
Sedangkan di anak cabang Tuan Adinata yang saat ini sementara memimpin meeting di perusahaan cabang mendapatkan sebuah kiriman video dari anak buahnya. Namun Tuan Adinata belum membukan Video itu karena Tuan Adinata sementara lagi meeting jadi harus profesional.
Hampir dua jam meeting berlangsung karena ada banyak hal penting yang mereka bahas hari itu tentang perkembamgan anak perusahaan kedepannya dan juga Tuan Adinata juga singgung sedikit tentang perusahaan pusat yang sebentar lagi akan ganti pemimpin baru.
"Baiklah meeting hari ini cukup sampai disini dulu karena semua tim kerja sama dengan baik dan hasilnya juga sangat baik dan maksimal pokoknya sangat memuaskan. Saya salut dengan semua kinerja dan perjuangan kalian semua" ujar Tuan Adinata dan di sambut teputangan oleh semua peserta meeting. Karena mereka mendapatkan pujian dari Tuan Adinata
"Selamat Ya Tuan Adinata tidak lama lagi perusahaan pusat akan mendapatkan pemimpin baru, kira-kira siapa yang beruntung itu yang bisa menganmbil simpati Tuan Adinata pasti orang terhebat juga sama seperti Tuan Adinata. Karena Tuan Adinata tidak sembarangan memilih pengantinya" ujar seorang pria kepala botak.
"Ia benar juga yang dikatakan oleh Tuan Andika apalagi Tuan Adinata adalah orang terhormat yang sudah terkenal dimana-mana, mana mungkin Tuan Adinata memilih pemimpin perusahaan yang tidak bisa apa-apa pasti pilihan yang berkualitas"
Banyak sekali sanjungan demi sanjungan yang di lontarkan oleh orang-orang yang ikut meeting tadi, hanya saja Tuan Adinata hanya tersenyum simpul dan tidak menangapi semua perkataan orang-orang itu.
Menurut Tuan Adinata pujian dan sanjungan yang mereka lontarkan itu bukan sebuah pujian tapj berdominan ke sebuah ejekan. Sehingga Tuan Adinata malas menanggapi mereka semua.
Setelah mereka semua selesai berkonentar akhirnya satu persatu peserta meeting itu keluar dari ruang meeting dan tinggallah Tuan Adinata dan sekretarisnya.
Tuan Adinata memanggil sekretarisnya untuk mendekat karena Rencana Tuan Adinata menyuruh sekretarisnya untuk membuka file yang masuk barusan ke hpnya.
"Kris... Sini" panggil Tuan Adinata. Membuat sekretarisnya mendekat.
"Iya Tuan ada yang bisa saya bantu" tanya Kris.
__ADS_1
"Tolong kamu bukan file yang baru masuk tadi itu file yang di kirim dari seorang pengawal saya mungkin itu sangat penting"
"Baik Tuan" jawab Kris langsung melakukan perintah dari Tuan Adinata
Kris segera mengambil hp Tuan Adinata dan menyambungkannya ke leptop barulah Kris segera membuka file itu Tuan Adinata dan sekretarisnya melihat video itu ternyata video yang di kirim oleh anak buah Tua Adinata adalah semua video yang sudah di ambil oleh anak buahnya saat Dinda dan Dava di rumah sakit.
Tuan Adinata yang melihat setiap viedo itu sangat bahagia tapi juga emosi, karena Tuan Adinata tidak bisa meneriman hinaan yang terlontar dari mulut Kenedy dan Lexza. Menurut Tuan Adinata kelakuan Kenedy dan Lexza sudah melewati batas jadi harus di berikan pelajaran kepada mereka agar kedepannya mereka berpikir sebelum bertindak.
"Semua berjalan dengan sempurna luar biasa putry dan putraku, mereka menjalankan sandiwara dengan sempurna padahal putryku tidak tahu tentang sandiwara ini dia hanya tahu kalau suaminya mengajaknya ke rumah sakit. Tapi dia juga sangat hebat."
