Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda

Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda
73:73


__ADS_3

Saat kami tiba di depan ruang IGD semua keluarga besar Winata menunggu disana dan semua mata langsung tertuju kepada kami berdua dengan ekspresi yang berbedah-beda, ada yang terkejut ada juga yang menatap sinis dan emosi kepada kami berdua tapi aku dan Dinda justru santai dan belum bicara apa-apa.


Namun tiba-tiba Lexza melangkah mendekati Dinda dan hampir melayangkan tamparan keras ke pipi Dinda, baru saja aku hendak menangkap tangan Lexza aku kalah cepat karena Dinda sudah terlebih dulu menangkap tangan Lexza dan langsung melayangkan tamparan keras tepat di pipi Lexza. Entah pake kekuatan super apa istriku gunakan sehingga Lexza sampai tersungkur di lantai membuat semua orang terkejut dengan aksi Dinda termasuk aku juga.


Ya ampun aku benar-benar terkejut dan tidak menyangka jika Dinda seberani itu aku aja seorang laki-laki kalah cepat dari pada istriku dan yang paling membuat aku terkejut adalah kegilaan istriku menghagar Lexza.


"Argar....kurang ajar kau perempuan miskin"


Lexza juga terkejut sampai memengang pipinya yang sudah kena tamparan dari Dinda. Lexza langsung berteriak dan melontarkan kata-kata hinaan kepada istriku.


Ia mendongkakan kepalanya dan berteriak "hey..kurang ajar...berani sekali kamu menampar aku perempuan miskin. Kamu mau cari mati ya akan aku patahkan tanganmu itu" ujar Lexza.


Aku masih Diam aku bukannya tidak mau membelah Dinda tapi aku mau lihat seberani apa dia menghadapi Lexza.


Dinda jalan dan mendekati Lexza dan mencengkram dagu Lexza dengan kuat sampai Lexza meringis kesakitan aku menjadi takut kalau sampai istriku membunuh Lexza bisa gawat.


Sedangkan Kenedy yang melihat kemarahan istriku juga jadi panik karena mereka melihat sendiri seperti apa Dinda memperlakukan Lexza. Dinda menatap mata Lexza dengan sinis sambli berkata lirih.


" tolong jaga baik-baik tangan kotor yang penuh dengan virus itu untuk jangan sembarang menyentuh orang takutnya tangan kecil kamu yang putih mulus ini akan ku pisahkan dari tubuhmu, jangan kamu pikir aku takut dengan ancaman murahan kamu itu." ujar Dinda

__ADS_1


"Dinda lepaskan istri saya atau kamu tahu akibatnya manusia miskin seperti kalian ini ngapain kesini, kalian itu hanya sampah masyarakat jadi tidak pantas di tempat ini kalian tahu tempat ini hanya orang kaya yang bisa masuk ke rumah sakit ini kalau orang miskin seperti kalian masa sanggup rawat keluarga di disini."


"Diam kamu tutup mulut busukmu itu Kenedy! Kamu itu hanya menantu sampah di rumah keluarga Winata karena sekarang kamu mencalonkan diri jadi presiden sehingga kamu masih mendapatkan sanjungan dari mereka, tapi aku mau lihat bagaimana jika kamu gagal dalam pemilihan ini apakah tempat kamu masih di keluar Winata atau kamu dan istri kamu yang tak berguna ini di campakan keluar."


Haahha aku jadi ngakak apa Kenedy tidak tahu kalau rumah sakit ini adalah rumah sakit keluarga Adinata bagaimana reaksinya kalau tahu rumah sakit ini milik keluarga Adinata.


Karena omongan Kenedy langsung di balas oleh Dinda jadi Kenedy emosi ia hendak mendorong Dinda tapi Kenedy juga bernasib sama dengan Lexza tangannya baru mau ngapai kepala Dinda, Dinda dengan cepat membalikan badan dan berikan satu kali tendangan tepat di bawah perut membuat Kenedy terlempar satu meter jatuh tersungkur tepat pas di depan Tahir membuat yang lain semua terkejut.


"Argar...." Kenedy menahan sakit. Awaa loh Dinda kamu yang tanggung jawab kalau lato-lato Kenedy pecah hahaa


Lexza yang melihat suaminya tersungkur di lantai langsung teriak histeris, karena gara-gara teriakan Lexza mengundang perhatian semua orang apalagi disini juga sudah ada wartawan dari tadi melupit kegaduhan yang dilakukan oleh istriku. Tapi istriku tidak melakukan kesalahan siapa juga yang menyuruh mereka bertindak semena-mena dengan istriku.


