Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda

Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda
226


__ADS_3

Ayah terkejut bukan kepalang, saat tahu fakta baru tentang ayah kandung Lexza ternyata adalah paman angkat.


"Ayah...tidak perlu kanget bukankah sifatnya juga sama parsis kayak kedua orang tuanya, ayahnya seorang pembunuh, dan ibunya juga seorang pembunuh biarpun ayah masih hidup tapi bukankah dia juga yang sudah merencanakan kecelakaan ayah? jadi sama sifat anaknya juga nurun yang penting ayah sudah tahu kalau Lexza itu anak para penjahat jadi kita juga harus hati-hati."


"Bagaimana ayah tidak kanget nak, ternyata sih Lexza itu masih ada hubungannya juga dengan nak Dava" ujar ayah mertua.


"Bukan ayah, itu harus ralat perkataan ayah, Admaja bukan keluarga kami dia hanya anak yang di punggut oleh kakek di jalanan, dan di angkat menjadi anak tapi tidak ada ikatan darah sama sekali jadi dari mana sih Lexza masih punya ikatan keluarga dengan Dava ayah." Aku tidak terimah ayah mertua bilang kalau kami punya ikatan darah ah...oga punya hubungan dengan manusia itu.


"Kali ini Dinda juga setuju dengan mas Dava ayah, Lexza tidak ada hubungan darah apapun kecuwali dengan Dinda, masih bisa karena kami berdua dari sati kandungan biarpun bedah perlakuan di selalu istimewa."


"Hahaha....putry dan menantu ayah sangat lucu, ayah hanya bercanda memang dia tidak ada ikatan sama sekali sama kamu nak, kalau ayah kandungnya sudah kalian bunuh, terus suatu saat dia mencari ayah kandungnya dan tahu kalau kalian yang membunuhnya, pasti dia salah paham lagi dan menaruh dendam pada kalian tapi semoga itu tidak terjadi ya. Seharusnya kemari kalian kabarin ayah juga biar ayah turut bermain dengannya " ujar ayah mertua ternyata ayah mertua juga mau ikut, hummm dari tadi kami bicara terus jadi lupa apa yang mau kami sampaikan tadi.


"Kalau itu benaran terjadi ayah, berarti dia juga mau menyusul ayahnya jadi Dinda yang akan mengirim dia ke neraka."


"Astaga putry ayah ganas banget" hehehe.


"Maaf ayah kami semua sudah panik jadi lupa kabarin ayah, oh ya, ayah. Dinda dan Dava kesini selain antar oleh-oleh untuk ayah kami jug ingin menyampaikan kabar bahagia untuk ayah, kalau dinda sedang hamil ayah, jadi sebentar lagi ayah sudah jadi kakek sudah punya cucu." Ujar Dinda membuat ayah seketika mrmbulatkan matanya dengan sempurna.


"Serius? Brnaran putry ayah hamil, syukurlah kalau sebentar lagi ayah sudah punya cucu, jaga baik-baik ya nak cucu ayah jangan sampai kayak kehamilan pertama kamu lagi." Ujar ayah mertua langsung memeluk Dinda penuh kasih sayang, Dinda berikan hadia untuk ayah dan setelah itu kami pamit pulang, karena mau ke kantor.


"Ayah kalau begitu kami pamit ya ayah, nanti kapan-kapan kami kesini lagi yah, jaga kesehatan ayah karena kami mau ke kantor dulu tadi pagi pak Erik telfon katanya sekretaris Alea telfon dari perusahaan Winata ayah kalau ibu Anjani ngotot ke kantor mungkin karena dia sudah tahu siapa suami Dinda" ujar Dinda.

__ADS_1


"Ngapain perempuan ular itu kekantor kamu nak Dava? lebih baik jangan terpancing sama dia nak, apapun Alasannya karana perempuan itu banyak sekali mukanya, apalagi dia sudah tahu siapa kamu sebenarnya jadi dia berusaha melakukan apapun untuk mendekati kalian berdua dan besan." ujar ayah.


