Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda

Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda
414


__ADS_3

Manajer Riko menoleh kebelakang dan melihat aku dan dengan tidak takutnya mendorong ku sambil menyuruh aku untuk bekerja. Dia pikir asisten Arfan dan sekretaris Dani hormat siapa tidak ada takutnya sama sekali memperlakukan orang lain.


"Hey!....anak baru, siapa yang menyuruh kamu datang kesini, sana kerja kamu tidak layak disini hanya orang-orang penting yang bisa ngobrol dengan Tuan Dani karyawan rendahan datang menganggu saja, maaf Tuan Dani ini karyawan baru dia baru masuk hari ini jadi dia belum tahu apa-apa dia masih butuh pengawasan. Saya juga tidak tahu siapa yang merekomendasikan karyawan yang tidak tahu bekerja dia baru masuk saja sudah buat masalah, dia berani mematahkan kaki mandor." ujar manajer Riko hehehe aku mau tahu setelah dia mengetahui aku pemilik proyel ini apa yang akan dia lakukan.


"Manajer Riko sopan kamu kalau bicara, siapa yang kamu maksud karyawan baru dan siapa yang kamu bentak tadi kamu tidak takut kah jika orang yang kamu bentak dan merendahkan itu ternyata Tuan muda. Lancang sekali kamu, kamu tahu siapa dia...." ujar sekretaris marah.


"Maaf Tuan Dani ini karyawan barunya untuk apa Tuan muda marah hanya karena karyawan rendahan ini saya disini sebagai atasan berhak memarahi karyawan kalau dia tidak bekerka dengan baik , sana ngapain disini." Manajer Riko mendorongku.


Plakkkkkk!....


"Dari tadi saya sudah bilang kalau itu adalah Tuan muda bukan karyawan di proyek ini seperti yang kamu bilang tadi kenapa kamu belum sadar juga, dasar bodoh siapa yang kamu bilang karyawan? Tuan muda Dava maksud kamu? apakah kamu bosan kerja atau kamu sudah bosan hidup kasih tahu saja dasar tidak berguna," bentak sekretaris Dani.


Aku masih diam menyaksikan perdebatam manajer Riko dan sekretaris Dani, biarkan saja kapan mereka cape ya berhenti baru aku bicara, kalau sekarang aku biarkan kesempatan untuk sekretaris Dani bicara.


"Hahaha....Tuan Dani lolucon macam apa ini, masa anda bilang boca tengil ini adalah Tuan muda, terus kenapa Tuan Dani mengatakan kalau Tuan muda baru dalam perjalanan menujuh kesini? sedangkan bocah ini sudah dari tadi waktu saya datang dia sudah bekerja disini. jangam bercanda Tuan Dani tidak lucu tahu." ujar manajer Riko tertawa terbahak-bahak.


Plakkkkl....bukkkkk!.....

__ADS_1


"Dari tadi sekretaris Dani sudah menjelaskan tapi otak mu tidak bekerja juga, jadi maksudmu karena Tuan muda masih muda umurnya jadi kamu tidak percaya kalau Tuan muda adalah pemilik proyek ini, memang nasibmu sudah di takdirkam untuk berakhir hari ini memang seperti itu ya kalau manusia jahat dan serakah selalu mendapatkan malapetaka, sekarang kamu menikmato nasib kamu saja....dam saya tekankan kalau bos yang kamu tunggu dari tadi ada di samping kamu jadi siap-siap saja untuk menikmati masa-masa terakhir mu disini" ujar Asisten Arfan sudah melayangkan tinju ke wajah manajer Riko sampai tersungkur ke tanah


"Cukup Tuan.....bisa meninggal suami saya...kalau Tuan memukul suami saya terus, memang dia karyawan disini kok kata siap dia bos." ujar selingkuhan Riko.


"A...apa....! Tuan muda Dava? Kenapa dari tadi Tuan Dani tidak memberitahuku kalau Tuan muda sudah terlebih dulu datang di proyek, biar saya bisa menyambutnya dengan baik kalau kayak gini saya sama sekali tidak tahu jadi saya pikir karyawan baru, tadi juha tidak ada pengawal yang mengawal Tuan muda jadi saya tidak tahu ampuni saya Tuan muda ada kecorobohan saya." ujar manajer Riko sangking terkejutnya dia mundur berepa langkah kebelakang selingkuhannya juga sudah ketakutan.


Bukkkkkk!...


"Dasar tidak berguna kalau saya beritahu mu berarti kami tidak tahu kebusukan kamu di proyek ini, sekarang saya serahkan semua kepada Tuan muda apa yang harus Tuan muda lakukan terhadap dia. Dan seperti inilah Tuan muda kondisi di proyek ini sehingga pak Erik tidak mau datang kesini karena salah satu alasan Tuan Adrak tidak mau ada perwakilan yang kedua biar Tuan lihat langsung betapa bejatnya manajer di proyek ini" ujar sekretaris Dani.


