Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda

Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda
380


__ADS_3

Setelah keempat pengawal itu datang, aku memberikan perintah kepada mereka agar mereka mengikuti apa yang aku dan yang lain katakan. Kalau tidak hari ini juga nyawah mereka dan keluarga mereka dalam bahaya. Sebenarnya itu hanya ancaman untuk mereka tapi kalau mereka tidak melakukan bisa jadi itu terjadi.


"Sekarang aku minta kalian berempat mengikuti apa yang saya katakan kalau kalian tidak ingin keluarga kalian juga ikut dalam masalah ini, kaliam tahu bukan kalau keluarga Adinata tidak perna memberikan ampun kepada seorang penghianat" ujarku.


"Baik Tuan! Kami tahu itu ampuni kami Tuan." Ujar mereka.


"Sekarang kalian berempat buka baju kalian dan aku ingin kalian berempat berikan kepuasan kepada mereka berdua, bukankah selama ini kalian menginginkan tubuhnya jadi sekarang aku berikan kesempatan untuk kalian berempat bercinta sampai puas. Jangan takut lakukan saja saya ingin melihat sehebat apa kalian saat bercinta" ujarku kalau aku lihat tiga di antara mereka berempat sangat tapi satunya merasa jijik, sehingga aku penasaran akhirnya aku bertanya kenapa wajahnya di tekuk begitu.


"Hey...kenapa wajah kamu begitu, apakah kamu tidak ingin bercinta dengan putry dari Tuan kalian, lihat dia cantik seksi seharusnya kalian senang dong karena sekarang aku berikan kebebasan kepada kalian mendapatkan kepuasam darinya " tanyaku.


"Mohon ampun Tuan, bukannya saya tidak ingin bercinta dengannya hanya saja saya merasa geli dan jijik Tuan, karena tidak tahu sudah berapa banyak pria yang bercinta dengannya bahkan saya sebagai pengawal pribadi nona Aisya, saya perna lihat dengan mata kepala sendiri nona Aisya bercinta dengan dua pria sekaligus, jadi saya rasa ini hal biasa buat nona Aisya Tuan justru dia merasa keenakan, tapi kalau di kasih gratis siapa yang tidak mau Tuan apalagi sama bos sendiri" ujar pengawal itu kurang ajar sok-soak an, awalnya jual mahal tapi pada akhirnya pengen juga.


"Pukkkkk.....dasar" ku tepuk pundaknya karena kesal.

__ADS_1


Aku menyuruh Dinda dan Rara keluar dari ruang, apalagi Rara belum menikah jadi tidak elok jika Rara melihat hal memalukan ini, aku tidak tahu ya Rara masih virgin atau tidak, tapi itu urusan dia yang sekarang aku lakukan harus menjaga mereka jadi aku menyuruh Dinda dan Rara keluar dulua. Aku tidak ingin mata istriku ternodai dengan kepuasan manusia-manusia ini.


"Nona Rara sekarang boleh keluar dari sini, tunggulah di luar sampai kami semua keluar dari sini, dan kamu sayang keluar saja dulu ya mas dengan ayah dan yang lain masih urus ini, tidak apa-apa bukan"? Tanyaku.


"Tidak masalah mas, kalau begitu Dinda keluar mas". Ujar Dinda.


Setelah Dinda dan Rara keluar barulah aku menyuruh keempat pengawal itu mulai aksi mereka, aku dan yang lain tidak menghiraukan teriakan om Angga untuk hentikan kegilaan keempat pengawal itu.


"Sekarang lakukanlah aku berikan kalian waktu satu jam cukup kan, berikan kepuasan kepada kedua wanita ini biar suami dan ayahnya tahu kalau aku lebih kejam dari pada dia. Makanya om jangan main- main dengan keluarga Adinata. Sudah berulang kali aku berikan kesempatan kepada amda, dari anda menfitnah aku dan membuat video tidak terpujih dengan putry anda, seolah-olah saya ini lagi bercinta dengan putry anda di hote.


