
Sontak perkataan Gretta mengundang tawah aku juga merasa lucu dengan perkataannya, lantaran selama ini Gretta tidak perna bertanya seperti ini padahal setiap hari juga selalu makan bersama di meja tapi kenapa baru sekarang dia komentar. Namun karena tawah kami membuatnya cemberut.
"Hahaha kau ya dik, bukannya dari dulu kamu sering melihat papi dan kakek di ambilkan makan sama nenek dan mami, tapi kenapa kamu tidak komentar dan sekarang baru ngomong, kamu tidak mimpi kan dik atau kalau kamu udah capek sana tidurlah biar besok latihan" tanya Grey.
" Ah....kakak Gretta tidak mimpi tahu, ya Gretta belum kepikiran untuk bertanya lagian Gretta juga masih lihat dulu baru komentar, enak ya kalau jadi laki-laki dapat pelayanan dari istri, Gretta maulah jadi pria biar bisa di perhatikan sama istri kayak papi dan kakek enak sekali hidup kakek dan papi, setiap kali makan di ambilin terus selalu di tanya mas mau yang mana? Pah mau makan yang mana? Enak kali di perhatikan.
Memang sih mami dan nenek juga selalu perhatikan Gretta dan kakak Grey tapi kita sih masih terbilang anak-anak sedangkan papi dan kakek sudah tua, masa tidak bisa ambil sendiri harus di ambilkan" pinta Gretta.
"Oalah dik....dik, jangan begitu Allah sudah menciptakan adik lahir sebagai gadis yang sangat cantik, seharusnya bersyukur di lahirkan menjadi gadis yang cantik, kalau kakak di tanya justru kakak pengen jadi wanita, kamu mau tahu kenapa dik? Bisa di manja-manja sama orang tua bisa juga manja-manja saja suami kalau sudah menikah, apa yang di minta selalu di turuti dan di sayangi, kalau pria di paksa harus kuat, sabar menghadapi tingkah istrinya kita bersuara keras juga salah semua serbah salah bagi seorang pria.
Banyak yang harus di lakukan, kalau soal diambilkan nasi itu wajar adik kakak yang paling kakak sayang, karena seorang istri itu wajib melayani suami, lagian kamu tidak lihat dik sering papi dan kakek juga ambilkan makanan untuk nenek dan mami bahkan di suapin loh, masa ksmu hanya bilang kalau pria itu beruntung sedangkan wanita tidak, mau jadi pria ada untung ada ruginya, mau jadi wanita juga sama ada untung ruginya" jelas Grey.
Aku terkejut bukan kepalang, dari mana Grey belajar semua itu sampai bicara lancar sekali bukan aku aja yang terkejut tapi ibu, ayah dan Dinda juga ya jelas kami semua kanget dengan penjelasan Grey. lantaran selama ini kami tidak perna membahas hal semacam ini tiba-tiba saja Grey bicara begitu jadi membuat semua terkejut.
"Oh begitu ya kakak? Tapi kok kakak bisa tahu ini dari mana,? Dan apa benar yang di bilang kakak Grey tadi kstanya Grey sangat cantik, kakak Grey tidak bohong bukan", Tanya Gretta, belum di jawab sama Grey Dinda langsung menyelah.
"Sejak kapan kakak Grey bohong sama kamu dik, kamu memang sangat cantik kayak mami dan nenek sangat cantik mungkin waktu nenek masih gadis sangat cantik makanya kakek jatuh cinta dengan nenek hehehe." ujar Grey
__ADS_1
"Oh jelas cucu, dulunrnek kamu sangat lah cantik kecantikannya mengalahkan semua gadis ibu kota bahkan seluruh dunia, sehingga kakek tidak bisa berpaling darinya sangking cintanya kakek ke nenek kamu hehe" ujar ayah.
Dinda dan ibu tertawa, apalagi ibu senang kali rasanya di pujih oleh ayah.
"Nak kamu tahu itu dari mana dan siapa yang ngajarin kamu begitu? perasaan papi dan mami tidak perna mengajari kamu nak? Kok kamu bisa pintar banget bicara begitu lancar sekali lagi, tapi ibu salut sama kamu nak, kalau kamu sudah tahu suatu saat jika kamu sudah dewasa dan mencarikan mami mantu, harus sayangi dia jangan sampai mempermainkan perasaannya, karena papi dan kakek kamu adalah dua orang suami dan ayah yang baim bahkan bertanggung jawab" ujar jelas Dinda.
"Mih....sekarang ini zaman sudah sangat moderen dan alat-alat sudah pada cangih mih jadi kalau cari berira itu gampang atau artikel itu tidak susah, jadi ibu jangan berpikir jika orang lain ngajarin karena Grey yang cari tahu sendiri, sebenarnya Grey juga penasaran lihat Mami dan nenek melayani papi dan kakek di meja makan, Grey berpikir dari pada penasaran lebih baik cari dan baca sendiri, jadi Grey yang cari sendiri mih tanpa bantuan orang lain. segala sesuatu itu tinggal cari di internet jadi Grey sering baca begitu tapi memang benarkan mih, pih kalau Grey bilang itu tidak salah."ujar Grey.