"Ampun Tuan muda, maafkan saya karena tadi saya tidak tahu kalau anda adalah Tuan muda pemilik proyek ini, tolong jangan pecat saya Tuan muda kalau tidak istri anak makan apa, kasian mereka Tuan muda kalau saya di pecat dari sini dan tidak bekerja, anak saya masih kecil Tuan muda" ujarnya, membuat emosi ku makin memuncak...katanya istri anak tapi gonta ganti cewek, dengan begini baru ingat istri anak tapi pada saat dia bahagia di lupa kalau punya istri anak dirumah dasar bajingan.


"Apa kamu bilang ampuni kamu? enak aja!....apa kamu punya hati saat kamu membunuh tiga karyawan itu meninggalkan keluarga dan istri anaknya , dan apa kamu punya hati saat kamu menindas karyawan dengan kamu potong gajinya dari sepuluh juta, kamu dengan tidak punya hati hanya memberikan mereka tiga juta, uang makan juga kamu sama sekali tidak berikan, dan sekarang kamu bilang mengampunimu? Tidak semuda itu seorang Dava melepaskan seorang penjahat, jadi kamu harus menebus semua perbuatan kamu." ujarku tegas.


"Ampuni saya Tuan muda....saya tidak tahu kalau itu Tuan muda dan saya akan kembalikan semua uang yang sudah saya ambil, saya juga akan pergi ke rumah keluarga ketiga karyawan yang meninggal itu untuk minta maaf, ampuni saya Tuan muda, saya tahu saya salah jadi saya akan menebus semua kesalahan saya tapi saya mohon jangan pecat saya dari sini dan jangan penjarakan saya. Lagiam saya begini juha karena pacar saya Tuan dia yang meminta saya untuk korupsi uang karyawan dia yang membujuk saya, semua uang yang saya ambil masuk ke nomor rekeningnya" ukar Riko


Tadi sifatnya sangat arogan sebelum tahu aku ini Tuan muda Dava, bahkan terang-terang dia bilang sama selingkuhannya untuk mengambil gaji karyawan. Sekarang sujud dan memohon jangan harap aku melepaskan kamu begitu saja itu tidak akan terjadi. Mereka berdua mulai bertengkar dia menuduh perempuannya katanya dia yang dapat hasutan makanya dia korupsi sedangkan perempuan katanya siapa juga yang menyuruh mengikuti apa katanya.

__ADS_1


"He.. Enak aja kamu mas bilang alu yamg menghasutmu bukannya kamu yang merayu aku untuk membelikan aku mobil dan apertemen, kenapa sekarang justru kamu menyalakan aku sih mas,"


"Terus kalau kamu tahu aku Tuan muda Dava baru kamu berlaku baik seperti itu kah? Tapi kalau aku bukan Tuan muda dan hanya karyawan biasa kamu seenaknya menindas bahkan mandor yang kamu pilih juga sangat arogan tadi aku sudah mau membenuhnya karena dia berani menyengol aku tapi aku masih punya hati nurani, tapi sepertinya untuk seorang seperti kamu aku sudah tidak punya hati nurani, mana semua gaji karyawan dan mana uang makan karyawan aku minta sekarang juga kamu serahkan kembali karena aku mau bayar gaji karyawan" ujarku.


Aku sangat benci seseorang yang suka semena-mena terhadap orang lain, apalagi di anggap dirinya paling hebat dari semua orang heran aku lihat wanita ini kalau di lihat bukannya begitu cantik tapi kenapa tidak mencari pria lajang biar hidupnya aman, ini justru menjalin hubungan dengan pria yang sudah beristri anak. Ini akibatnya hancur semua.


Ada pepata mengatakan istri sah..menemani suaminya dari nol yang tidak punya apa-apa sampai sukses. Dan pelakor menemani pria selingkuhannya dari sukses hingga kembali ke nom...memang ada kalahnya kita tidak percaya kalau karma itu ada...tapi sebenarnya karma itu betul-betul ada menimpah siapa pun yang selalu melakukan hal yang tidak di sukai oleh Allah.


"Saya akan kembalikan semua uang yang saya ambil Tuan tapi tolong jangan pecat saya....saya akan ambil kembali apa yang sudah saya berikan kepada wanita ini dan kembalikan ke karyawan"


"Eh....enak aja main ngambil aja tidak bisa begitu dong mas...itu urusan mau mau ambil uang dari mana untuk kembalikan gaji karyawan, tapi jangan ambil barang-barang saya apalagi rumah dengan apertemen jangan gila mas saya tidak akan kasih" ujar wanita itu tapi Riko dengan kasar menarik tas wanita itu dan mengambil Atm dan juga uang cash yang masih ada. Riko juga mengatakan akan menjual apertemen dan rumah yang sudah di belikan untuk wanita itu.


Hmmm terserah kalian berdua aku tidak peeduli kalian mau cungkir balik, mau bunuh-bunuhan itu urusan kalian berdua aku bodoh amat yang penting gaji karyawan harus di bayar hari ini juga.


"Pengawal amankan mereka berdua jangan sampai mereka lolos ikat mereka dan biarkan mereka disini" ujarku.


Karena semua karyawan lagi menikmati makanan dengan lahap aku mendekati mereke semua, walaupun mereka makan tapi masih berusaha memberikan hormat kepada ku dan saat aku melihat kedua karyawan yang tadi pagi ketemu denganku justru mereka terlihat ketakutan.

__ADS_1


__ADS_2