
Gama dan Arfan memang benar-benar kurang ajar mereka pikir aku tidak kuat di ranjang napa, sampai mereka memberikan aku jamur kuat....pantas saja kekuatan ku bertambah berkali-kali lipat ternyata botol yang mereka berikan itu adalah jamu kuat astaga kenapa aku sampai sebodoh ini sih, tapi enak juga sih saat aku minum jadi tidak berpikir macam-macam awas saja kalian berdua ya akan aku berikan hukuman pada kalian berdua...
Semoga Dinda tidak bertanya lagi dan lebih baik aku buang saja tuh jamu yang sisa, bikin malu dan turun derajatku karena sampai minum jamu itu...
"Mas kenapa pipi mas merah merona begitu ada apa?...apa yang di kasih Gama dan Rafa mas"? tuhkan sudah di tanyain lagi sama Dinda ini gara-gara Gama dan Rafa pakek kirim pesan lagi sudah tahu hpku sering di pengang sama istri astaga.
"Tidak apa-apa sayang saus udangnya agak pedas soalnya" aku asal jawab saja membuat Dinda makin bingung karena pada dasarnya saus udang biasa saja tidak pedas.
"Ha...sejak kapan saus udang pedas mas menurut Dinda biasa saja, ya sudah mas minum gih biar pedasnya hilang...cepat habiskan makannya" aku tahu Dinda bingung tapi dia tidak mau memperpanjang masalah sehingga Dinda memutuskan untuk berikan aku minum aku hanya menurut saja.
"Sayang boleh tidak setelah ini mas sudah bisa ambil hp, siapa tahu ada file yang di kirim oleh pak Erik soal perusaha'an", ujarku padahal cuman alasan saja karena ayah sudah menangani semua jadi selama disini pak Erik tidak akan menganggu honeymoon kami kalau tidak terlalu terdesak.
"Ambil saja mas di tas karena setelah ini Dinda mau tidur mas tidak apa-apakan"? Tanya istriku aku sengaja membiarkan saja dulu Dinda istirahat nanti tengah malam aku pengen baru aku bangunin saja, kalau sekarang belum bisa aku cepat-cepat mau lihat pesan apa yang di kirim oleh Gama dan Rafa.
Istriku, perempuan yang sangat pengertian jadi dia tidak banyak bertanya cukup berikan pengertian kepadanya dia sudah paham.
__ADS_1
Setelah selesai makan dan semua barang kotor di angkat oleh para staf Dinda langsung naik ke atas ranjang dan tidak lama kemudian Dinda tertidur, dengan hati-hati aku bangun dari pembaringanku dan membuka lemari aku cari hpku didalam tas ternyata benar ada hp didalam tas...aku segera membuka hpku ternyata sudah banyak pesan dan panggil masuk dari ibu dan ayah, Riri, Rafa dan Gama...sebelum aku kembali menghubungi ayah dan ibu aku buka dulu pesan yang dikirim oleh Rafa seketika mataku membulat sempurna, untung Dinda hanya baca pesan pertama jadi pesan kiriman terakhir dari kedua boca tidak ada akhlak itu.
"(Dav semoga setelah kamu minum jamu kuat pulang bawah hasil ya dari usaha kerja kerasmu karena aku yakin kekuatan kamu akan naik berlipat-lipat sampai kamu tidak berhenti bercinta dengan Dinda...ingat pulang bawah kabar baik semoga berhasil kamu harus menghargai perjuangan aku dan Gama menpersiapkan itu tidak mudah loh...jangan sia-siakan perjuangan kami berdua")
Rafa.....awas saja kamu aku akan membalasmu...lihat saja nanti, setelah aku membaca pesan dari Rafa kini gantian aku buka pesan dari Gama.
("Kakak...semoga berhasil ya jamu kuatnya sebenarnya Gama tidak meragukan kejantanan kakak Dava, hanya saja Gama pengen cepat punya ponakan makanya Gama dan kakak Rafa kasih itu semoga bermanfaat"). aku benar-benar tidak habis pikir kira-kira mereka dapat ide ini dari mana ya kok bisa sampai berpikir begitu.
Aku tidak membalas pesan mereka berdua masih gondok aku dengan mereka berdua bisa kerjain aku dengan di berikan jamu kuat.
(" Hallo nak...bagaimana kabar kalian disana, sehatkan?...kenapa kamu tidak angkat telpon ibu nak...ibu kuatir dengan kalian") setelah aku membaca pesan dari ibu aku langsung telfon ibu karena aku tahu ibu dan ayah pasti kuatir.
Hallo bu...maafin Dava ya bu, Dava baru bisa nelfon ibu dan ayah kabar bagaimana sehat semua kan bu"?
"Syukurlah nak kalau kalian sehat ibu dan ayah sehat, semuanya sehat kok disini bagaimana honeymoon nya lancarnya....jangan kasar-kasar sama putry ibu ya, Oh, mana putry ibu nak, ibu mau bicara dengannya."
__ADS_1
Karena ibu mau bicara dengan Dinda lebih baik aku ganti jadi video call saja biar ibu lihat Dinda sudah tidur pules karena capek.
"Ibu ini putry ibu sudah terdur nyenyak karena kecapean...baru pulang jalan-jalan tadi...makanya setelah selesai makan langsung tidur....Dava tidak tega membangunkannya bu..besok saja baru ibu bicara dengan Dinda ya"
"Wah...ibu jadi curiga putry ibu kecapean bukan karena jalan-jalan nak, tapi bisa jadi keganasan kamu membuat putry ibu kelelahan...ya sudah kalau begitu lanjut saja"
Ya Tuhan aku punya ibu sifat jailnya sama parsis kayak Gama dan Rafa ibu memang tidak kasih aku minuman tapi dari kata-kata ibu tadi seperti menyindir, kalau Dinda kecapean karena melayani aku. Hummmm terserah lah aku pasra dengan keadaan begini..yang penting aku sudah tahu kenapa tenanga aku bisa sekuat itu.
Kasian juga istriku sampai berkali-kali melayani aku, untung istriku baik jadi dia tidak menolak kalau tidak bisa pusing kepalaku karena menghadapi sih joni yang tidak tahu aturan ini.
Setelah aku selesai telpon aku buka pesan yang katanya di kirim oleh nomor tidak di kenal...ternyata perempuan gila itu belum kapok juga masih menghubungiku Emelia...untung istriku tidak ngambek kalau tidak bisa stres aku menghadapi masalah yang belum selesai.
O, ya aku baru ingat kalau sebentar lagi Kenedy sudah pemilihan presiden aku melihat di berita lawannya kampanye dan menjanjikan negara ini akan makmur, dan tidak akan ada kemiskinan lagi...banyak sekali janji palsu mereka saat ini mereka hanya janji manis tapi setelah mereka menang lupa semua janji manis mereka.
Sedangkan pas perdebatan mereka di diaran tv Kenedy bilang kalau jika dia menang dia akan membuat rumah untuk masyarakat yang belum punya rumah yang layak bagi mereka. Omong kosong siapa yang tidak mengenal manusia itu siap-siap saja kalian hancur, aku sudah siapkan kejutan untuk kalian pas hari H nanti kamu bakal kehilangan banyak auara pada akhirnya kamu kalah dan jadi gembel.
__ADS_1