
Pov Author.
Ditempat lain lagi-lagi seorang pria yang belum mau menyebutkan namanya itu marah-marah karena rencananya selalu gagal, padahal kiriman yang kedua waktu di restoran itu adalah pengawalnya selama ini selalu di andalkan, sehingga emosinya tidak bisa terkendalikan sampai pria tersebut membanting semua barang yang ada di depan mata nya. Bahkan anak buahnya yang lagi berlutut di hadapannya tidak ada seorang pun yang berani buka suara.
Karena mereka sudah ketakutan dengan kemahan bos mereka karena ternyata kedua mayat yang di restoran itu di kirim kembali ke markas oleh pengawalnya Dinda itu yang memicuh kemarahan bos dari kedua pengawal yang meninggal itu.
Siang itu seorang pria lagi duduk santai di ruang rahasianya sambil tersenyum karena pria itu sangat yakin kalau kali ini rencananya tidak akan gagal justru ia akan mendapatkan penghasilan yang sangat besar jika nanti pengawalnya membawah pulang sandera.
Namun sudah hampir dua jam pria itu menunggu tapi tidak kunjung ada kabar dari pengawalnya tersebut membuat sang bos mulai gelisa karena bukan hanya kedua pengawal itu yang tidak kunjung pulang...beberapa pengawal yang juga diutus diam-diam untuk mengikuti kedua pengawal itu juga belum ada kabar bos mereka sudah mulai gelisa karena takut gagal lagi.
"Aduh kenapa sih mereka berdua belum ada yang kasih kabar kemana juga ketiga pengawal itu, aku hanya menyuruh mereka untuk memata-matai mereka kenapa justru menghilang juga tidak ada kabar apakah mereka dapat tangkap lagi sehingga rencanaku gagal dan gagal lagi"
"Ah...tidak aku yakin Tomas berhasil secara dia pengawal yang paling cerdik dan jago dalam bertarung jadi gak mungkin perempuan itu bisa mengalahkannya, lagian kenapa pengawal yang lain juga tidak ada yang kasih kabar sih bikin gelisa saja deh....sudah hampir tiga jam mereka pergi susa di hubungi. Target sebenarnya ada dimana sih"
Tiba-tiba ada seseorang yang mengetuk pintu membuat pria itu tersenyum kemenangan pria itu berpikir jika yang datang adalah pengawal yang di utus tadi pagi.
Pria itu bangun dan gegas membuka pintu dan betapa terkejutnya pria itu melihat ketiga pengawalnya pulang dengan memopong dua mayat membuat pria itu langsung syok dan emosi.
__ADS_1
Ketiga pria itu langsung berlutut di lantai sedangkan kedua teman yang sudah meninggal itu mereka meletakan di lantai.
Jadi ternyata saat Dinda menyuruh pengawalnya mengurus kedua mayat itu pengawal Dinda pintar jadi mereka memiliki rencana untuk memancing penjahat itu keluar dari persembunyiannya, dengan membungkus kedua mayat itu kedalam kantong mayat disitu juga ada surat yang pasti di tulis oleh pengawal untuk menjebak sih penjahat.
"Bro aku punya ide kalau kita biarkan atau setiap kali kita selesai membunuh mereka terus kita bakar sampai kapan pun kita tidak akan tahu siapa dalang dibalik masalah ini, jadi aku pikir kita harus bijak agar kita bisa mengetahui siapa bos mereka."
"Caranya bagaimana" tanya pengawal yang satu.
"Ada kantong Jenaza kan di mobil bawah kesini sekalian bawah sepucuk kertas dan bolpen"
"Ha untuk apa bukannya kita disuruh oleh nona Dinda membakar kedua mayat ini."
Akhinya pengawal itu pergi meninggalkan keempat temannya yang masih menjaga kedua mayat itu, tidak lama kemudian dia pengawal kembali dengan membawah apa yang pengawal itu butuhkan.
"Apa yang mau kamu lakukan"? tanya temannya.
"Ikuti saja nanti kalian juga akan tahu, sekarang masukan kedua mayat itu kedalam kantong ini dan masukan kertas ini kedalam aku sudah tulis sesuatu di situ."
__ADS_1
Temannya hanya nurut saja tanpa perlawanan karena mereka tahu pasti rencana temannya itu yang terbaik.
"Sudah tuh apa yang mau kita lakukan"
"Dengarkan aku baik-baik kita ini bawah dua mobil dan satu motor jadi nanti kalian berdua naik satu mobil sekalian masukan kedua mayat itu kedalam, kalian bawah pergi kedua mayat ini dan buang ke jalan sepih yang perna kita ketemu dengan penjahat disana. Karena aku yakin masih ada teman dari kedua mayat ini ada disini jadi dia pasti akan ikuti kemana kita bawah mayat itu pergi."
"Dan kalau mereka tahu kita tidak membakar mayat tapi kita buang mereka pasti datang mengambil mayat itu setelah kita pergi, jadi maksud aku kamu RIo tugas kamu naik motor pulang dengan nona Cessie dan nona Ririn nanti kami akan nyusul, biar kami berdua ikuti kalian dari jarak agak jauh agar mereka tidak curiga jika kami adalah teman kalian, kami bawah sandera bersama dengan kami. Setelah kalian berdua membuang mayat disitu kalian segerah berlalu pergi tapi tunggulah kami di tempat yang sudah kita sepakati biar kami berdua memata-matai mereka dan mengikuti dari belakang setelah mereka pergi agar kita dapat tahu dimana markas mereka"
"Nanti setelah kita sudah tahu barulah kita lapor ke Tuan untuk cari solusi apakah kita langsung menyerang mereka atau tunggu dulu yang penting sekarang bagaimana caranya agar tidak ketahuan"
"Pintar juga ide kamu kenapa gak dark jauh-jauh hari sih"
Keempat temannya merasa kalau ide dari teman yang satu itu sangat bagus akhirnya mereka menyetujui dan melakukan seperti yang di perintahkan oleh temannya itu, satu pengawal pulang naik motor ikut Dinda dan Ririn sedangkan dua pengawal lagi bagian mancing mereka dengan membawah mayat untuk di buang, dan dua lagi yang memantau dari jarak jauh untuk mereka ikuti kemana penjahat itu membawah kedua mayat temannya itu pergi.
Setelah kelima pengawal itu selesai menyusun rencana akhirnya kedua mayat itu di masukan kedalam satu mobil dan berlalu pergi, tidak lama ada sebuah mobil keluar dari parkiran dan mengikuti mobil pengawal Dinda dari belakang tapi agak sedikit jauh.
"Humm...Lihat aku bilang juga apa itu mereka sudah mengikuti mobil depan kalian gak percaya sih sama aku tunggu mobilnya agak sedikit jauh baru kita ikuti mereka"
__ADS_1
Setelah kedua pengawal yang tersisah melihat bawah mobil musu dan mobil temannya sudah agak jauh barulah kedua pengawal itu keluar dari parkiran dan menyusul mereka, tapi mereka tidak mendekat mereka lihat dari jarak jauh, setelah sampai di lokasih kedua pengawal itu turun dan mengeluarkan kedua mayat itu dari dalam mobil.
Sedangkan musu karena mungkin mereka merasa tidak sanggup melawan kedua pengawal itu makanya mereka tidak mendekat karena mereka menunggu para pengawal pergi barulah mereka turun, untuk membawah kedua mayat teman mereka karena mereka juga belum yakin kalau itu mayat kedua teman mereka.