Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda

Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda
85:85


__ADS_3

Lexza yang masih tersungkur di lantai menunduk kepala karena banyak yang mengambil video dan fotonya, Lexza merutuki kebodohannya karena sifat egoisnya Lexza jadi lupa kalau dirinya sekarang ada dimana. Kasian kali hidup kamu Lexza.


Sekarang kamu jadi bulan-bulanan orang yang datang berkunjung kerumah sakit untuk menjenguk keluarganya yang lagi sakit tapi justru kamu yang jadi tontonan gratis mereka sedangkan suami kamu masih didalam ruangan dokter belum keluar.


Paman Gibran dan bibik Lya tidak menghiraukam Lexza dan pergi meninggalkan Lexza, sedangkan Tahir masih duduk diam masih syok dengan kejadian yang baru saja terjadi ya mau dibilang dapat tontonan gratis sih tapi ngeri juga malu karena sudah viral dimana-mana.


Jelas bukan hanya Lexza dan Kenedy yang kena imbasnya tapi Tahir juga sebagai seorang Dewan nama baiknya juga tercemar hanya karena ula kakak ipar dan suaminya. Tahir gak ada sedikitpun niatan untuk membantu Lexza bangkit dari lantai kelihatan sekalih sekarang semua orang sudah tidak suka dengan sikap bar-bar Lexza. Sepertinya sifat jahat Lexza adalah turunan dari ayah kandungnya.


Setelah semua orang pergi Lexza berusaha bangkit dari lantai kelihatan sekali baru selesai di hajar jadi rambut berantakan pokoknya penampilan Lexza benar-benar hancur tidak ada seorang pun yang berpihak kepadanya jadi mau tidak mau berusaha sendiri


Sedangkan aku dan Dinda naik lift dan menuju ke ruangan Andy karena rencana hari ini Andy keluar dari rumah sakit, aku berharap sih semoga jangan dulu karena pasti Andy belum pulih, tapi harus di cek lagi kalau memang belum bisa mungkin besok sudah bisa keluar.


Sepanjang jalan menuju ke ruangan Andy tangan Dinda tidak mau lepas dari gengaman ku. Mungkin Dinda takut aku pergi meninggalkanya hahaha.


"Sayang kamu tahu gak tadi itu kamu hebat banget loh mas kanget lihat kehebatan kamu dalam menghajar seseorang Lexza dan Kenedy sampai tersungkur berkali-kali kelantai kamu dapat kekuatan dari mana sih sayang"?


"Kekuatan itu berasal dari kamu lah mas kalau mas tidak ada di samping aku mungkin kekuatan aku bisa hilang, karena yang memberikan aku kekuatan selama ini adalah kamu mas, jadi jangan coba-coba meninggalkan aku mas sekarang aku tidak punya siapa-siapa lagi selain ayah, ibu dan mas"


"Kata siapa kamu sendirian sayang kan masih ada ayah E......."


"Astaga gila hampir sedikit aku keceplosan bilang kalau masih ada ayah Evan...hummm bisa gawat kalau Dinda tahu pasti menuntut aku untuk antarnya ke tempat dimana ayah beradah."


Benar saja tiba-tiba Dinda berhenti berjalan dan menantapku membuatku salah tingkah apa yang harus aku jawab lagian mulut ini juga tidak bisa dijaga.

__ADS_1


"Mas ayah E...siapa maksud mas ayah Evan gitu, bukankah mas sudah tahu kalau ayah Evan sudah meninggal, sebenarnya Dinda masih berharapa ada keajaiban untuk ayah Evan masih hidup"


"Maaf ya sayang tadi itu mas salah sebut tapi semoga apa yang kamu harapakan terjadi ya sayang karena mas juga berharapa begitu yuklah kita keruangan Andy dulu kita sudah lama disini loh."


Aku kembali merangkul pinggang istriku dan kami berdua kebali berjalan melalui lorong untuk menuju ke ruangan Andy, tidak lama kemudia kami sampai disana dan ternyata kedua pengawal yang menjaga di sana lagi duduk di kursi yang tersedia di depan ruangan Andy.


Pas mereka melihat kedatangan aku dan Dinda mereka segerah bangkit dan hendak memberi hormat tapi aku langsung mengangkat tangan dan memberi isyarat kepada mereka agar mereka jangan melakukan itu.


Kedua pengawal itu mengerti dan tidak jadi nelakukannya aku dan Dinda langsung menyapa mereka dan aku bertanya bagaimana kondisi Andy mereka menjawab jika Andy baik-baik saja.


