
Hummm akhirnya kenyang juga enak banget kalau makan bareng istri serasa duania ini milik berdua, yang lain kontrak hehe...semenuak semua masalah selesai dan bu Anjani masuk penjara hidup kami tenang tidak ada lagi nangguan sama sekali, jadi aku merasa tenang dan kemana-mana juga aku tidak begitu kuatir dengan keselamatan keluarga ku, sekarang semua urus kehidupan masing-masing, walaupun sampai sekarang kami tetap tinggal sama ayah dan ibu, sedangkan rumah yang di belikan oleh ayah aku berikan ke Gama sebagai hadia pernikahannya dari pada tidak di tinggal.
Saat aku melihat istriku makan begitu lahap aku merasa bersalah karena sudah mengabaikannya, karena sibuk kerjamau aku melarangnya juga tidak mungkin karena ini impiannya sejak masih gadis, setelah semua masalah selesai baru dia berani cerita keinginannya kepadaku ayah dan ibu, ternyata tanpa aku duga ayah dan ibu begitu semangat mendukungnya, aku sebagai anak bisa apa kalau orang Tua saja sudah sepenuhnya mendukung menantunya, akhirnya aku juga ikut mendukung.
Setelah selesai makan aku dan Dinda melanjutkan kegiatan selanjutnya untuk periksa produk yang akan di produksi selanjutnya. Banyak sekali ide cemerlang yang Dinda ciptakan sehingga banyak sekali produk yang sudah di produksi.
"Mas lihat deh ini, menurut mas bagaimana apakah di rubah lagi atau sudah pas begini soalnya ini baru pertama kali Dinda mendapatkan ideh ini, dan kalau produk ini keluar Dinda rasa bisa menandingi produk lainnya."
"Sayang bagus ini kalau produk untuk pencerahan kulit dan kelembutan kulit bagus banget mas setujuh saya, nanti ini bisa di produksi selanjutnya. Yang penting jangan pakek merkuri atau bahan kimia takutnya merusak kulit customer, sekarang ini banyak sekali produk keluaran baru yang merusak kulit customer loh sayang awalnya bagus banget hasilnya namun setelah itu justru merusak kulit" Ujarku.
"Iya mas Dinda juga merasa begitu karena sekarang Dinda fokus untuk mencari ide baru yang bisa mengeluarkan produk yang berkualitas, Dinda tidak mau produk yang Dinda produksi justru membahayakan banyak orang, Dinda membuka perusaha-an ini untuk membantu dan mengatasi kurit kusam dan juga orang yang memiliki kulit agak gelap"
"Iya kamu benar sayang, mas setujuh banget tapi tunggu dulu karena produk yang baru launcing tadi belum masuk ke pasaran, jadi tunggu setelah sudah masuk ke pasaran semua langsung keluarkan ini lagi, takutnya kalau ini juga langsung di keluarkan menjadi penghalang baru produk pertama" ujarku.
"Iya mas, Dinda tahu makasih ya mas sudah meluangkan waktu seharian untuk menemani Dinda, soalnya kalau siang-siang Dinda sendirian di kantor Dinda kangen sama mas, tapi mau gimana lagi mas juga sibukjadi Dinda tidak mau menganggu mas" ujar Dinda.
Istriku ini lebih menjaga perasaan orang ketimbang menjaga perasaannya, padahal bisa saja dia hubungi aku minta datang ke kantornya, aku juga sibuk dengan pekerjaan jadi lupa sama istri sendiri.
"Sayang..ini sudah sore kita langsung pulang saja sekalian jemput si kembar, pasti mereka sudah menunggu di sana mereka keluar jam lima" ujar ku.
"Ya mas tidak terasa ya sudah sore" ujar Dinda.
Tidak terasa sudah sore dan shoting untuk iklan juga sudah selesai, aku dan Dinda bersiap untuk pulang sekalian jemput kedua anak kami, namun saat kami hendak keluar dari ruangan Dinda tiba-tiba kebelet mau kekamar mandi dan kebetulan asisten Mawar juga berdiri di depan pintu, kesempatan untuk aku bicara dengan asisten Mawar mengenai makanan untuk Dinda.
"Mas tunggu dulu Dinda kebelet nih mas tunggu disini saja" ujar Dinda.
"Baik sayang"
Dinda langsung gegas kekamar mandi.
__ADS_1
"Asisten Mawar?" panggilku.
"Iya Tuan ada yang bisa saya bantu Tuan." Tanya asisten Mawar.
"Ya memang ada yang ingin saya bicarakan dengan asisten Mawar soal nona Dinda, tolong setiap hari pas jam makan siang jangan lupa ingatkan nona Dinda untu makan siang dan, dan tolong siapkan semilan untuknya diatas meja dendan minum, dan siapkan semua makanan yang nona Dinda inginkan, karena saya lihat nona Dinda agak kurusan pasti nona Dinda jarang makan siang, ingat jika saya tahu asisten Mawar lalai dalam pekerjaan saya sebagai suami nona Dinda, saya tahan gaji asisten Mawar" ujarku
Seketika membuat Asisten Mawar terkejut mungkin dia tidak percaya kalau aku bisa tahu kalau Dinda jarang makan siang.
"I...iya Tuan ampuni saya, saya janji tidak akan ulang lagi tapi tolong jagan tHan gaji saya" ujar asisten Mawar agak ketakutan.
"Ya sudah sana jangan mengulangi kesalahan yang sama, awas kalau terjadi sesuatu sama nona Dinda karena telat makan kamu yang aku tuntut. Karena sudah lalai dalam pekerjaan" ujarku.
