Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda

Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda
443


__ADS_3

Aku dan Dinda masuk kedalam kamar, sebelum mandi aku dan Dinda duduk di sofa yang tersedia di kamar untuk kami bersantai, Dinda dengan manjanya meletakan kepalanya di atas pangkuanku, aku mengelus kepalanya tumben hari ini manja banget. Memangnya si dari dulu istriku ini sangat manja bukan kali ini aja.


"Sayang kamu kenapa? Badan kamu sakit ya sayang? Kalau begitu yuk kita mandi setelah makan biar istirahat, kamu sudah kerja seharian jadi setelah selesai mandi tidak perlu lakukan apa pun lagi langsung istirahat saja, jangan sampai kamu sakit lagi gara-gara sibuk kerja sampai lupa dengan kesehatan sendiri" ujarku.


"Memangnya mas tidak mau makan malam bersama keluarga? Atau mau makan di kamar saja"? Tanya Dinda ternyata istriku tidak dengar apa yang aku katakan tadi padahal aku bilang setelah selesai makan langsung tidur.


"Iya sayang maksudnya setelah selesai makan langsung istirahat, masa kita tidur dengan perut kosong, tidak masalah jika kita tidak makan tapi takutnya lapar di tengah malam," ujarku


"Ya sudah kalau begitu kita mandi dulu. Setelah mandi baru kita makan jangan biarkan orang tua menunggu terus menerus tidak enak atau bisa jadi ibu dan ayah makan di kamar juga tapi tidak perba sejara ayah makan di kamar kalau ibu karena sakit itu.." ujar Dinda.


"Ya sudah yuk sayang" ujarku.


Namun bukannya gegas ke kamar mandi untuk membersihkan diri, Dinda justru berbaring di atas tempat tidur dengan memberikan kode alam kepada mu aku tahu kode alam yang di berikan Dinda membuat jiwa ku mulai merontah....baiklah karena kamu yang berikan umpan aku yang akan beli hehehe, enak juga pulang kerja cape langsung di berikan vitamin C. Aku langsung bangkit dari duduk ku dan mendekati Dinda langsung memeluk istriku membuat nafasnya terengah-engah.


Tidak sampai disitu aku juga langsung memengang kedua gunung kembar Dinda, membuat Dinda merengangkan badannya menahan gejolak di bawah, aku yang melihat istriku sudah tidak tahan lagi untuk siap olaraga langsung membantu istriku untuk menyelesaikan semuanya begitu juga aku.


Kami berdua sekarang bersiap untuk bekerja lebih keras lagi, aku tidak menunggu lama lagi aku langsung masuk menembus langit ke tujuh hanya untuk mencari sesuatu yang sangat berharga disana, aku sengaja melakukannya dengan atas permintaan Dinda ya harus di maklumi aja sih namanya juga kita olaraga tidak tahu kapan dan waktunya.


Saat si joni sudah masuk semua badannya kedalam aku mulai olaraga, biasa cari keringat sekalian mendapatkan vitamim C dari istri tercinta siapa tahu dengan terus-terusan begini bisa mengabulkan keinginan istri untuk mendapatkan adik buat Grey dan Gretta karena sering sekali Gretta juga bilang pengen punya adik lagi.


Dinda mengeluarkan suara erengan kenikmatan membuat si joni makin menjadi-jadi karena Dinda minta aku untuk mempercepat gerakan jadi aku juga mengikutinya, aku harus mengikuti semua keinginam Dinda aku berikan apa yang Dinda minta, ya aku mengabulkan semuanya Dinda tadi awalnya mau mandi air tidak jadi tapi sekarang justru mandi keringat. Tapi bukan keringat biasa ini keringat kenikmatan.


'Mas cepatin sedikit dong jangan pelan-pelan begitu Dinda " ujar Dinda hehehe istriku suka sekali meminta sesuatu yang lebih.

__ADS_1


Hampir satu jam aku dan Dinda olaraga akhirnya kami berdua melepaskan kelelahan kami berdua, aku sangat bahagia karena Dinda mau membuat aku tenang, walaupun baru pulang dari luar jadi sangat cape.


Aku membuang diri di sampingnya sambil ngecup keningnya, Dinda memeluk ku sambil berkata lirih:" Mas makasih ya mas sudah tahu keinginan Dinda, tanpa Dinda beritahu mas sudah mengerti enak punya suami seperti mas, tidak perlu lama-lama kasih kode hehehe, Dinda sangat puas mas memang mas suami perkasa hebat baget deh pokoknya tidak perlu di ragukan lagi Dinda pikir mas cape jadi pasti cepat karena lemas ini justru makin semangat." Ujar Dinda.


"Mas tidak perna lelah sayang kalau soal aktifitas khusus bersama kamu, kalau mas dari luar cape justru lebih senang mendapatkan vitamin dari kamu sayang, langsung membangkitkan semangat mas, mau satu kali lagi tidak sayang? biar langsung mandi" ujarku.


"Boleh mas tapi Dinda mau ganti gaya mas lebih enakan di kamar mandi, kalau pakek gaya ini lagi bosan kalau di sini kurang nikmat mas tahukan gaya seperti apa"?


