Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda

Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda
449


__ADS_3

Malam harinya karena Dinda pengen keluar untuk melihat keindahan malam di kota kanada, akhirnya kami keluar sekalian mencari tempat makan malam, bukannya tidak ada makanan di hotel ada juga restoran disani hanya saja Dinda pengen makan malam di luar tapi kali ini anak-anak tidak ada yang ikut. Karena masih kecapean sehingga mereka mau istirahat di hotel saja, yang keluar hanya suami istri dengan mobil yang sudah di siapkan oleh pihak hotel, mas Tahir dengan kakak Dea, Gama dengan istrinya, Rafa dengan Ririn, bibi Lya dan paman Gibran.


Kalau ayah mertua dan bu Riska terus ayah dan ibu mereka tidak ikut katanya sudah tua jadi tinggal di hotel saja bersama anak-anak, namun ayah pesan harus hati-hati jangan sampai terjadi apa-apa nanti, ya ayah kan sudah keseringan kesini jadi sudah tahu kondisi di kanada seperti apa.


Kami keluar dengan mobil masing-masing pergi ketempat wisata yang ada di kanada, tujuan kami saat ini adalah Taman Nasional Jasper.


Taman ini menjadi salah satu taman terbesar yang ada di Pegunungan Rocky, Kanada.


Di sana kamu akan disambut dengan bentang alam yang luar biasa indah dan tentu saja masih liar. Kamu bisa saja berpapasan dengan beruang atau rusa, jadi berhati-hatilah kamu perlu menyewa pemandu. Selain itu ada juga berbagai macam jenis tumbuhan serta spesies serangga yang mungkin tidak bisa kamu temukan di tempat tinggalmu.


Taman Nasional yang terdiri dari pegunungan terjal, lembah, gletser dan hutan tersebut memiliki jalur pendakian yang bisa dijelajahi saat siang hari dan malam. Jika kamu menyukai kegiatan alam seperti pendakian, kamu harus mencobanya di Jasper.


Jasper yang masuk ke dalam situs warisan dunia UNESCO ini menyuguhkan panorama kaleodoskopik di setiap tikungannya. Kamu akan dibuat kagum pada lanskap alam yang indah dari Jasper. Taman Nasional Jasper ini sangat cocok kamu kunjungi di setiap waktu ketika berlibur di Kanada.


Taman yang di kunjungi banyak pengunjung dan kebayakan yang datang kesini adalah yang sudah memiliki pasangan...taman ini juga memiliki pemandangan yang sangat indah.


Pada malam hari di taman ini sangat indah, apalagi setiap pengunjung yang datang senang mengambil foto di pemandangan pada malam hari, aku yakin seventar lagi para suami siap-siap jadi fotografer para istri, tapi lebih baik yang ambil foto adalah asli fotografer agar dia tahu mana yang bagus. Setelah kami sampai disana ternyata banyak sekali pengunjung.


"Sayang lihat deh....indah banget bukan? Ternyata sudah malam juga masih sangat banyak pengunjung yang berdatangan, termasuk kita juga sayang, kok kamu tahu sayang kalau ada taman indah disini padahal mas belum cerita kalau di sini banyak tempat yang indah?" ujarku.


"Wah....mas indah sekali disini, pemandangannya dan pengunjungnya juga banyak banget, tidak sia-sia kita datang kesini walaupun cape karena jarak kesini juga lumayan tapi tak apalah yang penting melihat pemandangan yang indah, ya Dinda tahu dong mas Dinda tahu karena dengar cerita dari klien Dinda yang sudah perna kesini katanya dan dia juga menunjukan foto-foto yang sangat indah makanya Dinda tahu, memangnya mas sudah perna kesini? Kenapa mas bilang kalau mas tidak perna berlibur kesini berarti mas bohong dong, mas juga bilang tidak ada hotel keluarga Adinata disini padahal ada."


"Maaf sayang jika mas bohongi kamu karena panjang ceritanya, yang penting sayang sudah disini bukan? jadi bisa foto cantik nanti mas akan ceritakan semua sama kamu." ujarku

__ADS_1


"Dik kita foto bareng yuks, sepertinya bagus pemandangannya untuk dipakek foto deh, kalau siang kurang bagus mungkin makanya pengunjung pada datang malam, apalagi bagi pasangan muda-mudi yang masih pacaran pada bucin-bucinnya mereka lebih suka suasana romantis hehehe" ujar kakak Dea


"Kakak Dea kita foto yuk tapi hanya kita perempuan saja nanti laki-laki atau para suami belakangan mereka nanti saja baru foto yang penting kita saja dulu baru mereka." Dinda dan yang lain berfoto untung ada potografer di sini juga jadi bisa di pakek untuk mengambil foto...baru satu tempat aja sudah banyak sekali foto Dinda didalam hp.


"Satu...dua ...tiga...cekrek....."


"Nona beda gaya lagi disini nona pemandangan sangat indah" ujar fotografer.


Dia mengatur agar foto yang dia ambil terlihat indah, dan namanya fotografer tahu view yang bagus untuk mengambil foto.


Setelah mereka selesai berfoto Dinda meminta aku dan Dinda foto berdua saja dengan banyak gaya minta di gendong.


