Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda

Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda
376


__ADS_3

Dia bersujud di tengah-tengah kami karena kebetulan kami semua duduk melingkar gitu jadi di tengah-tengah itu kosong, sehingga Rara berlutut sambil mengatupkan kedua tangannya dan memohon, dia berkata kalau dia lakukan itu karena sangat membutuhkan uang, ibu nya saat ini di rumah sakit menderita kangker darah sehingga setiap kali cuci darah menghabiskan balasan jutah, sedangkan ayahnya sudah meninggal dan hanya dia satu-satunya harapan keluargannya. Rara terpaksa melakukan itu karena dia di bayar satu miliyar itu uang muka nanti kalau sudah berhasil, mendapatkan berkas itu barulah dia di tambahin tiga miliyar lagi karena ini pekerjaan yang agak berbahaya jadi pembayarannya mahal.


"Ampuni saya Tuan muda, Tuan besar, Tuan Erik dan semuanya tolong lepaskan saya, saya lakukan ini karena terpaksa saya sangat membutuhkan uang untuk pengobatan ibu saya yang saat ini di rawat di rumah sakit Adinata. Saya melakukan ini karena saya sudah tidak tahu harus berbuat apalagi Tuan, saya kerja sebelumnya tapi gaji saya tidak seberapa dan kadang gaji saya tidak di bayar tapi justru dapat pelecehan dari bos. Jadi pas saya di tawarin untuk melakukan misi ini dengan pembayaran empat miliyar awalnya memang saya menolak, tapi karena saya juga di desak dan di ancam oleh Tuan Angga. Bahwa Tuan Angga akan membunuh ibu saya makanya saya terpaksa menerimah Tuan, silahkan jika Tuan membunuh saya tapi tolong jangan membunuh ibu saya, sekarang ibu saya masih menderita jadi tolongTuan" ujar Rara.


Aku yang mendengar terenyuh bagaimana aku bisa menghukum Rara sedangkan mendengar permohonannya saja sudah sedih banget, dan ayah juga yang mendengar memberikan reaksi yang yang tak terduga , begitu juga yang lain mereka terkejut mendengar penjelasan Rara. Yang membuat kami semua terkejut adalah pengakuannya yang katanya dia mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan dari pria tua bangka itu. Kurang ajar bisa-bisanya dia melakukan hal tidak terpujih itu kepada seorang gadis.


"Saya tidak akan menghukuman kamu apalagi membunuh kamu dan ibu kamu, tapi boleh kah kamu jujur apa yang sudah kamu ketahui dan bisa kah kamu membantu kami? Dan kenapa kamu tidak melaporkan perlakuan bos kamu kepada polisi tapi justru kamu diam saja"? Tanya ayah.


"Tanya saja Tuan apa yang ingin Tuan tanyakan saya siap menjawab dengan jujur dan bantuan apa yang Tuan butuh dari saya, jika saya bisa membantu Tuan saya akan membantu? Saya tidak berani melaporkan Tuan karena saya di ancam, kalau saya laporkan saya bisa di bunuh,"ujar Rara gemetaran padahal belum ada yang memarahinya.


"Sekarang kamu berkata jujur apa yang kamu tahu tentang orang yang menyuruh kamu, dan nanti kamu ikut kami ke suatu tempat karena kami akan mempertemukan kamu dengan seseorang, kamu harus janji apa pun yang saya suruh kamu harus ikut. Kamu tenang saja saya tidak akan melakukan kekerasan terhadap kamu." Ujar ayah

__ADS_1


Aku tahu maksud ayah berkata begitu, ayah ingin Rara melakukan sesuatu bagus juga ide ayah. Kalau Rara nurut dan jujur saya janji tidak akan menyiksanya.


