Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda

Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda
289


__ADS_3

Saat aku sadar dari tidurku ternyata aku tidak mendapati istriku disamping, kira-kira sudah jam berapa dan kemana istriku saat aku melempar pandangan ke meja rias ternyata istriku sudah duduk dan merias wajahnya. Karena sudah selesai mandi pikirku, aku melirik jam ternyata sudah empat lumayan juga aku tidur karena tadi aku tidur sekitar setegah dua .


'Mas sudah bangun? Yok mas mandi dulu baru kita ke bawah kita main di taman belakang aja soalnya tadi Dinda dengar Gama dan Ririn mau berenang di kolam, pasti seru tapi selama disini Dinda belum perna mandi loh di kolam sekali-sekali boleh lah mandi di kolam, apalagi kalau sore-sore kayak gini jalan-jalan di taman sejuk banget mas"


"Iya sayang tunggu ya mas mandi dulu, kamu sudah wangih banget sayang mas jadi pengen gara-gara cium wangi kamu sayang." Ujarku mengodah Dinda, sebenarnya bukan sekedar mengodah tapi memang sudah pengen bercinta dengan istriku apalagi sudah wangi.


"Mas belum puas ya bukannya baru semalam sampai dua kali lagi, ingat mas Dinda lagi hamil" ujar Dinda mrngingatkan aku kalau dia lagi hamil, ya aku ngerti.


"Sayang, kamu lupa apa kata dokter? Boleh lakukan berapa kali pun tidak masalah yang penting pelan, karena kandungan sayang sangat kuat jadi tidak masalah lagian sayang juga sangat menikmati" wajah istriku merah merona kadang aku merasa lucu dengannya, kami ini sudah menikah dan dia saja sudah hamil tapi kadang dia malu dengan perkataanku padahal aku tidak salah mengatakan itu karena memang benar adanya.


"Namanya juga enak mas bohong lah kalau tidak menikmati, tapi mas Dinda sudah lap badan loh tadi Dinda tidak mandi hanya pake parfum aja hahaha" astaga pengen aku cubit pipinya lah berarti ini kesempatan untuk aku mengaduh kasih dengannya lagian masih jam empat juga orang kakak Dea katanya datang jam lima masih sempat.


Karena sih joni sudah bangun berdiri aku sudah tidak tahan lagi akhirnya aku langsung me**mut bi**r dan langsung nembawahnya kembali ke tempat tidur, istriku kalau sudah begini dia hanya pasra aku melucuti semua pakiannya dan kami berdua kembali bercinta, padahal semalam baru selesai ya jelas aku lakukan dengan lembut aku juga tidak mau terjadi sesuatu dengan istri dan anakku.


Ternyata Dinda juga sangat menikmatinya yang aku senang dari istriku kalau soal bercinta dia tidak perna menolak, katanya dosa kalau menolak untuk melayani suami tapi aku juga tahu kondisi seperti apa yang pas saat aku inginkan.

__ADS_1


Kali ini aku tidak lama-lama hanya empat puluh menit selesai, aku mencium kening istriku aku membuang tubuh ini disamping istriku sambil memeluknya.


"Makasih ya sayang kamu selalu mengerti perasaan mas, kamu istri terbaik untuk mas makasih karena sayang tidak perna menolak permintaan mas" ujarku Dinda hanya memandangku dan tersenyum.


Aku langsung mengendong istriku membawahnya kekamar mandi untuk mandi karena sebentar lagi kakak Dea dan mas Tahir datang, sebenarnya tidak ada acara hanya saja karena weekend jadi mereka datang main aja ke rumah aku juga senang mereka datang biar bisa ngobrol bareng di taman.


Aku masukan Dinda kedalam bathtub dan aku juga nyusul masuk akhirnya kami mandi bersama seruh ya kalau mandi sama istri tercinta.


Hampir tiga puluh menit akhirnya seleaai juga aku kembali mengendongnya dan membawahnya ke kamar aku meletakan istriku di depan meja rias padahal tadi istriku sudah pakek minyak wangi tapi karena harus melayani aku makanya dia harus rela mandi dan pakek ulang pelembab.


" Mas sudah selesai yok kita turun kebawah, mungkin sebentar lagi kakak Dea datang." ujar Dinda dengan manjanya dia mengandeng tanganku membuat aku terkekeh. Kayak takut aku hilang jadi lengket terus.


Kami berdua turun kebawah ternyata tidak ada orang di ruang tengah berarti Ririn dan Gama sudah pergi mandi, sedangkan ayah dan ibu pasti maaih di kamar atau bisa jadi ayah di ruang kerja, ayah walaupun hari weekend kalau pekerjaannya belum selesai ayah bisa lembur di ruangannya sampai kelar jadi tidak heran lagi.


"Mas sepertinya ayah dan ibu masih di kamar deh terus Gama dan Ririn mungkin lagi mandi kita langsung aja yuk ketaman, suruh aja pelayan antar cemilan ke taman mas sambil nungguin kakak Dea dan mas Tahir biar kita ngemil"

__ADS_1


Aku hanya menurut saja jadi aku menyuruh pelayan mengantarkan cemilan ketaman, namun saat kami melangkah menujuh ketaman aku lihat ayah dan ibu ternyata lagi duduk santai juga di taman kirain mereka lagi istirahat.


Justru ayah dan ibu terhibur dengan menonton Gama dan Ririn yang sementara berenang tapi kayak Tom dan Jerry, mereka berdebat mulu diantara mereka berdua tidak ada yang mau kalah, aku dan Dinda melangkah mendekati ayah dan ibu yang lagi duduk santai.


"Ayah, ibu. Dava kira lagi istirahat di kamar ternyata disini," ujarku.


"Iya nak ibu dan ayah ingin merasakan suasana di sini sore-sore sangat sejuk sekali, enak disini duduk sambil lihat kedua anak itu dari tadi mereka berdua bukannya mandi justru mereka berdebat aja dari tadi, mana Dea dan Tahir mereka belum datang? Seharusnya hubungi ayah mertua kamu juga nak kesini biar kita makan malam bersama disini saja sekalian Rafa dengan Riska" ujar ayah.


Ayah tidak tahu kalau aku sudah hubungi ayah mertua tapi ayah mertua belum tentu datang apa tidak soalnya tadi ayah mertua tidak janji.


"Nanti aja ayah kalau ayah mertua ada waktu pasti datang kesini jenguk putri kesayangannya, jadi kita tunggu saja" saat kami lagi duduk santai sambil makan cemilan pengawal datang dan menyampaikan kalau kakak Dea dan masTahir sudah datang. Aku bilang sama pengawal suruh saja mereka masuk pengawal itu langsung gehas pergi tidak lama munculkakak Dea dan mas Tahir.


"Hallo semuanya maaf kami baru sampai, ibu dan ayah apa kabar sehat? Maaf Dea tiddak bawah apa-apa, ini Cemilan buatan Dea di rumah baru semoga rasanya enak ya bu, takutnya tidak enak pula lantaran Dea juga baru belajar hehe"


Kakak Dea bawah kue kering kesukaan kami semua karena apa yang di bawah kakak Dea sepertinya kakak Dea sudah tahu kalau kami punya selera hampir sama, aku lihat sepertinya enak aku langsung mencobannya ternyata enak banget, kakak Dea pintar juga ya buat kue dan kakak Dea tahu kalau kami semua sujka makan kue kering begini.

__ADS_1


"Sepertinya enak kue buatan kakak deh, kakak Dea tahu aja kalau kami semua


__ADS_2