"Bagaimana kondisi Andy baik-baik saja kan"?


"Sudah membaik Tuan muda tadi dokter memberitahu kami kalau Andy sudah kembali sehat setelah operasi"


"Baik Tuan muda silakan"


Aku dan Dinda masuk kedalam ruangan ternyata benar saja Andy lagi duduk bersandar di sandaran ranjang rumah sakit baru saja dia melihat kami langsung tersenyum.


"Tuan muda nona, apakabar" tanyanya kepada aku dan Dinda gila anak ini dia yang sakit seharusnya kami berdua yang menanyakan kabarnya, ini justru dia yang bertanya kabar kami tapi gapapa sih itu artinya dia perhatian.


" Tuan muda...Tuan muda....sejak kapan aku menyuruh kamu manggil aku seperti itu Ndy, kita ini teman ingat teman panggil nama saja dan bagaimana dengan perasaan kamu sudah lebih baik atau masih sakit kamu disini saja dulu selama satu minggu agar kamu benar-benar pulih."


"Maaf Tuan muda aku hanya orang biasa...orang rendahan yang tidak pantas memanggil seperti itu dan makasih banyak atas pertolongan dan perhatian Tuan muda kalau tidak mungkin saya sudah mati makasih banyak"

__ADS_1


"He... Ndy sekali lagi kamu bicara begitu ku cabut jahitan kamu ya biar kamu sakit lagi disini sudah berapa kali aku bilang berhenti berkata konyol dan memanggil begitu".


"Oh ok baiklah kalau begitu maafkan saya nona saya meminta injin untuk memanggil suami nona dengan sebutan nama karena suami nona kadang nakal hahaha, masa tega mau membuka jahitan di perut saya nona ngeri sekali Tuan muda Dava seram banget"


"Haahah silakan jangan sungkan jika itu adalah permintaan suami saya tidak masalah"


"Makasih nona karena sudah mau datang jenguk orang rendahan seperti saya, seharusnya tidak perlu pertolongan suami nona untuk membiayai biaya rumah sakit segala macam saja saya sudah bersyukur bisa mengenal orang sebaik suami anda nona".


"Hummm sudah tidak usa banyak bicara dulu nanti sakit lagi perut kamu sekarang aku tuntut kamu harus sembuh karena aku sudah siapkan pekerjaan untukmu, kamu juga akan mendapatkan vasilitas dari perusahaan untuk kamu tinggal berupa apertemen selama kamu masih kerja di perusahaan kamu akan mengunakan apertemen itu dengan bebas."


Perkataanku berhasil membuat mata Andy membulat sempurna dan mulutnya terbuka lebar sebentar lagi lalat akan masuk nih kemulutnya kalau kayak gini.


"Hey mulut itu di tutup nanti masuk lalat gak takut ya nanti masuk lalat, aku serius karena dulu waktu kita masih bersama di mes kamu selalu membantuku pas aku gak punya uang kamu orang yang pertama memberikan aku uang kalau gak kamu belikan aku nasi untuk makan, jadi aku berterimah kasih sama kamu atas kebaikan kamu selama ini aku sudah sediakan kerjaan untukmu."


"Be..betul Dav kamu tidak main-main kan sama aku, kamu serius"?


"Menurut kamu wajahku ini menunjukan kalau aku bercanda gak, aku serius sama kamu Ndy sebelum aku memberikan pekerjaan ini aku sudah bicara juga dengan ayah kok jadi kamu tidak perlu kuwatir karena ayah juga sudah tahu dan setujuh."


"Makasih banyak Dav kamu memang orang yang sangat baik padahal kamu orang terkaya di negara ini tapi kamu sangat rendah hati dan suka menolong orang yang tidak punya apa-apa. Kemarin juga teman-teman dari proyek datang jenguk kesini dan mereka bilang kalau kamu kirim makanan yang banyak dan sangat enak untuk mereka."


"Ya ampun Dav hati kamu mulia sekali aku tidak salah mengenal dan berteman sama kamu selama ini"


Andy langsung memeluk aku dengan erat dan menepuk-nepuk belakangku, tidak sadar dia menangis mungkin dia teringat kembali orang tuannya. Aku juga terharu dengan perubahan sikapnya sekarang sebenarnya nasib kami berdua sama tapi aku tidak sampai kehilangan sedangkan Andy dia kehilangan kedua orang tuannya.

__ADS_1


__ADS_2