Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda

Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda
283


__ADS_3

Setelah Dea berhasil membawah kedua perempuan itu sampai di pekarangan rumah Dea menatap tajam kearah Lexza, yang masih tersungkur di bawah, Dea senyum menyeramkan mendekati Lexza dan memengang rahang dengan dengan keras membuat Lexza meringis kesakitan.


"Jangan kamu pikir selama ini aku hanya diam jadi tidak bisa melakukan kekerasan kepada kamu dan ibu kamu, bukankah dari dulu kamu paling tahu seperti apa aku berbakti kepada perempuan ini, sangking berbaktinya sama dia aku sampai menyakiti adik kandung aku sendiri yang membuat aku memyesal sampai sekarang. Aku tahu cara menghargai orang, aku juga tahu cara berbakti kepada orang tua tapi ibu seperti apa dulu yang harus aku melakukan baktiku kepadanya, apakah seorang pembunuh aku tetap berbakti kepadanya bahkan dia sudah merencanakan untuk melenyapkan nyawahku apakah aku harus berbakti kepada orang seperti itu.?


Masih kurang bakti apa yang belum aku lakukan, sudah semua aku lakukan tapi tidak ada satu pun yang perempuan ini mengindahkannya, hanya demi harta dia mau menghalalkan segala cara. Kamu tahu seperti apa kebencian aku sama kalian berdua, kalau tidak ada hukum berdosa jika membunuh ibu kandung sendiri, aku sudah membunuhnya. Sekarang kamu bawah ibu kamu ini pergi dari sini sebelum di seret paksa oleh orang ini. Dan satu lagi jangan kamu mengajari aku karena aku tahu apa yang aku lakukan seharusnya kamu yang intropeksi diri dan bertobat."


Dea bangkit dari duduknya dan hendak masuk kembali kedalam rumah namun tiba-tiba Kenedy datang dan langsung melayangkan satu tamparan keras di pipi Dea, untung Dea bisa menjaga keseimbangannya jadi tidak sanpai terjadi , paman Gibran yang tidak terimah langsung menghajar Kenedy bersama dengan Tahir, Tahir juga sangat emosi dengan kelakukan saudara iparnya itu.


Bukkkk.....bukkkkkk!


Bajingan kamu ya! Berani sekali kamu memukul istriku aku akan laporkan kamu kepolisi biar kamu membusuk di penjarah, dasar bencong hanya berani sama perempuan saja. Karena paman Gibran dan Tahir memukul Kenedy dengan kuat membuat Kenedy tersungkur ke lantai dan tidak bergerak hal itu membuat Lexza panik dan berteriak.


"Cukup!...bisa meninggal suamiku dasar tidak punya hati" Lexza berusaha bangkit dari duduknya dan mendekati Kenedy sedangkan bu Anjani sudah berdiri dengar tegar, seperti tidak terjadi apa-apa saat bu Anjani menolek ke gerbang bu Anjani melihat banyak tetanggah berdiri disitu dengan tatap tajam menatap ke arah bu Anjani.

__ADS_1


"Hey! Ngapain kalian disitu bubar...enak aja rakyat jelata berdiri di pagar rumahku, aku tidak sudih ya pergi semua dari sini siapa yang mengundang rakyat jelata ini datang kemari tidak ada pembagian sembako disini. Dan kalian juga lebih baik pergi dari sini" usir bu Anjani kepada tetangga yang berdiri di luar bahkan bu Anjani tidak segan mengusir pak Sammy dan temannya.


"Nyonya yang keluar dari sini bukan kami, pak Sammy menyuruh temannya untuk langsung gembok pintu rumah karena mereka semua sudah halamam rumah.


"Pak tolong panggilkan semua pelayan keluar karena pintu mau di kunci" tidak lama kemudian semua pelayan keluar dengan tentengan barang mereka masing-masing yang sudah disiapkan. Dan teman pak Sammy langsung gegas mengunci pintu tapi di tahan oleh bu Anjani.


"Jangan kunci pintu aku tidak mau pergi dari sini, ini rumah aku siapa yang berani mengunci pintu aku akan melaporkan ke polisi" tapi perkataan bu Anjani tidak di hiraukan sehingga pak Sami langsung menarik paksa bu Anjani menjauh dari pintu rumah, hal itu membuat Lexza dan bu Anjani histeris karena pada akhirnya mereka kehilangan semuanya.


"Maaf nona Lexza karena semua mobil yang ada disini juga sudah masuk dalam jaminan hutang di bank yang tidak termasuk adalah mobil Tuan Tahir, Nona Dea dan Tuan Gibran selain dari pada itu masuk jaminan bank jadi tidak bisa di bawah...sekarang silahkan nona dan nyonya Winata keluar dari sini karena Gerbang juga akan kami kunci dan tapi semua pengawal tetap disini sampai Tuan baru pemilik rumah ini datang siapa tahu Tuan mau mempekerjakan kalian semua."


"Tidak.....! Mobil aku harus bawah tidak mungkin aku jalan kaki, bajingan kalian semua kalau begitu mobil Dea ibu bawah lagian sudah ada mobil Tahir jadi kalian berdua pakek satu ibu pakek satu" ujar bu Anjani.


"Hahah enak sekali ibu bicara jangan harap Dea kasih hanya ini pemberian ayah satu-satunya, jadi jangan harap kalau sudah di usir ya pergi aja sana jangan banyak berharap bu, itu karena untuk orang serahkah seperti ibu yang sudah menghalalkan segalah cara"

__ADS_1


Bu Anjani dan Lexza masih berdiri di depan pintu sambil berusaha mendorong pintu tapi sayang sudah tidak bisa karena sudah di gembok.


Kali ini bu Anjani yang garang dan paling benci menangis, dia menangis terseduh-seduh di depan pintu. Kedua teman pak Sammy menarik tangan ibu dan anak itu secara paksa dan menbawah mereka ke luar gerbang semua orang yang ada disitu menyorahki mereka.


"Huuusss...perempuan sombong akhirnya jadi gembel juga, rumah besar ini jadi milik bank dan perusahaan besar itu bisa bangkrut kasian ya Tuan Winata orang yang baik tapi bisa mendapat perempuan murahan ini, sifat mereka sama ibu dan anak ini sama-sama sombong tidak ada sosialisasinya sama sekali jadi giliran seperti ini tidak ada yang mau menolong" ujar salah satu tetangga.


" Iya seperti inilah orang egois dan tamak, aku saja sampai terkejut saat tahu videonya itu viral padahal tahu tidak, selama ini dia selalu bilang kalau dia adalah perempuan terhormat dan menjujung tinggi harga diri, tapi lihat lah tidak punya harga diri sama sekali dan menantu yang dia banga-bangain ikut jadi gembel setelah gagal jadi presiden sangat miris. Bisa-bisa sebentar lagi perempuan ini depresi dan jadi orang gila".


Sudah tahu ketimpah tangah lagi itu julukan untuk bu Anjani dan Lexza biarpun bu Anjani audah di usir dari rumah tapi ternyata kesombongan itu sudah mendarah danging jadi tidak bisa lepas dari dirinya.


Karena bu Anjani tidak terimah di katain sama tetangga dan menjadi tontonanan gratis bu Anjani murka bu Anjani bangkit dari duduknya dan mengambil batu dan dan tanah terus melempar ke arah orang yang datang sambil berteriak mengusir mereka.


Namun bukannya orang itu pergi justru mereka makin menghujat bu Anjani sambil ada yang siaran langsung.

__ADS_1


__ADS_2