
Kenedy dan Lexza saling pandang mereka berdua jadi takut apalagi kalau sang ibu melihat pertengkaran Lexza dengan Dinda dan Dava bisa gawat walaupun wajah Dava dan Dinda di blur.
Kenedy dan Lexza bangkit dari duduk mereka dan langsung gegas keluar untuk menemui sang ibu takutnya nanti kalau mereka tidak datang bu Anjani makin teriak lagi bisa kacau.
Namun langkah Lexza dan Kenedy terhenti alangkah terkejutnya mereka melihat ruang tengah sudah kayak kapal pecah dan yang paling membuat Lexza dan Kenedy syok ternyata bingkai foto yang dipakai untuk menghancurka lemari rias itu ada foto nikah Kenedy dan Lexza membuat hati Lexza sangat sakit.
Lexza tidak mau membiarkan ibu nya lebih lama lagi untuk mengila jadi Lexza dan Kenedy ingin menghentikan aksi bu Anjani.
"Ibu hentikan...apa yang ibu lakukan lihat deh semua sudah hancur gara-gara ibu...ibu apa-apaan sih ngamuk kayak orang gila saja, memangnya kalau ada masalah tidak bisa bicarakan dengan baik tapi harus dengan cara seperti ini." bentak Lexza
Mendengar perkataan Lexza membuat bu Anjani makin tersulut emosi jadi sudah tidak berpikir jerni lagi bu Anjani asal mengeluarkan kata-kat sampai membuat Lexza terkejut dan sakit hati bahkan semua orang yang menyaksikan pertengkara itu juga ikut terkejut.
Termasuk Dea dan Tahir terus paman Gibran dan bibik Lya yang baru saja mereka keluar dari kamar, dan ingin ke ruang tengah untuk menghentikan kegilaan nenek lampir tapi justru pengakuan nenek lampir membuat mereka terkejut.
"Plakkkk....dasar anak kurang ajar anak tidak berguna memang ya sikap kamu sama parsis seperti ayah kamu yang tidak berguna dan kriminal itu, untung waktu itu aku pergi meninggalkannya dan tidak menikahi dia kalau gak aku menderita. Kamu memang anak yang tidak aku inginkan dari dulu tapi untung juga karena kamu, aku bisa menjebak mas Evan dan menikahi aku jadi nyonya Winata" ujar bu Anjani tanpa sadar namun semua sudah terlambat bu Anjani sudah terlanjur mengatakannya bahkan bukan hanya anak-anaknya yang mendengar tapi juga semua pengawal dan pelayan.
__ADS_1
Sambil memengang pipihnya dengan tangan yang gemetar Lexza mundur beberapa langkah belakang satu tangan di pipi satu tangan dimulut dengan bulir bening meluncur dengan bebas tanpa ada komando.
" A..apa bu...Ja...jadi be...benar bu kata semua orang kalau aku memang bukan anak ayah Evan?..awalnya aku tidak percaya dengan semua perkataan dan hinaan itu karena aku belum mendengar dari mulut ibu sendiri aku juga berharap bahwa yang aku dengar itu tidak benar karena tidak mungkin aku memiliki seorang ibu serendah itu".
"Tapi sekarang aku paham ternyata hinaan dan cacian dari orang-orang itu benar adanya setelah aku mendengar langsung dari mulut ibu..Sekarang aku tanya sama ibu dengan ibu memperalat aku untuk menjebak ayah Evan apa yang ibu dapat dari semua kejahatan yang sudah ibu lakukan?. Dan apa bedanya ibu sama ayah kandungku bukannya ibu juga jahat sekarang jawab aku bu siapa nama ayah kandungku dan ada dimana sekarang jawab..."bentak Lexza membuat semua orang terkejut
Bu Anjani yang di bentak oleh Lexza terkejut kapalang dan seketika itu juga baru bu Anjani sadar kalau dia sudah salah bicara, awalnya bu Anjani ngamuk sekarang justru bu Anjani tidak tahu lagi harus bagaimana karena rahasianya sudah terbongkar secara tidak langsung bu Anjani membuka Aib sendiri.
