Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda

Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda
240


__ADS_3

Hari yang di tunggu-tunggu telah tiba, hari ini tepat satu minggu pemilihan presiden aku dan keluarga sebagai warga negara harus turut hadir untuk memilih, sekarang sudah pukul tujuh pagi kami sekeluarga akan pergi memilih sekitar jam tujuh aku mengambil hp dan menghubungi pak Erik.


"Hallo pak Erik jalankan rencana kita jangan ada satu pun yang tersisa aku mau lihat kehancuran Kenedy dan Lexza hari ini, bagaimana rasanya mereka sudah jatuh tambah ketimpah tangga."


"Baik Tuan muda sepuluh menit lagi Tuan muda bisa cek semua berita, saya akan lakukan sekarang" ujar pak Erik.


"Baiklah pak" aku langsung matikan telponnya dan tersenyum tunggu pembalasan Kenedy apakah kamu masih bisa tersenyum tidak. Dan bisa menikmati hari kamu dengan baik ."


Aku menatap Dinda yang lang bersiap dan mengajaknya turun kebawah


"Sayang sudah siap belum ayok kita sarapan pagi dulu sayang, nanti setelah itu baru kita pergi sama ayah dan ibu " ujar ku ngajak Dinda untuk turun kebawah karena semua sudah menunggu pasti.


Jadi setelah Elsa keluar dari rumah sakit paman dan bibi langsung pamit pulang dengan semua keluarga lainnya, yang tinggal disini hanya Ririn dan Gama karena kebetulan ada anak cabang juga disini jadi sementara waktu Gama yang menghedle dulu, kalau Ririn karena sudah terpikat hatinya dengam Rafa jadi mau kerja di perusahaan Adinata saja.


Untung saat aku minta ijin sama bibi dan paman mereka tidak keberatan kalau Ririn tinggal disini, baguslah biar ada teman istriku, karena akhir-akhir ini Dinda ngidam jadi kadang tiba-tiba minta sesuatu yang susah dicari tapi ya gitu deh harus di cari sampai dapat.


Pagi ini kami sudah berkurang saat makan di meja makan banyak kursi yang kosong.


"Sayang bagaimana sudah selesai belum kalau sudah biar kita turun." Ujar ku

__ADS_1


"Sudah mas ayok kita turun sepertinya ayah dan ibu sudah menunggu" aku mengandeng tangan istriku dan kami turun kebawah. Ternyata saat kami sampai di meja makan ayah dan ibu sudah menunggu.


Kami langsung sarapan tanpa ada pembicaraan diantara kami, hanya bunyi sendok dan piring itu mah hal biasa karena sudah tradisini.


Setelah selesai makan kami tidak langsung pergi untuk memilih tapi kami duduk di ruang tengah tinggal kami enam orang.


"Sayang bagaimana dengan kehamilan kamu, tidak apa-apa kan"? Tanya ibu saat Dinda membuang bokongnya di samping ibu.


" Baik-baik aja bu, untung kehamilan Dinda kali ini ngidamnya tidak separah waktu di kediaman Winata, tapi setiap apa yang Dinda inginkan tidak sekalipun terkabul." Ujar istriku sendu akhirnya-akhir ini istriku melow banget.


"Lupakan saja sayang jangan ingat lagi apa yang yang sudah berlalu, lebih baik sekarang apa yang kamu inginkan tinggal bilang sama suami kamu." Ujar ibu.


Aku langsung memeluk istriku dan seketika dia juga langsung tenang.


"Nak cobak hidupkan tv ayah mau lihat Criss sudah menjalankan tugasnya belum soalnya ayah menyuruh Criss untuk viralkan video yang Kenedy menganiyaya. Putry ayah waktu di kediaman keluarga Winata dan juga ada video lainnya kalau ayah mertua kamu nak dia viralkan video me**m mantan istrinya dengan selingkuhannya untuk menurunkan reputasi buruk dari Kenedy"


"Baguslah ayah hari ini Dava juga mau lihat seperti apa reaksi mereka, kita lihat saja nanti karena pak Erik juga sudah lakukan tugasnya video yang di kirim dari keluarga Winata oleh Maya Dava sudah pak Erik viralkan semua, tidak ada yang tersisa karena hari ini akhirnya dari kesombongan mereka, setelah itu suruh mereka bayar hutang mereka sebesar tiga miliyar ayah nanti Dava yang urus.


