
Asisten Arfan ternyata kocak juga bisa ngerjain sekretaris. Pantas saja wajah sekretaris tengang karena perkataan Asisten Arfan.
"Hehehe...saya hanya bercanda sekretaris, saya melihat sekretaris lagi serius mengerjakan pekerjaan padahal ini sudah sore jam pulang, makanya saya sengaja mengatakkan kalau sekretaris di panggil sama Tuan muda untuk di marahin karena salah mengerjakan laporan " ujar asistenArfan.
Astaga asisten Arfan bisa aja ngerjain sekretaris, wajahnya tengang banget jadi kasian lihatnya, padahal tadi aku hanya menyuruh asisten Arfan untuk memanggil sekretaris makan cake.
"Ya sudah sekarang duduk lah biar makan dan rasakan masakan nona muda cake ini buatan nona muda biar kita pulang, sudah jam lima apa kalian berdua tidak ingin pulang atau mau tidur jagain perusahaan? tidak masalah si lebih baik juga jika kalian berdua tidur di sini jadi perusahaan makin aman." ujarku.
"Saya pasti ikut pulang karena saya selalu ada di samping Tuan muda, mungkin sekretaris yang akan nginap disini kalau saya tidak mungkin," ujar asisten Arfan.
"Enak aja, saya juga pulang ke rumah, sudah ada satpam yang menjaga di bawah jadi tetap aman" ujar sekretaris.
Setelah mereka selesai berdebat barulah mereka makan cake yang ada, kami harus pulang karena sudah sore aku harus ke rumah dulu baru ke rumah sakit seperti yang di katakan oleh istri tercintaku. Ada benarnya juga kalau aku ke rumah sakit dulu baru balik lagi ke rumah terus mandi baru kembali lagi ke rumah sakit makan banyak waktu dan bolak balik, memang bukan aku yang bawah mobil tapi kasian juga asiaten Arfan dan pengawal.
"Asisten Arfan yuk kita berangkat nanti ke rumah sakit lagi". Kami keluar dari ruangan dan masuk kedalam lift menuju ke loby utama karena parkiran untuk karyawan beda dengan atasan. Sedangkan sekretaris juga turun bersama kami dan menuju ke parkiran untuk mengambil mobilnya.
Asisten Arfan langsung membuka pintu mobil untuk ku dan aku langsung masuk kedalam mobil, dan keluar dari gerbang perusahaan dan masuk ke jalan raya yang sudah di padati oleh pengendarah yang lain. Jam segini tidak bisa menghidar dari kemacetan ibu kota memang ini sudah penyakit ibu kota.
Banyak pengendarah juga baru pulang kerja dan berbondong-bondong untuk cepat sampai di rumah mereka, sama seperti aku juga pengen cepat sampai di rumah karena harus ke rumah sakit lagi. Tidak ada yang mau mengalah ada yang sengol menyengol ada juga yang kurang keseimbangan akhirnya jatuh.
Aku merasa sangat lelah, hari ini pekerjaan sangat banyak sehingga membuat aku lelah, aku menutup mata ku sementara waktu untuk sekedar menghilangkan ngantuk ku, karena kalau sudah sampai di rumah sakit pasti aku kembali lembur untuk mengerjakan pekerjaan. Ya terpaksa aku harus membawah pekerjaan ke rumah sakit karena aku harus menyelesaikan hari ini juga besok harus aku kirim ke Tuan Adrak.
__ADS_1
Karena aku tidur jadi tidak terasa kami sudah sampai di rumah, aku keluar dari dalam mobil dan gegas kedalam rumah, ternyata aku mendapati sepupu dan ponakan ku yang lain di ruang tengah mereka asyik main game.
"Eh....kakak Dava sudah pulang ya dari kantor? Kakak pasti cape sekali ya kelihatan dari wajah kakak. Kakak mau tidak Salma buatkan jus untuk kakak menyengarkan tubun kakak atau kakak mau Salma ambilkan vitamin C di kulkas."?
Baik juga sepupuku ini sama aku padahal sama kakaknya sendiri tidak perhatian, atau karena Gama tidak perna menyuruh Salma makanya dia tidak perna melakukanya. Tapi memang Gama sangat menyayangi adik perempuannya ini.
"Memangnya tidak masalah Sal...buatin kakak jus kalau kamu tidak bisa biar pelayan saja yang melakukannya, kamu juga lagi asyik main game nanti ternganggu loh"?
"Oh kakak jangan meremekan Salma, biarpun begini Salma bisa masak kakak apalagi buat jus...masa hanya masalah sepele Salma tidak bisa lakukan jadi kakak Dava tidak perlu takut sekarang kakak pergi mandih gih....setelah mandi kakak kesini lagi Salma sudah siapkan jus Disini. Kalau buat sesuatu untuk kakak tidak terganggu sama sekali. " ujar Salma
"Ok Salma makasih ya kalau begitu kakak mandi dulu, oh ya Sal, kakak ipar dan bibi belum pulang ya."? Tanya ku.
"Belum kakak sepertinya mereka masih di rumah sakit soalnya ibu dan kakak Elsa juga belum pulang" ukar Salma.