"Iya sayang mas paham" aku langsung gendong Dinda ala bridal style dan membawahnya ke kamar mandi kami pengen bercinta sambil mandi, jujur setiap kali aku bercinta dengan istriku tidak hanya sekali saja, harus dua sampai tiga kali dengan gaya yang berbedah . Tapi setiap gaya yang aku gunakan kami juga lihat tempatnya makanya kalau istriku bilang di kamar mandi berarti aku sudah mengerti apa maksudnya


Aku mengusi bathtub dengan air hanget, sambil mengisi air aku juga sambil mengisi botol Dinda atas permintaannya, kami berdua kembali bercinta di kamar mandi sangkin asyiknya dengan kenikmatan kami lupa waktu. Setelah puas bercinta barulah kami berdua mandi. Namum setelah aku dan Dinda keluar kamar mandi ternyata sudah setengah delapan, itu artinya semua, sudah selesai makan Dinda langsung menyiapkan pakian untukku setelah itu aku mengeringkan rambut Dinda sambil mengolesi wajahnya dengan pelembab.


"Sayang ternyata sudah jam setengah delapan jadi pasti semua sudah selesai makan, biar kita makan di kamar aja nanti mas menyuruh bibi antarkan makanan kesini" ujarku.


Namun saat aku dan Dinda lagi ngobrol pintu di ketuk dari luar aku gegas menujuh ke pintu ternyata ada asisten Mawar dan dia orang pelayan membawah makanan.


"Maaf Tuan muda makan malam sudah siap, saya disuruh nyonya untuk mengantakan makanan kesini" ujar asisten Mawar.


"Silakah masuk" ujarku, lagi-lagi ibu yang menyuruh seorang ibu yang hebat, selalu memperhatikan anak-anaknya.


Mereka bertiga masuk dan menata makanan di atas meja setelah itu mereka keluar, Dinda sudah selesai ganti pakian sehingga kami langsung makan.


Dinda mengisi makanan di satu piring saja untuk kami berdua, aku menyuapi Dinda sambil makan Dinda menatapku sambil tersenyum istriku ini kadang unik.

__ADS_1


"Sayang setelah selesai makan istirahat ya, mash masih ada pekerjaan hanya beberapa file aja, tidak begitu banyak paling lama satu jam sudah selesai. Kali ini sayang tidak perlu bantu palingan jam sepuluh sudah selesai kok, kalau sudah mas langsung istirahay juga ingat kita berencana mau jalan-jalan jadi jangan sampai kamu sakit kita batal jalan-jalan semua masalah sudah selesai. Jadi mas ingin membawah semua keluarga besar pergi berlibur keluar negeri" ujarku


"Tapi mas janji ya cepat selesaikan pekerjaan biar istirahat, mas jangan hanya memarahi Dinda aja tapi mas tidak msu istirahat, kalau soal hari ini apa yang terjadi di lapas besok aja Dinda cerita soalnya mas mau mengjain pekerjaan jadi biar besok aja Dinda jelasin kemar" ujar Dinda.


Iya betul aku lupa menanyakan apa yang terjadi di lapas, tapi tidak masakah besok saja yang penting Dinda pulang dengan keadaan baik-baik saja tidak kurang satu apapun.


Setelah aku dan Dinda makan, kedua pelayan itu kembali dan mereka membereskan piring kotor yang ada dan mereka gegas pergi"


"Sayang istirahat lah mas kerjakan pekerjaan itu tidak lama kok, jadi jangan tunggu mas" setelah aku lihat Dinda sudah tidur aku gegas ke ruang kerja karena ada pekerjaan yang tertunda sedangkan besok berkas harus di kirim, aku membuka leptop dan menghidupkannya. Aku memeriksa setiap file yang sudah di kirim oleh sekretaris Dani untung filenya sedikit jadi tidak begitu memakan waktu untuk memeriksanya.


Karena sejujurnya aku juga sudah merasa lelah dan pengen istirahat tapi karena tuntutan pekerjaan yang harus di selesaikan, sehingga aku harus bertahan sampai semua file ini di kerjakan takutnya nanti besok belum selesai bisa gagal semua.


Saat aku asyik memeriksa file tiba-tiba ada pesan masuk dari sekretaris Dani katanya besok jadwal meeting penting, padahal tadi pagi baru selesai meeting direksi membahas soal kenaikan gaji karyawan, ya memang itu wajid setiap tahun selalu ada kenaikan gaji bagi semua karyawan ada juga yang naik jabatan, jika berprestasi dalam pekerjaan karena perusahaan Adinata grup tidak sembarangan menerima karyawan, disini harus karyawan yang berprestasi dan memiliko attitude yang baik baru bisa masuk kesini.


Karena sudah ada pengalaman sebelumnya, banyak karyawan yang di interviu oleh HRD tidak ada yang benar, sehingga sekarang ini ada aturan baru jika ada karyawan baru yang ingin melamar kerja, pak Erik sendiri yang wawancara aku tidak mau HRD lagi karena belajar dari pengalaman Rara dulu hampir sedikit kecolongan kalau tidak di ketahuo secepatnya.


("Hallo Tuan muda maaf menganggu, saya hanya mau infokan jika besok pagi jam sembilan ada meeting penting dengan klien dari perusahaan Acana, terimakasih.").


Aku tidak membalas, aku hanya membaca dan biarkan aku lanjut kerja. Jam sepuluh lewat lima belas menit akhirnya kelar juga, aku merengangkan otot-otot ini dan kembali menutup leptop dan keluar daei ruang, gegas ke kamar mandi karena aku mau cuci muku dulu baru tidur setelah cuci muka aku naik ke atas tempat tidur dan berbaring di samping istriku tidak lama aku juga ikut tertidur.


*******


Hay.....semua para pembaca setia, sebentar lagi karya ini akan tamat tinggal beberapa bab lagi karena Dinda sudah bahagia dan semua musuh juga sudah mendapatkan balasan sesuai kejahatan masing-masing.

__ADS_1


Sayang akan ajukan judul baru yang pastinya tidak kalah keren dari cerita-cerita sebelumnya. Tunggu ya karya ku selanjutnya segera di up.


__ADS_2