
Begitu sakitnya, kakak Dea dan Dinda rasakan dulu terutama Dinda sehingga mereka sampai memohon kepada tante Riska agar mau menerima mereka berdua sebagai putrynya, semua terharu dengan perkataan Dinda bahkan tante Riska juga memeluk Dinda dan kakak Dea sambil mencium kening mereka berdua.
"Makasih ya nak, sudah mau menerima tante sebagai ibu sambung kalian, makasih juga karena kalian juga sudah mau nenerima Rafa sebagai adik dan kakak kalian, ibu janji ibu akan menjadi ibu yang baik untuk kalian bertiga ibu akan menyayangi kalia bertiga sebagai putra dan putri ibu, ibu akam berusaha sebaik mungkin agar kalian tahu betapa ibu menyayangi kalian" ujar tante Riska.
"Makasih banyak ya bu, mulai sekarang Dinda dan kakak Dea memanggil dengan pamggilan ibu" ujar Dinda.
Setelah Dinda dan kakak Dea selesai memeluk tante Riskan, aku pikir mereka langsung duduk kembali ternyata tidak, justru mereka berdua mendekati Rafa dan memeluk Rafa, sebenarnya aku cemburu melihat Dinda memeluk Rafa tapi mau marah juga tidak bisa lantaran nanti Rafa juga akan jadi saudaranya Dinda dan kakak Dea jadi aku tidak boleh egois. Kebahagiaan istriku lebih penting
Setelah selesai akhirnya kami kembali duduk dan ayah mertua bercerita, kalau tadi pagi ayah mertua datang kerumah tante Riska dengan nekat untuk melamar tante Riska. Ayah mertua tidak peduli jika nanti lamaran di tolak oleh tante Riska yang penting ayah mertua sudah punya niat baik untuk datang melamar tante Riska, entah sejak kapan ayah suka jail dan mengodah orang soalnya hari ini ayah garda terdepan mengodah ayah mertua dan tante Riska.
"Saya penasaran kenapa besan bisa melamar Riska dan sejak kapan acara lamaran itu terjadi? kenapa kami tidak di undang? padahal saya juga pengen lihat monen bahagia itu" ujar ayah membuat semua terkekeh.
"Ah..besan! bikin malu aja, ya begitu lah besan kalau sudah jatuh cinta pada pandangan pertama itu susah dilupakan, saya sudah memikirkan dan awalnya agak ragu-ragu takutnya saya di tolak tapi setelah saya pikir-pikir kenapa tidak cobak dulu, karena kalau tidak coba mana tahu kalau saya di terimah atau tidak, kalau tidak di terimah berarti bukan jodoh, tapi kalau di terimah berarti ini adalah takdir Tuhan.
__ADS_1
Jadi tadi pagi saya memberanikan diri untuk datang kerumah dengan tidak membawah apa-apa hanya diri ini yang datang, untuk mengatakan cinta kepada wanita tercintaku sebenarnya jantung saya kurang aman takut di tolak tapi ternyata usahaku tidak sia-sia saat saya datang saya di terimah dengan baik oleh putraku Rafa dan wanita terbaikku."
Saya rencana setelah semua masalah ini selesai saya segerah menikahinya besan, doakan semoga semua rencana kami bisa berjalan dengan lancar karena saya juga tidak mau lama-lama, saya hanya menunggu perempuan sialan itu sudah masuk penjara berarti saya sudah tenang jadi bisa membinah rumah tanggah dengan baik yang saya harapkan saat ini kebahagiaan anak-anak. Lagian anak kami sudah tiga jadi kami juga tidak memikirkan punya anak lagi namun kalau Tuhan memberikan tidak masalah"
"Wah....kita harus merayakan hari bahagia ini bersama besan, Oh ya, hadia apa yang diberikan untuk kamu Riska? soalnya saya penasaran?" tanya ibu, tante Riska lansung tunjukan kalung mewah seharga satu miliyar di berikan oleh ayah, mantap juga hadia dari ayah.
