Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda

Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda
163


__ADS_3

Kami semua menoleh bersama ke asal suara ternyata ada seorang perempuan kalau dilihat dari bentuk tubuhnya biasa saja, tapi ia dengan penampilan agak seksi karena gaun yang di pakek memiliki belahan sampai diatas padahal gaunnya panjang menutupi telapak kakinya.


Aku hanya bergeming karena aku mau lihat apa yang akan dilakukan oleh perempuan ini soalnya nampak dari gayanya ada yang tidak beres, dia perempuan yang tadi yang bilang mengodah suami orang itu gampang karena dia cantik.


Aku melihat Dinda membuang senyum kepadanya dan juga teman yang lain.


"Hay....."balas Dinda sambil tersenyum sepertinya istriku juga bisa membaca gerak geriknya.


"Boleh saya gabung....dan saya boleh minjam suami anda sebentar nona muda Dinda untuk dansa?" berani sekali dia meminta ku untuk dansa dengsn dia aku mah oga.


"Oh....silakan kalau mau gabung tapi soal suami saya sepertinya dia suka jijik disentu oleh perempuan lain kecuwali saya istrinya. karena suami saya paling phobia dengan wanita yang gatal, tapi entah kenapa pada saat sama saya lengket terus dan tidak mau jauh jadi kalau saya sih tidak masalah tapi belum tentu suami saya mau."


Tuhkan aku bilang juga apa Dinda sudah tahu gerak-gerik perempuan ini. Jawaban Dinda membuat perempuan itu marah kalau tidak salah orang tuannya kerja sama dengan perusahaan Adinata grup, perusahaan mereka baru saja berkembang karena atas bantuan suntikan dana dari perusahaan kita juga.


"Maksud anda apa nona berkata begitu anda berpikir kalau saya ini perempuan yang menjijikan sehingga suami anda jijik menyentuh saya begituhkah. Heheh saya ini cantik seksi mana mungkin Tuan muda Dava menolak saya, jangan salah saya ini primadona loh banyak sekali pria kaya mendekatiku tapi saya nolak jadi seharusnya Tuan muda bersyukur karena saya sendiri yang meminta"


"Tepat sekali jawaban anda nona, lagian hari ini adalah hari istimewa teman kami Dinda dan Dava kok kamu lancang sekali ya mau minta dansa dengan pengantin pria apa anda tidak punya pasangan." Sambung salah satu teman Dinda.


"Saya tadi tidak mengatakan bahwa anda perempuan murahan nona tapi jika anda merasa syukurlah dan soal anda prima....apa namanya? Primadona atau promo donat itu tidak penting bagi saya karena itu urusan anda tapi jika anda ingin bersanding dengan suami saya berpikir lagi sebelum melakukannya". Sambung Dinda


Aku gak mau ada keributan akhirnya aku menjawab perempuan itu.


"Nona, saya tahu anda cantik tapi asal anda tahu kecantikan anda itu masih standar, jauh dibawah kecantikan istri saya apalagi istri saya bukan hanya cantik di luarnya saja tapi cantik luar dalam. Jadi maaf saya tidak tertarik dengan anda silakan pergi"


Perempuan yang bernama Jelin itu mengangkat minuman yang ada di gelasnya dan hendak menyiramkan ke arah Dinda tapi dengan sigap Dinda memengang pergelangan tangan perempuan itu dan memutar tangannya akhirnya minum warna merah itu tumpah ke wajah dan pakiannya apalagi minumannya agak penuh jadi basah deh.

__ADS_1


"Argh....kurang ajar " teriak perempuan itu sontak mengundang perhatian semua tamu yang jadir.


Mereka sudah mulai berkerumun mendekati kami begitu juga ada sepasang suami istri datang menghampiri kami dan memanggil perempuan itu dengan kasih sayang.


"Loh apa-ap,an ini kenapa putry saya disiram begini maksudnya apa ini kamu kenapa sayang kok disiram" tanya seorang perempuan paru baya.


"Nih, perempuan yang katanya istri dari Tuan muda dan mantu Tuan Adinata yang terhormat masa perlakuannya buruk sekali, cobak lihat nih dia menyiram minuman ke wajah saya padahal tadi saya berniat baik kesini untuk menyapa dan mengucapkan selamat apakah seperti ini attitude dari menantu keluarga terhormat ini buruk sekali."


Semua mata tertuju kepada kami tapi diantara kami belum ada yang buka suara kami mau lihat sampai dimana akting perempuan ini.


Dinda hanya diam saja kakak Dea yang mendengar adiknya di hina dan di caci makin melengkah mendekat dan menatap nyalang ke perempuan itu.


"He...jangan mulut kotor kamu itu ya siapa kamu sehingga menghina teman saya seperti itu, bukankah kamu yang perempuan rendahan yang datang merayu suami teman saya, pintar sekali kamu membalikan fakta, ya tidak heran sih pandai bersilat lida namanya juga pelakor suka membelah diri."