"Mas.....mas gak kenapa-kenapa kan, lagian mas juga mau ngapain sih" tanya Lexza kepada suaminya hanya saja suaminya masih menahan sakit karena tendangan Dinda yang sangat kuat, Lexza bangkit dari duduknya dan menatap Dinda dengan tajam.


" Usir saja kalau kamu berani lagian hak apa kamu di rumah sakit ini, ingat ini rumah sakit untuk semua orang bisa datang ke sini, lagian aku kesini hanya mau memastikan kalau nyonya Anjani tidak apa-apa. Walaupun aku bukan siap-siapa kalian tapi aku juga punya hati. Untuk memiliki simpati terhadap orang yang mengalami musiba" jawab Dinda.


Dea yang dari tadi diam saja sekarang berani berbicara, tapi kali ini dea tidak pake kata kasar dan emosi dia justru timbal balik dengan sikapnya yang sebelumnya dan sikap yang sekarang sehingga membuat aku terkejut. Tapi bisa jadi Dea beruba karena ia melihat perubahan Dinda jadi bisa saja ia hanya play Victim agar Dinda merasa iba terhadapanya.


"Dinda kamu datang jenguk ibu ya, makasih ya karena kamu masih mau peduli sama ibu, tapi sayangnya saat ini ibu belum bisa di jenguk jadi kalau kamu mau tunggu nanti ibu sudah bisa di jenguk baru aku hubungi kamu untuk datang kesini ya, maafkan kak Lexza dengan suaminya"

__ADS_1


Perkataan Dea berhasil membuat semua orang terkejut termasuk suaminyanya kalau aku dan Dinda biasa saja, semoga Dea benar-benar beruba bukan karena ia melihat ada wartawan diam-diam meliput berita jadi dia sengaja baik-baik.


Tapi karena Dea berkata sopan dan baik jadi kami berdua juga menanggapinya dengan baik, biarpun dalam hati aku masih menyimpan rasa sakit terhadap Dea karena waktu itu dia juga salah satu yang ikut memukul Dinda.


"Makasih kak Dea tapi sebenarnya tujuan kami kesini bukan karena semata-mata menjenguk ibu tapi kami berdua kesini untuk menjenguk teman aku di ruangan vip."


"He...Dea kamu gila ya bicara baik-baik dengan orang tidak berguna itu kamu lihat sendiri apa yang sudah di perlakukan terhadapa aku dan kak ipar kamu, kok baa kamu begitu, atau jangan-jangan kamu juga sudah di pengaruhi oleh perempuan miskin ini."


Lexza emosi sambil menunjuk Dinda membuat Dinda yang tadi tenang kembali emosi.


"He...tuh muluk ya, makin hari makin kurang ajar ya, mulut kamu kayak comberan talalu kotor tahu gak. sepertinya kamu tuh harus di kasih pelajaran lagi biar tahu sopan santun kalau bicara, apakah seperti ini didikan dari seorang ibu terhormat yang bernama nyonya Anjani Winata terhadapa putrynya kok kata-katanya tidak ada sopannya."


"Katanya keluarga yang terhormat dan punya attitude yang baik, terus menjunjung tinggi kehormatan tapi cobak lihat sifat jelek sekali."


Dinda menatap para wartawan semua yang ada di rumah sakit dan langsung berbicara.


" Hay semuanya lihat ini perilaku seorang putry yang terhormat dari orang nomor dua di negara ini apakah dia bisa menjadi contoh yang baik. Yang katanya memiliki attitude yang baik seperti ini kah."


"Dan satu lagi, semuanya tolong di viralkan ya biar semua masyarakat tahu seperti apa sifat calon ibu negara, bagaimana negara ini bisa maju kakau punya pemimpin seperti ini bisa hancur kalau di pimpin oleh manusia seperti ini, lihat lah calon presiden loh ini apakah pantas menjadi presiden negara ini dan bisa memimpin negara ini dengan baik aku rasa tidak jangan sembarangan memilih kalau kita masyarakat negara ini tidak mau hancur."

__ADS_1


What...gila benar istriku berani sekalih berkata begitu, aduh makin panas nih cuaca hahah....istriku makin ganas, dia justru menyuruh wartawan viralkan semua perlakuan jahat keluarga Winata ke media, ya jelas dengan senang hati dong mereka lakukan siapa yang tidak mau kalau sudah di beri perintah.


Aku melihat wajah Kenedy dan Lexza langsung pucat pasi mungkin mereka juga tidak menyangka Dinda bisa berani bicara begitu.


__ADS_2