Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda

Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda
118


__ADS_3

Kakak Dea mulai cerita kalau kedatangannya untuk minta bertemu dengan aku dan Dinda karena kakak Dea sudah mengetahu siapa pelaku yang sudah membuat ayah Evan meninggal sebenarnya ayah Evan belum meninggal dalam kecelakaan itu, bagiku yang sudah aku tahu ya kalau ayah mertua belum neninggal tapi bagi Dinda dan kakak Dea pasti mereka berdua mengira kalau memang ayah mertua sudah meninggal.


Aku juga sudah tahu siapa pelakunya tapi aku juga penasaran dengan apa yang akan kakak Dea sampaikan. Pasti istriku syok mendengar kenyataan ini.


"Siapa kakak siapa pelakunya yang berani melakukan itu kepada ayah cepat katakan siapa membunuh ayah, kasih tahu biar Dinda yang pergi membunuhnya siapapun manusia Laknat itu kakak aku bersumpah akan membunuhnya."


Waduh bisa gawat ini belum apa-apa Dinda sudah emosi sampai bersumpah begitu aku takut nanti Dinda benaran nekat kalau tahu itu bu Anjani. Semoga emosi Dinda masih bisa aku dan kakak Dea mencengahnya.


"Dik kamu tenang dulu kakak sudah bilang sabar dulu jangan emosi lagian kakak gak yakin kamu melakukannya."


"Kenapa gak mungkin aku tidak peduli siapa dia, sudah kakak sekarang kakak katakan siapa orangnya" tanya Dinda.


"Di...dia...i..ibu dik...ibu yang membayar seorang laki-laki yang bernama Ogen untuk membunuh ayah, jujur Dik kakak benar-benar syok dan tidak percaya dengan semua yang kakak lihat tapi memang itulah kenyataannya Dik" kakak Dea seketika bulir bening mengalir begitu saja membasahi pipi kakak Dea.


"A...apa..kakak bilang perempuan itu yang sudah menghabisi ayah yang benar kakak, kakak tidak bohong kan sama Dinda"? Teriak Dinda sangat terpukul mendengar kalau yang membunuh ayah mertua adalah istrinya sendiri

__ADS_1


Ya Tuhan berdosa kah aku menyembunyikan masalah ini dari mereka berdua rasanya tidak tega melihat hancurnya hati kakak Dea dan Dinda, aku tidak kuat melihat mereka berdua menangis sampai bahu mereka terguncang dari wajah keduanya penuh kebencin, aku sengaja diam-diam videokan mereka berdua agar kirim ke ayah Evan apakah ayah masih mau menyembunyikan ini semua dari kedua anak gadisnya aki juga ikut sedih.


"Hikss...hikss....kakak benar-benar tidak menyangkah dik kalau perempuan itu sangat kejam dan licik, kemarin kakak sudah siap untuk membunuhnya tapi kalau kakak nekat bisa jadi kakak juga ikut terbunuh oleh pengawal, kakak kesini mau minta bantuan kalian berdua dik, Dava untuk bantuk kakak membalaskan semua Dendam ini sampai buat dia ketakutan"


"Kakak mana buktinya kalau menang perempuan itu yang sudah membunuh ayah, biarkan Dinda saja yang membunuhnya dia harus menanggung semua penderitaan yang ayah alami Dinda akan membunuh wanitah ****** itu......" teriak Dinda


Dinda menghapus air matanya dengan kasar ternyata istriku tidak selemah sepertinya yang aku pikirkan justru kakak Dea yang terlihat sangat lemah dan terpukul, aku tahu istriku kuat diluar saja tapi sebenarnya rapuh juga didalam hanya saja Dinda masih bisa mengontrol dirinya. Sedangkan kakak Dea gak.


Dinda meminta bukti dari kakak Dea tapi benar juga sih harus ada bukti agar bisa membuktikan kalau pelakunya adalah bu Anjani.


Aku sangat paham kemarahan dan kesedihan yang dirasakan oleh kakak Dea dan istriku karena aku hanya seorang menantu saja sudah sakit hati mendengarnya apalagi kakak Dea dan Istriku yang notabene adalah anak kandung ayah Evan.