"Anak kecoak kayak kamu Kenedy kamu pikir kamu siapa berani nenentang putra putry saya. Saya pastikan kamu tidak akan bangkit setelah saya hancurkan kamu tinggu saja pemilihan tidak lama lagi. Tapi saya akan berikan kamu hadia kecil biar masyarakat mulai menilai mana pemimpin yang pantas dan mana yang tidak pantas"
"Kris kamu tahukan apa yang harus kamu lakukan dengan video ini, sekarang juga saya minta kamu menghubungi beberapa stasiun tv yang sudah kerja sama dengan kita dan viralkan semua video itu dalam jangka waktu sepuluh menit saya sudah melihat berita ini"
Kris segerah menghubungi beberapa stasiun tv dan benar saja tidak lama kemudian berita terhangat hari ini viral dimana-mana, memberitakan tentang seorang pencalon pilpres yang dengan sadar melakukan penganiayayaan terhadap dua orang masyarakat biasa di rumah sakit dan berani merendahkan mereka.
Tapi hanya wajah Kenedy yang di tampilkan sedangkan wajah Dava dan Dinda di blur jadi tidak kelihatan, disitu juga di tulis masyarakat harus hati-hati dalam memilih seorang pemimpin jangan sampai seperti orang ini.
Karena orang ini adalah salah satu calon presiden di tahun ini jadi lebih baik jangan memilihnya, karena masih jadi calon saja sudah menghina dan merendahkan masyarakat kecil apalagi sudah jadi pemimpin.
Bukan hanya video Kenedy yang viran tapi juga video Lexza yang hendak menampar Dinda, dan juga pas menampar Dea juga ikut viral, banyak masyarakat yang sudah mulai menghujat kedua orang tersebut, banyak berangam komentar dari kalangan masyarakat ada yang menyayangkan sikap bar-bar kedua orang tersebut.
__ADS_1
"Wah...untung aku belum memilih kalau gak aku bisa menyesal seumur hidup karena memang awalnya aku pengen memilih pasangan ini."
"Hahaha belum jadi ibu negara saja sudah menunjukan sifat jeleknya untung ya pemilihan masih berapa minggu lagi"
"Ciee baru jadi calon aja sudah congkak dan sombong apalagi jadi presiden benaran, cuiihhh buang ke comberan gak sudih aku memilih manusia ini"
"Tapi jujur aku penasaran loh siapa sih yang di siksa oleh orang itu kenapa wajah mereka berdua gak di tunjukan sih, kalau kena aku. Aku tidak pandang bulu kamu siapa aku balik menghajarmu sampai babak belur baru tahu rasa."
Banyak komentar dari berbagai kalangan baik dari kalangan bawah maupun dari kalangan atas, mereka memandang rendah Attitude dan sifat Kenedy dan Lexza menurut masyarakat tindakan Lexza dan Kenedy tidak manusiawi karena berani menganiyaya masyarakat biasa.
Berita itu viral dalam sekejap mata memang hebat sekali Tuan Adinata hanya buang suara saja semua akan terlaksana, buktinya tadi Tuan Adinata bilang dalam sepuluh menit harus viral dan terjadi juga.
Kris dan Tuan Adinata yang masih duduk di ruang meeting tadi sambil nonton tv hanya tersenyum mereka, karena semua yang mereka lakukan berhasil.
Memang kalau soal kekuasaan Tuan Adinata tidak perlu di ragukan lagi karena Tuan Adinata hanya menjentikan jari aja semuanya hancur jika ada yang ingin mengusiknya.
"Kris..kamu lihatlah sebentar lagi pria bodoh ini dan istrinya akan lari terbirit-birit datang dan meminta tolong sama saya, bukan hanya itu, ibunya juga pasti akan datang dan menjilat disini karena perusahaannya juga lagi krisis keuangan, lagia jadi istri kok jahat sekali"
"Ia Tuan saya sependapat dengan Tuan mereka akan datang dan meminta bantuan kepada Tuan, apakah Tuan akan membantu mereka Tuan padahal mereka sudah jahat sama Tuan muda dan nona Dinda"
"Kamu tenang saja Kris saya tahu apa yang harus saya lakukan, perusahaan Winata grup sebentar lagi akan jatuh ke tangan menantu saya karena memang dia yang pantas mendapatkan itu"
__ADS_1
"Tapi nyonya Winata masih hidup Tuan, yang saya dengar rumor kalau nyonya Winata itu sangat licik Tuan jadi kita harus hati-hati bisa jadi karena demi harta kekayaan nyonya Winata bisa menghalalkan segalah cara ia bisa melakukan apa saja tuan hanya untuk mencapai tujuan."
Benar juga apa yang di katakan oleh Kris bu Anjani sangat licik suaminya aja ia berani merencanakan kematiannya apalagi orang lain.