"Ayah tidak perlu kuatir akan hal itu kami bisa mengatasinya, sekarang ayah hanya menyiapkan Diri nanti untuk kembali memengang perusahaan setelah kita rebut dari tangan perempuan itu, lagian setahu Dava sekarang semua direksi tidak ada yang mendukungnya lagi dan semua penanam saham juga sudah menarik diri."


"Baiklah tapi kalian tetap hati-hati ya"


Setelah selesai kami gegas keluar dari ruangan dan kembali masuk kedalam lift, seperti biasa pengawal ayah antar sampai di bawah padahal kami juga datang dengan pengawal tapi tidak masalah.


setelah kami keluar dari lift barulah pengawal kembali ke atas.


"Gama baru tahu kalau ternyata ayahnya kakak ipar masih sangat muda loh, seumuran paman kayaknya deh dan awat muda juga parsis kayak paman tapi wajah kakak ipar mirip sekali dengan ayah Evan, sedangkan kakak Dea hanya sedikit saja mungkin kakak Dea lebih mirip sama ibunya kakak ipar ya."?


Aku dan Dinda hanya terkekeh mendengar penuturam Gama, tapi benar juga ayah mertua memang awet muda sama kayak ayah Edy juga.


"Iya juga kakak, ayah Evan orang tua yang sangat lembut dan baik, tapi sayang punya istri serakah banget deh"


Kami masuk kedalam mobil dan keluar dari parkiran, kami rencana langsung kekantor saja malas singah kemana-mana, lagian di ruangan juga ada kamar tidur jadi kalau Dinda ngantuk tinggal istirahat saja.


"Sayang kamu merasa cape tidak kalau kamu cape lebih baik sampai kantor kamu langsung istirahat saja sayang, mas tidak mau kamu kecapean nanti setelah jam makan siang baru mas bangunin kamu. Jadi sayang tidak usa ketemu dengan bu Anjani." ujarku.


"Ah. Tidak seru dong mas, kalau Dinda tidak ketemu dengannya Dinda mau buat dia panas melihat lehidupan kita saat ini, kalau Dinda tidur pasti tidak seru." ujar Dinda aku tersenyum mendengar penuturannya.

__ADS_1


"Memangnya kakak ipar mau ngapain? lupa Gama tadi mau tanya kakak tadi yang di bilang perempuan ular oleh ayah Evan itu siapa kakak?"


Ternyata waktu didalam kami cerita soal bu Anjani Gama belum paham, ya juga sih karena yang Gama ketahui waktu itu kalau ibu Dinda sudah meninggal. Makanya yang mewakili itu adalah kakak Dea dan mas Tahir maklumlah bocah ini tanya terus dari tadi .


Tidak mau jawab juga kasihan karena dia sangat penasaran dengan ibu kandung Dinda.


"Itu Gam perempuan tadi yang kami bahas itu adalah ibu kandung Dinda, tapi hidupnya penuh keserakahan dan dia juga yang ingin membunuh ayah mertua hanya ingin merebut harta ayah mertu Gama, dan kenapa ayah mertua nginap disitu karena ayah mertua ingin membalas perempuan itu dengan merebut kembali semua harta miliknya."


"Astaga sadis banget juga ya kakak sampai segitunya, pantas saja kakak ipar bilang kalau ibunya sudah meninggal ternyata begitu ceritanya.


Mobil kami kembali membelah hiruk pikuk jalan raya banyak sekali kendaraan lalu lalang di jalan raya menuju ke tempat tujuan masing-masing.


Dreeetttt....dreetttt!


Aku yang sibuk bertukar pikiran dengan yang lain tiba-tiba di kangetkan dengan bunyi hpku, ternyata telpon dari pak Erik pasti ini menyangkut bu Anjani lagi ini.


"Hallo pak Erik, ada apa"?


"Hallo Tuan muda, maaf Tuan muda menganggu tapi saya boleh tahu posisi Tuan muda ada diman sekarang" tanya pak Erik.


"Aku di jalan pak Erik menuju ke kantor ada apa pak"?

__ADS_1


"Oh baiklah Tuan, saya pikir Tuan belum datang soalnya nyonya Winata sebentar sampai."


__ADS_2