
Enak aja bu Anjani bilang kalau ayah mertua tidak punya hati memangnya dia juga punya hati aku rasa tidak, bu Anjani tidak punya hati.
"Diam kamu! Aku tidak menyuruh kamu berbicara, kalau kamu bicara lagi aku akan membakar kamu hidup-hidup mau kamu songong banget, he pria bajingan bagaimana rasanya kamu melihat pujaan hati kamu tersiksa bersama kamu disini, sedih ya? Karena wanita yang kamu cinta sebentar lagi akan terkurung di penjara bersama kamu, dan untuk kamy perembuan iblis kalau kamu dibandingkan dengan aku siapa yang lebih kejam, bukankah kamu sendiri yang melakukan ini semua jadi jangan teriak disitu nikmati saja nasibmu."
"Cuihhhhh....siapa yang anda maksud kekasih hati saya Tuan Winata!, saya ini bukan kekasaihnya karena kekasih saya bukan wanita tua seperti dia, saya masih punya selerah yang lebih baik dari pada ini, calon istri saya itu ada dirumah kalau wanita tua ini hanya pion saja saya tidak perna mencintainya, dia saja yang datang menjual dirinya ke saya mana ada laki-laki yang di kasih danging gratis menolak, saya juga begitu saya tidak akan menolak dengan istri tua anda ini Tuan, dia sendiri yang datang menyodorkan dirinya dengan bayaran yang mahal dan menjanjikan saya untuk memberikan apa yang saya minta" ujar Ogen
Sedangkan bu Anjani bagaikan di sambar petir di siang bolong mendengar pengakuan secara langsung dari mulut Ogen, pantas saja tadi waktu ayah mertua kembali menyiksa mereka berdua tidak ada sedikit kekuatiran pun yang ada di wajah Ogen ternyata Ogen tidak mencintai bu Anjani. Ayah mertua juga sedikit terkejut tapi aku tahu ayah mertua sudah tahu sebelumnya. Kalau Ogen hanya mengincar harta ayah mertua bukan karena mencintai bu Anjani.
"M...mas! Kamu bilang apa barusan kamu tidak mencintaiku? Kamu bercandakan mas? Kalau memang kamu tidak mencintaiku terus kenapa selama ini kamu berperilaku manis dan baik sama aku, bahkan kamu janji akan menikahi aku setelah aku mendapatkan semua harta suamiku tapi kenapa kamu menjadi penghianat seperti ini mas? aku sudah mengabulkan semua permintaan kamu mas dimana hati nurani kamu "? Bentak bu Anjani mendengar perkataan Ogen
"Hahaha....kamu sendiri yang datang padaku dan meminta saya untuk melayani hasrat kamu, kamu juga sendiri yang menjanjikan semua harta itu kepadaku, dan satu lagi kamu juga yang memaksa saya untuk melenyapkan suami kamu padahal saya sudah beberapa kali menolak permintaan kamu, saya memang tidak mencintamu, kamu itu sudah tua bauh tanah sedangkan aku ,umurku masih muda jijik nikah sama perempuan tua, bukan hanya tua tapi miskin.
__ADS_1
Kamu pikir selama ini aku tidak jijik bermain dengan mu? Sebenarnya aku jijik banget tapi karena tuntutan saya terpaksa melakukan itu dan asal kamu tahu gadis yang kamu pikir adik perempuan di rumah sakit itu dia adalah calon istriku, jauh lebih cantik dan lebih muda dari pada kamu jadi jangan mimpi nyonya Anjani cepat bagun dari mimpi mu karena tidak ada lagi yang tulus mencintaimu selain Tuan Winata, saya juga sampai menyayangkan sifat jahat kamu. Dan satu lagi apa yang sudah kamu berikan kepadaku, aku sudah kembalikan kepada pemiliknya yaitu Tuan Adinata sekarang tinggal satu rumah dan hotel tapi aku beli itu sebelum mengenal kamu itu dari hasil keringatku."
