
Sekarang istriku sangat ganas lebih ganas dari padaku tapi aku suka itu, pada hal dulu aku yang paling ganas sekarang justru kebalikan Dinda yang dominan, setelah selesai putaran pertamana dengan nafas kami berdua memburuh, aku berbaring di samping Dinda kami berdua belum mandi, aku mengecup kening istriku dengan manja karena hari ini dia sudah sial memberikan aku kepuasan.
Karena masih ada putaran kedua selama si joni belum tidur aku dan Dinda masih bekerja ekstra sampai sih joni puas, si joni ngusain aja lah lagian salah Dinda sih siapa suruh tangannya menyengol si joni sudah tahu si joni sangat sensitif. Setelah beberapa menit aku dan Dinda menarik nafas untuk menetralkan nafas kami berdua tiba-tiba Dinda kembali menyentuh si joni dan mengelusnya, membuat si joni panas dingin aku makin menderita.
Astaga Dinda ingin menyiksa ku dengan caranya sendiri tapi tak masalah dia yang berbuat dia juga yang bertanggung jawab atas ulanya sendir.
"Aduh sayang kamu membuat mas makin menderita deh, kamu kenapa mengelus si joni begitu kamu tahu bukan dia semakin menjadi. Cepat sayang harus bertanggung jawab. Pokoknya mas tidak mau tahu malam ini sayang harus berikan dia kepuasan kalau tidak mas tidak bisa tidur malam ini gara-gara ula sayang." Aku mengerutu karena ula istriku ini, padahal dalam hari berteriak kegirangan dapat rejeki nomplok.
"Hahaha memang Dinda sengaja mas buat si joni menderita karena Dinda belum puas bermain dengan si joni, Dinda mau berikan kepuasan kepada si joni agar dia tidak mencari yang lain di luar sana, yuks kita sekali lagi baru ke kamar mandi" aku tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini untuk kembali bercinta dengan istriku, aku dan Dinda kembali memadu kasih berbagi pelu satu sama lagi, hampir tiga puluh menit akhirnya selesai putaran kedua.
Aku kembali mengendong Dinda ala bridal style dan membawahnya masuk kedalam kamar mandi, aku langaung masukan Dinda kedalam bathtub dan langsung mengisi air, aku juga turut masuk kedalam dan kembali melakukan aktifitas kami berdua sebagai suami istri, kebutuhan suami istri itu wajib, ini yang ketiga kalinya tapi Dinda masih mengeluarkan erengan-erengan halus dari mulutnya membuat si joni makin mengilah.
Astaga Dinda kamu membuatku mengila malam ini dengan permainan kamu di luar dugaanku kamu sangat hebat dalam bermain, baguslah karena seperti ini yang aku cari.
Sekian lama kami bercinta akhirnya puas juga si joni kembali tepar dan tidak berdaya tidur langsung dia karena kecapean. Selesai mandi aku dan Dinda keluar dari kamar mandi terpaksa deh tengah malam istri ku kramas, karena aku kasian sama istri ku jadi aku bantu untuk mengeringkan rambutnya, aku langsung ganti pakian karena harus kembali ke rumah sakit, Rafa dan Gama dimana mereka sudah menunggu aku karena lama, kalau Rafa orangnya santai bedah dengan Gama jiwa keponya itu selalu merontah-ronta. Kenapa aku harus lama baliknya pasti Gama bertanya.
__ADS_1
"Sayang setelah selesai ganti langsung istirahat ya, soalnya mas harus kerumah sakit dulu Gama dan Rafa pasti sudah menunggu mas disana, makasih ya sayang sudah berikan mas vitamin segar sehingga membuat tubuh mas kembali segar. Hati-hati kalau istirahat nanti kalau terjadi sesuati jangan lupa hubungi mas ya." ujarku sambil terkekeh.
"Hehehe sama-sama mas itu kan kewajiban seorang istri untuk memenuhi kebutuhan suaminya mas, kalau Dinda menolak berarti Dinda berdosa karena tidak mau melayani suaminya. Lagi kita sama-sama puas bukan? Mas puas Dinda juga puas, mas tenang aja tidak ada lagi penjahat bukankah penjahat sudah meninggal semua jadi untuk apa takut."
