Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda

Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda
263


__ADS_3

Aku menahan tawa melihat Gama memakan mangga itu memasang wajahnya jelek. Rasain kamu Gama ujar ku dalam hati aja tidak mungkin aku membiarkan yang lain mendengar.


Gama dengan jujur menjawab pertanyaan Dinda kalau mangganya asam banget tapi Dinda ngotot kalau mangganya sangat manis, apes banget hidupku, Dinda sering kali membangunkan aku tengah malan untuk mencarikan makanan yang menurutku tidak masuk akal tapi untung ada asisten yang sangat cerdas dan siap siaga yang selalu membantu untuk mencarikannya.


Yang paling ngerinya kami sudah cari keliling baru dapat giliran sampai dirumah katanya sudah tidak mau lagi, aku hanya tarik napas dalam-dalam dan aku bilang Arfan makan aja itu.


Jadi sekarang biar Gama yang merasakan bagaimana disiksa sama istriku hehehe....


Setelah selesai drama makan mangga kami kembali ke ruang tengah dan duduk disana.


"Nak kamu tidak kemana-mana kan hari ini" tanya ibu pada Dinda.


"Belum tahu bu sebenarnya Dinda rencana mau keluar tapi belum tahu jam berapa, memangnya kita mau ngapain bu?" tanya Dinda lembut.


"Tidak ada nak ibu hanya tanya saja ibu pikir kamu mau keluar ?" Dinda hanya tersenyum saja mendengar pertanyaan ibu.


Kami berbincang sebentar saja setelah itu aku pamit pada ibu dan Dinda untuk pergi ke kantor aku satu mobil dengan Ririn karena sekarang Ririn sudah kerja di perusahan, sedangkan Gama pergi ke perusahaan paman, ayah pergi ke perusahaan anak cabang.

__ADS_1


Aku pergi dengan pak Erik dan asisten Arfan, sebenarnya Ririn mau bawah mobil sendiri tapi aku belum mengijinkannya, ini hari pertama dia masuk kerja jadi dia harus pergi sama aku nanti kalau pulang juga sama aku.


"Ibu Dava berangkat dulu ya karena pagi ini Dava ada pertemuan penting dengan klien," ujarku pamit pada ibu.


"Ya sudah hati-hati di jalan jaga adik kamu dengan baik ya, nanti besok-besok baru dia bawah mobil sendiri kalau tidak di antar sama Rafa." Ujar ibu


"Sayang mas berangkat ya jaga kesehatan kamu jangan kemana-mana nanti jam tiga atau jam empat asisten Arfan datang jemput ya sayang" aku pamit sama istri cantiku ya memang dia cantik.


"Iya mas hati-hati dijalan ya ingat Ogen masih berkeliaran jangan sampai dia tidak berhasil mencelakai Dinda dia mengincar mas." Ujar Dinda ternyata istriku belum tahu kalau sih Ogen sudah tidak berdaya di ruang bawah tanah milik ayah mertua, ah aku jangan beritahu dia dulu setelah pulang menemui Lexza. Agar dia tidak curiga aku iyakan saja.


"Iya sayang mas tahu" ujarku aku langsung gegas keluar dari rumah dan masuk kedalam mobil.


"Kakak, semalam mas Rafa tidak ikut pulang sama kalian, bukannya mas Rafa pergi bareng kakak sama paman, kok Ririn tidak lihat mas Rafa tadi pagi"? Tanya Ririn karena penasaran kenapa calonnya tidak ikut pulang. Itu yang membuat Ririn penasaran karena Ririn tahu kami pergi walaupun dia tidak tahu kami kemana dan ngapain.


"Oh, iya. Memang semalam Rafa tidak ikut pulang karena Rafa nginap di tempat calon ayah Rafa, tadi pagi baru di antar pulang langsung kerumahnya kalau mobil pengawal yang antar pulang, lagian banyak mobil Rafa jadi satu tinggal disini juga yang lain bisa di pakek, kenapa dik kami kangen lagi sama Rafa, baru juga semalam ketemu kok rindu lagi makanya menikah saja dik." Ujarku jailin Ririn.


