Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda

Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda
413


__ADS_3

Setelah aku mendengar semua keluhan dari kedua para pekerja ini, aku menyuruh mereka untuk kembali bekerja aku mengatakan kepada mereka bahwa semuanya baik-baik saja, aku juga sengaja menyuruh mereka kerja takutnya manajer datang untuk memarahi mereka, aku hanya sengaja agar mereka tidak mencurigai identitasku.


Setelah mereka berdua menurut perkataanku akhirnya mereka pergi dari hadapanku, aku mulai jalan keliling proyek karena proyek terlalu besar sehingga aku agak sedikit kewalahan, aku juga ikut membantu para pekerja lainnya setiap karyawan yang ketemu denganku selalu bertanya apakah aku ini karyawan baru, aku selalu menjawab kalau aku memang karyawan baru disini. Aku tidak mau mereka tahu identitas dulu sebelum manajer jahat itu datang dan aku ketemu langsung dengannya.


Mereka sarankan agar aku tidak perlu kerja disini kalau belum tanda tangan kontrak. Tapi aku hanya tersenyum dan dalam hati aku menahan amarah terhadap manajer.


Saat aku sibuk membantu karyawan lain untuk mengangkat besi, tiba-tiba datang seorang pria kalau di lihat dari wajahnya lebih Tua sedikit dariku, dengan kata-kata kasar dia memberikan komando kepada para pekerja untuk jangan malas-malas bahkan tidak segan dia menedang karyawan.


"Hey....kau pamalas kerja yang benar jangan malas-malas kerja, kalau manajer Riko lihat kalian di hajar hahaha, hey kamu...apa kamu karyawan baru disini? Siapa yang merekomendasikan kamu masuk kesini kerja yang benar oh ya, kalau saya lihat dari penampilan kamu sepertinya kamu punya uang ya minta seratus dulu mau beli rokok" bentak pria itu, saat dia melihat ku tapi aku hanya diam tidak membalas perkataanya. Karena aku tidak menjawab perkataannya lantas dia marah dan hendak menendangku.


Tapi dengan sigap aku menangkis dan sekali aku memukul kakinya langsung patah hal itu membuat pria itu berteriak histeris mengumpeti aku sampai dia mengatakan kalau manajer datang pasti dia menghajarku. Para pekerja yang melihat aku mematahkan kaki pria itu merasa senang, tapi ada juga yang mengatakan jika aku dalam bahaya jadi lebih baik aku segerah pergi.


"Wah...kamu sangat hebat berani melawan dia ..selama saya kerja disini saya tidak perna melihat ada yang berani melawan dia, soalnya dia mandor yang paling jahat, dia suka-sukanya menghajar kita. Karena dia selalu di jadikan mandor kesayangan bos disini." ujar salah satu pekerja


"Brow...kamu anak baru ya, kamu dalam bahaya kalau manajer datang, karena dia mandor kesayangan bos jadi saran saya lebih baik kamu pergi dari sini karena bos sangat kejam, baru satu bulan saya kerja disini tapi sudah ada tiga karyawan meninggal karena bos, palingan sebentar lagi dia datang dengan perempuan seksi.


"Deg......"


Jujur aku benar-benar terkejut dengan pengakuan para pekerja ini, sesadis apa Riko ini sampai menghilangkan nyawah orang tanpa dapat uang belasungkawa dari perusahaan, kenapa sekretaris tidak beritahu aku hal ini? Tapi aku baru ingat apa kata pak Erik kalau aku jangan terkejut saat aku mendengar berita yang tidak enak saat aku di proyek, mungkin ini maksud pak Erik baiklah aku mengerti.


"Apa kamu bilang...meninggal? Meninggal karena apa kok bisa? Aku rasa proyek ini bukan di tempat berbahaya kenapa bisa sampai tiga orang meninggal? Terus mereka di makamkan dimana" tanyaku.


"Iya benar ada tiga orang meninggal karena ula bos Riko dia memaksa mereka untuk kerja lembur dari pagi kembali pagi, tapi tidak di kasih makan dan karena besoknya mereka lemas dan ngantuk akhirnya bos menyiksa mereka, tapi pada saat mereka meninggal bos datang ke keluarga mereka masing-masing dan mengancam mereka kalau berani melapor polisi keluarga ketiga pria itu akan dibunuh juga"


Emosiku memuncak saat aku mendengar tiga karyawanku meninggal karena pria bajingan itu, sehingga aku mendekati mandor itu yang lagi kesakitan karena kakinya sudah aku patahkan.


"Tolong angkat dan bawah kesana, apa kalian tidak tahu kalau akan ada bos besar dari perusahaan pusat datang survei kesini" tanyaku.

__ADS_1


"Tidak di beritahu, kenapa kamu bertanya begitu kalau seandainya di beritahu mungkin bos Riko sudah dari jam tujuh sudah disini, sekarang sudah jamsepuluh lewat mau setengah sebelas saja bos Riko belum datang." ujar seorang karyawan.


Namun tiba-tiba semua karyawan berlarian kembali ke pekerjaan masing-masing, aku melihat ada sebuah mobil pribadi memasuki kawasan proyek sepertinya ini bajingan yang baru datang...mobil masuk terus kedalam dan mendekati kami, aku yang lagi berdiri sedangkan mandor yang melihat mobil itu semakin berteriak. Aku tahu bahwa ini manajer.


