Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda

Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda
364


__ADS_3

Ya Allah, baru saja ingin menyelesaikan semua masalah ini agar keluarga ku bisa hidup normal apalagi istri dan kedua anak ku, satu masalah belum selesai satu masalah datang lagi. Tapi aku harus tenang perempuan itu bisa ku atasi yang penting aku harus selesaikan satu-satu hari ini aku harus tuntaskan rencanaku ini.


"Hallo pak, tolong cari perempuan itu sampai dapat jangan sampai dia jadi buronan dan mencelakai orang lain, aku sangat tahu siapa perempuan itu dia sangat licik pak, banyak sekali cara untuk dia mengelabui siapa aja." ujar ku.


"Baik Tuan muda, tapi sementara waktu Tuan muda dan keluarga harus waspada, anggota kami sudah bergerak untuk mencari mereka yang berhasil kabur semoga mereka langsung di tangkap, karena saya yakin bu Anjani belum jauh dari sini " sambung pak polisi


Aku langsung mengakhiri panggil telpon dengan polisi dan kembali memanggil pak Erik dan asiaten Arfan.


"Asisten Arfan, tolong panggilkan pak Erik ada yang ingin aku bicarakan dengan pak Erik dan asisten Arfan" ujar ku tidak lama kemudia pintu ruangan di ketuk dan pak Erik masuk.


"Ada yang bisa saya bantu Tuan muda"? Tanya pak Erik, sedangkan asisten Arfan diam saja karena aku tahu pasti dia sudah mendengar pembicaraan aku dengan pihak lapas.


"Jadi begini pak Erik barusan aku dapat telpon dari pihak lapas, katanya bu Anjani kabur dari lapas saat lapas kebakaran, jadi yang aku panggil pak Erik dengan Asisten Arfan tolong atur pengawal untuk menjaga rumah dengan ketat, karena aku takut perempuan itu nekat." Ujar ku.


"Baik Tuan muda, saya juga baru saja ingin memberitahu Tuan muda soal masalah ini ternyata Tuan muda sudah lebih dulu tahu, kalau soal penjangaan saya sudah berikan amanat kepada Roi untuk mengatur semua itu Tuan muda, karena sebentar lagi kita harus kembali mengurus semua itu."


Setelah aku dan pak Erik terus asisten Arfan selesai mengatur semuanya kami kembali sibuk dengan kerja masing-masing, dan tidak terasa sudah setengah dua. Aku sampai lupa makan padahal asisten Arfa sudah ingatkan aku dan ingin menyiapkan makanan untuk ku tapi aku menolak, sebelum aku menyuruh asisten Arfan pulang jemput Dinda aku harus telpon Dinda terlebih dulu untuk bersiap.


"Hallo sayang, kamu lagi ngapain sudah istirahat dan makan belum?" tanyaku setelah telpon ku di angkat.

__ADS_1


"Hallo mas, baru saja bangun, Tadi setelah selesai makan siang baru istirahat, tumben telpon mas tidak sibuk kah?" Tanya Dinda.


"Bagus dong sayang kalau sudah bangun, mas sibuk sih hanya mas telpon mau memberitahu sayang. Untuk bersiap soalnya sebentar lagi asisten Arfan, datang jemput sayang ke rumah, sayang." Ujar ku.


"Ha, memangnya mau kemana mas? Kok mendadak begini? Kenapa mas, tidak bilang dari pagi sih seharusnya mas beritahu tadi "? Tanya Dinda.


"Mas, ingin memberikan kejutan untukmu sayang, jadi bersiap ya, asisten Arfan yang akan jemput sebentar lagi" ujarku langsung ku akhiri panggil biar Dinda tidak bertanya terus.


Setelah aku selesai menghubungi Dinda, asistem Arfan langsung pergi menjemput Dinda. Karena mereka langsung ke tempat tujuan.


