
Kakak Dea, datang bawah kue kering katanya itu buatannya sendiri tapi enak banget, kakak Dea ternyata pintar bikin kue juga.
"Enak banget kakak kue kering buatan kakak loh, kakak sudah bisa buka tokoh kue kering nanti Dava yang akan mempromosikannya bagaimana.? Siapa tahu tokoh kakak nanti laris manis"
"Nah Dinda setujuh kakak kalau begitu Dinda nanti bantu kakak deh, selain kakak urus restoran kakak juga punya tokoh kue, bagaimana mas Tahir mas setujuh tidak kalau kakak Dea punya tokoh kue Dinda yakin pasti laris" ujar Dinda.
"Kalau mas selalu mendukung dik apa yang di inginkan kakak kamu, yang penting kakak kamu mau mas tidak masalah, karena mas rasa ada baiknya juga jika kalian berdua gabung untuk buka bisnis bersama, itu ide yang sangat bagus mas setujuh" jawab mas Tahir ibu dan ayah justru sangat mendukung jika Dinda dan kakak Dea buka bisnis bareng.
Aku sangat setujuh kalau istriku buka bisni baru dengan kakak Dea tapi aku tidak mau istriku cape, karena nanti Dinda juga ngurus butik ibu dan benerapa restoran. Memang sih setiap bisnis sudah punya orang kepercayaan mssing-masing tapi kita juga harus pantau tidak melepaskan sepenuhnya kepada orang kepercayasn kita. Makanya nanti jika jadi kakak Dea dengan Dinda buka bisnis bersama biar kakak Dea saja yang menjadi bos di tokoh itu .
"Ayah dengan ibu setujuh nak kalau kalian buka usaha bersama, kalau kalian mau ayah yang akan menyiapkan tempat untuk kalian di mall kita masih ada beberapa tempat yang kosong jadi sementara waktu buat disitu aja dulu. Dan nanti ayah menyuruh Criss buat iklan untuk promosikan kalau sudah laris baru kita cari tempat yang strategis untuk membuka tokoh utamanya bagaimana? Kalau soal dana tidak perlu kuatir ayah yang akan menyuntikan dana untuk kalian berdua."
Aku sangat senang karena ayah dan ibu langsung respon positif dengan rencana kakak Dea dan Dindauntuk buka tokoh kue, tapi sebelumnya seperti yang di bilang ayah di buka di mall Keluarga dulu.
Saat kami asyik betbincang sambil tertawa bersama ada seorang pengawal datang dan menyampaikan kalau ada mobil ayah mertu datang, pasti ayah datang bersama tante Riska semoga ada kabar baik, aku melirik ke kolam renang ternyata kedua bocah itu sudah kabur pasti mereka sudah puas jadi pergi ganti pakian baguslah soalnya kalau Rafa dan tidak ada Ririn tidak seru.
__ADS_1
" Maaf Tuan, ada mobil Tuan Winata di luar apakah saya persilahkan masuk?" tanya pengawal.
"Ya silakan masuk saja" aku dan ayah jawab hampir bersamaan, kenapa setiap ada tamu harus di lapor dulu dan tidak langsung di ijinkan masuk karena aku dan ayah harus waspada jangan sampai ada penyusup masuk ke rumah ini sehingga setiap tamu datang harus di laporkan.
Tidak lama kemudian ayah mertua datang sambil mengandeng tangan tante Riska dan Rafa ada di belakang mereka, semua mata tertuju kepada mereka ada binar bahagia terpancar di wajah tante Riska begitu juga ayah mertua, banyak pertanyaan berseliweran di otak ku apakah ayah mertua sudah jadian dengan tante Riska kalau itu benar, ayah mertua pake pelet apa sampai tante Riska secepat itu melabuhkan cintanya di perahu ayah mertua, aku tahu tante Riska buka wanita gampang untuk jatuh cinta tapi kalau sama ayah mertua tante Riska langsung klepak-klepak luar biasa ayah mertua harus minta resep agar istriku tidak jauh-jauh dariku.