"Baik Tuan saya akan jujur, awalnya saya kerja di perusahaan Tuan angga dengan gaji yang sangat kecil menurutku, tujuh juta tapi kadang gaji karyawan tidak di bayar bahkanTuan Angga sering melecehkan karyawan perempuan, dia juga berikan ancaman harus tidur dengannya dulu baru di berikan gaji kalau tidak Tuan Angga membunuh mereka termasuk saya juga, maafkan saya Tuan sebenarnya saya sudah nyaman kerja disini jadi saya tidak ada niatan untuk mengambil berkas berharga dari perusahaan ini"


"Baiklah saya percaya sama kamu sekarang kamu harus ikuti apapun kata kami, dengar kamu tidak akan di hukum dan mulai sekarang pengobatan ibu kamu yang di rumah sakit Adinata gratis jadi tidak perlu kuatir, saya tahu kamu terpaksa melakukan semua ini jadi saya dengan Tuan muda dan pak Erik terus yang lain mengampuni kamu tapi kamu janji tidak akan melakukan kejahatan disini kalau hal itu terjadi kamu tahu bukan akibatnya" ujar ayah.


Rara yang mendengar perkataan ayah langsung bersujut dan menangis sekuat mungkin sambil mengucap terimah kasih Rara terkejut dengan apa yang di katakan ayah, karena pengobatan ibunya gratis dan dia masih tetap kerja di perusahaan Adinata grup, Rara juga berjanji akan mengubah penampilannya dan dia akan melawan om Angga kalau om Angga menyuruh melakukan kejahatan lagi.


" Serius Tuan? Ya Allah terumah kasih banyak Tuan...anda memang punya hati malaikat, terimah kasih banyak sudah punya hati tulus iklas menolong saya Tuan, baiklah saya akan ikuti apapin yang akan Tuan perintahkan yang penting jangan mencelakai saya Tuan, saya akan melawan Tuan Angga kalau ketemu, biasanya Tuan Angga telpon untuk nenanyakan apakah saya sudah mendapatkan semua berkas itu brlum, tapi tumben beberapa hari ini tidak ada kabar sama sekali saya bernapas lega semoga sudah meninggal biar saya tidak di ancam terus karena setiap kali Tusn Angga telpon saya selalu di ancam "


"Nona Rara...kalau seandainya nona di pertemukan dengan Tuan Angga apa yang nona lakukan terhadapnya" tanyaku aku ingin mengetes reaksi Rara seperti apa.

__ADS_1


"Tuan kalau saya punya kuasa untuk bisa membunuhnya kenapa saya tidak bisa, untuk apa membiarkan manusia biadab itu tetap hidup di dunia ini untuk membawah penyakit bagi banyak orang" jawabnya.


Kami semua tersenyum mendengar perkataan Rara, sangat kelihatan dari cara bicaranya Rara sangat marah ini kesempatan besar untuk kami biar Dendam Rara bisa tersalurkan lebih baik kami membawahnya ke tempat dimana Tuan bangka, istri dan naknya di kurung


"Baiklah kalau memang seperti itu sekarang nona Rara harus ikut kami, jangan takut nona Rara baik-baik saja hanya karena sekarang ini kita membutuhkan bukti bukan hanya omongan saja. Kalau memang perkatasn nona itu benar berarti nona harus berikan bukti agar kami percaya."


"Ok tidak msalah Tuan saya siap"


"Kalau begitu pak Martin kembalih lah ke pekerjaannya biar nona Rara kami yang menanganinya" ujarku.


"Baik Tuan jalau begitu saya permisih " ujar pak Marthin HRD.

__ADS_1


Tidak terasah sudah jam setengah tiga kami asyik interogasi Rara jadi ksmi lupa waktu, tapi jujur sampai sekarang saya masih belum percaya dengan kejahatan yang dilakukab oleh om Angga, pantas aja dia berani menjual anaknya ke orang jahat untuk memuaskan keinginannta, bukan hanya manusia biadab tapi juga orang tua kejam kasian jadinya sih Aisya sepertinya selama ini dia juga tertekan dengan tekanan dari om Angga.


Karena sudah sore akhirnya kami mengajak Rara untuk ikut dengan kami, kalau soal pulang siapa yang antar nanti baru pengawal yang antar pulang Rara tidak perlu bawah kendaraannya. Cukup dia duduk diam saja dan mengikuti perintah dari aku atau ayah. Untung Rara memang gadis penurut, dan satu lagi ternyata Rara bawah pakian ganti jadi dia juga langsung ganti pskian pakek celana panjang.


__ADS_2