Nanti sarapan di rumah saja karena Dinda pasti masak untuk bawah ke rumah sakit.
"Gam, Raf. Yuk pulang kita, atau kalian tidak masuk kantor hari ini aku mau pulang soalnya karena hari ini aku harus ke kantor ada meeting penting dengan direksi dan juga ada pertemuan dengan klien penting dari luar negeri, pak Erik tidak ada soalnya lagian klien itu mintanya harus aku yang menangani proyek ini tidak bisa ada perwakilan, jadi kalau aku tidak masuk kantor bisa-bisa kehilangan uang meliyaran dan pastinya perusahaan akan mengalami kerugian besar " ujar ku
Aku mendekati ayah dan pamit untuk masuk kantor hari ini, aku pesan kepada ayah supaya jangan bergerak takutnya luka itu kembali berdarah. Kalau kata dokter luka ayah cepat kering karena pakek obat yang paling bagus hanya aku takut aja kalau ayah bergerak terus luka yang sudah kering itu akan terbuka lagi.
"Ayah, Dava pamit pulang dulu ya soalnya Dava harus masuk kantor ayah. Sebentar lagi ibu dan Dinda akan datang kesini nanti bersama dengan bibi dan Elsa untuk menemani ayah sepanjang hari ini, ayah jangan bergerak ya dan ayah juga harus banyak istirahat biar cepat pulih" ujarku.
"Iya nak pulanglah hati-hati di jalan semoga tender proyek besar itu di berikan untuk kamu ya nak doa ayah selalu menyertai mu," ujar ayah.
Gama dan Rafa juga ikut pamit pada ayah karena kami sama-sama berangkat, aku juga tidak lupa menitipkan ayah kepada suster untuk memperhatikan ayah dan semua kebutuhan ayah di perhatikan sebelum Dinda dan ibu datang.
Setelah pamitan aku, Gama dan Rafa keluar dari ruangan gegas menuju parkiran kami masuk kedalam lift untuk menuju ke parkiran.
"Raf...kamu pulang sama aku dan Gama atau kamu langsung pulang aja ke rumah"? Tanya ku.
__ADS_1
"Aku langsung aja Dav, aku kan bawah mobil juga untuk apa aku harus ikut kesana lagi astaga Dav kayak gini lah kalau sudah dapat gelar ayah muda kadang amnesia karena mikirin istri anak hahaha"
Sue....nih Rafa bilang amnesia lagi sama aku, tapu ada benarnya juga aku sudah tahu kalau semalam Rafa datang bawah mobil begitu juga dengan Gama kenapa aku harus ajak mereka berdua pulang bareng aku hummm pusing.
"Tau nih kakak Dava semalam kita datang bawah mobil masing-masing tapi masih ngajak naik mobile bareng sama kakak Deva atau kakak Dava tidak bisa ya jauh-jauh dari kami, yuk kita berangkat atau berdebat disini aja sampai habis waktu, tidak ada hari tanpa berdebat sama kakak Dava dasar Tuan muda" Wala boca ini ngumpetin aku lagi, mala bilang aku tidak bisa jauh dari mereka idiiih...oga.
Aku malas mendengar ocehan mereka jadi aku langsung masuk kedalam mobil dan menyuruh asistem Arfan menjalankan mobil tinggalkan mereka berdua masih berdiri di tempat menatap aku, hahaha berdiri aja disitu sampai malam.
Mobil yang aku tumpangi keluar dari parkiran rumah sakit dan mulai memasuki jalanan yang mulai di padati pengendara lainnya yang berlombah-lombah mencari jalan untuk sampai tempat tujuan masing-masing. Ada yang berangkat kerja untuk memenuhi kebutuhan rumah tanggah ada juga yang mengantarkan anak-anak nya pergi ke sekolah, aku sudah tidak sabar ingin mengantarkan Grey dan Gretta ke sekolah, tunggu empat tahun begitu baru Grey dan Gretta bisa masuk playground, pasti kedua anak ku cantik dan tanpan sama kayak papi dan mami nya hehehe.
