
Kami semua bersiap untuk pulang, sambil pamit satu sama lain awalnya kami ngajak Tasya dan Sabrina biar nginap di rumah satu hari tidak masalah tapi mereka katanya masih ada keperluan lain jadi lain waktu mereka akan nginap di rumah. Lagian Tasya dan Sabrina sudah janjian mereka akan pergi shoping nanti.
Kami turun ke tempat parkiran dengan Lift aja, kalau tadi pas datang kami senjaga lewat tanga aja sengaja hehehe....sekalian olaraga tadi.
Setelah sampai di dalam mobil aku tanya Dinda apakah ada tempat yang ingin dia kunjungi lagi, kalau memang ada tidak masalah kami kesana lagi, ini juga masih jam sepuluh jadi masih banyak tempat yang buka aku ajak Dinda pergi nonton tapi justru Dinda menolak katanya aku sudah capek baru pulang dari luar kota langsung buat acara lagi.
"Sayang masih ada kah tempat yang ingin kamu kunjungi ini masih jam sepuluh jadi bisa kita kesana sebentar, pokoknya hari ini harinya kamu sayang jadi apapun yang kamu minta mas akan turuti semua" tanyaku
Dinda meletakkan kepalanya di pundaknya, sembari dia berkata lirih" mas sudah lebih dari cukup kasih sayang mas terhadap Dinda, Dinda tidak bisa mengungkapkan dengan kata-kata sangking banyaknya. Terimah kasih banyak ya mas atas kado terindahnya hari ini, Dinda saja tidak menyangkah mas menyiapkan semua ini padahal Dinda tidak mengharap semua keindahan ini, cukup kasih sayang mas tidak perna berubah itu sudah lebih dari cukup, jujur Dinda sangat terharu mendapatkan kejutan dari mas, Dinda pikir mas hanya mengajak Dinda sekedar makan aja tapi ternyata mas tidak merasa lelah karena baru pulang dari luar kota, mas masih sempatkan untuk menyiapkan semua ini.
Jika mas ingin Dinda meminta sesuatu lagi dari mas, hanya satu permintaan ini yang Dinda inginkan mas, walaupun Dinda tahu bahwa mas suami yang baik jadi tidak mungkin melakukan itu tapi apa Dinda salah meminta lagi, namanya manusia sebaik apapun kita jika iblis sudah mengodah dan kita tidak punya iman yang kuat pasti kita jatuh kedalam dosa." Ujar Dinda.
"Apa itu sayang mintalah mas pasti akan kabulkan apapun itu, bahkan nyawah mas sekali pun mas relah demi kamu sayang, kamu adalah wanita yang paling mas cintai." Jawabku.
"Dinda hanya minta jangan perna berubah mencintai Dinda mas, walaupun banyak gadis di luar sana yang cantik lebih cantik dari pada Dinda tapi tolong jangan tergodah dengan mereka mas Dinda tidak sanggup kehilangan mas, mungkin bisa jadi Dinda kehilangan arah tujuan jika mas pergi meninggalkan Dinda, memang masih ada ayah dan ibu tapi sekarang mas adalah suami Dinda jadi Dinda berharap sepenuhnya kepada mas, Dinda berharap kita tetap bersama sampai tua nanti mas tanpa ada penghalang di antara kita." Ujar Dinda.
"Ya ampun sayang apa yang kamu katakan mana mungkin mas seperti itu, mas sangat mencintai Dinda dan menyayangi Dinda jadi tidak mungkin mas berbuat seperti itu percayalah sama mas, selama ini banyak sekali gadis yang mendekati mas, tapi apa mas perna membuka celah untuk mereka masuk? Tidak perna bukan? Bahkan mas membiarkan apapun yang kamu lakukan jika itu menyangkut kebahagiaan kita kamu menghabisi Emelia mas diam saha bahkan mendukung mu karena mas tahu keresahan hati kamu sayang. Jadi percayalah sama mas sayang mas tidak perna menghianati kamu tanpa kamu minta pun mas tidak akan melakukan itu."
"Makasih banyak ya mas atas semua kebaikan mas terhadap Dinda selama ini, Dinda tidak tahu apa yang harus Dinda ucapkan semua ini lebih dari cukup jadi kita pulang saja, tidak perlu nonton apa mas tidak merindukan yang satu itu sudah satu minggu mas tidak menyentuhnya dia sudah sangat merinduhkan belaian tangan mas" ujar Dinda.
Humm suara lembut Dinda membuat jiwa lelakiku mulai merontah-rontah, gara-gara Dinda si joni mulai menengang ah dasar kamu joni hany mendengar yang itu aja kamu langsung bangkit, kamu tahu tidak gara-gara kamu aku jadi menderita begini mana masih jauh lagi.
__ADS_1
"Ah...kamu ya sayang tahu aja kebutuhan seorang suami, mas juga sudah sangat rindu sayang apalagi satu minggu rasanya mas tidak bisa tahan tapi ya mau bagaimana lagi harus belajar dan biasakan. Makanya mas bisa tahan sampai ketemu kamu sayang" ujarku.
"Makanya kita tidak perlu nonton biar kita habiskan waktu kita di kamar aja mas, Dinda juga sudah pengen banget"
Dinda benar-benar menguji iman ku dia tahu kami masih di halan dan jarak ke rumah masih jauh, tapi kenapa musti di bahas seharusnya tunggu sampai di rumah dulu baru bahas biar aku tidak begitu menderita menahan hasrat begini.
