
Pov Author.
Hari berganti hari dan satu minggu sudah berlalu hari istimewa yang di tunggu- tunggu oleh keluarga besar Adinata terutama kedua pengantin sudah tiba harinya, memang ini hanya resepsi karena akabnya sudah selesai namun ini bukan keluarga sembarangan tapi keluarga terpandang yang melakukan resepsi orang terkaya nomor satu di negara ini jadi tamu undangannya juga bukan tamu sembarangan.
Bahkan tempat resepsinya juga di adakan tempat luas Outdoor karena itu adalah keinginan Dinda...Dinda suka dunia luas dan bebas jadi Tuan Adinata dan Nyonya Adinata mengabulkan permintaan menantu kesayangannya karena acara satu kali seumur hidup.
Bukan hanya itu dari pihak pangantin juga menyiapkan hotel berbintang lima untuk penginapan parah tamu terhormat yang datang dari luar kota dan bahkan luar negeri.
Wah...pernikahan paling termewah dan termengah karenan bukan hanya resepsi pernikahan saja yang di lakukan tapi juga Tuan Adinata akan mengumumkan dan memperkenalkan Dava ke publik sebagai ahli waris tunggal keluarga Adinata.
Sudah dua hari keluarga Adinata menginap di hotel bintang lima untuk mempersiapkan semua kebutuhan walaupun sudah dipersiapkan oleh pak Erik tapi nyonya Adinata dan Tuan Adinata masih takut kalau ada kekurangan.
Dan selama di hotel banyak orang masuk keluar hotel itu dari pihak WO terkenal yang di panggil ke hotel untuk memanjakan tubuh Di Dinda dengan mandi lulur dan segala macam.
Hubungan Dinda dengan Dava juga sudah kembali membaik karena mereka ingin menyambut hari bahagia mereka dengan penuh suka cita dan kebahagiaan.
Ting tong...ting tong
Nak buka pintunya
Disebuah hotel mewah masih pagi-pagi pintu kamar Dinda sudah di ketuk dari luar terpaksa Dava bangun dan membuka pintunya ternyata sang ibu dan ada beberapa saudara dari Tuan Adinata dan Nyonya Adinata turut hadir membangunkan Dinda.
"Ibu, bibik ada apa masih pagi bu? Dava masih ngantuk Dinda juga masih tidur"
"Sayang bangunin Dinda biar dia luluran dulu sebelum nanti di make up karena acara mulai dari jam enam sampai selesai jadi masih ada waktu untuk luluran lagi , ibu juga mau menyiapkan semua keperluar kalian dulu karena pihak Wo sudah datang jadi bangunin Dinda nak"
"Apa sebaiknya tidak perlu luluran lagi bukankah dark kemarin sudah Dinda masih capek bu."
__ADS_1
"Nak ibu paham tapi ini untuk kebaikan Dinda karena nanti malam banyak tamu yang harus kalian sapa mereka jadi fisik kalian harus fress dan terlihat segar biar Dinda mandi lulur agar badannya enak cepat kok gak lama."
Dava yang masih ngantuk tapi terpaksa gegas ke kamar dan membangunkan Dinda.
"Sayang bangun ibu dan bibik ada didepan katanya pihak Wo sudah datang jadi kamu harus luluran dulu karena nanti setelah itu kamu harus bersiap."
Saat Dinda mendengar suara suaminya dan katanya ada sang mertua Dinda langsung bangun dan gegas ke pintu dengan wajah yang masih ditekuk dan agak berantakan.
"Ibu maaf Dinda baru bangun."
"Tidak apa-apa nak ibu yang minta maafkan sudah menganggu tidur kamu, karena kamu harus menyegarkan tubuh kamu nak biar nanti malam kamu tetap segar takutnya kamu kecapean karena nanti banyak tamu dari luar datang jadi kalian berdua harus terlihat segar."
"Baik ibu mau disini saja atau di mana ibu" tanya Dinda
jangan disini tempatnya sudah tersedia jadi keluarlah ikut ibu sama bibik kamu."
Dinda hanya menurut saja dan mengikuti langkah kaki nyonya Adinata menuju ke suatu ruangan yang sangat luas disana sudah ada beberapa orang menunggu dan yang masuk keruangan itu hanya orang tertentu tidak diijinkan sembarangan orang masuk kedalam.