"Kakaka....ipar ternyata suka berfoto juga ya sama lah kayak Sela, apalagi Ririn namanya para wanita itu tidak seru kalau tidak berfoto di tempat yang indah, apalagi ini kunjungan pertama kesini...kalau Gama sudah perna kesini sudah dua kali. Bukannya kakak Dava juga sudah perna ya, Gama ingat itu tapi waktu itu masih kecil di bawah ayah sama ibu." Ujar Gama.


Memang benar apa yang di katakan Gama, aku sudah perna kesini sama ayah, ibu dan mbak Hawari, waktu itu kami datang merayakan ulang tahun mbak Hawari itu permintaan terakhir sebelum meninggal, waktu itu kami pergi bersama bajingan itu juga.


Setelah kami selesai berfoto saatnya kami cari makan, karena para wanita cantik sudah pada lapar dan kami juga sudah lapar, ternyata cari makanam disini tidak susa hanya saja lida lokal ki tidak cocok dengan makanan disini, bukannya aku terlihat kampungan tapi memang aku lebih suka masakan tanah air dibanding makanan luar negeri, aku pikir hanya aku saja yang memiliki lidah seperti ini ternyata kami semu hanya Rafa saja yang suka makanan ala barat.


"Mas....kita cari makan dulu yuk, Dinda sudah lapar katanya ada restoran didekat sini makanannya enak-enak dan ada juga makanan khas kita disini jadi kita kesana saja setelah dari sana kita pulang karena sudah malam dan besok kita harus mempersiapkan acara untuk ulang tahun si kembar, walaupun semua, sudah di siapkan tapi kita cek juga sekalian kita pergu daftar Grey dan Gretta " ujar Dinda.


"Iya benar kakak ipar Gama juga sudah menahan lapar dari tadi tinggal menunggu ajakan kakak ipar saja, karena kalau kakak ipar belum ngajal untuk pergi makan, Gama yakin kakak Dava juga tidak akan berani hahaha" ujar Gama.


Dasar Gama suka benar kalau bicara, tapu benar juga kata Gama aku juga memang sudah lapar, tapi karena para wanita masih ada sesi foto makanya aku diam saja, biar kapan selesai baru jalan.

__ADS_1


"Ya sudah kalau begitu kita makan dulu takutnya yang nyetir mala pingsan lagi dijalan Dinda tidak mau tanggung jawab. Yuk mas kita pergi cari makan" ujar Dinda.


Kami segera masuk kedalam mobil dan menuju ke restoran yang dimaksud Dinda, selama perjalanan menunuh ke restoran Dinda sangat bahagia, kebahagiaan istriku tidak di pandang dari berapa banyak harta yang di miliki, biarpun hanya hal kecil yang kita lakukan tapi jika itu pas di hatinya dia pasti senang. Sederhana seksli kebahagiaan istriku ini


"Mas, malam ini Dinda senang banget bisa datang ke tempat ini Dinda nanti mau posting di srosial media Dinda tapibukan hanya Dinda saja, Dinda mau posting foto kita berdua mas takutnya orang-orang mengira Dinda masih sendiri lagi alias masih anak gadis padahal sudah tua hahaha, umur sih tua tapi wajah masih anak muda apalagi suamiku mamin tanpan aja" ujar Dinda pintar sekali ngerayu.


"Kamu ya sayang selain cantik dan pintar berbisnis ternyata mas baru tahu kalsu kamu juga pintar ngerayu suami, buktinya kamu selalu membuat hati mas senang setiap kali mendapat rayuan maut dari istri tercinta hehehe."


Krukkkkkk.....krukkkkkk!


"Hehehe...mas Dinda sudah lapar" astaga imut kali kalau istriku ini tertawa, sangking laparnya sampai bunyi perutnya kasian istriku, tapi caranya membuat aku lucu sempai tidsk bisa mrnahan tawah ku.


"Sayang kamu sudah sangat lapar kenapa tidak bilang dari tadi sih nanti sakit gimana,"


"Iya mas tenang aja asisten Arfan sudah pesan semua jadi kita tinggal makan aja kok tidak tunggu lama lagi, asisten Arfan dan asisten Mawar mereka sudah siapkan semuanya," ujar Dinda, baguslah memang tadi asisten Arfan dan asistrn Mawar satu mobil jadi mereka langsung pesan ruang VIP.


"Baguslah sayang kalau begitu jadi kita tidak perlu menunggu lama lagi, soalnya kita semua sudah lapar ini juga sudah setengah sepuluh loh, setelah selesai makan langsung pulang" ujarku.


"Oh ya mas, Dinda lupa tanya kenapa tadi pagi ayah sangat marah sama keempat orang itu, apa yang sudah mereka lakukan baru kali ini Dinda melihat ayah semarah ini mas, pasti sudah fatal masalahnya makanya ayah marah." tanya Dinda


Jadi ternyata benar filingku kalau nanti ayah bangun pasti keempat orang akan kenal marah dan benar ayah marahin mereka tadi pagi karena, mereka bukannya tidur mala pesta minum.


"Jadi mereka semalam minum, minuman keras sayang,,awalnya mereka ngajak mas tapi mas tidak mau akhirnya mas tidur itu yang membuat ayah sangat marah karena ayah paling tidak suka melihat orang minum begitu karena dulu mas hampir hancur karena masalah kayak begitu."

__ADS_1


"Baguslah Dinda setujuh dengan ayah, kenapa mas tidak bilang tadi pagi biar Dinda jewer kupingnya kakak Rafa dan Gama"


Untung aku tidak bilang dari tadi pagi kalau tidak habis mereka.


__ADS_2