
Kami semua di kejutkan dengan berita dari kakak Dea, bahwa kakak Dea baru tahu kalau kandungannya sudah dua bulan, kami semua yang mendengar turut bahagia lantaran sudah lama kakak Dea menikah dan sekarang baru hamil siapa yang tidak bahagia cobak. Mas Tahir juga kelihatan dari wajahnya memancarkan kebahagiaan.
Apalagi ayah mertua langsung meneluk kakak Dea dan mengucapkan selamat. Istriku juga terharu mendengar kakaknya lagi mengandung, itu adalah anugera dari Tuhan, sebentar lagi kebahagiaan mas Tahir dan kakak Dea makin bertambah setelah melahirkan nanti.
"Ya ampun kakak selamat ya sebentar lagi Gretta dan Grey punya adik sepupu dong, selamat ya mas Tahir sebentar lagi sudah jadi ayah sesunggunya , Dinda bahagia banget mendengarnya, kalau begitu lebih baik kakak Dea berhenti brkerja saja untuk menjaga kehamilan kakak, pokoknya kakak tidak boleh capek. Soal pekerjaan kakak bisa percayakan ke orang kepercayaan kakak di restoran saja " Ujar Dinda langsung menasihati kakak Dea.
"Iya dik rencana mas tidak mau lagi kakak kamu bekerja, biarkan mas membagi waktu untuk menghandle pekerjaan restoran. Kalau mas sangat sibuk di kantor biar orang kepercayaan kakak kamu saja yang mengatur semuannya, mas tidak mau kakak kamu kecapean lebih baik dirumah atau kalau bosan pergi shopping" ujar mas Tahir.
Satu persatu memeluk kakak Dea termasuk Gama dan Rafa, sekarang aku paling terakhir untuk memeluk kakak Dea...aku sengaja melakukan ini untuk membuat suasana makin harmonis. Aku sengaja bertanya apakah aku bisa memeluk kakak Dea atau tidak.
"Sekarang semua sudah ucapkan selamat kepada kakak Dea sambil berpelukan terus Dava gimana, terus Dava bisa peluk kakak Dea tidak? jangan curang dong masa semua peluk kakak Dea sedangkan Dava tidak bisa gimana sih, pokoknya Dava juga harus peluk kakak Dea." Ucapan ku mengundang tawah semua.
"Buahhhhhh.! Kasian kakak Dava tidak dapat pelukan dari kakak Dea...kalau Gama sudah, lebih baik kakak Gama peluk kakak Dinda saja." sue nih sih Gama justru mala ngejek.
"Bisa dong Dav kamu kan adik ku jadi kamu bisa peluk aku kok jadi jangan cemburu dengan yang lain, kamu juga jaga istri dan kedua anak mu dengan baik ya semoga setelah ayah sembuh tidak ada yang masalah yang datang menganggu ketenangan keluarga kamu, biarpun seperti itu kamu harus waspada karena kita tidak tahu mana musuh dan mana teman.. " ujar kakak Dea.
"Selamat ya nak...akhirnya sebentar lagi kamu sudah menjadi seorang ibu, jaga kesehatan kamu dengan baik ya nak, ayah senang kamu hamil, sekarang kita hanya tunggu kapan nak Rafa dan Ririn nyusul dan Gama jangan lama-mala keburu di ambet orang baru tahu" ujar ayah.
"Makasih ya yah, ayah juga cepat sembuh lah biar pulang ke rumah kita sudah menunggu ayah pulang loh kerumah" ujar kakak Dea...semenjak resepsi pernikahan aku dan Dinda disitu keakraban keluarga ku dengan keluarga Dinda terjalin baik, sampai ayah dan ibu menyuruh kakak Dea dan mas Tahir memanggil ayah dan ibu sama seperti aku dan Dindaaku memanggil mereka, jujur aku sangat bahagia pada akhirnya keluargaku kembali hidup bersama walaupun sekarang ayah masih terbaring lemas di rumah sakit tapi sekarang tinggal pemulihan.
"Om sehat terus pulang sampai dirumah dulu barulah kita memikirkan hubungan Rafa dengan Ririn....Rafa sudah bicara dengan ibu dan ayah terus kakak Dea dan adik Dinda bahwa Rafa dan Ririn segerah mrlakukan pertunangan dan akan mengueus nikah. Yang penting semua sudah sehat dulu." ujar Rafa
"Baguslah nak om lega mendengarnya, setidaknya sudah ada yang bisa menjaga Ririn, kalau kalian sudah menikah" ujar ayah.
__ADS_1
Ayah begitu perhatian sama anak-anaknya biarpun bukan anak kandung tetap kasih sayangnya tanpa batas inilah ayah terhebatku super hero. Aku juga menyuruh ibu dan Dinda pulang saja karena semakin larut malam kalau lama-lama disini Dinda belum mandi.
" Ibu, Dinda pulanglah kerumah biar istirahat Dava yang akan menjaga disini, ibu tidak boleh nginap disini ibu juga masih butuh banyak istirahat. Ibu tenang saja Dava akan menjaga suami ibu dengan baik tidak kurang suatu apa pun hehehe." Ujar ku terkekeh karena menyebut ayah suami ibu.
"Astaga bu....lihat deh waktu ibu mengandung mas Dava ibu ngidam apa aja....suka kali menjailin orang tuanya, sampai di bilang suami ibu hehehe. Yuk kita pulang bu...sama bibi dengan Elsa juga, karena Ririn nanti pulang sama kakak Rafa...entah lah sekarang Dinda jadi binggung kalau nanti kakak Rafa nikah sama Ririn Dinda memanggil Ririn dengan panggilan apa cobak, sedangkan Ririn memanggil Dinda kakak ipar dan Dinda memanggil kakak Rafa dengan sebutan kakak." Ujar Dinda.