"Mantap! jangan lihat dari harganya Ris! tapi lihat dari cinta dan perhatiannya kepada kamu, saya sudah mengganggap kamu adikku tapi jika kamu sudah menikah berarti kita berbesan, jadi jangan mengecewakan pria yang tulus mencintaimu dan anak-anak yang sangat menyayangimu, tunjukan ke pada mereka kalau kamu sangat menyayangi mereka. Dan kamu adalah ibu terbaik untuk mereka"
"Iya mbak, saya ingat pesan mbak! lagian Riska memang benar-benar menyayangi anak-anak bukan karena Riska mau menikah dengan mas Evan baru Riska mrnyayangi mereka, tapi pertama kali Riska ketemu dengan Dinda dan Dea, Riska sudah jatuh hati dengan mereka sebelum mengenal mas Evan."
"Rafa, om mau tanya tapi kamu jawab jujur, jangan bohong kalau memang kamu tidak suka jawab aja bilang tidak! jangan tutup-tutupi itu tidak baik, apakah kamu benar-benar menerima ayah Evan sebagai ayah kamu nak" tanya ayah karena memang dari tadi Rafa hanya diam.
"Iya om! Rafa benar-benar menerima ayah Evan sebagai penganti almarhum ayah, karena Rafa merasakan ayah Evan adalah sosok ayah yang baik dan juga suami yang baik untuk ibu, hanya satu aja yang Rafa minta dari ayah Evan jangan sakiti ibu, karena kebahagiaan ibu adalah kebahagiaan Rafa juga, Rafa tidak mau suatu saat ibu menangis karena ayah, jika ibu bahagia Rafa iklas karena Rafa pengen ibu punya kebahagiaan tersendiri dan ibu punya pria yang tepat untuk menemani ibu nanti"
__ADS_1
Wah....jawaban Rafa peke banget deh!..aku jadi terharu dengan jawabannya lagian Rafa juga sudah perna bilang kalau dia ingin ayah Evan menikah tante Riska jadi sekarang keinginan Rafa terkabul.
Tidak terasa sudah mau jam tujuh saatnya makan malam, ayah dan ibu mengajak semua untuk ke meja makan karena makanan sudah tersedia.
"Hayo semuanya mari kita makan malam dulu katak pak Wan, hidangannya sudah siap dari pada dingin makanannya dan menjadi tidak enak lebih baik kita makan dulu, setelah selesai baru kita lanjut ngobrol ayok besan, Ris kita makan dulu anak-anak ayok" ayah dan ibu mengajak kami semua ke meja makan untuk makan malam bersama.
Kami semua gegas ke meja makan, kami makan dalam diam tidak ada pembicaraan diantara kami semua, karena kami ingin nenikmati semua hidangan yang ada, aku menyuapi Dinda agar dia banyak makan karena kalau Dinda yang makan sendiri nanti hanya sedikit yang dia makan katanya tidak selerah.
Sambil aku suapin aku juga sambil makan, hampir dua puluh menit kami makan setelah selesai kami semua kembali ke ruang tengah dan melanjutkan obralan kami, saat kami duduk ayah mertua membahas soal perusahaan dan mengatakan kalau besok ayah mertua ada urusan penting jadi belum tahu ayah mertua kr kantor atau tidak.
"Nak Dava besok ayah minta tolong kamu ke perusahaan dulu ya, soalnya besok ayah ada keperluan jadi ayah tidak tahu datang atau tidak, tapi yang jelas kalau ayah selesai urusan lebih cepat dan masih sempat ke pedusahaan ayah akan datang kesana yang penting nak Dava duluan aja dulu ke kantor, tidak apa-apa besan kalau besok aku minta nak Dava ke perusahaan sementara" tanya ayah mertua.
"Tidak masalah besan biar Dava saja kesana tapi lebih baiknya besan juga harus datang biar tahu kondisi di peeusahaan seperti apa"
__ADS_1
Betul juga yang di dikatakan oleh ayah.