Dava juga sudah bicara dengan ayah Evan soal perusahaan yang akan kita akuisisi, tapi kata ayah mertua tidak perlu karena setelah Kenedy jatuh, disitu ayah Evan keluar untuk mengambil alih perusahaan karna dana untuk membangun kembali perusahaan masih ada." pinta ayah.

__ADS_1


"Iya besan juga sudah bicarakan itu dengan ayah jadi ayah juga bilang kalau butuh apa-apa tinggal minta tolong sama kamu nak lagian, pada akhirnya juga kita harus pura-pura untuk akuisisi perusahaan, karena besan mau berikan kejutan untuk mantan istrinya." ujarku


"Dana dari perusahaan Winata grup kan ada di tabungan Dinda ayah, dan juga semua harta yang tertinggal di keluarga Winata sebenarnya sudah tidak ada karena sudah di ambil oleh kakak Dea dan di serahkan ke tangan ayah untuk mengalihkan nama" sambung Dinda


"Ya sudah, kalau begitu kita berangkat saja dulu untuk berikan suara kita di pemilihan ini nanti kita pulang baru nonton sepuasnya" ujar ayah.


Aku bangkit dari dudukku sambil membantu istriku, kami semua keluar dari rumah dan hendak ke pekarang rumah karena semua mobil sudah disiapkan oleh pengawal, lagian semua pengawal dan semua orang rumah juga ikut pemilihan tapi kami tidak serempak perginya, sebagian pengawal pergi dan setelah mereka pulang baru yang lain nyusul karena tidak bisa keninggalkan rumah kosong.


Kami sampai di depan rumah. Aku, ayah, Dinda, Ririn, Gama dan ibu satu mobil dengan pak Erik untung mobilnya besar jadi muat semua. Sedangkan para pengawal dan pelayan dengan mobil yang sudah disediakan.


Mobil kami keluar dari gerbang dan masuk ke jalan raya umur membelah hiruk pikuk suasana di jalan raya pagi ini, agak sedikit sepih mungkin semua orang masih sibuk di tempat pemilihan karena banyak yang menjadi relawan jadi mereka lagi mengurus segala keperluan, makanya jalan raya sepih tapi bangus juga sih lagian tempat pemilihan kami juga tidak begitu jauh juga.


Akhirnya kami sampai juga di tempat tujan, pak Erik menghentikan mobilnya dengan sempurna setelah itu dibuka pintu mobilnya untuk kami semua aku menuntut istriku turun begitu juga dengan ayah menuntun ibu.


"Hmmm...beginilah nasib para jomblo kakak Dava menuntun kakak ipar, terus paman menuntun bibi nah terus aku di tuntun sama siapa. Tidak mungkin kan sama kakak Gama haahha"


"Makanya dik kamu itu sudah cocok jadi bilang ke Rafa untuk mempercepat lamaran kalian, jangan tunggu lama-lama nanti di ambil orang baru tahu rasa."


"Nanti aja lah kakak Ririn masih mau senang-senang dulu karena masih mudah belum dua puluh tahu juga nanti saja, lagian mas Rafa juga masih sibuk ngurus kerja,an, jadi tunggulah kakak waktunya tiba pasti juga dilamar. Seharusnya kakak Gama yang duluan masa adik melangkahi kakak sih, ada loh bilang kalau adik perempuan menikah terus melangkahi kakak laki-laki sampai kapanpun tidak akan mendapatkan jodoh lagi." ujar Ririn.

__ADS_1


__ADS_2