"Ah..kakak Dava setiap kalau bicara soal mas Rafa kakak selalu bilang nikah tunggu dulu mas Ririn masih muda, nanti umur dua puluh lebih baru memikirkan nikah lagian Ririn masih mau pecaran dulu, Ririn tahu apa maksud kakak selalu menyuruh Ririn untuk cepat menikah, pasti kakak takutkan kalau Ririn tidak bisa menjaga diri. Ririn tahu itu kakak mas Rafa juga bukan pria jahat sejauh kami pacaran mas Rafa tidak perna mencium Ririn. Bahkan mas Rafa bilang kalau pasangan itu harus di jaga sampai sah jadi istri bukan di rusakin" ujar Ririn.

__ADS_1


Aku bernafas lega mendengarnya setidaknya Ririn dapat calon suami yang baik seperti Rafa, memang Rafa bukan tipe pria yang suka mempermainkan wanita.


"Baguslah dik kalau memang seperti itu kakak legah mendengarnya, jadi wanita itu deh harus menjaga harga diri belajar dari kakak ipar kamu, biarpun kakak sudah menikahinya tapi banyak sekali godaan yang datang ingin menghancurkan rumah tangga kakak dan Dinda, tapi Dinda dia wanita yang luar biasa dia tidak tertarik sedikit pun dengan harta yang di tawarkan itu yang membuat kakak sangat mencintainya dan tidak ingin membuat dia sedih."


"Iya kakak Ririn saja salut dengan kakak ipar selain jago bela diri kakak ipar juga sangat baik dan lembut, beruntung kakak punya istri seperti kakak Dinda sudah cantik baik lagi dulu dia mau menerima kemiskinan kakak, kalau kakak ipar cewek matre dan tidak baik mungkin sekarang kakak ipar sudah dengan pria lain, oh ya. Ririn lupa tadi kakak bilang mas Rafa nginap di tempat calon ayah? Memangnya tante Riska sudah punya calon suami"?


Anak ini apa dia lupa semalam siapa yang antar pulang tante Riska atau Ririn tidak paham, humm sepertinya betul deh Ririn tidak paham dengan kedekatan tante Riska dan ayah mertua, tapi memang mereka belun ada hubungan sih siapa tahu saja mereka benaran jadian..


"Siapa lagi kalau bukan ayah mertua kakak dik menurut kamu cocok tidak kalau tante Riska menikah dengan ayah mertua, kalau menurut kakak sangat cocok karena tante Riksa wanita baik-baik, sopan dan sangat menghormati orang lain sedangkan ayah mertua juga begitu satu server mereka" ujarku


"Humnm kalau menurut Ririn sih sangat cocok kakak Ririn juga mau kalau tante Riska menikah dengan om Evan. Karena om Evan baik penyayang makanya kakak Dea dan kakak Dinda sangat menyayanginya.


Saat kami berdua lagi asyik ngobrol hp ku berbunyi dan saat aku lihat telpon dari ayah mertua aku langsung angkat karena ini pasti penting.


" Hallo ayah" ujar ku.


"Hallo nak kamu sudah dijalan kekantor ya hati-hati ya nak, ayah telpon hanya mau kabarin saja sekitar jam sembilan pihak bank akan kerumah untuk menyitah semua aset, jadi ayah hanya mau ingatkan pasti sih perempuan ****** itu datang mengemis sama kamu jangan cobak-cobak membantunya nak, karena kalau kamu membantunya dia akan merasa paling hebat jadi jangan berikan kesempatan untuknya.

__ADS_1


"Ayah tenang saja Dava tahu kok ayah, mana mau Dava membantu orang sombong seperti itu, Dava tidak sudih ayah jadi biarkan saja dia usaha sendiri dapat dana dari mana karena parcuma


__ADS_2