"Saya tidak masalah jika saya masuk penjara karena saya harus bertanggung jawab dengan perbuatan saya, sampai disini saya baru menyadari bahwa dengan saya mengenal kamu itu suatu musibah bagiku, saya bersyukur Tuan Winata tidak jadi meninggal dan satu lagi untung saya langsung di kurung oleh Tuan Winata kalau tidak saya juga yang akan membunuhmu."
Plakkkkk!...
Bu Anjani syok dengan pengakuan Ogen, sampai bu Anjani melayangkan satu tamparan mengenai pipi Ogen tapi justru Ogen tersenyum.
"Bajingan kamu Ogen....dasar pria bajingan jadi selama ini kamu hanya memanfaatkan aku, seandainya aku tahu dari awal aku sudah membunuh perempuan iblis yang kamu sebut calon istri itu, lihat saja nanti Ogen kamu akan menyesal memperlakukan aku begini, aku pikir selama ini aku mencinta kamu pria yang baik sampai aku meninggalkan mas Evan, ternyata kamu hanya pria pengecut aku akan membalas semua perbuatanmu dan aku akan membuat perhitungan dengan kekasihmu itu lihat saja nanti"
Betapa terkejutnya kami dengan reaksi Ogen yang langsung mencekik leher bua Anjani sambil membenturkan kepala bu Anjani ke tembok, sehingga bu Anijani mengaduh sakit mata putihnya sudah mau keluar bu Anjani dengan suara terbata-bata keminta Ogen untuk melepaskannya bahkan bu Anjani dengan tidal tahu malunya memohon kepada ayah mertua untuk membatu melepaskannya.
__ADS_1
"Le..lepaskan aku bajingan!...ma..mas Evan tolong lepaskan aku dari bajingan ini aku tahu mas masih mencintai aku, aku masih mau hidup mas tolong"
"Hahaha....ternyata wanita licik ini masih punya ueat malu minta bantuan sama mantan suami, yok Tuan Winata tolong mantan istri Tuan yang licik dan bejat ini biar nanti setelah ini dia kembali berubah menjadi ular berbisa lagi karena wanita iblis seperti dia tidak akan perna berubah sampai kapan pun dia tetap menjadi manusia licik."
Bumkkkk!
Ogen langsung membenturkan kepala bu Anjani di tembok dan seketika bu Anjani jatuh pingsan, namun bukannya takut justru Ogen tertawah terbahak-bahak kayak orang kerasukan, dari tadi kami diam saja tanpa kami turun tangan kedua pelaku saling menyerang satu sama lain.
"Akhinya kamu meninggal jugakan perempuan ular semoga kamu benaran meninggal aku sudah muak melihatmu" Ogen dengan tidak takutnya dia berusaha bangkit berdiri padahal semua tubuhnya di penuhi dengan luka karena luka lama belum sembuh tadi lagi tambah di cambuk mereka berdua oleh ayah mertua, menurutku sangat sadis tadi hukuman setimpal dengan perbuatan.
Ogen kembali mendekati bu Anjani dan hendak menginjak leher bu Anjani dengan kakinya tapi langsung di hentikan oleh pak Reno, memang ayah mertua belum mengiginkan kematian bu Anjani menurut ayah mertua kalau bu Anjani cepat meninggal berarti tidak seruh karena tidak merasakan bagaimana tidur di sel tahanan dan bagaiman para napi menghajarnya.
__ADS_1
"Hey jangan membunuhnya siapa yang mengininkan anda untuk membunuhnya" bentak pak Reno pada Ogen dan langsung mendorong Ogen sampai tersungkur ke lantai.
"Jangan menghalagi aku tuan biar aku membunuhnya karena wanita pembawah sial, kalau aku meninggal berarti dia juga harus meninggal aku tidak mau meninggal sendiri" ukar Ogen sambil tertawa kayak orang tidak waras.