"Selamat sore semuanya maaf kami baru datang besan, ternyata semua sudah berkumpul disini" ujar ayah mertua.
"Sore juga besan tidak masalah besan datang terlambat, kami semua tetap menunggu asal ada berita bahagia dari besan dan Riska, ya gak bu? Pasti anak-anak juga menunggu berita bahagia itu" sindir ayah heheh ayah suka jail juga dengan ayah mertua sedangkan tante Riska langsung memeluk ibu.
"Hahaha....sepertinya ada om tanya langsung sama para tersangka yang ada didepan om silahkan di adili om" kocak nih Rafa masa bilang tersangka, ayah mertua belum bicara apa-apa sedangkan wajah tante Riska sudah merah merona kayak kepiting rebus.
Aku dan yang lain dari tadi nahan tawa aku mau tertawa tidak sopan menertawakan ayah mertua Dinda dan kakak Dea juga begitu kalau mas Tahir Ririn dan Gama mereka sudah tertawa, jadi setelah Gama dan Ririn selesai ganti mereka juga langsung gabung, aku, kakak Dea dan Dinda saling pandang.
Sedangkan ibu, dari tadi masih tenang dan diam belum ada komentar dari mulut ibu, tapi aku tahu ibu juga pengen tertawah melihat kejailan ayah terhadap ayah mertua.
__ADS_1
"Pah, jangan begitu dong mungkin besan dan Riska ingin menyampaikan sesuatu kepada kita, kalau papa jail terus kapan kita mendengar kabar baik itu sedangkan ibu tidak sabar mendengarnya" ujar ibu senyum-senyum menatap ayah mertua dan tante Riska.
Ayah mertua menarik napasnya dalam-dalam baru mengeluarkannya, ayah mertua menatap kami satu persatu terutama kedua putrynya Dinda dan kakak Dea, dari reaksi ayah mertua fiks ayah mertua sudah melamar tante Riska aku yakin banget.
"Kedua putry ayah Dinda dan Dea maafkan ayah jika ayah lancang belum minta ijin sama kalian berdua, dan menurut kalian ayah mengambil keputusan ini sangat cepat tapi ayah yakin kalian berdua mengerti dengan kondisi ayah saat ini, ayah tidak mau terus-terusan begini ayah juga butuh sosok perempuan yang ingin mendampingi ayah selama masa hidup ayah.
Jadi disini ayah mau menyampaikan kalau ayah sudah memiliki seorang wanita cantik yang menjadi ibu sambung kalian, dia adalah wanita yang benar-benar tulus dan sangat mengerti kondisi ayah, wanita itu adalah Riska, ayah mencinta Riska besan, nak Dava, kedua putry ayah, nak Rafa dan semuanya saat ini saya mau sampaikan kalau saya dan Riska sudah berjanji membinah rumah tangga kedepannya.
Saat ini ayah mau tanya terlebih dulu pada kedua putry ayah, apakah kalian setujuh ayah memilih tante Riska sebagai ibu kalian?" tanya ayah mertua.
Kakak Dea dan Dinda saling pandang tidak lama kemudian mereka berdua kompak bangun dan memeluk tante Riksa dengan erat sambil menangis.
"Dinda dan kakak Dea siap menerima tante sebagai ibu kami, makasih karena tante mau menerima kekurangan ayah dan tidak perna mengungkit masa lalu yang ayah alami. Dinda dan kakak Dea minta tante jangan mengecewakan kami berdua, selamat datang di keluarga Winata ya tante walaupun belum sah tapi kami yakin secepatnya akan menyandang nama Winata"
Kami semua terharus dengan reaksi Dinda dan Kakak Dea aku juga sangat terharus, Rafa juga sampai merah matanya karna menahan tangisnya.
__ADS_1