Tadinya aku sudah berpikir kalau gurunya yang sudah mengajarinya begitu, tapi ternyata aku salah Grey sendiri yang mencari di internet bagus juga sih biar menambah wawasan hanya saja umur masih kecil jadi sebenarnya belum bisa dia mengetahui sejsuh itu.
"Ya benar nak apa yang kamu katakan tadi, tapi anak seumuran kamu jangan membaca hal-hal seperti itu dulu ya nak, kamu fokus sekolah dulu tapi bagus sih jawaban kamu ke adik kamu nak, kalau nanti kamu sudah dewasa dan merasa umur sudah cukup barulah, kamu belajar itu" sambung Dinda.
Aku terkesima aja mendengar setiap jawaban Grey, anak laki-laki ku ini sangat cerdas, tapi kok aku jadi kuatir aku takut putra ku ini tidak menyukai wanita nanti. Ah ngaco pikiran ku jauh sekalih mana mungkin anak ku sangat tanpan dan maco kayak aku tidak tertarik pada wanita ada-ada aja pikiran ku.
Kedua anak ku sudah besar apalagi Grey yang suka buka-buka internet banyak yang dia ketahui karena Grey memang suka membacah sebenarnya Gretta juga sama hobby bava buka.
"Jadi begini anak papi yang sangat cantik, yang di jelaskan oleh kakak Grey benar sayang kalau seorang istri itu tugasnya melayani suami, dan suami tugasnya untuk memanjakan istri dan menyayangi istri bahkan sebagai imam yang baik untuk istri. Dan kamu putra papi yang sangat tanpan bukannya pàpi melarang kamu untuk tidak membaca berita-berita yang ada di internet hanya saja papi sarankan untuk cari berita yang kamu perlu aja jangan yang lain.
__ADS_1
Karena dimana ada juga berita yang tidak jelas banyak di internet itu tidak baik, kalau kamu mau cari sesuatu cukup cari itu aja jangan cari yang cain" jelas ku.
"Baik pih maafin Grey ya, Grey sudah lancang tapi Grey hanya penasaran saja, untuk mengetahuinya." ujar Grey
"Tidak apa-apa nak, tapi lain kali tidak boleh begitu lagi ya atau kalau kamu butuh bilang aja sama papi atau mami jangan cari sendiri." ujarku
Aku mengelus kepala kedua anak ku, waktu terus berputar ya tidak tahu sudah sebesar ini kedua anak ku. Aku tidak bisa bayangkan kalau mereka berdua sudah dewasa dan punya pasangan masing-masing apa mereka masih mau tinggal di rumah seperti ini, kalau Gretta pasti ikut suaminya tapi kalau Grey yang jelas dia tetap tinggal disini. Karena kami sibuk dengan pembahasan Grey dan Gretta jadi lupa tujuan utama kami duduk disini .
Padahal yang mau klaku bahas adalah untuk acara family gathering besok jadi lupa gara-gara kedua tingkah anak ku. Aku mau bicara sama ayah dan ibu dulu semoga ayah dan ibu setujuh, aku terlanjur posting di grup tapi sepertinya ayah dan ibu belum melihat grup.
"Yah, bu. Jadi begini! Dava dan Dinda waktu di kantor kami berpikir kalau sudah lama sekali keluarga besar kita tidak berkumpul, semenjak selesai acara pernikahan Ririn dan juga Gama kita tidak perna berkumpul lagi, jadi rencana Dava besok kan weekend jadi bagaimana kalau kita adakan acara family gathering disini aja, tidak perlu keluar karena kalau keluar mungkin ada yang tidak bisa ikut lantaran banyak pekerjaan yang harus di kerjakan. Jadi Dava memilih disini aja bagaimana menurut ayah dan ibu setujuh tidak" tanyaku.
"Kalau itu ayah sangat setujuh karena memang sudah lama juga jadi sekalian kita berkumpul bagaimana dengan ibu." Tanya ayah.
"Kalau ibu juga setujuh, tapi kenapa tidak bilang dari tadi biar kepala pelayan cek dulu bahan-bahan yang bisa di beli." Ujar ibu.
"Kalau soal itu gampang bu, nanti besok asisten Arfan dengan pak Erik aja yang pergi belanja bahan-bahannya lagian acaranya juga sore, tidak perlu melibatkan ketua masak, biar mereka siap masak aja nanti sore tapi Dava nanti tanya ketua masak apa aja bahan yang masih sisa kalau sudah habis semua biar sekalian belanja saja."
__ADS_1
Untung ibu dan ayah setujuh takut aku tadi shdah terlanjur kieim di grup tapi hp ku ada di kamar jadi belum aku lihat siapa-siapa aja yang sudah memberikan respon, semoga besok semua bisa, takutnya besok ada yang berencana berlibur dengan keluarga sendiri.
Tapi tidak masalah jika bertanya dulu jangan salah sangka terlebih dulu, padahal semua juga pasti ingin ngumpul.