
Tidak terasa hari sudah sore, kami sudah bersiap berangkat kebandara dalam hatiku aku selalu berdoa dan berharap agar Elsa tidak di apa-apapin oleh bajingan itu dan cepat ketemu, aku mengandeng tangan istriku aku tahu istriku sangat kuat. Awalnya aku mau pake kursi roda biar istriku tidak cape jalan tapi justru tidak.
"Sayang! Kamu baik-baik saja kan? Kalau sayang meresa badan tidak enak bilang ya jangan diam saja, jangan bikin mas kuatir sayang" Dinda tersenyum dan menatapku.
"Mas...kondisi Dinda sangat baik mungkin anak kita tidak mau ibunya lemah makanya dia tidak menyusahkan ibunya,...setelah Dinda minum vitamin Dinda merasa sangat sehat mas, jadi bukan kondisi Dinda yang saat ini Dinda pikirkan tapi kondisi Elsa....mungkin orang itu kalau kita pergi bulan madu dan penjangaan mulai lengah makanya mereka mulai berulah kembali tapi mas tenang saja Dindavakan bantu .Menemukan Elsa."
Aku menelan salivaku dengan sangat kasar bagaimana tidak kalau Dinda ikut yang aku kuatirkan adalah kandunganya kalau kandungnya bermasalah bagaimana aku tidak mau hal itu terjadi.
Kami sudah masuk kedalam pesawat dan bahkan pesawat juga sudah mau kepas landas ...aku mengendong Dinda kedalam kamar saja kami bisa menghabiska waktu di dalam kamar...aku juga sempat bertanya sama dokter soal kandungan Dinda katanya kandungan Dinda tidak ada masalah.
Karena dokter bisa bacar isi pikiranku sebelum aku bertanya lagi dokter Riski langsung bilang aku tidak perlu kuatir soal masalah kebutuhan suami istri, karena tidak ada pengarunya asal aku harus sabar dan pelan.
" Tuan muda tidak perlu risau soal masalah di ranjang karena semua baik-baik saja yang penting Tuan muda harus dengan sabar dan lembut, jangan kasar karena kandungan lima minggu itu masih sangat rentan sekali untuk keguguran"
"Makasih banyak dokter nanti sampai disana baru langsung periksa ke rumah sakit saja, tapi bukan dokter Riski...harus ganti dokter wanita saja periksa istri saya"
"Tidak perlu Tuan semua Alat medis sudah tersedia jadi nanti tinggal usg saja kalau nona muda mau, dan kenapa saya tidak di ijinkan Tuam muda apakah saya di pecat?" karena tadi kami sudah makan jadi aku langsung menyuruh Dinda istirahat saja aku mau telpon Rafa dulu, tanya sudah ketemu Elsa belum kalau belum jangan gengaba takutnya semua hancur. Memang para pengawal tahu markas para bajingan itu dimana tapi aku yakin mereka tidak membawah Elsa kesana karena mereka tahu Elsa pasti dicari oleh keluarganya.
__ADS_1
"Dokter Riski tidak di pecat tapi dokter Riski pria jadi saya tidak mau pria lain menyentuh istri saya, baik itu dokter Riski sendiri"
Setelah aku melihat Dinda sudah tidur aku berpikir kalau ini kesempatan untuk menghubungi Rafa, karena kalau hubungi ayah aku yakin ayah tidak akan beritahu jadi aku hubungi Rafa kalau tidak Gama kalau mereka berdua juga tidak respon aku akan hubungi pak Erik langsung.
Aku mengmbil hp dan langsung menghubungi Rafa tapi sudah dua kali aku telfon sama sekali tidak diangkat, aku tidak habis akal aku langsung hubungi Gama tapi sama juga hasilnya nihil. Aku kembali lagi telfon Rafa akhirnya Rafa angkat.
'Hallo Raf kamu dari mana aja sih aku telfon kamu dari tadi tidak kamu angkat kamu ada dimana sekarang"
"Hallo Dav untung kamu telfon tadi aku rencana mau hubungi kamu juga ini gawat Dav....kapan kamu pulang Dav?..tolong cepat pulang soalnya ada masalah besar..orang yang menculik Elsa meminta tebus Elsa dengan uang tebusan sepuluh triliun dan dia minta sertifikat perusahaan terus, sertifikat rumah yang kalian tinggal dan beberapa bisnis lainnya.
