Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda

Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda
62:62


__ADS_3

Hari ini aku dan Dinda jabwal fitting baju untuk acara resepsi nanti walaupun tunggu dua minggu lagi, tapi karena sudah di jadwalkan sama ibu jadi tidak enak kalau tidak nurut sama ibu. Jam sembilan pagi kami berangkat ke butik kali ini pak Erik tidak ikut karena ada hal penting yang harus pak Erik urus di kantor jadi aku dan Dinda pergi dengan dua pengawal, lagian tanpa pengawal juga kami berdua bisa menjaga diri kami.


Hampir satu jam kami berdua sampai di butik, ternyata teman ibu yang di butik sudah menunggu kedatangan kami berdua.


Saat kami masuk kedalam butik ternyata tante Riska juga ada dan ia menyambut kami berdua, tante Riska ini teman baik ibu yang mempunyai WO terkenal di negara ini dan kalau soal gaun pengantin tidak perlu di ragukan lagi dari gaunnya sampai dekor semua lengkap dari tante Riska.


Dan bahkan itu diberikan gratis kepada kami katanya hadia untuk pernikahan aku dan Dinda, memang tante Riska orang yang sangat baik.


"Selamat datang nak Dava dan nak Dinda maaf tempat tante jelek dan kumuh. Wah apa kabar kamu nak, kamu makin tanpan aja nak. Sudah lama sekali kita tidak ketemu dan sekali ketemu kamu sudah punya istri dan istri kamu sangat cantik nak ." ujar tante


Astaga tante Riska kelewatan merendah Diri tempat semewah ini butik gaun pengantin yang mahal-mahal disini masa dibilang tenpat kumuh yang benar aja. Dan benar yang di katakan tante Riska kalau kami memang sudah lama tidak bertemu semenjak aku pergi dari rumah. Dan setelah aku kembali ke rumah ini pertama kalinya kami ketemu lagi tante Riksa juga makin cantik


"Ya ampun tan, tempat sebagus ini masa tante bilang begitu ada-ada aja tante. Kabar aku baik tante dan makasih atas pujiannya tapi memang istri aku sangat cantik tan hahaha." ujarku membuat tante Riska tertawa.


"Makasih tante" ujar Dinda


"Sama-sama sayang"


" Tante masih ingat setiap kali tante berkunjung ke rumah kamu, kamu selalu ngajak Rafa untuk bermain, tapi sayangnya sekarang Rafa masih di luar negeri mungkin kalau dia tahu kamu sudah kembali ke rumah pasti dia senang, karena waktu itu pas dengar kamu pergi dari rumah Rafa sangat sedih nak, akhirnya dia meminta lanjut kulia di luar negeri padahal sudah selesai S2 tapi katanya dia malas pulang karena teman baiknya tidak ada"


"Minta nomor Rafa tante aku juga kangen sama Rafa, aku akan hubunginy agar dia pulang ikut acara resepsi aku tan, aku minta maaf karena waktu itu aku egois aku tidak mengikuti kata-kata Rafa saat itu."


"Husss sudah...sudah itu sudah berlalu yang penting sekarang kamu sudah kembali nak"

__ADS_1


Rafa adalah anak tante Riska memang tante Riska selalu datang ke rumah bersama dengan Rafa, dan hanya Rafa teman baik dan yang paling setia, kemana-mana kami selalu sama, tapi yang bedah dari Rafa adalah dia tidak suka ketempat-tempat tidak benar, setiap kali aku pergi dia selalu melarang dan marah.


Tapi memang dasarnya aku masih egois waktu itu jadi aku tidak menghiraukannya, pernah sekali, aku minum sampai tidak berdaya di diskotik dan dia yang datang jemput aku di tempat haram itu.


Hummm jadi ingat kembali masa lalu yang sangat suram itu.


Karena aku melamun jadi pundakku di tepuk pelan oleh Dinda membuat aku kanget membuat aku terkejut.


"Ada apa sayang" tanyaku.


" Kenapa mas melamun begitu"


"Gapapa sayang"


"Yuk nak kita coba baju dulu, banyak gaun dan jas yang harus di coba, tapi gak lama kok tenang aja nanti tante dengan pelayan yang akan bantu untuk memilih.


Akhirnya kami berdua aku dan Dinda ikut tante Riksa masuk kedalam butiknya, dan siap mencobak beberapa pakian yang sudah di sediakan oleh tante Riska semua gaun yang di pakai Dinda cantik-cantik mungkin karena memang istriku yang cantik bukan gaunnya hahaha.


hanya pilih gaun dan jas aja cape banget, padahal cuman coba terus buka dan coba lagi tapi terasa capek juga.


Aku mencobak jas hampir sepuluh jas begitu juga Dinda ia mencoba hampir sepuluh gaun akhirnya kami menjatuhkan pilihan, aku memelih jaz warna biru navy sedangkan Dinda menjatuhkan pilihannya dengan gaun berwarna putih sangat cantik.


Hampir tiga jam kami di butik tante Riska akhirnya selesai juga drama fitting baju, awalnya tante Riska ngajak kami makan dulu sebelum pulang tapi karena aku juga pengen cepat ke kantor jadi aku menolak mungkin di lain waktu.

__ADS_1


"Nak bagaimana kalau kita makan dulu sebentar lagi sudah makan siang, nanti Ziya pikir anak dan menantunya datang padaku tapi aku tidak kasih makan hahaha"


"Hahaha tante bisa aja, makasih banyak tante tapi maaf aku buru-buru mau kekantor mungkin lain waktu saja, kalau nanti Rafa sudah pulang tante datang kerumah lah dengan Rafa."


"Baiklah nak kalau begitu hati-hati di jalan"


Akhirnya kami pamit pulang sama tante Riska. Kami keluar dari butik dan masuk kedalam mobil, dan pergi meninggalkan butik


setelah kami pulang dari butik aku harus antar pulang istriku ke rumah dulu baru kekantor, karena aku takut terjadi sesuatu terhadap istriku, perasaanku mengatakan kalau nanti terjadi sesuatu.


Walaupun perasaanku tidak enak aku tidak berani mengatakan kepada istriku, namun sepenjang jalan aku melihat Dinda sepertinya gelisa entah kenapa. Dari pada aku penasaran akhirnya aku bertanya kenapa istriku seperti ada yang dia pikirkan.


"Sayang kamu kenapa sepertinya sangat gelisa, apa kamu tidak suka dengan gaun tadi kalau kamu tidak suka tidak apa-apa kita cari lain aja sayang, aku mau kamu senang dengan pilihan kamu karena ini satu kali seumur hidup. Jadi katakan saja sayang jangan takut."


"Mas, aku bahagia dan aku sangat senang dengan gaun yang aku pilih tadi, lagian semua gaun yang tante Riska miliki gaun berkualitas, tidak ada yang salah dengan gaun mas, hanya saja perasaanku mengatakan akan terjadi sesuatu. Aku tiba-tiba Rindu ayah dan ingat ibu padahal dia sudah sangat jahat padaku "


Aku memeluk istriku aku tidak menyangka ternyata perasaan istriku juga sama kayak yang aku merasakan, seperti terjadi sesuatu yang buruk.


"Sayang dengarkan mas, ayah sudah tenang di surga, jadi jangan sedih terus ya nanti ayah juga ikut sedih disana melihat anak kesayangannya sedih terus disini."


"Mas sampai sekarang aku masih berharap kalau ayah masih hidup, hati kecil mengatakan kalau ayah masih hidup"


"Iya sayang sabar aja dulu kita tunggu kabar dari orang kepercayaan ayah."

__ADS_1


__ADS_2