Sedangkan aku dan pak Erik bersiap untuk berangkat ke TKP, nanti ketemu dengan yang lain disana. Karena baru saja aku dapat telpon dari pengawal kepercayaanku katanya semua sudah siap. Dan hanya tunggu kita semua datang aja.


Pasti ada pertengkara hebat di rumah ayah mertua, tapi tunggu dulu. Belum tentu bu Anjani datang kesana, karena kalau itu benar bisa jadi ayah mertua yang akan menyeret bu Anjani kembali ke lapas. Jadi logika aja kalau bu Anjani pintar dia tidak akan datang ke sana.


Aku keluar dari ruangan dan gegas keluar, ternyata pak Erik sudah menunggu diluar. Untuk kami berangkat.


"Kita berangkat sekarang Tuan"?tanya pak Erik.


"Iya pak Erik , kita berangkat sekarang aja, soalnya semua sudah menunggu disana. Kita harus cepat selesaikan masalah ini karena masih ada masalah lain yang harus kita urus pak Erik. Aku harap pak Erik nanti mempersiapkan semua pengawal karena kita akan berperang dengan penjahat yang ada di hutan kramat" ujarku.

__ADS_1


"Iya, Tuan muda. Saya berpikir kita harus menyelesaikan semuanya sebelum Tuan kecil dan nona kecil bisa aktif berjalan, karena dengan seperti itu para penjahat punya banyak kesempatan untuk mengelabuai kita Tuan muda, karena kelemahan kita terletak di nona kecil dan Tuan kecil, kalau soal kita ke markas itu kita tidak perlu bawah banyak pengawal dari sini biarkan saja nanti pengawal yang di markas saja yang kita bawah". Ujar pak Erik


Aku setujuh juga dengan pendapat pak Erik, karena kalau Grey dan Gretta sudah besar, mereka harus di jaga esktra ketat karena mereka pasti tidak akan diam. Anak yang baru belajar jalan mereka pasti tidak bisa diam.


Sambil ngobrol aku dan pak Erik dalam lift turun ke lantai dasar dan tidak terasa kami sudah sampai di loby.


Aku dan pak Erik masuk kedalam mobil dan keluar dari perusahaan, dan sekarang aku dan pak Erik dalam perjalanan ke tempat dimana kami sudah menyiapkan kejutan untuk Dinda.


Saat dalam perjalanan hp ku kembali berdering, ternyata itu telpon dari ayah mertua, bisa saja ayah mertua sudah tahu kaburnya bu Anjani dari lapas.


"Dava, tolong jaga baik-baik Dinda dan kedua cucu ayah ya, karena perempuan gila itu lolos kabur daei lapas ayah takut dia melakukan hal jahat, kamu tahu sendirikan nak seperti apa kelicikan perempuan itu"?


"Iya ayah, Dava juga sudah tahu dan baru saja Dava bicara dengan pak Erik dan asisten Arfan. Jadi ayah tenang saja, Dava juga rencana menyuruh pengawal anak mencari perempuan itu sampai ketemuayah" ujarku.


"Ok baiklah kalau begitu ayah tutup dulu telponnya ya, soalnya ayah ada meeting penting" ujar ayah mertua.


Jadi disini ayah mertua tidak turut hadir di acara hari ini karena biar bagaimanapun ayah mertua memiliki hati yang lembut jadi ayah mertua tidak tega melihat orang yang perna di sayangi di eksekusi di depan matanya, jadi ayah mertua minta maaf untuk tidak hadir hari ini dulu, tapi kakak Dea dan mas Tahir ikut hadir.


Aku tahu perasaan ayah mertua, apalagi dari dulu sudah sangat menyayangi Lexza sebagai anak kandungnya, tapi pada akhirnya jadi seperti ini, ayah mertua tidak tahan dengan hal seperti itu. Setelah aku dan ayah mertua mengakhiri panggilan tidak lama kemudian kami sampai di TKP.

__ADS_1


__ADS_2