"kurang ajar berani sekali anda menampar saya"


"Plak...." Nani membalas tamparsn itu tapi tepat di pipi Jelin membuatnya hampir tersungkur ke lantai.


"Sopan sama putry saya berani sekali manusia rendahan seperti kamu menghina dan merendahkan putry saya yang terhormat ini. Memang benar apa kata putry saya mana cocok perempaun ini jadi nona muda di keluarga Adinata, seharusnya putry saya yang pantas karena selain cantik pintar dan lulusan luar negeri. Kalau perempuan ini sepertinya hanya tamatan SMA gak pantas sama sekali"


"Apa anda bilang, berani ngatain adik saya lulusan SMA dan rendahan....he....nyonya ngaca gak ada kaca dirumah ya kasoh tahu biar saya kasih...lihat dong diri anda dan putry anda siapa yang pantas dikatain rendahan, kalau putry anda perempuan baik-baik dan terhormat seperti yang anda katakan tidak mungkinkan dia kayak ulat bulu kegatalan sama suami orang malu" wah kakak Dea tidak mau kalah.


Mendengar balas menohok dari kakak Dea seketika wajah ibu dan anak itu pias mereka tidak percaya dengan perkataan kakak Dea.


Aku sudah dari tadi menahan semosiku mendengar hinaan dari manusia tidak berguna ini malam ini aku akan tegas dengan siapa saja yang berani menghina istri saya. Karena saya kenal betul ayah dari Jelin karena pak Hermawan sering bertemu dengan ayah jadi aku kenal hanya saja istrinya dan putrynya baru kali ini.

__ADS_1


Pantas saja pak Hermawan tidan perna membawah istrinya dan putrynya kemana-mana karena sangat memaluhkan.


"Bu, Jelin yuk kita pulang jangan bikin malu disini semua orang pada memandang kita, tahu papa kayak gini gak papap bawah kalian berdua bikin malu."


"Papa apa-apa,an sih putry kita dihina kok dibiarkan saja harus kasih pelajaran kepada perempuam sialan ini."


"Tuan Hermawan, saya sangat tersanjung karena Tuan datang menghadiri acara besar saya ini tapi tolong ajarin istri dan putry anda Tuan biar memiliki attitude yang baik, tadi putry anda menghina istri saya terus nyonya Hermawan menampar teman saya apa yang harus saya lakukan Tuan."?


"Jangan sampai saya menyuruh pengewal menyeret nyonya dan putry anda keluar dari sini Tuan. Biar anda tahu jelas seperti apa perlakuan putry anda bagaimana kalau kita nonton bersama"


Aku mengangkat tangan tidak lama kemudian layar lebar menyalah didepan menampilkan sih perempuan Licik itu mendatangi kami sampai selesai, seketika mata nyonya Hermawan memerah apalagi Tuan Hermawan...kalau perempuam licik itu sudah gemetaran karena dia gak percaya kalau aku melakukan itu dia pikir apa yang dia lakukan tadi tidak di rekam oleh wartawan dia lupa kalau disini banyak wartawan.


"Tuan Hermawan tolong bawah nyonya dan putry anda pergi dari sini dari pada saya bisa melakukan hal yang lebih dari pada ini, dan tunggu kejutan dari saya karena putry dan istri anda sudah berani menghina istrk saya"


"hussss.....ternyata pelakor kasian amat deh cantik tapi doyan mengoda suami orang...kasian ya orang tuanya bikin malu saja"


"Untung dia bukan putry saya kalau gak saya sudah seret dia dari tadi...eh tapi jeng itu ibunya juga mendukung putrynya loh, gila, ya. Seorang ibu membelah anaknya padahal jelas-jelas sudah melakukan kesalahan tapi masih mau membelah anaknya"


"Iya jeng gak malu tapi sih ibu sama anak sama saja bisa jadi mungkin ibunya dulu pelakor juga makanya mengajarkan anaknya seperti itu..malu loh ini di acara besar untung Tua Adinata dan nyonya Adinata baik jadi mereka tidak ikut campur dalam masalah putranya kalau gak bisa habis"


"Eh...jeng gak dengar tadi apa kata putra Tuan Adinata katanya akan berikan kejutan bisa jadi nanti besok mereka jadi gembel karena perusahaan bangkut dan saya kenal dengan mereka jeng tapi gak dekat banget sih...setahu saya perusahaan mereka ada kerja sama dengan perusahaan Tuan Adinata."


Nyonya Hermawan yang mendengar semua kata jelek-jelek yang dilontarkan oleh beberapa tamu undangan terlihat emosi karena aku tidak mau ada kekacauan lagi amu memanggil pengawal untuk menyeret mereka pergi


"Pengawal seret mereka pergi dari acara pesta"

__ADS_1


__ADS_2