Tiba-tiba Dinda keluar dan memanggil aku untung asisten Mawar sudah pergi, takutnya salah paham pikirnya aku sama asisten Mawar ngapain.
"Mas ayuk..." ujarnya
"Sudah mas yuk kita langsung berangkat saja takutnya kita terlambat mas tahu kan macet jam segini, telpon dulu pengawal kabarin kalau kita yang datang jemput Grey dan Gretta takutnya mereka pulang sama pengawal." Ujar Dinda.
"Tidak mungkin dong sayang, selama ini mereka tidak perna pulang dengan pengawal selalu di jemput kalau bukan kita yang jemput ibu yang datang jemput mereka kalau tidak ayah, jadi mana perna mereka dengan pengawal"
" Iya juga mas"
Aku dan Dinda gegas keluar dari ruangan ternyata asisten Mawar dan asisten Arfan sudah menunggu di luar mereka berdua mengikuti kami berdua turun ke bawah. Setelah kami sampai di parkiran aku membuka pintu untuk Dinda, aku jadikan istriku seorang ratu yang cantik tidak ada tandingnya.
Kami keluar dari parkiran dan menuju jalan raya, ternyata jam segini sudah macet biasa lah karena besok weekend jadi semua pada berlomba sampai di rumah untuk istirahat atau ketemu dengan keluarganya.
Aku rencana besok ajak semua keluarga besar untuk family gathering di rumah saja, karena setelah semua sudah pada menikah dan sibuk urus pekerjaan dan keluarga masing-masing jarang sekali ngumpul ada juga grup whatshap keluarga besar jadi bisa ngumpul besok.
Mungkin dengan kami berkumpuk bisa membagi kabar dan bicara soal bisnis masing-masing.
__ADS_1
"Sayang, mas rencana besok kan weekend, jadi bagaimana kalau kita adakan family gathering aja di rumah, sudah lama tidak ngumpulkan gara-gara pada sibuk semua" tanya ku.
"Nah.... Itu ide bagus mas Dinda setujuh banget sekalian buat arisan keluarga nanti, pasti rame dan seru banget karena yang datang dengan buntut masing-masing, apalagi anaknya Gama aktif banget sekarang pasti Grey dan Gretta gemas banget sama dia. Kalau Dinda setujuh saja coba mas nanti tanya di grup mungkin ada yang keberatan atau bisa jadi semua juga setuju dengan usulan mas." ujar Dinda.
"Iya sayang semoga semua pada bisa, karena sudah lama kita tidak ketemu ayaj dan bu Riska juga sangat sibuk jadi jarang kesini" ujarku.
Perjalanan agak sedikit membosankan karena macet di jalan, mau cepat juga tidak bisa karena semua orang juga pengen cepat sampai di rumah. Hampir satu jam lebih akhirnya sampai di sekolah Grey dan Gretta ternyata mereka berdua sudah menunggu sambil ngobrol, hehehe seru juga kalau merekq ngobrol.
" Sayang kalian sudah lama menunggu ya maaf ya papi dan mami terlambat karena sangat macet" ujarku.
"Nak...sudah lama menunggu papi dan mami terlambat karena tadi sangat macet di jalan" sambung Dinda.
"Tidak apa-apa, papi, mami sayang Grey dan Gretta juga baru saja keluar hari ini kami juga agak sedikit terlambat keluar,karena banyak sekali tugas jadi Gretta mau selesaikan semua saja supaya sampai di rumah tidak pusing lagi mikirin tugas." ujar Grey.
"Benar kata kakak Grey Pih, Mih."
Kedua anak ku masuk kedalam mobil dan mobil mulai jalan meninggalkan lokasih sekolah, dari kantor ke sekolah macet sekarang dari sekolah ke rumah juga sama macetnya tidak ada bedahnya.
Kalau soal macet ibu kota nomor satu tidak bisa di pungkiri yang punya kendara,an di ibu kota sangat banyak sehingga jalan selalu macet di penuhi kendaraan mau kendaraan roda dua atau roda empat.
"Nak bagaimana dengan mata pelajaran hari ini lancar kah," tanyaku.
"Lancar sih pih, hanya saja kepala kadang mau pecah kalau mata pelajaran matematika otak Gretta agak sedikit tidak sanggup, kalau kakak Grey itu tidak ada apa-apanya masih mampuh otaknya di anggap enteng"
Jadi Grey dan Gretta biarpun mereka kembar tapi soal kepintaran kereka tidak sama, kalau grey pintar di matematikan bahasa ingris, kalau Gretta matematika agak kurang bukan dalam arti tidak pintar tapi tidak begitu suka. Aku dan Dinda tidal perna memaksa kedua anak ku untuk mengikuti pilihan kami berdua sebagai orang tua justru aku dan Dinda membiarkan mereka untuk memilih kesukaan mereka sendiri.
"Tetap semangat nak kamu pasti bisa, buktinya nilai matematika kamu juga bagus-bagusnya sama kayak nilai kakak kamu juga, papi dan mami tidak memaksa kok untuk mengikuti kemauan papi dan mami terserah kalian saja"
"Mami dan papi terbaik, tapi Gretta mau sebagai mami terjun di bagian kecantikan sekalian menjadi seorang dokter kecantikan makanya Gretta berusaha untuk pintar matematika. Hehehe" ujar Gretta membuat Grey hanya gelengkan kepala melihat tingkah adiknya.
__ADS_1