"Sayang ingat orang yang kita anggap baik itu bisa jadi dia juga lah musuh kita sesungguhnya jadi sayang jangan bicara begitu, ingat tidur kunci semua pintu jangan buka pintu jika tengah malam ada yang ngetok pintu, kalau tidak biar mas saja yang melakukan semua itu sayang tidur aja" ujarku.
Setelah Dinda sudah istirahat aku keluar dari kamar dan gegas pergi, aku tidak lupa kunci pintu dari luar lagian Dinda nanti kalau bangun masih ada kunci lain, aku mengecup kening istriku dengan penuh kasih sayang pasti Dinda kecapean soalnya langsung nyenyak.
"Good night sayang, maaf ya mas tinggalkan sayang sendirian lagi karena ayah masih di rumah sakit doakan ayah biar cepat pulih dan kembali ke rumah" aku turun dari lantai dua dan keluar dari rumah ternyata asisten Arfan dan pengawal sudah menunggu aku di luar.
Setelah aku tersadar ternyata kami sudah sampai di rumah sakit tapi justru aku masih didalam mobil, dan pengawal tetap menjaga di samping kiri kananku, astaga kenapa aku bisa ketiduran begini sih dasar asisten Arfan tidak membangunkan ku, kira-kira sudah jam berapa pasti Rafa dan Gama sudah menunggu. Lagian di ruangan ayah ada dua tempat tidur dan satu kamar tidur, sekarang ayah sudah observasi jadi sudah di pindahkan ke ruangan pribadi.
"Asisten Arfan kenapa tidak membangunkan aku, justru membiarkan aku tidur di mobil Tuan muda Rafa dan Tuan muda Gama pasti menunggu."
"Maaf Tuan muda jika saya lamcang tapi saya tidak tega membangunkan Tuan muda yang kelihatan saperti sangat kelelahan, jadi tidak masalah bukan jika Tuan muda istirahat sebentar"
__ADS_1
Aku turun dari mobil dan gegas masuk kedalam rumah sakit melalui koridor rumah sakit dengan langkah seribu. Saat aku sampai di depan pintu ruangan ayah aku melihat Rafa dan Gama ternyata mereka belum tidur padahal bisa saja mereka tidur disini karena ada tempat tidur.
"Astaga Tuan muda Dava Adinata lama benar pulangnya, ngapain sih kakak di rumah Gama rasa pulang hanya mandi terus langsung balik ke sini deh, kok bisa lama amat" kan aku bilang juga apa anak yang satu ini jiwa keponya itu sangat tinggih.
"Olah Gam...makanya menikah biar tahu bagaimana masuk kedalam surga dunia rasanya tidak ingin berhenti namanya juga sudah nikah punya anak ya harus perhatikan istri anak dulu baru kesini lagi kalau jomblo tahu apa"
" Tahu nih Dav....Gama dari tadi ngoce mulu karena kamu tidak kunjung balik lagian kamu ngapain sih di rumah kok lama benar, kamu tidak lihat sudah jam berapa? Ini sudah jam satu malam"
Hahaha ngkak aku mendengar kedua orang ini ngoce karena kelamaan balik, tapi aku cukup terhibur melihat wajah mereka berdua cemberut tadi mereka berdua bilang akan nginal makanya aku pulang bodoh amat ah sekali-sekali kerjain mereka berdua.
"Bukannya tadi katanya mau nginap disini ya sudah istirahat sana, kalian berdua di kamar saja biar aku disini dan suster disitu takutnya nanti tiba-tiba ayah butuh sesuatu biar aku aja yang mengurusnya." ujarku.
"Nanti aja tidurnya lebih enakan main Game atau ngobrol aja soalnya tadi setelah kamu pergi kami berdua sempat istirahat jadi baru bangun juga kok, kalau kamu mau istirahat, istirahat saja biar kami berdua yang jangain om" baik juga Rafa bah.
"Iya kakak lebih baik kakak istirahat saja soalnya tadi Gama dengan kakak Rafa sempat istirahat jadi udah tidak ngantuk lagi, Gama tahu kakak baru selesia aktifitasnya jadi rasa cape bukan"
__ADS_1
Benar-benar dua orang yang ada di depan ini sikap mereka berdua tak terduga beribah-ubah tadi katanya aku lama datang giliran aku sudah sampai mereka menyuruh aku istirahat tapu bagus juga lah aku juga masih ngantuk.