Memang ada benarnya juga Ririn memanggil aku dengan Dinda kakak, sedangkan Dinda memanggil Rafa kakak seharusnya aku juga ikut memanggil Rafa kakak kalau ikuti panggilan Dinda, kalau Ririn sudah menikah dengan Rafa tidak mungkin dong aku memanggil Ririn kakak ipar dan Ririn memanggilku adik ipar hehehe agak sedikit membingungkan. Tapi ya kita jalani saja dulu soal panggil memanggil itu bisa di urus.
Semua yang di ruangan tertawa mendengar penjelasan dari Dinda padahal mereka juga tidak menyadari betapa rumitnya panggilan itu.
"Tidak perlu di pikirin dik panggil aja ipar yang penting tidak menyebut nama-nama di kebun raya bogor hehehe" ujar Rafa simpel hawabannya.
"Ya sudah sayang mari kita pulang besok kita kesini lagi, pah..jaga kesehatan dengan baik ya pah, ibu pulang dulu nanti besok ibu datang lagi kesini , ingat papa janji sama ibu jika besok ibu datang kesini papa sudah benar-benar sudah sehat, papa tidak perlu banyak pikiran semua bida di atasi" ujar ibu sambil memengang tangan ayah, sedangkan tangan sebelah ayah ngelus kepala ibu...romantis sekali ayah dan ibu padahal sudah tua mereka tapi kalau soal keromantisan aku kalah dari ayah.
"Astaga...paman, bibi tolong kondisikan keromantisan itu jiwa jomblo Gama merontah-rontah, dan mata suci Gama juga ternodai Gama masih sangat polos melihat pemandangan ini" ujar Gama membuat semua terkekeh.
"Oalah kakak Gama masih mendingan punya cewek itu, sedangkam Elsa sama sekali tidak ada yang melirik padahal kalau soal kecantikan lebih cantik Elsa ketimbang kakak Ririn, tapi kenapa kakak Ririn yang sebentar lagi sold out sedangkan Elsa belum, jadi kakak Dava jangan merasa diri kakak yang paling tersiksa karena Elsa juga sama" ujar Ririn.
"Ya....ya...kamu lah pemenangnya dik..kakak lebih baik mengalah saja tanpa berdebat karena biarpun kamu cantik tetap unggulan kakak lah...buktinya kajak sebentarnya sudah sold out hehehe" ujar Ririn
Astaga ngkak....ada hiburan dari Elsa dan Gama malam ini, mereka berdua lucu...tapi kalau Gama tidak masalah jika sudah ada yang Gama sukai, kalau Elsa jangan dulu tunggu selesaikan kulianya barulah bisa cari pasangan.
Setelah pembahasan panjang lebar akhirnya ibu, Dinda Elsa dan bibi pulang kerumah, sedangkan masih tinggal kami beberapa orang di rumah sakit, aku nendekati tempat tidur ayah dan duduk di sampingnya. Renacan aku mau beritahu ayah kalau proyek besar itu perusahaan Adinata yang menang.
__ADS_1
"Ayah...gimana dengan kondisi ayah hari ini, bagaimana perasaan ayah apakah sudah membaik. Ayah jangan diam saja jika adalah sakit kasih tahu biar dokter periksa." Tanyaku.
"Kondisi ayah sebenarnya sudah lumayan baik nak, hanya saja salah satu penyakit yaitu penyakit jantung ayah kambu membuat ayah menahan dari tadi" ujar ayah jelas membuat aku panik dong, sehingga aku langsung memanggil dokter datang, ternyata yang datang dokter Riski dengan salah satu dokter muda cantik sepertinya cocok mereka berdua kalau berjodoh.
"Dokter....dokter tolong dok" teriakku.
"Ada yang bisa saya bantu Tuan muda?" tanya dokter...
"Ini dokter penyakit jantung ayah kambuh tolong di periksa dengan baik dok." Ujarku membuat kedua dokter bingung sampai saling pandang, dokter muda itu kembali mengulagi perkataanku.
"Jantung?....jangtung kambuh?....jantung siapa yang di maksud Tuan muda?" Tanya dokter Riski bingung, aku mala tambah bingung saat ayah senyum.
"Oalah dokter kata ayah tadi jantungnya kambuh makanya berdegup kencang cepat periksa" ujarku, kedua dokter itu mengelengkan kepala sambil menatapku ane.
"Maaf Tuan muda perasaan Tuan Adinata tidak memiliki riwayat jantung...kecuwali nyonya Ziya baru memiliki riwayat jantung"?
Lah...terus kenapa tadi kata ayah penyakit jantung kambuh.?
"Nak kenapa kamu tidak dengar penjelasan ayah sampai selesai dulu baru lah kamu memanggil dokter....maksud ayah itu...penyakit jantung ayah kambuh saat ibu kamu ada disamping ayah karena kecantikan dan senyuman manis dari ibu kamu membuat jantung ayah berdebar....ayah seoalah kembali jatuh cinta pada pandangan pertama kepada ibu kamu, bukannya ayah penyakit jantung."
"Hahaha......"
Sue...mereka semua kompak tertawa...tidak tahu bagaimana rasa panikku tadi, karena aku pikir ayah sakit jantung rupahnya pesona ibu yang membuat jantung ayah berdebar....kayak anak ABG aja ayah ini merayu ibu...seperti ini mungkin kekoyolan ayah dulu sama ibu makanya ibu begitu mencintai ayah.
__ADS_1