Jadi kangen sama kedua anak ku sudah berapa hari ini aku tidak sempat mengendong mereka karena sangking pusingnya dan sibuk, aku usahakan setelah selesai mandi aku harus mengendong ke dua anak ku, pasti mereka juga sudah rindu dengan papi mereka yang sangat tanpan ini.
Ternyata jalanan sangat macet, jadi aku menyuruh asisten Arfan untuk mencari jalan pintas aja yang penting bisa cepat sampai dirumah, lama-lama aku bawah jet pribadi ayah aja ke kantor kalau begini macetnya kapan sampai di rumah dan balik lagi ke kantor bisa terlambat aku jadinya, untung Tuan Adrak janji jam sepuluh dan meeting di kantor mulai jam satu setelah makan siang.
"Ada Tuan muda jalan pintas tapi agak kecil jalannya dan jalannya juga agak sedikit rusak" ujar Asisten Arfan.
"Tidak masalah mau rusak mau sempit asal bisa lolos dari kemacetan ini dan kita sampai di rumah" ujarku.
Akhirnya asisten Arfan cari jalan lain yang menurutku agak lumayan bagus juga karena lancar perjalanannya walaupun jalannya yang rusak menurutku tidak masalah. Hampir satu jam barulah kami sampai di rumah aku melangkah masuk kedalam rumah ternyata ruang tengah masih sepi ya jelas karena masih jam setengah tujuh, jadi ibu pasti belum keluar dari kamar apalagi ayah masih di rumah sakit aku hanya lihat semua pelayan lalu lalang untuk membersihkan apa yang perlu di bersihkan.
__ADS_1
Mereka juga menyapah aku dengan ramah dan aku juga membalas dengan senyuman, bukan karena mereka pekerja di rumah dan aku sebagai Tusn mereka sehingga aku tidak perlu menyapah mereka cara seperti itu tidak perna ada di keluarga Adinata, mau mereka pekerja atau siapapun yang ada di rumah ini mereka tetap di hargai.
"Sus...nyonya belum keluar ya dari kamar, semalam nyonya tidak apa-apakan?" tanya ku.
"Maaf Tuan muda sepertinya nyonya masih di kamar dan nyonya baik-baik saja Tuan"
"Baiklah kalau begitu sus boleh kembali bekerja"
"Baik Tuan muda silahkan."
Aku langsung gegas naik kelantai dua dan masuk kedalam kamar ternyata aku di sunguhkan dengan pemandangan yang indah membuat hatiku seketika bahagia dan cape langsung hilang, Dinda lagi asyik bermain dengan kedua anak ku, tapi aku ingat kejadian kemarin jadi aku tidak mendekati mereka aku langsung masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan diri.
"Sayang kamu sudah mandi belum dengan si kembar" tanyaku.
"Sudah dong mas kedua anak mami sudah bersih walaupun masih pagi tapi mereka mandi pakek air hanget, papi aja yanf belum mandi yakan nak, papi masih bau jadi harus mandi dulu baru gendong Grey dan Gretta." aku yang mendengar celoteh istriku merasa lucu. Aku melihat pipi gembul kedua anak ku biking gemas tapi aku harus mandi dulu.
Aku langsung melucuti semua pakian ku dan merendamkan tubuh kedalam bathtub dengan arona wangi sabur yang menyeruak di hidungku.
Hampir tiga puluh menit aku didalam kamar mandi, rasanya sengar banget setelah selesai mandi awalnya ngantuk seketika hilang, untung aku keluar kedua anak ku belum tidur biasanya mereka hanya bermain sebentar saja.
__ADS_1
Gretta yang melihatku langsung mengulurkan kedua tangannya untuk minta di gendong, aduh imut banget putry kesayangan ku.
Setelah aku ganti aku langsung mendekati mereka bertiga dan berikan ciuman kepada mereka.