Karena aku tidak tahan aku sampai melumut bi**r Dinda, gilanya Dinda juga merespon dengan mengeluarkan ******* kecil astaga benar-benar deh...aku benar-benar tersiksa pengen cwpat-cepat sampai di rumah agar bisa kembali menjebol gawang Dinda.
"Sayang kamu tahu tidak mas sudah tidak kuat gara-gara kamu sayang, kenapa lama banget sih sampai dirumah mas sudah tidak tahan"
"Mas jangan kencang suaramu mas tuh ada asistrn Arfan untung asisten Arfan tidak dengar atau bisa jadi dia dengar tapi pura-pura tidak mendengar, karena takut sama Tuannya yang agak sedikit galak hehehe" ujar Dind terkekeh.
"Apa itu Tuan muda, maaf saya tidak mendengar" tanya asisten Arfan.
"Astaga makanya lepaskan dulu hetsed itu dari telinga mu asisten Arfan tapi bagus juga kalau kamu tidak mendengar" ujarku.
Asisten Arfan hanya cegegesan karena tidak tahu aku ngomong apa barusan.
Tidak lama kemudian mobil kami masuk gerbang utama syukurlah akhirnya sampai di rumah, setelah mobil berhenti aku langsung turun si gandeng oleh Dinda, ternyata semua mobil yang ikut ke restoran bersamaan sampai mobil ayah, baru mobil aku dan Dinda dan di ikuti yang lain, aku sangat berharap ayah mengeryi kondisiku dan tidak akan menanyakan sesuatu menyangkut pekerjaan karena sudah kebelet.
Namun di luar harapanku baru saja aku keluar dari mobil tiba-tiba kata ayah, kalau ayag ingin membicarakan sesuatu hal membuat aku lemas seketika.
__ADS_1
"Nak, nanti datang ke ruangan ayah sebentar ya ada yang ingin ayah bicarakan sama kamu, ini sangat penting" ujar ayah aku dan Dinda saling pandang dan tersenyum sarkas, astaga ayah kayak tidak perna muda saja deh.
"Apa....sekarang ayah, sepenting apa ayah masalahnya, sampai tidak bisa di tunda besok saja Dava sudah ngantuk ayah besok aja ya baru kita bahas bisa kah ayah, lagian ini juga sudah malam ayah jadi besok saja" ujarku
"Hahaha....bu lihat anak laki-laki ibu kasian banget mukanya, padahal ayah hanya bercanda tadi untuk mengetes apakah dia mau atau tidak ternyata wajahnya terpaksa dia tadi malam ini jatahnya gagal, nak ayah itu hanya bercanda saya sana istirahat lah kalian berdua nanti besok aja kita bahas yang lain" ujar ayah tertawa.
"Ya ampun pah, jangan ngerjain putra papa sepeeti itu papa kayak tidak perna muda saja, lagian sekarang sudah malam jadi biarkan saja anak-anak mu istirahat pah" ujar ibu, sedangkan aku bernapas lega ternyata aku hanya di kerjain oleh ayah saja karena ayah tahu pikiranku.
Kami semua langsung beriringan jalan masuk kedalam rumah semua kada di antar kedalam kamar setelah kami sampai didalam rumah aku langsung mengendong Dinda dan masuk kekamar, karena sumua orang juga langsung masil ke kamar masing-masing.
Setelah aku sampai di dalam kamar aku langaung meletakan istriku diatas kasur, dan langsung menyuruh Dinda untuk membuka semua apa yang ada di tubuhnya, aku langsung melahap bibirnya entah kenapa aku kayak bina**ng kelaparan tidak membiarkan Dinda bernafas lega sedikit pun juga setelah aku melihat tidak ada sehelai benang pun di tubuh Dinda aku langsung menyerjangnya tidak berikan ampun.
"Sayang mas sudah tidak tahan kita langsung aja ya" ujarku. Dinda hanya mengangguk kepala tanpa menjawab.
Aku langsung memasukan si joni kedalam gua nya Dinda, baru saja masuk Denda sudah mulai mengeluarkan suara-suara erengan membuat akau semakin mengila. Dinda memang kebiasaan setiap kali kamu bercinta dia selalu bikin aku puas dengan caranya sendiri.
"Mas bagaimana kalau Dinda yang pengang kendali, soalnya mas kecapean jadi biar Dinda bantu, mas tenang aja Dinda pasti bisa dan kita sama-sama puas malam ini mas akan puas bercinta sama Dinda" ujar Dinda, sambil mulai mengoyangkan pinggulnya kekanan atau kekiri, dengan nikmat kamu memang luar biasa istri ku tahu memberikan kepuasan kepada seorang suami.
Hampir tiga puluh menit kamibercinta akhirnya tepar kami berdua, aku merebahkan tubuh ini disamping Dinda tapi joni masih tengang memang kalau si joni sudah ngamuk susa untuk di tidurkan kalau tidak sesuai dengan kemampuannya, dia tidak akan tidar.
"Sayang kita nanti lanjut rondeh kedua lagi ya, mas belum puas nanti mas yang pengamg kendali sayang yang diam dan nikmati saja tidak perlu kuatir pasti kamu puas sayang" ujarku.
__ADS_1