
Aku sudah menyiapkan kejutan istimewa untuk seorang Kenedy, aku akan membalas semua perbuatannya terhadap istriku nantinya...saat aku asyik main hp tiba-tiba ada pesan masuk kali ini nomor asing tapi pesannya tidak biasa...aku segera membuka pesan itu seketika aku terkejut dengan pesan yang di kirim oleh orang misterius tersebut.
(" Kamu dan semua keluarga mu harus mati") ini adalah isi pesan yang di kirim oleh nomor asing tersebut, setelah aku membaca pesan itu aku langsung mengirim pesan itu kepada asisten pribadiku untuk cari tahu siapa pemilik nomor itu. Aku sama sekali tidak gentar dengan ancamannya terhadap aku, tapi yang aku takutkan adalah keluarga yang ada dirumah apalagi adik-adik perempuan yang sering bepergian, seperti Ririn semoga selalu dalam pengawasan Gama dan Rafa..kalau sampai ada yang terluka aku tidak beri ampun untuk manusia tersebut.
Setelah aku rasa cukup dan sudah jam sembilan aku merasakan kantuk luar biasa jadi aku meletakan hp terus masuk kedalam selimut dan memeluk istriku untuk istirahat.
*****
Waktu terus berjalan hingga tidak terasa kami sudah satu minggu di kota paris kami berencana dua minggu disini baru pulang..
Aku sadar dari tidurku karena aku mendengar suara dari kamar mandi seperti ada yang muntah, aku cek sampingku ternyata tidak ada istriku karena panik aku takut terjadi sesuatu dengan istriku aku langsung bangkit dari tidurku dan gegas ke kamar mandi.
Oweekkkkk....owekkkkk....
"Sayang...kamu tidak apa-apakan didalam sana tolong buka pintunya sayang cepat....jangan bikin mas kuatir disini jangan bikin mas panik dong...cepat bukan pintunya" ujarku
Aku sambil ngetuk pintu tidak karuan karena takut, apalagi selama satu minggu disini siang hari pergi jalan-jalan keliling wisata di paris seperti kemarin kami keliling tiga tempat sekaligus sekalian lihat sunset juga. Kemarin kami baru ke menara Eiffel, Disneyland paris dan Galeries Lafayette.
Mungkin karena kecapean sehingga masuk angin...padahal hari ini istriku rencana mengunjungi Istana Versaillies dan Pont Des Arts.
Sepertinya kondisi istriku saat ini tidak memungkinkan jadi kami tidak perlu jalan-jalan dan kalau kondisinya tidak membaik biar kami pulang saja.
__ADS_1
"Sayang jangan diam dong disana, jawab kamu kenapa sayang buka pintunya biar mas masuk" ujar ku panik jangan sampai terjadi apa-apa dengan istriku Tuhan aku tidak mau istriku kenapa-kenapa
"Mas, Dinda tidak apa-apa kok tenang saja mungkin satu minggu ini kita keluar terus makanya masuk angin" teriaknya dari dalam dengan kondisi seperti itu masih punya kekuatan. Untuk meneriaki aku memang sangat luar biasa istriku ini punya kekuatan seperti spederman.
"Iya mas tahu sayang makanya buka dong pintunya mas mau masuk."
Crek....!
Pintu terbuka dan nampak sekali wajahnya pucat aku langsung mengendongnya tidak menunggu dia bicara..aku bawah keatas tempat tidur dan membaringkannya aku hendak turun dari tempat tidur untuk memanggil dokter untuk periksa kondisi Dinda namun langsung di cegah oleh Dina.
"Mas...mau kemana jangan jauh-jauh Dinda ingin cuim badan mas wangi banget..."
Ha...wangi?...dari mana wanginya justru aku rasa badan ini bauh karena belum mandi kok wangi dari mana ceritanya aku wangi. Tapi aku tidak mau bilang begitu ke Dinda takutnya mengubah moodnya lagi.
"Tidak perlu mas...Dinda hanya kecapean karena pergi jalam-jalan seharian...jadi kita libur dulu Dinda mau tidur saja di kamar mas, tapi boleh tidak Dinda mau sarapan pagi ini dengan Steak dan sushi, terus mangga mas Dinda pengen makan mangga tapi jangan mangga yang sudah mateng harus mangga muda"
Waduh...gawat...kalau steak dengan sushi masih bisalah walaupun berapa hari ini Dinda makan Steak mulu tapi tidak masalah, ini minta mangga muda cari dimana ini negara orang. Kalau aku bilang sama Arfan pasti binggung cari dimana...Dinda juga tidak mau diperiksa bikin panik istriku ini. Aku sengaja membujuknya untuk soal mangga muda jangan karena nanti sakit perut semoga dia mau.
Oweekkkkk....oweekkkkk.!
Baru saja aku mau bilang Dinda kembali bangkit dari tempat tidur dan berlari ke kamsr mandi mengeluarkan semua isi perutnya, padahal masih pagi ini kami belum sarapan apa-apa jelas perut Dinda masih kosong aku ikut lari masuk kedalam kamar mandi dan bantu kusut tengkuknya biar tidak muntah terus.
__ADS_1
Setelah selesai aku kembali mengendong Dinda ke atas ranjang dan langsung telpon Arfan untuk segerah menyiapkan sarapan pagi ditambah pesanan Dinda.. Aku tidak tega meninggalkan istriku sendirisn.
"Fan...kamu tolong segerah siapkan sarapan pagi ya, dan antar kesini steak dan Sushi tambahannya."
"Baik Tuan muda...masih ada lagi..." aku kembali menatap wajah pucat Dinda yang sudah berbaring lemas...
"Fan masih ada satu lagi kamu tolong carikan nona muda mangga muda ya, jangan yang sudah matang"
"Waduh Tuan muda tidak memberikan saya hukuman inikan? saya cari mangga muda dimana Tuan ini di negara orang kalau di negara kita bisa minta di tetangga juga tidak masalah, lagian di belakang pavillun ada mangga buahnya lebat kenapa harus cari disini Tuan."
Sebenarnya aku juga berpikir sama dengan Arfan tapi mau bagaimana lagi Dinda yang minta aku tidak bisa menolaknya.
"Fan pokoknya saya tidak mau tahu terserah kamu mau cari dimana harus dapat dalam satu jam, kalau kamu dapat saya akan naikan gaji kamu cepat ya nona muda pengen makan"
"Tuan jangan-jangan nona muda sudah isi makanya nona muda minta mangga muda" maksud Arfan apa Dinda Isi.
Baru saja aku mau nanya Dinda memanggil...aku tidak jadi bertanya dan mendekati istriku. Kasian dia aku mau memanggil dokter justru tidak mau lihat saja kalau sampai malam tidak ada perubahan aku paksa untuk dokter memeriksanya.
"Mas..Dinda lapar...makanannya sudah datang belum Dinda mau makan sekarang."
"Sayang sabar ya sebentar lagi, asisten Arfan masih memnyiapkan semuanya tunggu sebentar lagi ya." aku membujuk istriku kayak bayi karena sifatnya agak manja..tidak masalah bagiku selagi dia manja sama aku bukan sama orang lain itu masih wajar saja.
__ADS_1
Aku lihat Dinda kembali tidur aku biarkan saja karena makanannya belum juga datang nanti kalau sudah datang aku bangunin dia untuk sarapan...
Setelah aku melihat Dinda tidur aku langsung gegas kekamar mandi untuk mandi karena Dinda sudah mandi untung dia tidak kramas.