"Dik apa kamu yakin mau lihat semua buktinya apakah kamu kuat, karena masih ada satu masalah lagi yang di lakukan oleh perempuan itu dik bukan hanya membunuh ayah tapi juga dia sudah menyelingkuhi ayah hampir dua tahu terakhir ini, kakak yakin dik ayah sudah tahu semua kelakuan busuk perempuan itu jujur sakit sekali hati ini dik, kalau disuruh kakak memilih untuk dilahirkan oleh perempuan itu lebih baik tidak usa dilahirkan dari rahim seorang perempuan yang kita hormati dan sayangi selama ini tapi ternyata dia seorang perempuan ******"


Dinda yang mendengar pengakuan dari kakak Dea kembali menangis aku benar-bebar kasihan sama mereka berdua mau aku kasih tahu kalau ayah mertua masih hidup, aku sudah berjanji dengan ayah Evan jadi aku tidak berhak menberitahu mereka karena ayah Evan sudah percaya sama saya, aku harus bagaimana untuk mebenangkan kakak Dea dan Dinda yang sudah sejak tadi menangis.

__ADS_1


" Kakak sabar ya Dava percaya kakak dan Dinda kuat menghadapi ini percayalah semua akan berakhir dengan bahagia , tapi boleh Dava bertanya kakak siapa laki-laki itu"


"Laki-laki itu adalah orang yang sama membunuh ayah Evan, ini semua bukti ada didalam hp aku Dav cobak kamu buka semua chat tidak senono dan videonya juga ada didalam memang perempuan iblis betul itu Dav pengen sekali aku membunuhnya."


Kakak Dea menyodorkan hpnya dan ia membuka file yang sudah di privasi mungkin kakak Dea takut tiba-tiba ada yang membuka geleri terus ketahuan, jadi kakak Dea sengaja memindahkan semua foto dan video ke satu file, ya menurutku bagus juga cara kakak Dea.


Aku dan Dinda mengambil hp kakak Dea dan melihat semua foto dan videonya sampai badan istriku gemetaran sangkin terkejut dengan semua kenyataan yang dia lihat, yang paling parahnya lagi saat aku dan Dinda melihat video panas bu Anjani dengan seorang pria yang umurnya hampir sama dengan ayah Evan...karena memang ayah Evan masih terlihat awet mudah.


"Dav, Dinda...kakak datang kesini menemui kalian berdua untuk kerja sama bantu kakak untuk membalaskan sakit hati ayah kepada perempuan itu, dari kemarin kami berdua bertengkar hebat sampai Kenedy aku pukul kepalanya dengan pot bunga dan jatuh pingsan. Dan perempuan itu juga secara tidak sengaja sudah membuka aibnya mengakui kalau memang benar Lexza bukan anak kandung ayah jadi kemarin dirumah kayak neraka"


"Dav kamu punya kenalan notaris gak untuk membalikan nama semua aset dari atas nama ayah menjadi atas nama aku dan Dinda? aku tidak perlu semua aset aku hanya mau restoran yang aku tanggani sekarang yang lain pindahkan atas nama kamu saja dik karena kakak dengar sendiri dari mulut laki-laki itu dia menyuruh perempuan itu segerah mengambil semua harta ayah karena mereka mau menikah, kakak tidak mau semua harta ayah di ambil ahli oleh perempuan itu."


Ya ayah mertua memang sudah perna membahas ini juga, tapi semua aset atas nama ayah biarlah untuk kakak Dea karena Dinda sudah punya bagian kasian kakak Dea.


"Kalau menurut aku kakak semua aset atas nama ayah biarlah nanti aku cari notaris untuk mengubah semua atas nama menjadi nama kakak saja kalau untuk Dinda tidak perlu kakak Dinda tidak butuh semua itu."

__ADS_1


Aku harus bicarakan ini dengan ayah mertua karena ayah mertua sudah sediakan notaris untuk membalikan atas nama jadi biar urusan ini aku tanya dulu ke ayah biar apa tanggapannya, tapi memang benar apa kata kakak Dea ini harus segerah dilakukan takutnya perempuan jahat itu duluan.


__ADS_2