"Lexza...maafkan ibu sayang maaf ibu tadi emosi makanya ibu asal bicara tapi kebenarannya tidak seperti itu ayah kamu itu ayah Evan kok, kata siapa kamu anak orang lain" ujar bu Anjani menenangkan Lexza tapi Lexza sudah terlanjur sakit hati dengan bu Anjani jadi Lexza sama sekali tidak mengubris perkataan bu Anjani.
"Mau jelaskan apalagi bu bukankah semua sudah jelas bahkan semua orang di rumah ini sudah tahu kalau aku bukan anak kandung ayah Evan, tapi aku bersyukur memiliki ayah Evan karena walaupun dia bukan ayah kandungku tapi ayah Evan yang terbaik, sedangkan kamu apakah kamu cocok disebut ibu yang baik atau ibu yang perlu dihormati begitu hahaha...julukan itu sudah tidak pantas untuk ibu"
"Karena kalau ibu adalah seorang ibu yang baik ibu tidak egois memisahkan anak dari ayahnya, ibu melakukan semua itu karena ibu hanya mengincar harta ayah jadi berani mengorbankan kebahagiaan anaknya. Dan tadi ibu bilang apa? Ayah aku seorang kriminal, kalau memang ayah seorang kriminal kenapa ibu jual diri kepada ayah sampai melahirkan aku". Tanya Lexza
"Jujur dari dulu aku sangat menghargai dan menghormati ibu tapi saat ini jangankan menghormati melihat ibu saja aku merasa jijik dan muak. Kalau aku tahu perjalanan hidupku seperti ini aku tidak akan mau dilahirka oleh ibu kedunia ini lebih baik aku mati saat masih kecil dari pada sudah besar begini baru tahu kenyataan yang pahit."
__ADS_1
"Lexza jaga omongan kamu ya..ibu lakukan semua ini demi kamu, agar kamu lahir dan hidup enak bukan hidup dengan ayah kamu yang miskin itu."
"Stop omong kosong mu Ibu, karena ibu lakukan itu bukan untuk kebahagiaanku tapi ibu melakukan itu semua hanya demi kebahagiaan ibu karena memang ibu serakah, ibu ngatain ayah kandung aku miskin memangnya dulu ibu juga gak miskin, ibu gak lupa daratan kan jangan ibarat kacang lupa kulit. Dulu sebelum ibu nikah dengan ayah Evan hidup ibu juga melarat itu yang membuat ibu menghalalkan segala cara untuk menjebak ayah."
Setelah selesai bicara begitu Lexza langsung berlari pergi dipanggil-panggil terus oleh bu Anjani tapi Lexza sama sekali tidak mengindahkan teriakan bu Anjani.
"Lexza...Lexza ibu belum selesai bicara kamu jangan pergi dulu biar ibu jelasin semuanya, tadi ibu hanya emosi tidak tahu apa yang ibu katakan tadi"
"Wah....seru juga ternyata ya aku pikir aku memiliki seorang kakak ipar yang selalu menjunjung tingi harga dirinya numun ternyata tidak lebih dari pada seekor ulat bulu. Aduh miris kali hidupmu kakak ipar hanya karena demi hawa nafsu dan keserakahan harta sampai menghalalkan segala cara, kasian ya mas Evan menikah dengan perempuan murahan kayak kamu hahah"
"Atau jangan-jangan karena sekarang sudah tidak ada lagi Mas Evan disini jadi diam-diam kamu jual diri lagi diluar semoga gak ya takutnya secepatnya kamu mendapatkan karma dari Tuhan"sambung bibik Lya.
"Diam kamu Lya jaga omong kamu kalau kamu tidak tahu apa-apa lebih baik kamu diam saja tidak perlu berkomentar."
Tadi niat bu Anjani marah-marah sama anak-anaknya kenapa sekarang kebalikan ya Bu Anjani yang diserang balik membuat bu Anjani emosi tapi bukannya takut justru nambah menghujat bu Anjani.
__ADS_1