Setelah selesai aku keluar dari dalam kamar mandi dan langsung ganti pakian rencana setelah ganti pakian aku mau menemui kedua anak ku dulu baru ke rumah sakit, aku mengambil baju kaos berwarna putih dan celana jeans di tambah jaket dan topi karena di rumah sakit juga agak dingin.
Aku masuk kedalam ruangan sih kembar ternyata mereka berdua sudah mandi bersih dan lagi bermain dengan keempat susternya, kenapa harus ada empat suster yang menjaga mereka karena namanya anak kecil itu agak sedikit repot, dan saya tidak mau anak ku selalu di tinggal, jadi salah satunya menjaga dan satunya lagi membuat keperluam seperti buat susu dan lain-lain di persiapkan oleh suster lain dan yang satu hanya menjaga.
"Hallo kedua anak papi sudah selesai mandi ya sayang....wah...wangi sekali putry dan putra kesayangan papi...kalian berdua baik-baik di rumah ya papi harus pergi ke rumah sakit karena kakek kalian masih sakit nanti mami pulang untuk melihat kalian ya, jangan rewel ya nak ya, sus nona kecil dengan Tuan kecil sudah minum susu belum, jangan sampai mereka lapar ya, titip nona kecil dan Tuan kecil ya aku mau pergi dulu."
"Sudah minum Tuan baru saja selesai" ujar suster. Aku mengecup pipi kedua anak ku dan aku langsung keluar dari ruangan dan turum ke bawah...saat sampai di bawah ternyata benar Salma memang membuatkan aku jus yang menyengarkan tubuh jus wortel...wah...mantap nih.
__ADS_1
"Kakak Dava itu jusnya kakak minumlah pasti tubuh kakak langsung segar, dan lebih baik kakak makan saja dulu sebelum berangkat ke rumah sakit nanti kakak sakit loh jangan kayak kakak Gama susa di bilangin, kalau di perhatiin salah tidak di perhatiin salah akhirnya sakit hahaah" ujar Salma sambil tertawah.
"Iya Sal makasih ya jusnya" aku langsung mninum jusnya enak ternyata setelah itu aku makan karena tidak ada ibu dirumah jadi hanya aku sendiri yang makan di meja makan adik-adik sepupuku justru tidak ada yang bergerak untuk makan mereka lebih fokus main game ketimbang makan. Aku makan dengan lahap karena agak lapar juga kalau bayak pikiran begini aku biasanya cepat lapar.
Alkhirnya aku langsung ke rumah sakit lagi pasti Dinda dan yang lain sudah di jalan pulang berarti kami ada selili pasti di jalan, biarlah yang penting aku sudah ketemu dengan kedua buah hatiku.
Hampir satu jam akhirnya aku sampai di rumah sakit, aku pikir ibu dan Dinda sudah pulang namun saat aku masuk kedalam ruangan ternyata semua keluarga berkumpul, paman, Gama, ayah mertua, kakak Dea dan bahkan ada bibi Lya dan paman Gibran.
"Wah...rame sekali kayak ada ada aja, bikin Dava kanget aja...bibi Lya dan paman kapan balik ke tanah air, Dava kira masih lama disana" tanya ku.
"Iya Dava...sebenarnya Paman dan bibi sudah sepakat untuk tidak kembali lagi kesini tapi mas Evan tidak mau sama sekali, dan juga banyak bisnis disini jadi ya paman dan bibi harus kembali ke sini saat sampai ayah mertua kamu mengatakan kalau Tuan Adinata mengalami musiba jadi lagi di rawat di rumah sakit makanya bibi dan paman langsung kesini, tahunya semu keluarga kumpul disini." ujar bibi Lya.
"Hmmm baguslah kalau bibi Lya dan paman Gibran kembali kesini, karena sekarang tinggal ayah dengan ibu Riska anak-anak sudah pada menikah sekarang tinggal Rafa tapi sebentar lagi Rafa juga akan segerah menikah dan mengurus rumah tanggah masing-masing." ujarku.
Aku bahagia karena semua keluarga bisa berkumpul disini, walaupun dari ada ada wajah-wajah yang sudah hilang dari bu Anjani...Lexza dan juga Kenedy semua yang terjadi adalah pilihan jalan masing-masing.
"Selamat malam semuanya, kebetulan kita semua sudah berkumpul disini jadi ada yang ingin Dea sampaikan..
"Bahwa tadi Dea baru bertemu dengan dokter kandungan dan saat periksa ternyata Dea di nyatskan positif hamil sudah dua bulan, karena akhir-akhir ini Dea merasa sangat lelah dan mual-mual ternyata Dea hamil"
Wah...akhirnya kakak Dea hamil juga sudah kama kakak Dea menikah tapi belum hamil ada satu kebahagiaan di wajaj kakak Dea dan mas Tahir.
__ADS_1
"Apa...kamu hamil nak...ya ampun syukurlah akhirnya Allah mendengar seruan dan doa kita semua, ayah sangat bahagia mendengarnya nak" ujar ayah mertua sambil memeluk kakak Dea begitu juga yang lain istriku apalagi jangan di tanya seheboh apa dia hahah....