"Dava! Om mohon jangan lakukan hal menjijikan itu terhadap istri dan putry ku, kalian kenapa sangat kejam sekali memperlakukan manusia seperti bina** ng. Dasar kalian tidak punya hati ya, Tuan Adinata yang terhormat apakah anda tidak punya harga diri lagi di atur oleh anak anda sendiri? Seharusnya anda bertindak sehingga putra anda tidak semena-mena memperlakukan istri dan putry saya seperti itu, kita ini sahabat sudah lama masa anda begitu tega terhadap saya dan keluarga, salah saya dimana sehingga anda menyiksa saya dan keluarga saya disini"?


"Hahaha....Angga, maaf jika kali ini saya tidak memanggil anda dengan sebutan Tuan tapi hanya sebutan nama saja, anda ingin tahu kenapa saya melakukan ini, sebenarnya saya sudah cukup sabar dan cukup lama memberikan anda kesempatan untuk anda berubah, tapi nyatanya saya salah, bahkan saya menyesal mengenal anda dan menjadikan anda sahabat baik saya, karena ternyata anda bukan teman yang baik justru anda penghianat anda ingin menghancurkan bisnis saya dan kehidupan saya dengan cara licik, mulai saat ini anda bukan sahabat saya lagi.

__ADS_1


Kalau hanya itu masih saya mengampuni anda tapi anda sudah mencoba membunuh menantu saya dan ingin menculik cucu saya, hal itu yang tidak bisa saya terimah kadi sekarang nikmati saja, saya serakan semua kepada putra saya." ujar ayah langsung gegas keluar menyusul Dinda dan Rara.


Aku menyuruh keempat pengawal itu membuka baju mereka dan siap menergap Aisya dan ibu nya namun terhenti seketika. Karena suara bariton dari om Angga kembali mengema dia mengancam akan membunuh ke empat pengawal itu bersama keluarganya, namun tanpa aku duga salah satu dari pengawal itu menjawab dengan lugas.


"Stop bajingan! Kalian itu pengawal saya kenapa kalian justru menghianati saya dan ingin melecehkan putry dan istri saya, ingat ya saya akan membunuh kalian dan keluarga kalian nanti kalau saya keluar dari sini dasar penjilat. Seharusnya kalian membela saya dan keluarga saua bukannya justru kalian mengikuti apa kata mereka."


"Hahaha...apa! Penjilat? Dan akan membunuh kami? Tidak salah tuh. Dengar ya, dulu memang anda bos saya tapi parcuma gaji saya tiga bulan juga belum di bayar, sekarang anda bukan bos saya lagi jadi saya bebas melakukan apa yang saya inginkan. Dan tadi saya tidak salah dengar kalau anda ingin membunuh kami berempat? Bagaimana caranya anda bisa membunuh kami sedangkan kita sama-sama terjebak disini karena keserakahan anda.


Sebentar lagi kita juga akan meninggal bersama-sama jadi untuk apa mendengarkan anda. Sebelum saya meninggal saya merasakan nikmatnya dunia bersama dengan putry dan istri tercinta anda dulu, jadi diam lah disitu dan tontonlah bagaimana saya bercinta dengan istri dan putry anda, sebenarnya ini bukan suatu hal baru untuk anda lihat bukankah selama ini anda sendiri yang menjual putry anda ke penjilat dan penjahat yang ada di tengah hutan itu hanya untuk mendapatkan banyak kekayaan atas rampokan mereka? "


"Cuihhhhh....dasar pengawal rendahan! Jangan coba-coba menyentuh saya karena saya tidak sudih di sentuh oleh manusia rendahan dan menjijikan seperti kalian berempat, dasar kalian penghianat berani sekali kalian menghianati bos kalia. Padahal selama ini kalau bukan karena gaji dari bos kalian mungkin kalian sudah jadi gembel di luar sana. Jadi perampok juga sekarang baru bicara seperti itu."


Plakkkkkk...bukkkkkk!

__ADS_1


"Dasar perempuan murahan... Asal bicara saja tapi tidak sadar diri, bukan kah kamu yang sangat rendah dan yang di bicarakan pengawal Bima itu memang benar adanya kalau kamu perempuan menjijikan sekali lagi kamu bicara kasar bukan hanya bibir atas kamu aja yang aku tampar tapi bibir bawah kamu juga aku tutup hahaha"


Astaga kadang manusia-manusia ini tidak sadar dengan apa yang mereka bicarakan, katanya Aisya jijik dengan pengawal tapi tidak sadar kalau dirinya lebih menjijikan lagi.


__ADS_2