
Satu harian aku dengan Dinda didalam kamar hotel tidak kemana-mana karena rencana besok baru kami mulai perjalanan keliling kota paris. Kami berencana mau pergi ke museum leuvre karena kata istriku dia pengen kesana ya aku sih ikut saja selagi bisa menyenankan hati istriku. yang penting selama disini tidak ada gangguan sama sekali agar kami bisa menikmati bulan madu kami dengan baik, ternyata istriku jago sekali tidurnya dia tidur dari tadi kami tiba sekarang sudah jam enam baru dia bangun tapi bukannya turun dari tempat tidur justru dia masih sembunyi didalam selimut.
"Sayang sudah bangun?... mandi yuk..biar makan sebentar lagi, tadi sayang melewatkan makan siang loh jangan sampai sayang masuk angin atau sakit nanti mas tidak mau."
"Mas mana baju Dinda mas...masa Dinda pakek ini sih, kalau Dinda tidak punya baju terus Dinda pakek apa kalau kita mau keluar jalan-jalan, Dinda sudah bilang loh mau ke museum setelah itu kita ke pont Alexsandre lll karena kita masih lama disini jadi besok hanya dua tempat sekalian sorenya kita lihat sunset....Dinda mau menghabiskan waktu dengan jalan-jalan mas kalau malam baru istirahat hehehe."
"Baiklah nanti besok kita jalan-jalan kesana sayang tapi tidak masalah kalau sayang pakek baju ini saja dulu karena kata asisten pakian sayang nanti besok baru datang, jadi sayang pakek ini saja kan hanya mas sendirian didalam sini tidak ada orang lain selain suamimu sayang, masa sama suami sendiri kok malu begitu sayang."
Dinda bangkit dari tempat tidur dan gegas kekamar mandi biarkan dulu dia mandi terus makan karena kalau aku menganggunya bisa-bisa malam ini dia tidak jadi makan lagi kasian kalau dia tidak makan seharian.
Dengan terpaksa dia mengambil baju yang sama tapi kali ini warna merah maron astaga hanya lihat warnanya saja sudah membangkitkan si joni apalagi Dinda sudah memakainya, saat Dinda masuk kedalam kamar mandi pintu di ketuk dari luar sepertinya makanan sudah di antar tidak masalah karena aku kuatir dengan kondisi Dinda jadi biar cepat makan setelah selesai mandi lagian aku juga sudah mandi.
Aku gegas mengambil remote dan membuka pintu ternyata benar asisten dan beberapa staf restoran datang mengantar makanan, jujur biarpun aku sudah di luar negeri tapi lidahku tetap masakan tanah Air aku tidak mau makanan luar makanya kami datang dengan seorang chef. Untuk menenuhi keinginan aku dan Dinda lidah ku tidak cocok dengan makanan luar.
"Maaf Tuan muda hidangan untuk makan malam sudah siap" ujar asisten.
__ADS_1
"Silahkan bawah masuk" mereka masuk kedalam dan menata makanan di atas meja dengan rapi dan apik setelah selesai mereka bergegas keluar, aku kembali mengikuti mereka sampai di pintu karena ingin bicara dengan aisten pribadi dan pengawal.
" Asisten Arfan....malam ini kami tidak kemana-mana jadi kalian boleh istirahat karena besok istri saya ingin jalan-jalan kalau pengawal tidak perlu menjaga karena disini aman kalian boleh istirahat jaga kesehatan kalian."
"Tapi Tuan kalau nant...i..."? Arfa mau membantah tapi aku langsung memotong perkataannya karena kata ayah hotel ini dalam penjanga,an ketat jadi aman biarkan pengawal istirahat, mereka menjaga kecuwali aku dan Dinda keluar lagian pengawal dan asisten juga manusia bukan robot mereka juga butuh istirahat.
" Asisten Arfan....jangan membantah ini perintah....silahkan kalian istirahat kalau asisten Arfan tidak mau istirahat biarkan saja dia disini menjaga pintu sampai satu minggu kedepan." Ujarku membuat asisten Arfan terkejut.
"Ah...Tuan jagan pilih kasih begitu...saya juga butuh istirahat."
"Baik Tuan" Aku bersyukur asisten ku sangat kompeten dan bagus sekali kinerjanya aku juga pengen mencarikan satu untuk istriku biar kemana-mana ada teman.
Aku kembali menutup pintu dan menanti istriku selesai mandi karena kalau perempuan sudah didalam kamar mandi kayak kamar mandi itu dunianya gitu,...entah apa yang mereka lakukan didalam bukan hanya Dinda Ririn dan adik-adik perempuanku mereka semua, kalau mandi jangan harap cepat keluar bisa berjam-jam didalam padahal mereka keluar dari kamar mandi wajah mereka tetap itu- itu saja tidak ada perubahan...
Yang ada mereka kedinginan karena kelamaan di kamar mandi, kalau kita pria paling lama tiga puluh menit tapi itu juga kalau kita merendam didalam bathtub jadi merasa nyaman akhirnya ketiduran kadang, tapi kalau mandi biasa saja hanya guyur badan dengan sabun masa selama itu.
__ADS_1
Aku menunggu hampir satu jam baru istri ku keluar dengan senyum manisnya tanpa merasa berdosa terhadap suaminya lama menunggu. Handuk di kepalanya dan lingerie warna merah maron tembus pandang asli aku bisa melihat semua tubuh istriku dengan santainya dia datang langsung mengecup bibirku dan duduk diatas pangkuanku.
Astaga...istriku memang suka cari masalah lihat saja nanti aku tidak akan berikan ampun untukmu, dari tadi aku sudah menahan gejolak ini tapi aku takut kamu masuk angin makanya menunggu kamu sarapan dulu tapi justru kamu mau cari ya sudah aku hajar.
"Sayang kamu sudah lapar belum, kamu mau makan sekarang atau nanti sayang mas sengaja meminta Arfan untuk menyiapkan makanan lebih cepat karena kamu tadi siang tidak makan mas takut kamu sakit sayang yuk kita makan mas suapin."
"Baiklah tapi Dinda maunya duduk begini saja sambil di suapin mas, Dinda tidak mau makan nasi mas Dinda mau makan steak terus sayuran saja," istriku sangat menjaga badan padahal badannya juga sudah bangus banget mau dia gendut mau dia kurus juga tidak menjadi persoalan bagiku tapi istriku maunya badan dia itu tetap terlihat cantik dam seksi baiklah aku kabulkan permintaannya.
"Ya sudah biar mas suapin..."
Dinda dengan santai duduk diatas pangkuanku tapi entah dia sengaja aku memang seperti itu dia mengesekan-gesakan bawahnya ke sih joni ya bagaiman sih joni tidak makin pusing kepala, aku saja sampai keringat dingin dengan cara istriku manahan hasratku karena kelakuan dia, tunggu saja setelah selesai makan aku tidak memberikan celah sedikitpun untukmu kerena memang tujuan kita kesini untuk itu juga jadi baguslah.
Setelah kami berdua selesai makan aku langsung menyuru Arfan dan staf hotel untuk mengangkat semua karena aku tidak mau pada saat aku olarahga dengan istriku justr mereka datang menganggu kami, jadi lebih baik tuntaskan semua baru mulai olaraga terserah mau sampai berapa jam semampuh kita berdua.
Aku langsung mengambil remot dan mengunci pintu kembali biar tidak ada yang mendengar.
__ADS_1