Kalau soal uang, om tidak mempersoalkan asal Elsa selamat, tapi masalahnya mereka minta setifikat perusahaan pusat gila orang itu makanya dari tadi kami semua ada di rumah kamu Dava, kita lagi cari selusi Dav agar Elsa bisa kembali karena mereka berikan waktu hanya sampai besok Dava jadi tolong cepat pulang. Orang tua Elsa mau berikan sertifikat perusahaan dan uang terbusan tapi om tidak mengijinkan."
Ternyata tanpa aku sadari Dinda tadi tidak tidur jadi dia mendengar semua pembicaraan, Dinda membuka mata dan meminta hp aku.
"Maaf mas, boleh Dinda bicara sebentar dengan Rafa sebentar saja tidak lama kok" aku tidak keberatan jika Dinda bicara dengan Rafa sejujurnya aku cemburu tapi aku tahu ada maksudanya dia mau bicara dengan Rafa. Aku menyerahkan hp kepadanya dan Dinda langsung bicara dengan Rafa, aku hanya diam dan nyimak.
"Hallo Raf...tolong tahan orang rumah ya terutama ayah besok pagi kami sudah sampai di rumah, tapi jangan bilang ke siapa-siapa kami dalam perjalanan pulang. jangan kalian panik itu masalah kecil aku punya ide untuk kita mendapatkan Elsa kembali tanpa kurang satu apapun dan tanpa mengeluarkan uang sebanyak itu.
__ADS_1
Tenang saja jangan takut karena orang itu tidak akan menyakiti Elsa kalau apa yang dia inginkan belum ia dapatkan, selama yang itu belum diberikan sandera tetap aman mereka tidak akan menyakiti sandera,"
Jelas Dinda bicara dengan Rafa....aku terkejut dengan perkataan istriku entah apa yang dia rencanakan, sehingga Dinda setenang ini berbicara dengan Rafa padahal aku saja sangat panik.
"Baik Nona muda makasih sudah kasih solusi aku jadi tenang nanti aku bicarakan ini dengan om, semoga om mau mendengarkan perkataanku menunggu sampai besok tapi kalau tidak nanti aku akan kembali menelpon Dava lagi untuk memberitahu"
Setelah Dinda selesai bicara dengan Dinda langsung kembalikan hp dan kembali tidur, unik sangat unik istriku bisa begitu ya dia selesai bicara langsung tidur luar biasa.
"Raf...kamu masih disanakan?" tanyaku pada Rafa.
"Masih dong Dav, jadi maksud kamu aku kemana"? Tanya Rafa.
"Siapa tahu aja kamu mau kemana, oh ya, Raf. Kamu sudah dengarkan apa yang istri ku bilang kalau kami sudah di perjalan pulang, jadi tunggu saja jangan dulu berikan uang itu kamu harus mencegah ayah ya Raf bilang sama Gama." padahal kami masih di bandara kalau sudah jalan mana berani telpon.
"Iya Dav ternyata cerdas sekali pikiran nona muda ya Dav...bisa berpikir begitu tapi jujur aku penasaran ide apa yang akan di buat oleh Nona muda Dav kita lihat saja, yang aku tahu sekang om sudah perintahkan pak Erik untuk mengeluarkan uang sebayak yang di minta pelaku, tapi pak Erik juga sepertinya menentang keputusan itu jadi belum bergerak."
Aduh...ayah kebiasaan deh kalau soalnya nyawa kadang tidak bisa berpikir jerni, padahal itu hanya jebakan aku tahu mereka hanya menjebak padahal setelah mereka sudah mendapatkan apa yang mereka butuhkan belum tentu mereka melepaskan Elsa bisa jadi nyawa Elsa dalam bahaya.
__ADS_1
Tidak...benar kata Dinda ini tidak boleh dibiarkan begitu saja terjadi, semua harus di basmi agar kedepannya tidak terjadi hal semacam ini lagi, aku harus mendukung apapun rencana istriku pasti berhasil tapi dia tidak boleh turut pergi biar kami aaja dia tunggal di rumah untuk menjaga kesehatannya.
"Rafa dengar ya dan tolong kamu bantu aku bilang ke ayah jangan sampai uang itu di keluarkan dulu kamu cari alasan ke bagaiman tunggu sampai besok kami pulang besok kalian tidak perlu jemput."