Benar saja tak selang lama pintu mobil terbuka dan keluar seorang pria tinggi, badan tidak bebegitu besar kulit sawomatang setelah pria itu keluar di berbalik badan dan pindah ke pintu sebelah keluar seorang wanita dengan pakian seksis dan haihils, pengen ngakak datang ke proyek berpenampilang kayak pergi acara resmi.


"Aduh.....tolong kaki ku....kaki ku patah...dasar bajingan awas aja kalau kakak Riko datang kamu habis di bunuh." ujar bajingan kecil itu


Setelah perempuan itu turun ya ampun dia kayak ulat bergulat di tangan pria itu membuat aku jijik sembari berkata. "Mas....pokoknya harus janji ya sama aku kalau nanti mas sudah gajian dan sudah berhasil korupsi uang karyawan belikan aku mobil baru ya awas aja kalau mas lebih perhatikan istri tua mas."


"Hehehe kamu tenang aja honey....mas akan kabulkan apa yang honey inginkan asalkan tetap bersama honey" mereka berdua mendekati aku dan pria bajingan yang kesakitan ini.


"Ha....apa yang terjadi dengan kaki kamu? Siapa yang melakukan ini beritahu aku biar aku bunuh dia...nyawah mereka tidak sebanding dengan kamu, kenapa kamu begini? Hey....kamu kenapa tidak kerja dan malas berdiri disini atau kamu yang membuat kaki saudara saya patah." tanyanya aku masih tenang.


"Maaf manajer Riko...bukan saya yang melakukan itu tapi dia yang jatuh sendiri...mungkin karma karena sudah jahat sama karyawan" ujarku sampai.


Bukkkkk!.....!


"Argh.....! Bajingan dasar karyawan rendahan sekarang kamu berani melawan saya ya bos kamu, oh ya saya baru lihat kamu berarti kamu karyawan baru disini ya, hehehe kamu mau cari hidup atau mati disini sehingga kamu melawan saya, saya akan membuat perhitungan sama kamu. Kamu tahu baru kemarin tiga orang meninggal karena mereka melawan saya, jadi mungkin kamu juga mau bernasip yang sama" ujarnya.


Aku sementara kirim pesan ke sekretaris aku menyuruhnya untuk menghubungi manajer jahat ini kalau bos besar hari ini datang kunjungan ke proyek jadi kerja dengan baik. aku tidak ingin lama-lama lagi bosan bersandiwara di depan mata bajingan ini untuk buang-buang tenanga.


Dretttttttt....drettttttg!


"Hallo Tuan Dani....!


"Hallo manajer Riko, tolong bersiap menyambut bos besar dari perusahaan pusat sebentar lagi akan berkunjung ke proyek jangan buat masalah disana karena Tuan muda paling tidak suka ada kekacauan di proyeknya" ujar sekretaris Dani.

__ADS_1


"Ap...apa...Tuan muda mau berkunjung kesini? Kenapa Tuan Dani tidak beritahu dari kemarin biar saya bisa mempersiapkan penyambutan untuk Tusm muda" tanya pria jahat itu panik aku masih bergeming.


"Tidak perlu persiapkan apa-apa karena memang sengaja Tuan muda tidak ingin di ketahui orang jadi bersiaplah."


Setelah sekretaris Dani matikan telpon manajer Riko dengan cepat bangkit dari duduknya dan berteriak.


"Hey....cepat kerja hari ini bos besar datang ingat jangan ada yang ngaduh ke bos besar soal gaji apalagi uang makan dan ketiga teman kalian yang meninggal itu, kalau kalian tidak mau bernasib sama seperti mereka, dan kamu cepat sana bekerja dasar kurang ajar...berani memukulku. Cepat sana kerja jangan membangkang sama bos...kamu anak baru tapi membangkang"


Dengan tidak takutnya dia mendorongku sampai aku terjatuh memang aku sengaja dia juga menembangku dan mencaci maki ku. Aku masih diam.


"Saya pastikan hari ini adalah hari terakhir kamu bekerja sebagai manajer disini, karena kamu tidak pantas menjadi seorang bos...kamu akan memoertanggung jawabkan semua oerbuatanmu nanti." ujarku.


Bukkkkk....


"Dasar miskin...kamu kesini untuk cari nafkah bukan lebih baik kamu kerja, aku tidak mau mengurusmu karena sebentar lagi bos datang. Oh ya sayang....nanti kalau bos datang dan bertanya apakah kamu siapanya aku bilang aja kamu itu istriku...."


"Siap mas...kan memang sebentar lagi aku akan jadi istri mas satu-satunya"


Tidak selang lama mobil sekretaris dan Asisten Arfan datang di ikuti semua pengawal dengan langkah cepat manajer Riko gegas pergi menyambut sekretaris Dani dan Asisten Arfan, sedangkan aku sengaja gegas pergi untuk melihat-lihat proyek yang sudah mulai lima puluh parsen jadi.


"Selamat datang Tuan Dani, Selamat datang Tuan Arfan...dan Tusn muda mana"? Tanya manajer Riko.


"Hehehe...manajer Riko gimana sih, bukannya Tuan muda sudah sampai dari tadi, memangnya manajer Riko belum ketemu Tuslan muda, itu mobilnya berarti Tuan muda sudah sampai"


"Maaf Tuan Dani belum ada yang datang dari tadi pagi saya disini jadi belum ada yang datang......"?


"Apa ada yang mencari saya"?

__ADS_1


Aku sengaja melakukan ini agar berikan manajer Riko pelajaran.


__ADS_2