Setelah selesai luluran Dinda kembali ke kamarnya untuk mempersiapkan diri karena semua pakian pengantingnya sudah tersedia karena tante Riska dengan Rafa juga ikut nginap di Hotel sebenarnya dari Wo sudah menyiapkan semuanya tapi nyonya Adinata maunya pake jasa gaun dan jas dari butik tante Riska.
Di sebuah kamar mewah seorang wanita cantik di make up seperti putry raja....cantik dan sangat anggun...sampai orang pangli melihatnya.
"Wah nona muda sangat cantik dan anggun sekali"
"Iya nona muda memang sangat cantik sama seperti Tuan muda juga sangat tanpan namanya juga sudah cantik dan ganteng dari kecil."
Dinda di make up secantik mungkin membuat semua orang yang hadir pada saat acaranya nanti pasti kagum dengan kecantikan dan ke gantengan Dinda dan Dava
__ADS_1
Setelah semua sudah siap sekarang sudah jam enam para tamu undangan sudah berdatangan untung hotelnya yang mereka nginap satu lokasih dengan lokasih acara.
Dea juga tidak mau ketinggalan jadi sudah dua hari nginap di hotel bersama suaminya jadi mereka juga ikut acara resepsi Dinda sedangkan Tuan Evan tidak bisa hadir jadi yang akan menemani Dinda adalah Dea sebagai penganti orang tuannya.
"Hmmm Jujur ya dik kakak bangga sangat terharu kakak bisa menyaksikan hari bahagia kamu disini tapi juga sedih karena seharusnya dihari bahagia kamu ayah ada disini, sayangnya ayah belum bisa hadir kamu jangan sedih ya dik tetap semangat karena kakak selalu ada untuk menemani kamu ingat kamu harus kuat karena hari ini kamu adalah ratu semua mata tertuju kepadamu berikan semyuman terbaik untuk semua orang"
"Iya kakak aku tetap semangat dan bahagia walaupun dihati ini sangat sedih karena ayah tidak hadir...sebenarnya ayah hadir kakak tapi tidak unjuk muka di publik ayah hanya menyaksikan dari belakang layar"
Dea dan Dinda yang lagi bersiap di kamar tiba-tiba pintu terbuka muncul nyonya Adinata dengan anggun nyonya Adinata mendekati kakak beradik itu sambil tersenyum.
"Wah....sayang kamu sangat cantik sekali gaun kamu cocok sekali sama kamu, tante Riskanya mana nak bukannya tadi disini"
"Tante Riska ada ke ruangan mas Dava katanya bu ada yang mau diambil katanya soalnya di ruangan mas Dava ada Gama dan Rafa disana "
"Nak Dea ibu titip putri ibu sebentar ya soalnya ibu mau keruangan Dava dulu"
"Silakan nyonya saya akan menjanga adik dengan baik"
Awalnya nyonya Adinata sudah gegas mau pergi tapi seketika langkahnya terhenti mendengar jawaban dari Dea yang menanggilnya dengan sebutan nyonya, padahal nyonya Adinata sudah mengingatkan Dea untuk memanggilnya dengan sebuatan ibu saja.
"Nak sudah berapa kali ibu bilang jangan panggil ibu dengan sebutan itu karena kalau Dinda putry ibu berarti kamu juga putry ibu ok"
"I..iya bu maafkan saya bu" jawab Dea gugup"
"Bagus kalau begitu ibu mau ke sana dulu karena sebentar lagi kita turun kebawah, semua tamu undangan pada berdatangan awak media dari berbagai stasiun tv sudah menunggu dibawah."
Nyonya Adinata berlalu pergi dan meninggalkan Dinda dan Dea diruangan itu sebenarnya bukan hanya mereka berdua ada Ririn dan ponakan cewek lainnya bahkan tukang rias juga masih ada diruangan itu karena mereka masih merias Dinda dan yang lain.
__ADS_1
Dinda hanya senyum dan terharu dalam hati karena hari ini adalah momen special dalam hidupnya.
Semoga saja acara resepsi Dava dan Dinda tidak dikacaukan oleh orang jahat.